SELAMAT DATANG TIM DINAS KESEHATAN PROPINSI JAWA TIMUR DI KABUPATEN TOBA SAMOSIR - PowerPoint PPT Presentation

Loading...

PPT – SELAMAT DATANG TIM DINAS KESEHATAN PROPINSI JAWA TIMUR DI KABUPATEN TOBA SAMOSIR PowerPoint presentation | free to download - id: 3b8ac5-MTQ2N



Loading


The Adobe Flash plugin is needed to view this content

Get the plugin now

View by Category
About This Presentation
Title:

SELAMAT DATANG TIM DINAS KESEHATAN PROPINSI JAWA TIMUR DI KABUPATEN TOBA SAMOSIR

Description:

SELAMAT DATANG TIM DINAS KESEHATAN PROPINSI JAWA TIMUR DI KABUPATEN TOBA SAMOSIR Latar Belakang Kabupaten Toba Samosir di bentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 ... – PowerPoint PPT presentation

Number of Views:551
Avg rating:3.0/5.0
Slides: 34
Provided by: dinkesjat
Learn more at: http://www.dinkesjatim.go.id
Category:

less

Write a Comment
User Comments (0)
Transcript and Presenter's Notes

Title: SELAMAT DATANG TIM DINAS KESEHATAN PROPINSI JAWA TIMUR DI KABUPATEN TOBA SAMOSIR


1
SELAMAT DATANG TIM DINAS KESEHATAN PROPINSI JAWA
TIMURDIKABUPATEN TOBA SAMOSIR
2
EKSPOSE BUPATI TOBA SAMOSIR
DALAM RANGKA
KUNJUNGAN TIM DINAS KESEHATAN PROPINSI JAWA
TIMURDI KABUPATEN TOBA SAMOSIR
BALIGE, 15 MEI 2007
3
Latar Belakang
  • Kabupaten Toba Samosir di bentuk berdasarkan
    Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1998 sebagai
    pemekaran dari Kabupaten Daerah TK. II Tapanuli
    Utara diresmikan pada tanggal 9 Maret 1999 oleh
    Menteri Dalam Negeri.
  • Empat tahun kemudian Kabupaten Samosir dibentuk
    berdasarkan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2003
    yang dimekarkan dari Kab. Toba Samosir (Januari
    2004).

4
Peta Administrasi Kabupaten Toba Samosir
5
Data Penduduk Kabupaten Toba Samosir
Sumber Tobasa dalam angka tahun 2005 (yg
diterbitkan oleh BPS Toba Samosir)
6
Lanjutan .
  • Pada tahun 2006, telah dimekarkan dari 11
    kecamatan menjadi 14 kecamatan. Yaitu
  • Kecamatan Nassau
  • Kecamatan Tampahan
  • Kecamatan Siantar Narumonda

7
Data Geografis Kabupaten Toba Samosir
  • Letak
  • 2.03 - 2.40 LU
  • 98.56 - 99,40 BT
  • Batas
  • Utara Kab. Simalungun
  • Timur Kab. Asahan dan Labuhan Batu
  • Selatan Kab. Tapanuli Utara / Humbahas
  • Barat Kab. Samosir dan Danau Toba
  • Luas Wil
  • Daratan 2.021,80 Km2
  • Perairan 1.102,60 Km2
  • Topografi
  • Landai, datar, berbukit, dan bergelombang

8
V I S I
TOBA MAS 2010 YAITU TOBA SAMOSIR TERDEPAN,
MAKMUR, ADIL DAN SEJAHTERA DI SUMATERA UTARA 2010

M I S I
  • MENINGKATKAN KINERJA APARATUR PEMERINTAH
    KABUPATEN TOBA SAMOSIR UNTUK MEWUJUDKAN
    KEPEMERINTAHAN YANG BAIK (GOOD GOVERNANCE) DAN
    KEPEMERINTAHAN YANG BERSIH (CLEAN GOVERNMENT).
  • MENGGALI DAN MEMANFAATKAN POTENSI KABUPATEN TOBA
    SAMOSIR UNTUK MENCAPAI KEUNGGULAN DI BIDANG
    PERTANIAN, PENDIDIKAN, KESEHATAN, DAN PARIWISATA
  • MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT KABUPATEN TOBA
    SAMOSIR SECARA MERATA.
  • MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DI
    KABUPATEN TOBA SAMOSIR UNTUK DAPAT BERSAING DI
    KANCAH NASIONAL MAUPUN INTERNASIONAL.
  • MENDORONG INVESTASI SWASTA UNTUK MEMANFAATKAN
    POTENSI SUMBER DAYA ALAM UNTUK MENCAPAI
    KEMAKMURAN RAKYAT.

9


NILAI RELIGIUS
CARILAH DAHULU KERAJAAN ALLAH DAN KEBENARANNYA
MAKA SEMUANYA ITU AKAN DITAMBAHKAN KEPADAMU
MOTTO
TOBASA TERAPKAN OPTIMISME UNTUK BERSIH AMAN
SEJAHTERA DAN ADIL
10


SEMBOYAN
TAMPAK NA DO RANTOSNA RIM NITAHI DO GOGONA
(PERLU ADA KEBERSAMAAN)
PRIORITAS PEMBANGUNAN
  • PEMBANGUNAN PERTANIAN
  • PEMBANGUNAN PENDIDIKAN
  • PEMBANGUNAN KESEHATAN
  • PEMBANGUNAN PERIWISATA

11
Sumber Daya Alam dan Potensi UnggulanKabupaten
Toba Samosir
  • Pertanian dan Perkebunan
  • Luas lahan tanaman pangan 26.017 Ha
  • Luas lahan sayur-sayuran 2.043 ha
  • Luas tanaman buah-buahan 148 Ha
  • Luas tanaman perkebunan rakyat 7.161,59 ha
  • Karet 690,50 Ha
  • Kemenyan 1.311,5 Ha
  • Kopi 3.165,65 Ha
  • Cengkeh 35,8 Ha
  • Kelapa 116,55 ha
  • Kulit Manis 81,8 Ha
  • Kemiri 206,96 ha
  • Teh 206,5 Ha
  • Kelapa sawit 1.262,95 Ha
  • Coklat 7,98 Ha
  • Jahe 22,1 Ha
  • Aren 53,3 Ha

12
Sumber Daya Alam Kabupaten Toba Samosir
  • Pariwisata
  • Objek wisata pantai Balige, Sigaol, dan Ajibata
  • Objek wisata rohani Sigumpar
  • Objek wisata alam Lumban Julu
  • Agrowisata Borbor dan Lumban Julu
  • Sumber Daya Energi
  • PLTA Asahan II dengan kapasitas 450 Mega Watt
  • PLTA Asahan I dengan kapasitas 2 x 90 Mega Watt
    (dalam proses pembangunan)
  • PLTA Asahan III dengan potensi kapasitas 2 x 150
    Mega Watt (sedang dalam proses perizinan)
  • Beberapa sumber PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga
    Mini Hydro) yang tersebar di beberapa kecamatan.

13
Kebijakan dan Inisiasi Pemkab Toba Samosir
  • Pertanian
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Pariwisata

14
PERTANIAN
  • Meningkatnya produksi dan produktifitas pertanian
    tanaman holtikultura, ikan dan ternak ditandai
    dengan
  • Pembangunan sarana dan prasarana pertanian
  • Rehabilitasi Balai Benih Pembantu Tanaman Pangan
    1 Unit
  • Pembangunan Balai Benih Utama Tanaman Pangan 1
    Unit
  • Pembangunan Balai Benih Pembantu Hortikulutura 1
    Unit
  • Pembangunan balai benih ikan 1 unit
  • Pembangunan rumah potong hewn 1 unit
  • Pembangunan pos kesehatan hewan 1 unit
  • Pengadaan mobil unit kesehatan hewan 1 unit,
    mobil operasional BBI 2 unit dan mobil
    operasional TPH 2 unit
  • Pembangunan balai penyuluh pertanian (BBP) 14
    unit
  • Pengadaan traktor besar / traktor mini 28 unit
  • Pengadaan hand traktor 600 unit
  • Pengadaan power tresher 200 unit
  • Pengadaan corn seller 200 unit
  • Pembangunan jalan usaha tani, kawasan luasan
    lahan 1.000 ha.

15
Lanjutan .
  • Produksi benih padi berlabel 64 ton dan benih
    palawija berlabel 24 ton
  • Produksi benih/bibit ikan dari BBI 750.000 ekor
  • Produksi benih/bibit ternak babi 4.265 ekor dan
    unggas 28.000 ekor
  • Pengadaan reeper 40 unit
  • Pengadaan sarana dan mobilitas penyuluh pertanian
    (kendaraan roda 2) 135 unit
  • PH meter 84 buah
  • Peningkatan kualitas SDM pertanian
  • Terpenuhinya kualitas penyuluh pertanian lapangan
    (PPL) yang berkualitas 1 PPL per desa
  • Peningkatan jumlah unit demplot, derm farm 192
    unit
  • Peningkatan kelas kelompok tani kelas pemula
    140 klpk, kelas lanjut 180 klpl, kelas madya 155
    klpk, kelas utama 10 klpk
  • Pembinaaan kuantitas pengecer pupuk ditingkat
    desa 192 unit
  • Pembangunan unit perbengkelan alsintan 42 unit
  • Pembangunan unit penangkar benih padi 28 orang
  • Pembangunan unit penangkar benih jagung 14 orang
  • Pembangunan unit penangkar benih hortikulutura 14
    orang
  • Pembangunan unit penangkar benih ternak 42 orang
  • Pembangunan unit penangkar benih ikan (UPR) 85
    orang

16
  • Peningkatan usaha pokok pertanian
  • Pembukaan/pemanfaatan lahan kosong/ lahan tidur
    32.000 ha
  • Pemanfaatan zona Danau Toba (KJA) 80 ha
  • Peningkatan minah padi 1.000 ha
  • Pemanfaatan sungai dengan KAD (Kolam Air Deras)
    5,4 ha serta KAT 270 ha
  • Peningkatan populasi ternak Kerbau 22.645 ekor,
    sapi 898 ekor, kambing 3.172 ekor, babi 44.226
    ekor, ayam buras 425.938 ekor dan itik 42.292
    ekor
  • Penanaman hijauan makanan ternak (HMT) 120 ha
  • Peningkatan produktifitas tanaman padi sawah
    menjadi 5,5 ton/ha, padi ladang 3,01 ton/Ha,
    jagung 2,85 ton/Ha, kedele 1,12 ton/Ha, kacang
    tanah 1,17 ton/Ha, ubi kayu 12,18 ton/ha, ubi
    jalar 9,93 ton/Ha
  • Pembangunan/rehabilitasi jaringan irigasi tingkat
    usaha tani kawasan luasan lahan 12.500 ha
  • Pembangunan/rehabilitasi jaringan irigasi desa
    kawasan luasan lahan 5.535 ha
  • Peningkatan penggunaan pupuk kimia 25.710 ton
  • Peningkatan penanggulangan pupuk organik 91.117
    ton
  • Penggunaaan benih bermutu/berlabel 37.750 ton

17
  • Peningkatan produksi pertanian
  • Produksi padi dan palawija padi sawah 543.310
    ton, jagung 64.288 ton, kedele 109 ton, kacang
    tanah 2.634 ton, ubi kayu 64.849 ton, ubi jalar
    27.975 ton
  • Produksi hortkultura meliputi bawang merah
    5.280 ton, kentang 3.910 ton, cabe merah6.690
    ton, cabe rawit 4.380 ton
  • Produksi ikan mas 472,67 ton, ikan nila 506,21
    ton, ikan mujahir 615,99 ton, ikan lele 44,82 ton
  • Produkasi dagung kerbau 753.600 kg, sapi 5.400
    kg, ayam 145.015 kg, itik 3.335 kg
  • Produksi susu kerbau 3.017 Liter
  • Produksi telur 2.045.500 kg

18
Kebijakan
  • Meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan
    petani, diarahkan kepada
  • Peningkatan ketersediaan bahan pangan dengan cara
    intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi,
    rehabilitasi dan pengembangan agribsnis didukung
    oleh sistem agropolitan.
  • Mebuka lahan-lahan tidur menjadi lahan produktif
    untuk pertanian rakyat, perikanan dan peternakan.
  • Optimalisasi pemanfaatan, rehabilitasi dan
    pengembangan sarana dan prasarana pendukung
    ketahanan pangan, sarana produksi seperti pupuk,
    benih dan permodalan.
  • Peningkatan akses petani terhadap modal,
    teknologi, benih/bibit, pasar dan informasi
    bisnis pangan serta peningkatan efisiensi
    teknologi, benih/bibit, dan informasi bisnis
    pangan melalui penyediaan kredit agribisnis dan
    penerapan teknologi spesifik lokasi.
  • Pengembangan dan pembinaan kemitra usahaan dan
    kelembagaan bisnis pangan, serta pembinaan
    perilaku bisnis pangan sesuai dengan kebutuhan
    pasar.
  • Peningkatan populasi danp produksi ternak serta
    pengolahan hasil-hasil ternak.
  • Pengembangan industri pakan ternak diberbagai
    sentra produksi.
  • Peningkatan produksi dan produktifitas budidaya
    pertanian.

19
  • Meningkatkan pengembangan Agribisnis,
    Hortikultura, perikanan dan peternakan
  • diarahkan untuk
  • Meningkatkan akses dan optimalisasi sumberdaya
    lahan dan air bagi komoditi komersil.
  • Peningkatan akses terhadap modal.
  • Peningkatan akses terhadap sarana dan prasarana.
  • Meningkatnya penyediaan dan akses terhadap
    teknologi.
  • Revitalisasi penyuluhan.
  • Meningkatkan akses terhadap pasar.
  • Menumbuhkan usaha agribisnis/agroindustri.

20
Pendidikan
  • Meningkatnya taraf pendidikan penduduk yang
    ditandai dgn
  • Meningkatnya secara nyata persentase penduduk yg
    dapat menyelesaikan prog wajar 9 tahun.
  • Meningkatnya partisipasi penduduk yg mengikuti
    pendidikan menengah.
  • Menurunnya angka buta aksara penduduk berusia 15
    tahun keatas.
  • Meningkatnya mutu dan relevansi pendidikan yg
    ditandai dgn
  • Meningkatnya persentase siswa baru.
  • Meningkatnya nilai UAN.
  • Meningkatnya angka lulusan.
  • Meningkatnya persentase kelayakan guru mengajar
    tingkat SD, SMP, SMA/SMK.
  • Meningkatnya persentase guru menurut bidang studi
    yg diajarkan.

21
Lanjutan
  • Meningkatnya mutu dan jumlah sarana prasarana
    pendidikan yang ditandai dgn
  • Meningkatnya ketersediaan buku pelajaran pokok.
  • Meningkatnya ketersediaan dan kualitas ruang
    belajar beserta meubilernya, ruang guru dan
    meubiler, ruang ibadah dan peralatannya,
    perpustakaan dan buku perpustakaan serta
    meubilernya, lab dan peralatannya, aula sekolah
    dan peralatannya, lapangan olahraga serta locker.
  • Meningkatnya ketersediaan sekolah sesuai dgn
    kebutuhan.
  • Meningkatnya jumlah sekolah standar nasional dan
    internasional.

22
Tabel Target Capaian Peningkatan Taraf Pendidikan
Ket APS ? Angka Partisipasi Sekolah
23
Kebijakan pembangunan pendidikan
  • Dukungan Program Wajar 9 Tahun, berupa
  • Bantuan Operasional Sekolah.
  • Rehab SD/SMP
  • Pemberian pakaian seragam
  • Penerimaan siswa baru dan pelaksanaan UAS
  • Peringanan beban peserta didik.
  • Bantuan kepada PNS melanjutkan pendidikan di
    UNITA
  • Peningkatan mutu pendidikan dan tenaga
    kependidikan.
  • Pemberian insentif/penghargaan kepada tenaga
    pendidik.
  • Melaksanakan Diklat Peningkatan Mutu.

24
Kebijakan pembangunan pendidikan
  • Program peningkatan sekolah menengah.
  • Bantuan peningkatan SMA N 2 Balige dari SSD
    menjadi bertaraf Internasional sebesar Rp.
    272.558.000,-
  • Block Grant SMA sebesar Rp. 25.000.000,-.
  • Bantuan beasiswa di UNITA untuk 200 orang guru
    sebanyak Rp. 200.000.000,-
  • Bantuan operasional SMA Plus Yayasan Soposurung
    sebesar Rp. 100.000.000,-.
  • Bantuan operasional kepada semua SMA Negeri di
    Kab. Toba Samosir.

25
Kesehatan
  • Alokasi Anggaran.
  • Pengembangan program berbasis masyarakat dan
    kearifan lokal.
  • Pengembangan kemitraan dalam penanggulangan
    HIV/AIDS.
  • Pemberian pelayanan kesehatan secara gratis
    melalui program JPKM TOBA MAS dengan kerjasama
    Pemkab Toba Samosir dengan PT.Askes (Mei 2006)
  • Peningkatan gizi melalui program pemberian
    makanan tambahan kepada anak-anak sekolah (PMTAS)

26
Alokasi Anggaran
27
Pengembangan program berbasis masyarakat dan
kearifan lokal
  • Memberikan pengganti transport Kader di Pos Yandu
    yang dibebankan pada APBD Kabupaten Toba Samosir
    TA 2006. Jumlah Pos Yandu yang direvitalisasi
    sebanyak 225 Pos dengan jumlah Kader sebanyak
    1225. Program revitalisasi ini diharapkan dapat
    menurunkan angka kekurangan gizi pada balita dan
    meningkatkan cakupan imunisasi.
  • Pengembangan konsep Desa Siaga meliputi 20 Desa,
    yang memberdayakan masyarakat desa untuk selalu
    waspada terhadap ancaman penyakit terutama Diare,
    Gizi buruk, Demam berdarah, HIV/AIDS, Kedaruratan
    Obstetrik, Rabies, dan Bencana Alam.

28
Pengembangan kemitraan dalam penanggulangan
HIV/AIDS
  • Pembentukan dan Pemberdayaan Komisi
    Penanggulangan AIDS (KPAD) Kabupaten Toba Samosir
    pada Tahun 2006.
  • Pembentukan dan Pemberdayaan Forum Kesehatan
    Kabupaten (FKK) Kabupaten Toba Samosir Tahun 2006
  • Pembentukan dan Pemberdayaan Palang Merah
    Indonesia (PMI) Kabupaten Toba Samosir Tahun
    2006.
  • Kerjasama pencegahan dan pemberantasan HIV/AIDS
    dengan Lembaga Swadaya Masyarakat seperti Komite
    HIV/AIDS HKBP dan LSM PAMITA
  • Pengembangan Asuransi Kesehatan untuk Mayarakat
    di Kabupaten Toba Samosir TA 2006 yang lebih
    dikenal dengan JPKM Husada Paripurna Askes Toba
    Mas

29
Program JPKM TOBA MAS
  • Dasar pemikiran pengembangan JPKM di Kabupaten
    Toba Samosir Lebih dari 80 penduduk Toba
    Samosir tidak terlindungi oleh Asuransi (Out of
    Pocket)
  • Risk Sharing dan Cost Sharing
  • Segmentasi Pasar masyarakat diluar Gakin dan
    PNS dengan jangka waktu kepesertaan 1 (satu)
    tahun
  • Sesuai dengan indikator kinerja Proyek Kesehatan
    Propinsi II (PHP II) (At least 30 of the
    population in North Sumatera are covered by
    health insurance mechanisms or managed care)
  • Pemerintah Kabupaten Toba Samosir Mengikat
    Kerjasama dan menunjuk Badan Pelaksana PT Askes
    Indonesia Cabang Siantar
  • Target kepersertaan untuk TA 2006 sebanyak 30.000
    orang
  • Premi Rp.72.000,- (Rp.36.000,- dari masyarakat
    dan Rp.36.000,- dari APBD Kab. Toba Samosir TA
    2006
  • Seluruh Puskesmas dan Jaringannya merupakaan
    Pelaksana Pelayanan Kesehatan (PPK) dan sebagai
    rujukan adalah Rumah Sakit Umum Porsea dan Rumah
    Sakit Umum Pematang Siantar.

30
Pariwisata
  • Target pembangunan
  • Meningkatnya Wisatawan yang berkunjung.
  • Meningkatnya lama tinggal wisatawan
  • Meningkatnya jumlah masyarakat yang sadar wisata
  • Meningkatnya pelaku pariwisata.
  • Meningkatnya lokasi wisata yang layak kunjung.
  • Meningkatnya usaha-usaha pariwisata yang memenuhi
    standar

31
  • Kebijakan
  • Pengembangan Kegiatan Kepariwisataan Dalam Upaya
    Meningkatkan Kunjungan Wisatawan.
  • Mengembangkan Potensi Objek Wisata.
  • Peningkatan Sdm Pelaku Pariwisata Dalam Upaya
    Peningkatan Kualitas Pelaksanaan Terhadap
    Wisatawan.
  • Meningkatkan Kuantitas Dan Kualitas Budaya
    Tradisional Daerah

32
Terima Kasih, horas , horas, horas
33
(No Transcript)
About PowerShow.com