Konsep-konsep Di Dalam Pengelolaan Basisdata - PowerPoint PPT Presentation

Loading...

PPT – Konsep-konsep Di Dalam Pengelolaan Basisdata PowerPoint presentation | free to download - id: 5928f9-MmU1M



Loading


The Adobe Flash plugin is needed to view this content

Get the plugin now

View by Category
About This Presentation
Title:

Konsep-konsep Di Dalam Pengelolaan Basisdata

Description:

Konsep-konsep Di Dalam Pengelolaan Basisdata Oleh Nanang Chosin Universitas Islam Attahiriyah * * 8.5.1.4 Normalisasi Normalisasi adalah tehnik yang digunakan ... – PowerPoint PPT presentation

Number of Views:493
Avg rating:3.0/5.0
Slides: 39
Provided by: niet8
Learn more at: http://nanangchosin.files.wordpress.com
Category:

less

Write a Comment
User Comments (0)
Transcript and Presenter's Notes

Title: Konsep-konsep Di Dalam Pengelolaan Basisdata


1
  • Konsep-konsep Di Dalam Pengelolaan Basisdata
  • Oleh
  • Nanang Chosin
  • Universitas Islam Attahiriyah

2
Tujuan Pembelajaran
  • Mempelajari tentang SIG sebagai Basisdata.
  • Mempelajari Konsep-konsep dalam sistem
    basisdata.
  • Mempelajari Sistem Manajemen Basisdata.
  • Mempelajari model Basisdata Relational.
  • Mempelajari model Relasional dan SIG.

3
8.1 Pendahuluan
  • Data atau Informasi geografi, yang diturunkan
    dari dari peta-peta tematik, penelitian,
    pengukuran di lapangan, atau kumpulan data
    statistik yang dikum- pulkan oleh
    institusi-institusi pemerintah (termasuk data
    sensus di dalamnya), pada umumnya menga- ndung
    lebih dari satu atribut yang diasosiasikan den-
    gan lokasi spasialnya.
  • Sebagai contoh, properti jenis tanah yang
    menjadi dayatarik studi-studi sumberdaya lahan
    pada umumnya adalah tipe, warna, tekstur,
    kandungan organik, derajat keasaman (PH), dll.

4
  • Tipe-tipe spasial memiliki properties topografi
    dasar yang meliputi lokasi, dimensi, dan bentuk
    (shape).
  • Untuk mengelola data dan informasi di dalam SIG
    diperlukan pemahaman yang baik mengenai
    konsep-konsep sistem manageman basisdata
    (database management system-DBMS)

5
8.2 SIG sebagai Basisdata
  • SIG dikembangkan dengan menggunakan
    sistem-sistem managamen basisdata (DBMS) yang
    telah lahir sebelumnya.
  • Fakta-fakta pengembangan SIG dengan DBMS
  • 1. Biaya DBMS yang telah hadir dipasaran telah
  • mendominasi (sebagian besar) biaya
    keseluruhan
  • perangkat lunak sistem-sistem (termasuk
    SIG).

6
  • 2. DBMS telah demikian banyak memiliki dan
  • menangani fungsi-fungsi (dan prosedur)
    yang
  • sangat diperlukan oleh SIG.
  • Pendekatan-pendekatan untuk menggunakan DBMS di
    dalam SIG
  • 1. Pendekatan solusi DBMS total.
  • Pendekatan ini semua data spasial dan non
  • spasial diakses melalui DBMS sehingga
    data-
  • data tersebut harus memenuhi asumsi
    yang telah
  • ditentukan oleh perancang DBMS-nya.

7
  • 2. Pendekatan solusi Kombinasi.
  • Pendekatan ini beberapa data (tidak
    semua) data
  • (pada umumnya berupa tabel-tabel
    atribut beri-
  • kut relasi-relasinya) diakses melalui
    DBMS kar-
  • ena data-data tersebut telah sesuai
    dengan
  • modelnya.

8
8.3 Konsep-konsep di dalam Sistem Basisdata
  • 8.3.1 Basisdata
  • Konsep basisdata dapat dipandang dari berbagai
    sudut.
  • 1. Sisi Sistem
  • Basisdata merupakan kumpulan tabel-tabel atau
  • files yang saling berelasi.
  • 2. Sisi Managemen
  • Basisdata dapat dipandang sebagai kumpulan
  • data yang memodelkan
    aktivitas-aktivitas yang
  • terdapat dalam enterprise-nya.

9
  • 8.3.2 Keuntingan Basisdata
  • Keuntungan-keuntungan Basisdata
  • 1. Reduksi duplikasi data (minimum redudancy
    data yang
  • pada gilirannya akan mecegah
    inkonsintensi dan
  • isolasi data)
  • 2. Kemudahan, kecepatan dan efisiensi (data
    sharing dan
  • availability) akses (pemanggilan) data.
  • 3. Penjagaan integritas data.
  • 4. Menyebabkan data menjadi self-documented dan
    self-
  • descriptive.
  • 5. Mereduksi biaya pengembangan perangkat lunak.
  • 6. Meningkatkan faktor keamanan data (security)

10
  • 8.3.3 View Basisdata (Lever Abstraksi Data)
  • bagian bagian
    bagian
  • Marketing Keuangan
    Produksi

View 1
View 2
View 3
Level Konseptual
Level Fisik
11
  • Level Fisik, merupakan tingkat yang terendah di
    dalam abstraksi data, menunjukkan bagaimana
    sesungguhnya data di simpan.
  • Level Konsepsual menggambarkan data apa saja
    yang sebenarnya (secara fungsional) di simpan
    dalam basisdata beserta hubungannya
    (relasi-relasi) dalam basisdata.
  • Level View merupakan tingkat tertinggi. Pengguna
    hanya mengenal struktur data yang sederhana dan
    sangat berorientasi pada pengguna.

12
  • 8.3.4 Enterprise
  • Enterprise adalah obyek-obyek penting,
    organisasi, proses yang bekerja pada suatu
    sistem, atau sistem itu sendiri.
  • Sebagai contoh
  • obyek-obyek penting perpustakaan, sekolah.
  • aktivitas organisasi/enterprise aktivitas
    akademik, pengelolaan keuangan dll.

13
  • 8.3.5 Enterprise Rules
  • Enterprise rules adalah aturan-aturan yang
    digun- akan untuk mendefinisikan
    hubungan-hubungan (keterkaitan atau relasi)
    antara entity satu dengan entity yang lainnya
    (entity relationship) beserta operations-nya
    (prosedur atau fungsi yang dapat dikenakan
    terhadap entities yang bersangkutan).
  • Contoh Enterprise rules
  • Enterprise Administrasi pertahanan
  • a. Satu kabupaten atau kotamadya terdiri dari
  • beberapa kecamatan.

14
  • b. Satu kecamatan terdiri dari beberapa desa
  • c. Setiap desa terdiri dari beberapa persil
    tanah
  • milik.
  • d. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu
  • persil tanah milik.
  • e. Setiap persil tanah hanya dapat dimiliki
    oleh
  • seorang pemilik hak.
  • 8.3.6 Skeleton Table
  • Skentelon table adalah sekumpulan tabel-tabel
    yang mejalankan hubungan antar entitas yang
    digunakan dalam suatu enterprise.

15
  • Contoh Skeleton Table
  • 1. Dosen (KodeDosen, NamaDosen, AlamatDosen,
  • GolonganDosen, TglLahirDosen).
  • 2. Mahasiswa (Nim, NamaMhs, AlamatMhs,
  • TglLahirMhs).
  • 3. Gedung (KodeGedung, NamaGedung,
  • LuasGedung).
  • 4. Ruang (KodeRuang, NamaRuang, LuasRuang,
  • KodeRuang).
  • 5. MataKuliah (KodeMataKuliah, NamaMataKuliah,
  • BobotSKS, JamKuliah KodeRuang, KodeDosen).
  • 6. NilaiPerkuliahaan (Nim, KodeMataKuliah, Nilai)

16
  • 8.3.7 Aplikasi
  • Aplikasi (program) merupakan tugas khusus yang
    akan dijalankan oleh enterprise baik secara
    otomatis maupun semi-otomatis.
  • Contoh Aplikasi yang dimiliki Enterprise
  • Perusahaan Listrik Menentukan kelayakan
    pembangunan infrastruktur baru (jaringan) yang
    dapat melayani kebutuhan-kebutuhan listrik suatu
    kawasan Indutri

17
  • 8.3.8 Sistem Basisdata
  • Pengertian atau definisi sistem basisdata
  • 1. Menurut Pustaka Sistem Basisdata merupakan
  • perangkat lunak DBMS bersama dengan
    datanya
  • (basisdata), dan terkadang juga mencakup
    men-
  • cakup perangkat lunak aplikasi di
    dalamnya.
  • 2. Menurut Fathan Sistem Basisdata merupakan
  • sistem yang terdiri dari kumpulan file
    (tabel) yang
  • saling berhubungan (dalam basisdata di
    sebuah
  • sistem komputer) dan sekumpulan program
  • (DBMS) yang memungkinkan beberapa pemakai
  • dan atau program lain untuk mengakses dan
    mem-
  • anipulasi file-file (tabel-tabel)
    tersebut.

18
  • 8.3.9 Komponen Sistem Basisdata
  • Komponen-komponen basisdata
  • 1. Perangkat keras
  • 2. Pengguna (user)
  • 3. Sistem Operasi
  • 4. Sistem pengelola Basisdata (DBMS)
  • 5. Program Aplikasi Lain
  • 6. Basisdata
  • Pengguna Sistem Basisdata terdapat beberapa
    kelompok
  • 1. Database Administrator Pengguna memilik
    kewenan-
  • gan sebagai pusat pengendali seluruh
    sistem baik
  • basisdata maupun program-program yan
  • mengaksesnya.

19
  • 2. Application programmer pengguna ini
    merupakan
  • para programer aplikasi yang profesional
    berinteraksi
  • dalam sistem melalui pemanggilan DML
    (data
  • manipulation language) yang dimasukkan
  • (embedded) ke dalam program yang ditulis
    dalam
  • bahasa pemograman dasarnya.
  • 3. Sophisticated users Pengguna ini
    berinteraksi
  • dengan sistem tanpa harus menuliskan
    sendiri
  • programnya.
  • 4. Specialized users pengguna termasu dari
  • sophisticated user yang menuliskan
    program aplikasi
  • basisdata khusus yang tidak sesuai dengan
    framework
  • pemrosesan data tradisional.

20
  • 5. Naïve user pengguna ini merupakan
    kebanyakan
  • pengguna yang berinteraksi dengan sistem
    dengan
  • cara memanggil salah satu program aplikasi
    yang
  • telah disediakan.
  • 8.3.10 Komponen Fungsional Sistem Basisdata
  • Komponen fungsional Sistem basisdata
  • 1. File Manager Mengelola alokasi kebutuhan
    ruang
  • penyimpanan basisdata beserta
    struktur-struktur data
  • yang digunakan untuk mempresentasikan
    informasi
  • yang disimpan dalam disk.

21
  • 2. Database Manager Menyediakan interface
    antara data
  • low-level yang disimpan dalam basisdata
    dengan
  • program-program aplikasi dan queries yang
    dikirimkan
  • ke sistem.
  • 3. Query processor Menterjemahkan pernyataan
    bahasa
  • query ke dalam intruksi-intruksi low
    level yang
  • dimengerti database manager.
  • 4. DML precompiler Mengkonversi pernyataan DML
  • yang di masukkan di dalam program aplikasi
    ke dalam
  • pemanggilan prosedur normal di dalam
    induknya.
  • 5. DDL compiler Mengkonversi pernyataan DDL ke
  • dalam sekumpulan tabel yang mengandung
    metadata
  • atau data mengenai data

22
8.4 Sistem Manajemen Basisdata
  • 8.4.1 Pengertian dan Definisi
  • Penertian Sistem Manajemen Basisdata
  • 1. Menurut Korth
  • Sistem Manajemen Basisdata adalah kumpulan dari
  • data yang salimg berelasi dengan
    sekumpulan
  • program-program yang mengakses
    data-data
  • tersebut.
  • 2. Menurut Elmasari
  • Sistem Manajemen Basisdata merupakan paket
  • parangkat lunak atau sistem yang
    digunakan untuk
  • memudahkan pembuatan dan pemeliharaan
  • basisdata yang terkomputerisasi

23
  • 8.4.2 Manfaat Sistem Manajemen Basisdata
  • Menurut Ade alasan-alasan penggunaan DBMS
  • 1. Sistem manajemen basisdata (DBMS) sangat baik
    di
  • dalam mengorganisasikan dan mengelola data
    dengan
  • jumlah besar
  • 2. DBMS tidak selalu ditunjukkan untuk analisis
    data
  • hal ini lebih merupakan tugas-tugas SIG,
    spread sheet,
  • atau tools analisis lainnya.
  • 3. DBMS ini seperti kantong tempat meletakkan
    sesuatu
  • (data) di dalam satu wadah sehingga barang
    yang
  • dimasukkan (data) akan mudah diambil
    (dipanggil)
  • kembali. Dan lain-lain

24
  • 8.4.3 Komponen-komponen Sistem Manajemen
    Basisdata
  • Menurut Hkbu20, Komponen-komponen sistem
    manajemen basisdata (DBMS)
  • 1. Data yang tersimpan di dalam basisdata.
  • 2. Operasi standart yang disediakan hampir semua
  • DBMS.
  • 3. DML (data manipulation language) atau bahasa
    query
  • ini pada umumnya setara dengan bahasa
    pemograman
  • generasi ke 4 dan didukung oleh DBMS
    untuk
  • membebtuk perintah perintah untuk
    masukan,
  • keluaran , editing, analisis basisdata.

25
  • 4. DDL (data definition language) yang merupakan
  • bahasa yang digunakan untuk
    mendeskripsikan isi (dan
  • struktur) basisdata.
  • 5. Bahasa pemograman (programing tools).
  • 6. Struktur files. Setiap DBMS memiliki struktur
    internal
  • yang digunakan untuk mengorganisasikan
    data
  • walaupun beberapa model data yang umum
    telah yang
  • digunakan oleh sebagian besar DBMS.

26
  • 8.4.4 Operasi Dasar Sistem Manajemen Basisdata.
  • Operasi-operasi dasar Sistem Manajemen Basisdata
  • 1. Membuata basisdata (create database).
  • 2. Menghapus basisdata (drop database).
  • 3. Membuat tabel basisdata (create table).
  • 4. Menghapus tabel basisdata (drop table).
  • 5. Mengisi dan menyisipkan data (record) ke
    dalam table
  • (insert)
  • 6. Membaca dan mencari dat (field atau record)
    dari tabel
  • basisdata (seek, find, search, retrieve).
  • 7. Menampilkan basisdata (display, browse).

27
  • 8. Mengubah dan meng-edit data yang terdapat
    dalam
  • tabel basisdata (update, edit).
  • 9. Menghapus data dari tabel basisdata (delete,
    zap,
  • pack).
  • 10. Menbuat indeks untuk setiap tabel basisdata
    (create
  • index).

28
  • 8.4.5 Model Basisdata di dalam DBMS
  • Model-model Basisdata
  • 1. Flat file Data terletek didalam tabel
    tunggal (tidak terdapat
  • kaitan antara tabel suatu dengan
    tabel-tabel yang lain.

Nim Nama Alamat Kulo1 Sks01 Dos01 Kul02 Sks02 Dos02
002 Jamal Cemara 45 Kartografi 2 Husni SIG 2 Toto
005 Amir Jurang 103 SIG 2 Toto HPG II 3 Ade
001 Dina Dago 154 Astro I 2 Husni Inderaja II 2 Eka
003 Insan Salam 12A IUT II 3 Asrul Survey GPS 3 Dudi
29
  • 2. Hierarchical Model ini serng disebut
    sebagai model
  • pohon atau hirarki karena mirip dengan
    struktur pohon
  • terbalik.
  • Dosen
    Root Parent
  • Mata Kuliah
    Child

  • Parents
  • Mahasiswa
    Leaves
    Childs

Husni M.
Astro I
Kartografi
Jamal
Dina
30
  • 3. Network Model ini sering disebut juga
    sebagai model
  • database task group (DTBG) karena model
    ini telah
  • distandarisasikan oleh DTBG pada 1971.





  • Dosen

  • Mata kuliah


  • Mahasiswa

Akbar
Nurma
DTM
SIG II
Inderaja I
SIG I
Dedi
Asep
Roni
Adi
Ida
31
  • 4. Relational Model ini terdiri dari
    tabel-tabel
  • ternormalisasi dengan field-field kunci
    sebagai
  • penghubung relational antar tabel.

Nim Nama Mahasiswa Alamat
002 Jamal Sujamil Jl. Cemara 45
005 Dina Hasanah Jl. Jurang 103
001 Amir Daryanto Jl. Dago 154
003 Insan Kamil Jl. Salam 12A
32
8.5 Model Basisdata Relational
  • 8.5.1 Terminologi di dalam Model Basisdata
    Relational
  • 8.5.1.1 Relasi
  • Setiap baris data mempunyai beberapa Atribut.
  • Setiap tipe record membentuk tabel dam relasi.
  • Derajat atau tingkatan relasi suatu tabel
    dinyatakan dengan jumlah atribut yang terdapat di
    dalam tabel yang bersangkutan.
  • 8.5.1.2 Kunci
  • Dapat diidentifikasi secara unik.
  • Tidak ada satu atribut kunci-pun yang dapat
    dihapus tanpa merusak ke-unikan atibut kunci.

33
  • 8.5.1.3 Queries
  • DDL yang digunakan untuk menentukan data-data
    mana saja yang akan disimpan didalam basisdata
    dan menentukan bagaimana data-data tersebut
    direlasikan.
  • DDL digunakan untuk menembah, memanggil kembali,
    meng-update, dan menghapus data didalam DBMS.
  • Query sering diambil sebagai pernyataan atau
    sekumpulan pernyataan baik pada DDL, DML, atau
    keduanya.
  • Query language (QL) adalh bahasa formal yang
    mengimplementasikan DDL, DML, atau keduanya.

34
  • 8.5.1.4 Normalisasi
  • Normalisasi adalah tehnik yang digunakan
    mengstrukturkan data sedemikian rupa seingga
    mengurangi atau mencegah timbulnya
    masalah-masalah yang berhubungan dengan
    pengolahan data.
  • Hasil sepros normalisasi adalah data, records
    atau tabel-tabel yang konsisten secara lojik,
    mudah dimengerti, dan peliharaanya tidak sulit
    dan murah.
  • Pendekatan Normalisasi
  • 1. Bentuk normal pertama (1NF) jika semua
    atributnya
  • mempunyai nilai yang atomik (atribut yang
  • bersangkutan tidak dapat dibagi lagi
    menjadi atribut-
  • atributyang lebih kecil) tetapi
    mengandung redudancy
  • (atribut yang tampil berulang)

35
  • 2. Bentuk normal kedua (2NF) suatu tabel
    bentuk
  • normal pertama yang memenuhi syarat
    tambahan
  • bahwa semua atribut bukan kuncinya hanya
  • tergantung pada kunci primer.
  • 3. bentuk ketiga (3NF) suatu tabel bentuk
    normal kedua
  • yang memenuhi syarat tambahan bahwa semua
    atribut
  • bukan kunci tidak memiliki ketergantungan
    trasitif
  • terhadap kunci primer.
  • 4. Bentuk Normal Boyne-Codd (BCNF) suatu tabrl
  • yang mempunyai semua field penentu yang
  • merupakan candidate key.
  • 5. Bentuk normal lainnya keempat (4NF), kelima
    (5NF),
  • dan seterunya.

36
  • 8.5.2 Keunggulan Model Basisdata Relational
  • Keuntungan Basisdata relational
  • 1. Model relational benar-benar merupakan model
    data
  • yang lengkap secara matematis.
  • 2. Model relational mempuyai teori-teori yang
    solid
  • untuk mendukung.
  • 3. Fleksibelitas tinggi
  • 4. Integritas
  • 5. Multiple Views
  • 6. Concurency

37
8.6 Model Basisdata Relational dan SIG
  • 8.6.1 Model Data Hybrid
  • Langkah awal pada pendekatan ini adalah
    pemahaman adanya dugaan atau pendapat (premise)
    bahwa mekanisme penyimpanan data yang optimal
    untuk informasi lokasi (spasial) di satu sisi,
    tetapi di sisi lain, tidak optimal untuk
    informasi atreibut (tematik).
  • Perangkat lunak SIG mengelola hubungan antara
    file kartografi dan DBMS selama operasi-operasi
    pemrosesan peta yang berbeda berlangsung.

38
  • 8.6.2 Model data Terintegrasi
  • Kebanyakan implementasi pada saat ini adalah
    bentuk topologi vektor dengan tabel-tabel
    relational yang menyimpan data-data koordinat
    peta (titik, nodes, segmen garis, dll.)
  • Aspek lain didalam penanganan basisdata spasial
    yang bervolume besar adalah kebutuhan mengenai
    konversi informasi koordinat dua dimensi menjadi
    kunci-kunci spasial atau dimensi yang dapat
    disimpan menjadi kolom-kolom tabel basisdata.
About PowerShow.com