Fisioterapi dan Masa Depan Sebuah Pengantar - PowerPoint PPT Presentation

About This Presentation
Title:

Fisioterapi dan Masa Depan Sebuah Pengantar

Description:

Fisioterapi dan Masa Depan Sebuah Pengantar Drs.Djohan Aras, S.Ft, Physio, M.Pd J.Hardjono, SKM, MARS Muh.Akraf, S.St,FT (www.akr_at_F.Peduli.com.id) b. – PowerPoint PPT presentation

Number of Views:4026
Avg rating:3.0/5.0
Slides: 123
Provided by: LTE52
Category:

less

Transcript and Presenter's Notes

Title: Fisioterapi dan Masa Depan Sebuah Pengantar


1
Fisioterapi dan Masa DepanSebuah Pengantar
  • Drs.Djohan Aras, S.Ft, Physio, M.Pd
  • J.Hardjono, SKM, MARS
  • Muh.Akraf, S.St,FT
  • (www.akr_at_F.Peduli.com.id)

2
(No Transcript)
3
Apakah Fisioterapi Itu ?
  • Dokterkah ?
  • Physical Therapy - Physical Therapist (USA)
  • Physio Therapy - Physio Therapist ( Eropa)
  • Fysiotherapie - Fysiotherapueit ( Bld )
  • Fisioterapi - Fisioterapis ( Indonesia )
  • Kinesi Therapy - Kinesitherapist ( France )

4
  • Kemana orang sakit berobat pada Zaman Purbakala ?
  • Rempah - rempah Obat-obatan
  • Cikal Bakal Kedokteran
  • Palpasi - Pemanasan - Rendaman air -
  • Berjemur Cikal Bakal Fisioterapi

mana yang lebih dulu ??
5
  • The instinctive rubbing (naluri palpasi) of a
    bruise (cedera) or an ache is a basic form of
    physical therapy.
  • The principles of physical therapy have been part
    of the healing arts since the beginning of
    recorded time.
  • As early as 3000 B.C., the Chinese used rubbing
    as a therapeutic measure.
  • Hippocrates advocated it in his writings in 460
    B.C.
  • The Romans, as well as every other civilization,
    used it.
  • Finally, in 1812, Peter Hanley Ling developed
    the first scientific basis for therapeutic
    manual.
  • Candi Borobudur mempunyai panel tentang /
    dinding penyembuhan dengan metoda fibrasi

6
Hand in hand with the development of manipulation
went scientific muscle re-education or training.
Sometimes this was accomplished with mechanical
assistance. But, just as often, it involved the
therapist moving the limbs of the patient in
specific patterns.
Other standard treatments in the physical
therapists arsenal have their origins in the
early healing arts. For example, hydrotherapy was
celebrated by Homer as the cure for the wounded
Hector, while the Nile and the Ganges were
worshipped for their healing properties.
7
di zaman dahulu
8
Zaman Modern - Fisioterapi ModernAbad 18
  • Ditemukannya Atom
  • Ditemukannya mesin uap
  • Ditemukannya Listrik
  • Ditemukannya ilmu Biologi
  • Ditemukannya ilmu anatomi
  • Revolusi Industri, dlll

Membawa perubahan besar terhadap dunia kedokteran
dan Fisioterapi
9
Modern Physical Therapy
  • Di Eropa Sejak Akhir Abad 18
  • di Belanda 1887
  • di Amerika 1917
  • di Indonesia 1965

10
Definisi Fisioterapi sebelum 1995 Ilmu dan Seni
pengobatan yang menggunakan khasiat Sumber fisis,
misalnya Panas, Dingin, Sinar, Arus Listrik,
Palpasi, Manipulasi, dan latihan gerak.
11
Electro therapy
12
Terapi Latihan
13
MEDAN LISTRIK
14
Gelombang Suara
15
(No Transcript)
16
Traksi dan Manipulasi
17
Perbedaan pandang secara filosofis, mencari
identifikasi jati diri ? ( World Confederation
for Physical Therapy - 1990 )
  • Apa yang menjadi garapan Fisioterapi ?
  • Apanya manusia menjadi pokok garapan fisioterapi
    ?
  • Dengan apa dan cara bagaimana Fisioterapi
    menanganinya ?
  • Apa yang dipelajari Fisioterapi, seberapa jauh
    yang dipelajari ?
  • Bagaimana legalitas, Etika dan estetika
    Fisioterapi ?

18
APA BAGAIMANA FISIOTERAPI ITU ? ( WCPT 1995 )
19
Penyempurnaan Definisi oleh WCPT 1999 (Yokohama)
  • Physical Therapy is providing services to people
    and populations to develop, maintain and restore
    maximum movement and functional ability
    throughout the lifespan.
  • Physical therapy includes the provision of
    services in circumstances where movement and
    function are threatened by the process of ageing
    or that of injury or disease.
  • Full and functional movement are at the heart of
    what it means to be healthy.

20
  • Ditujukan kepada perorangan dan masyarakat
  • Yang menjadi bidang garapan Fisioterapi adalah
  • (maksimilisasi) Gerak dan (kemampuan) Fungsi
  • Lingkup pelayanan Fisioterapi adalah
  • Mengembangkan, memelihara, dan memulihkan
  • Sehat yang dimaksud oleh Fisioterapi adalah
  • keadaan gerakan penuh dan fungsional.

21
Apa yang dipelajari
  • They are educated in the physical, human, health
    sciences and therapeutic use of physical means
    and agents such as exercise, manual techniques,
    cold, heat and electro-therapeutic modalities.
  • Ilmu yang dipelajari adalah Fisika, kemanusiaan,
    dan ilmu kesehatan serta penggunaan sumber fisis
    untuk penyembuhan seperti misalnya latihan,
    tehnik manipulasi, dingin, panas serta modalitas
    elektroteraputik.

22
Physical therapy is concerned with identifying
and maximizing movement potential, within the
spheres of promotion, prevention, treatment and
rehabilitation. Physical therapy involves the
interaction between physical therapist, patients
or clients, families and care givers, in a
process of assessing movement potential and in
establishing agreed upon goals and objectives
using knowledge and skills unique to physical
therapists.
23
  • Fisioterapi mengenali dan memaksimalkan masalah
    potensi gerak yang berhubungan dengan lingkup
    promosi, preventif, penyembuhan dan pemulihan.
  • Fisioterapi ikut dalam interaksi antara
    Fisioterapis, pasien atau klien, famili dan
    pemberi pelayanan kesehatan dalam proses
    pemeriksaan potensi gerak dalam upaya penegakan
    goal dan tujuan pengobatan yang disepakati dengan
    menggunakan pengetahuan dan ketrampilan
    Fisioterapi yang unik

24
  • The physical therapists' distinctive view of the
    body and its movement needs and potential is
    central to determining a diagnosis and an
    intervention strategy and is consistent whatever
    the setting in which practice is undertaken.
    These settings will vary in relation to whether
    physical therapy is concerned with health
    promotion prevention, treatment or
    rehabilitation.
  • .

25
Fisioterapis secara khusus memandang tubuh dan
kebutuhan/potensi gerak merupakan inti penentuan
diagnosis dan strategi intervensi dan konsiten
dengan bentuk apapun dimana praktek fisioterapi
dilakukan. Bentuk pelayanan Fisioterapi akan
sangat bervariasi dalam hubungannya dengan dimana
Fisioterapi bekerja maupun berkenaan dengan
promosi, pencegahan, penyembuhan dan pemulihan
kesehatan
26
PROSES FISIOTERAPI
Independently or multi-disciplinary teams,
physical therapist asses patients and than plan
and deliver treatment and education programmes in
partnerships with patients and their families.
They are involved in screening and prevention
programmes, health education and research. They
are often engages as a consultant to education,
health and social agencies concerned with the
delivery of health care.
27
Secara mandiri atau bersama-sama dalam team,
Fisioterapi memeriksa pasien, kemudian
merencanakan dan memberikan pengobatan dan
program pendidikan kepada pasien dan keluarganya.
Fisioterapi terlibat dalam program-program
skreening dan pencegahan, pendidikan kesehatan
maupun penelitian. Fisioterapis dapat menjadi
konsultan pada lembaga-lembaga pendidikan,
kesehatan dan sosial yang berkenaan dengan
perawatan kesehatan.
28
Proses Fisioterapi
  • Assesment ( Pengkajian )
  • Diagnose ( Diagnosa )
  • Planning ( Perencanaan )
  • Intervention ( Pelaksanaan )
  • Evaluation ( Evaluasi )
  • Manajemen Fisioterapi
  • Selain ke 5 tsb. Di atas ditamabah
  • 6.Modifikasi,7.Pengemb kemitraan, 8.Kesejaht Ft

29
Assessment includes both the examination of
individuals or groups with actual or potential
impairments, functional limitations,
disabilities, or other conditions of health by
history taking, screening and the use of specific
tests and measures and evaluation of the results
of the examination through analysis and synthesis
within a process of clinical reasoning.
30
  • Asesmen termasuk pemeriksaan dan evaluasi pada
    perorangan atau kelompok, nyata atau yang
    berpotensi untuk terjadi kelemahan, keterbatasan
    fungsi, ketidakmampuan atau kondisi kesehatan
    lain dengan cara pengambilan perjalanan penyakit
    (history taking), skreening, test khusus,
    pengukuran dan evaluasi dari hasil pemeriksaan
    melalui analisis dan sintesa dalam sebuah proses
    pertimbangan klinis.

31
  • Diagnosis arises from the examination and
    evaluation and represents the outcome of the
    process of clinical reasoning. This may be
    expressed in terms of movement dysfunction or may
    encompass categories of impairments, functional
    limitations, abilities/disabilities or syndromes.

32
Diagnosa ditegakkan dari pemeriksaan dan evaluasi
dan menyatakan hasil dari proses
pertimbangan/pemikiran klinis, dapat berupa
pernyataan keadaan disfungsi gerak, dapat
meliputi/mencakup kategori kelemahan, limitasi
fungsi, kemampuan /ketidakmampuan, atau sindrom
33
Planning begins with determination of the need
for intervention and normally leads to the
development of a plan of intervention, including
measurable outcome goals negotiated in
collaboration with the patient/client, family or
care giver. Alternatively it may lead to referral
to another agency in cases which are
inappropriate for physical therapy.
34
Perencanaan dimulai dengan pertimbangan kebutuhan
intervensi dan biasanya menuntun kepada
pengembangan rencana intervensi, termasuk hasil
sesuai dengan tujuan yang terukur yang disetujui
pasien/klien, famili atau pelayan kesehatan
lainnya. Dapat menjadi pemikiran perencanaa
alternatif untuk dirujuk kepada pihak lain bila
dipandang kasusnya tidak tepat untuk fisioterapi
35
Intervention is implemented and modified in order
to reach agreed goals and may include manual
handling movement enhancement physical,
electro-therapeutic and mechanical agents
functional training provision of aids and
appliances patient related instruction and
counselling documentation and co-ordination, and
communication. Intervention may also be aimed at
prevention of impairments, functional
limitations, disability and injury including the
promotion and maintenance of health, quality of
life, and fitness in all ages and populations.
36
  • Intervensi di-implementasikan dan dimodifikasikan
    untuk mencapai tujuan yang disepakati dan dapat
    termasuk
  • penanganan secara manual
  • peningkatan gerakan
  • peralatan fisis,
  • peralatan elektroterapuetis dan
  • peralatan mekanis
  • pelatihan fungsional
  • penentuan bantuan dan peralatan bantu
  • instruksi dan konseling
  • dokumentasi dan koordinasi, komunikasi.

37
  • Intervensi dapat juga ditujukan pada pencegahan
    ketidak-normalan (kelemahan), keterbatasan
    fungsi, ketidakmampuan dan cidera, termasuk juga
    peningkatan dan pemeliharaan kesehatan , kualitas
    hidup, kebugaran segala umur dan segala lapisan
    masyarakat.

38
Evaluation necessitates re-examination for the
purpose of evaluating outcomes. EVALUASI
KEHARUSAN UNTUK PEMERIKSAAN KEMBALI UNTUK TUJUAN
EVALUASI HASIL
39
Modifikasi Inovasi pemilihan modalitas,
tetode-tehnik, dosis dan alat evaluasi sesuai
perubahan patologi, dan kond eksternal pend.
Pengembangan kemitraan Inovasi jalinan kerja
sama antardisiplin terhadap pel
pend.Kesejahteraan Fisioterapis Peningkatan
penghasilan, keselamatan dan perlindungan
profesiFisioterapi dalam bekerja.
40
Pelayanan Fisioterapi
  • Physical therapist provide services in the
    private and public sectors in hospitals,
    rehabilitation centers, residential care
    facilities, clinics, schools and work setting.
  • Fisioterapis memberikan pelayanan Fisioterapi
    memberikan pelayanan pada sektor privat atau umum
    di rumah sakit, pusat rehabilitasi, puskesmas,
    klinik, sekolah dan tempat kerja.

41
Peran dalam kehidupan manusia
  • Bayi dan Balita
  • kesehatan Reproduksi
  • Ibu hamil
  • Tumbuh Kembang
  • Cedera - trauma
  • Penyakit
  • Kesehatan kerja
  • Olah Raga
  • Proses penuaan
  • Pre/Post operatif
  • Kesehatan Masyarakat
  • Promotif/preventif
  • Kuratif
  • Rehabilitatif

42
Pendidikan
WCPT menyarankan pendidikan untuk menjadi
fisioterapis dipusatkan pada universitas atau
studi lain setingkat universitas, minimum 4 tahun
mandiri dan diakreditasi dan lulusannya disetujui
sebagai tamatan universitas secara hukum (accords
graduates full statutory ) dan diakui
profesinya. WCPT akan membantu asosiasi nasional
fisoterapi dengan mengembangkan standar
pendidikan yang sesuai (tepat) dan pengembangan
proses akreditasi.
43
PROGRAM STUDI SARJANA (S1) FISIOTERAPI PROFESI
FAK.KEDOKTERAN UNHAS MAKASSARSK.DIKTI NO
852/D/T/2008SK.DEPKES NO HK.O3.2.4.1.O3654
THN.2007
44
Program Pendidikan Profesi Fisioterapi
oleh Drs.Djohan Aras, S.Ft,Physio, M.Pd
dibawakan pada Konas IFI ke X dan TITAFI
XXIIIjakarta 21-23 Agustus 2008
45
APA ITU PEND. PROFESI ?
  • I. DASAR
  • 1. UU RI. No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas,
    3 jenis pendidikan
  • Pend. Akademik merupakan Pend.Sarjana dan Pasca
    Sarjana untuk menguasai disiplin ilmu tertentu (
    S1, S2, S3)
  • Pend. Profesi adalah Pend.tinggi setelah
    prog.sarjana mempersiapkan peserta didik memiliki
    pekerjaan dgn persaratan keahlian khusus
    (S1.Profesi, Sp1 dan Sp2).
  • Pend.Vokasi adalah Pend.tinggi mempersiapkan
    peserta didik memiliki pekerjaan dgn keahlian
    terapan tertentu , maksimal setara dgn
    prog.sarjana (D.III/D.IV)
  • Gelar ada 3 Gelar Akademik ( S.Ft), Gelar
    Profesi (Physio), Gelar Vokasi (S.St.Ft).
  • Konsekuensi
  • Pend. Profesi tidak sama , tidak setara dan tidak
    selevel dengan Pend Vokasi dalam hal kontens
    kompetensi, dan aturan dasar praktek
  • Lulusan Pend.Vokasi dpt lanjut ke Pend.Profesi
    via pend. Akademik dgn perlakuan khusus

46
  • 2. SKB Mendiknas Menkessos No 3/U/SKB/2001
    dan No 232/Menkes-Kesos/SKB/2oo1, ttg
    Pend.Profesi Kedokteran
  • Psl 1.1. Mendiknas adlh Menteri yg
    bertanggungjawab di bid.Pendiknas
  • Psl 1.2.Menkes adlh Menteri yg bertanggungjawab
    di bid. Kes.
  • Psl 1.3 .Pend.Profesi Kedok adlh Pend.lanjutan
    stlh S.Ked. yg diarahkan pd persiapan penerapan
    keahlian dokter, dokter spesialis (Sp.1), dan
    dokter sub spesialis / dokter spesialis konsultan
    (Sp.2) , ta Prog dokter tahap Profesi, Prog
    dokter Spesialis dan Prog dokter Sub Spesialis
  • Psl 1.4. Ikatan Dokter Ind (IDI) adlh Org Profesi
    Kedokteran .
  • Analogi Prog.FT.Profesi, (S1.Profesi),
    Prog.FT.Spesialis (SP.1), Prog. FT. Sub Spesialis
    (SP.2).

47
  • Psl 2.1. Mendiknas bertjb dlm pengelolaan dan
    penetapan baku mutu Akademik Prog S.Ked utamanya
    penguasaan Iptek Kedokteran sbg landasan
    mengikuti Prog Pend Profesi dan Prog pasca
    Sarjana.
  • Psl 2.2. Menkes bertjb dlm
  • a. Penentuan jumlah dan jenis teng dokter
  • b. Penyediaan dan pembinaan sarana kes. tempat
    praktek pend. profesi kedok teran berbagai
    jenjang.
  • Psl 2.3.IDI bertjb dlm pengelolaan sist Pend.
    Profesi Kedokteran meliputi
  • Penetapan Prog. studi berbagai jenjang
  • Penetapan Kurikulum Pend. Profesi berbagai
    jenjang
  • Penetapan tatacara Penyelenggaraan Pend. Profesi
  • Penetapan sertifikasi lulusan dalam dan Luar
    Negeri
  • Penetapan sebutan Profesi (singkatan dan
    kewenangan penggunaannya)

48
Apa konsekuensi tanggungjawab dan kewenangan IFI
terhadap Prog Pend Profesi FT
  • Konsekuensi Pend.Profesi bidang Fisioterapi adlh
    Pend.lanjutan stlsh Sarjana Fisioterapi yakni
    prog.FT tahap profesi (Physio), Sp1 FT (Physio
    pediatrik) dan Sp2 FT (Physio Pediatrik Konsultan
    disingkat Physio pediatrik (K)
  • IFI bertanggungjawab dlm pengelolaan sistem Pend
    Profesi Fisioterapi
  • Penetapan Prog. studi berbagai jenjang profesi FT
    di Institusi tertentu
  • Penetapan Kurikulum Pend. Profesi FT berbagai
    jenjang
  • Penetapan tatacara Penyelenggaraan Pend. Profesi
    FT
  • Penetapan sertifikasi lulusan FT dalam dan Luar
    Negeri
  • Penetapan sebutan Profesi FT (singkatan dan
    kewenangan penggunaannya)

49
  • Kepmenkes No.1363 tahun 2001, ttg Registrasi dan
    Ijin Praktek FT. Psl
  • 13.2. dan 3. masih diskriminatif bagi FTs,
    karena jenjang Pend.FT(hanya Diploma) dianggap
    tidak setara dan tidak selevel dengan
    Pend.Kedokteran.
  • Konsekuensi bagi FT
  • Sistem pelayanan FT. di lapangan terkesan
    diskriminatif
  • Harus meningkatkan jenjang Pend.FT ke Level
    Sarjan Profesi, (Sp1, Sp2 ) dan Pasca Sarjan, di
    samping pendidikan Vokasi

50
4. Masalah Kajian fakta di lapangan
  • Fisioterapi tidak diakui sebagai profesi, tetapi
    vokasi
  • Lulusan Fisioterapi tidak selevel dengan dokter
  • Penanggung jawab klinik Fisioterapi / bagian
    Fisioterapi di rumah sakit tertentu pada umumnya
    bukan fisioterapis
  • Fisioterapi tidak boleh mengintervensi pasien
    sebelum di konsul ke dokter
  • Fisioterapi adalah asisten dokter
  • Penilaian PAK Fisioterapi di RS tertentu adalah
    dokter
  • Pembagian financial dan fasilitas antara
    fisioterapis dengan dokter sangat timpang
  • Fisioterapis bermasa bodoh atau menentang tanpa
    konsep
  • Tidak tercipta jalinan kemitraan dalam pelayanan
  • Fisioterapis selalu dirugikan
  • Kompetensi Fisioterapi diambil oleh disiplin lain
    !

51
  • SOLUSI
  • IFI harus berbenah diri dan melakukan pembenahan
    agar seperti IDI PPNI. Dalam pend.Profesi FT.
  • Regionalisasi pengembangan pendidikan tinggi
    Fisioterapi (Pend S1 Profesi, pasca Sarjana dan
    pend. Vokasi), Quality Control.
  • Identifikasi perbedaan kompetensi jenjang
    pendidikan Fisioterapi D.III, D.IV, S1 Profesi
    ke dalam masing-masing kurikulumnya.
  • Lulusan pendidikan vokasi dapat lanjut (program
    B) ke pendidikan Profesi via Pend.Akademik /
    sarjana Fisioterapi dengan perlakuan khusus.

52
Solusi
5. Kewenangan mutlak pendidikan profesi berada
pada IFI bekerjasama Dikti dan Depkes 6.
Pendidikan sarjana Fisioterapi merupakan satu
kesatuan dengan pendidikan profesi Fisioterapi
yang tak terpisahkan 7. Cara terbaik
menyelesaikan masalah Fisioterapi di Indonesia
adalah melalui pendidikan sarjana (S1) profesi
Fisioterapi, dan Pasca Sarjana di samping
Pend.Vokasi, sehingga setara dan selevel dengan
pendidikan lain. dkl aspek knowledge, teknologi,
skill berada dalam 1 person (Three in one)
dikontrol oleh etika Fisioterapi
53
Mengapa hrs Pend.Profesi FT ?
  • Sbg. Konsekuensi kelanjutan Pend. Akademik
  • Agar FTs. dpt melakukan kewenangan Praktek
    Profesi
  • - Terampil implementasi Ilmu Penget.FT
  • - Terampil Implementasi Tehnologi FT
  • - Terampil Implementasi Metode/tehnik
  • modalitas FT
  • Agar FTs. Memp.Taja dan Taga Profesi
  • Agar FTs. Mendapat perlindungan Profesi.

54
Apa efek Pend Profesi ?
  • Efek Fungsional Pend.FT setara dan selevel dgn
    Profesi lain berhak Praktek Profesi dan
    bermitra profesi
  • Efek Struktural CPNS dan penyesuaian
    kepangkatan III/b, dengan catatan Jumlah SKS Pend
    Profesi minimal 30 SKS.
  • Efek Psikological Rasa percaya diri
    meningkat,
  • - Pend.setara dan selevel dgn Profesi lain
  • - Three in one dlm diri FTs.

55
Profil lulusan S1 FT Profesi (The Five Star
Physiotherapist / Predikat Kinerja Tertinggi FTs)
  • 1. Care Provider penyelenggara
    pelayanan Fisioterapi
  • 2. Decision Maker pembuat keputusan
    tindakan Fisioterapi
  • 3. Educator pendidik
  • 4. Community Leader panutan masyarakat
  • 5. Manager manajer Fisioterapi

56
Butuh 7 Area Kompetensi capai profil lulusan S1
FT Profesi
  1. Kemampuan komunikasi efektif
  2. Kemampuan menerapkan landasan ilmu-ilmu
    Fisioterapi
  3. Kemampuan melakukan layanan Fisioterapi
    profesional
  4. Kemampuan mengelola informasi untuk modifikasi
    teknologi tindakan Fisioterapi
  5. Kemampuan mendidik, meneliti, dan mengembangkan
    diri serta belajar sepanjang hayat.
  6. Kemampuan manajerial Fisioterapi
  7. Kemampuan menjunjung tinggi etika moral
    Fisioterapi , Fisioterapi kolegal dan
    profesionalisme dalam pelayanan Fisioterapi.

57
Cara mencapai Profil Lulusan S1 FT Profesi butuh
3 upaya
  1. Proses pembelajaran (menguasai dasar ilmu) dalam
    bentuk teori.
  2. Latihan keterampilan (menguasai keterampilan
    klinik) dalam bentuk praktek simulasi dan
    orientasi praktek (pre klinik).
  3. Kepanitraan interensip (pemahiran kompetensi)
    dalam bentuk praktek komprehensif klinik berupa
    kompetensi profesi.

58
Tujuan Pendidikan Prodi Ilmu Fisioterapi Profesi
  • Tujuan pendidikan dari Program Studi Ilmu
    Fisioterapi Profesi adalah menghasilkan sarjana
    Fisioterapi profesi yang kompeten sebagai berikut
  1. Mampu melaksanakan proses fisioterapi yang
    inovatif dengan baik dan benar
  2. Mampu melakukan edukasi kepada pasien, keluarga
    dan masyarakat
  3. Mampu menerapkan prinsip manajemen dalam
    pelayanan fisioterapi
  4. Mampu melakukan penelitian di bidang fisioterapi
  5. Mampu melakukan kemitraan yang profesional dan
    proporsional

59
Contoh Area Kompetensi Kemampuan Komunikasi
Efektif
  • a. Gambaran Umum
  • - Komunikasi efektif pintu keberhasilan
  • - Komunikasi efektif bersifat instruktif,
    koordinatif, persuasif dan konsultatif
  • - Ruang Lingkup
  • Profesi Pasien, keluarga, sejawat
    fisioterapis, Nara medik
  • Birokrasi Pengambil kebijakan
  • Sosial Masyarakat umum
  • b. Kompetensi Inti
  • Mampu menggunakan prinsip, teknik, metode,
    dan terminologi berkomunikasi secara verbal, non
    verbal, dengan pasien, anggota keluarga,
    masyarakat, sejawat Fisioterapi , dan profesi
    lain.

60
  • Lulusan Fisioterapi mampu
  • 1). Berkomunikasi dengan pasien serta anggota
    keluarganya.
  • a). Bersambung rasa dengan pasien dan
    keluarganya.
  • b). Mengumpulkan informasi
  • c). Berkomunikasi Terapeutik
  • 2). Berkomunikasi dengan kolega Fisioterapi
  • 3). Berkomunikasi dengan masyarakat
  • 4). Berkomunikasi dengan profesi lain

61
c. Komponen Kompetensi
  • Menerapkan prinsip komunikasi dalam hal
    Assessment, konseling, penjelasan berbagai
    prosedur, negosiasi pembuatan keputusan,
    pendidikan penderita, dengan tetap menjaga
    kerahasiaan, otonomi dan reaksi positif klien.
  • Menggunakan Prinsip-prinsip komunikasi terhadap
    individu dan kelompok dalam hal komunikasi
    tertulis, kerjasama kelompok, pertemuan klinik,
    presentasi oral dan publikasi, pendidikan
    keluarga dan masyarakat, komunikasi dengan
    profesi lain.

62
d. Substansi Kompetensi
  1. Komunikasi kesehatan
  2. Antropologi dan sosiologi kesehatan
  3. Kesehatan masyarakat
  4. Etika profesi dan hukum kesehatan
  5. Bahasa
  6. Psikologi fisioterapi
  7. Proses fisioterapi
  8. Agama

63
Struktur Kurikulum Pend. Profesi
  • Pend. Sarjana FT (S.Ft) merupakan satu kesatuan
    tak terpisahkan dgn pend. Profesi FT (Physio) ?
    setara selevel dgn dokter.
  • Masukan Pend. Profesi FT adalah lulusan S1 FT
  • Jumlah SKS minimal 30 SKS (30 x 100 SKS Komp.
    utama)
  • u/ Pend. Profesi FT UNHAS 32 SKS (sesuai
    persyaratan CPNS S1 Profesi III/b)

64
  • d. Kriteria penentuan kompetensi kurikulum
    profesi FT
  • - kompetensi utama 30
  • - kompetensi pendukung, sesuai kebutuhan.
  • - aplikasi bersifat komprehensif teknologi
    skill minded (interensif / pemahiran
    kompetensi), artinya full praktek.
  • - terukur dan lentur.

65
e. PBM profesi ? 38 SKS (2 semester / 1 tahun)
  • Pedoman buku kepanitraan
  • Pembimbing klinik dan akademik
  • Rolling skill Lab.
  • Laporan kasus bagian
  • Studi kasus 1 x seminggu
  • Ujian bagian
  • Laporan kasus akhir studi program profesi

66
f. Struktur Kurikulum Program Profesi ( 32 SKS )
No Kode MK Keahlian Berkarya MK Perilaku Berkarya (Kuratif) Bobot ? sks Teori ? sks Praktek ? sks Kurikulum Inti ? sks Kurikulum Institusi ? sks
1 2 3 4 501C133 502C133 503C133 504C133 Manaj. FT Komp. Profesi Musculo Skeletal Bedah Manaj. FT Komp. Profesi Neuromuskular Manaj. FT Komp. Profesi Kardio Vaskulo Pulmonal Manaj. FT. Komp. Profesi Keswan dan Kulit Kelamin 3 3 3 3 0 0 0 0 3 3 3 3 3 3 3 3 0 0 0 0
Jumlah Jumlah Jumlah 12 0 12 12 0
67
No Kode MK Keahlian Berkarya MK Perilaku Berkarya (Preventif Promotif) Bobot ? sks Teori ? sks Praktek ? sks Kurikulum Inti ? sks Kurikulum Institusi ? sks
5 6 7 8 506C133 507C133 508C133 509C133 Manaj. FT Komp. Profesi OR dan Kebugaran Manaj. FT Komp. Profesi Aktivitas Fungsional, Pemeliharaan diri Rekreasi Manaj. FT Komp. Profesi Kesehatan Kerja (Ergonomi) Manaj. FT Komp. Profesi Tumbuh Kembang (Pediatri) 3 3 3 3 0 0 0 0 3 3 3 3 3 3 3 3 0 0 0 0
Jumlah Jumlah Jumlah 12 0 12 12 0
68
No Kode MK Keahlian Berkarya MK Perilaku Berkarya (Preventif Promotif) Bobot ? sks Teori ? sks Praktek ? sks Kurikulum Inti ? sks Kurikulum Institusi ? sks
9 10 11 510C133 505C132 511C133 Manaj. FT Komp. Profesi Geriatri Manaj. FT Komp. Profesi Psikiatri Manaj. FT Komp. Isu Profesi 3 2 3 0 0 0 3 2 3 3 2 3 0 0 0
Jumlah Jumlah Jumlah 8 0 8 8 0
Jumlah SKS Keseluruhan Jumlah SKS Keseluruhan Jumlah SKS Keseluruhan 32 0 32 32 0
69
Distribusi Mata Kuliah Persemester Program
Profesi
SMT NO KODE MATA KULIAH SKS
IX 01. 02. 03. 04. 05. 501C133 502C133 503C133 504C133 505C132 Manaj. FT. Profesi Komprehensif Musculoskeletal - bedah Manaj. FT. Profesi Komprehensif Neuromuskular Manaj. FT. Profesi Komprehensif Kardio Vaskulo Pulmonal Manaj. FT. Profesi Komprehensif Keswan dan Ginekologi Manaj. FT. Profesi Komprehensif Psikiatri 3 3 3 3 2
IX Jumlah Jumlah Jumlah 14
X 01. 02. 03. 04. 05. 06. 506C133 507C133 508C133 509C133 510C133 511C133 Manaj. FT. Profesi Komprehensif Olah Raga dan Kebugaran Manaj. FT. Profesi Komprehensif Aktifitas Fungsional Pemeliharaan Diri dan Rekreasi Manaj. FT. Profesi Komprehensif Ergonomi dan Hiperkes Manaj. FT.Profesi Komprehensif Tumbuh Kembang Anak (Pediatri) Manaj. FT. Profesi Komprehensif Lansia (Gediatri) Manaj. FT. Komprehensif Isu Profesi 3 3 3 3 3 3
X Jumlah Jumlah Jumlah 18
70
Makna penilaian skill Profesi laboratorium
berdasarkan Piramida Miller
Tingkat kemampuan 1 Mengetahui dan
menjelaskan Lulusan Fisioterapi memiliki
pengetahuan teoritis mengenai keterampilan ini
sehingga dapat menjelaskan kepada teman sejawat,
pasien maupun klien tentang konsep, teori,
prinsip, maupun proses Fisioterapi, serta
komplikasi yang timbul dan sebagianya. Tingkat
kemampuan 2 Pernah melihat atau pernah
didemonstrasikan Lulusan Fisioterapi memiliki
pengetahuan teoritis mengenai keterampilan ini
(baik konsep, teori, prinsip, maupun proses
Fisioterapi, serta komplikasi yang timbul dan
sebagianya). Selain itu, selama pendidikan pernah
melihat atau pernah didemonstrasikan keterampilan
ini.
71
Tingkat kemampuan 3 Pernah melakukan atau
pernah menerapkan di bawah supervisi. Lulusan
Fisioterapi memiliki pengetahuan teoritis
mengenai keterampilan ini (baik konsep, teori,
prinsip, maupun proses Fisioterapi, serta
komplikasi yang timbul dan sebagianya). Selama
pendidikan, pernah melihat atau pernah
didemonstrasikan keterampilan ini dan pernah
menerapkan keterampilan ini beberapa kali di
bawah supervisi. Tingkat kemampuan 4 Mampu
melakukan secara mandiri. Lulusan Fisioterapi
memiliki pengetahuan teoritis mengenai
keterampilan ini (baik konsep, teori, prinsip,
maupun proses Fisioterapi, serta komplikasi yang
timbul dan sebagiannya). Selama pendidikan,
pernah melihat atau pernah didemonstrasikan
keterampilan ini, dan pernah menerapkan
keterampilan ini beberapa kali di bawah
supervisi, serta memiliki pengalaman untuk
menggunakan dan menerapkan keterampilan ini dalam
konteks praktek Fisioterapi secara mandiri.
72
GELAR
  • Gelar S1 FT S.Ft
  • Gelar Profesi Physio

73
  • Kepustakaan
  • Hogesschool van Amsterdam (2001), Sector
    Gezondheid Szorg, Afdeling Fysiotherapie,
    Amsterdam Nederland.
  • Benchmark Statement Healt Care Program
    Physiotherapy (2001), The Quality Assurance
    Agency for Higher Education, South gate House UK.
  • Faculty of Health Sciences (2003), The University
    of Sydney.
  • The University of Melbourne (2001), School of
    Physiotherapy Melbourne.
  • WCPT (2003), Moving Physical Therapy, Forward
    London
  • WCPT (1995), Declaration of Principle and
    Position Statements, UK
  • BPPSDM, Depkes (2003), Kurikulum Pend. D. IV
    Fisioterapi Depkes.
  • Konsil Kedokteran Indonesia (2006), Standar
    Kompetensi Kedokteran, Jakarta.
  • Departemen Pendidikan Nasional (2003), UU
    Sisdiknas, Jakarta.
  • Kepmenkes RI No. 1363 (2001), Registrasi dan Izin
    Praktek FT, Jakarta.
  • Kepmenkes RI No. 376 (2007), Standar Profesi
    Fisioterapi, Jakarta.
  • New Zealand (2001), Component Competence of
    Physiotherapy Curriculum, New Zealand.
  • SKB Mendiknas Menkes No. 3/U/SKB/2001 dan No.
    232/Menkes Kesos/ SKB III / 2001 tentang
    Pendidikan Profesi Bidang Kedokteran.
  • SK Mendiknas RI No. 045/U/2002 tentang
    Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi.

74
SPESIALISASI Konfederasi dunia untuk fisioterapi
(WCPT) menegaskan adalah hak tiap anggota
organisai untuk membuat kebijakan nasional yang
mengijinkan praktek spesialis bila menurut
pertimbangan mereka menguntungkan bagi masyarakat
dan profesi dengan mendorong peningkatan standar
fisioterapi.
75
Fisioterapis spesialis adalah fisioterapis yang
dapat menunjukkan kemampuan klinis tingkat
lanjut, dengan memenuhi syarat - syarat secara
memuaskan, Prosedur yang diperlukan dan syahkan
secara formal pengetahuan dan ketrampilannya oleh
organisasi anggota atau badan I lembaga
akreditasi.
76
WCPT mengharapkan pemaduan dan penyelarasan
pengembangan praktek spesialis dengan mengambil
definisi dan acuan sebagai berikut Fisioterapi
spesialis adalah aplikasi lanjut dari kewenangan
klinis yang dilakukan fisioterapis yang qualified
pada area praktek tertentu dalam lingkup
aktivitas yang diakui sebagai fisioterapi. .
77
Wewenang klinis tingkat lanjut ini menunjukkan
suatu pengetahuan dan ketrampilan yang
melampaui/melebihi syarat yang diperlukan untuk
melakukan praktek dasar profesi. Profesi
spesialis adalah yang disarankan) dituju secara
formal oleh praktek fisioterapi yang diakui oleh
organisasi anggota yang didalamnya memungkinkan
fisioterapis untuk mengembangkan dan menunjukan
pengetahuan dan keterampilan pada tingkat yang
lebih tinggi.))Kualifikasi
78
OTONOMI Elemen sentral dari otonomi adalah
terjaminnya seorang fisioterapis bebas untuk
melakukan keputusan profesional (profesional
judgement) dalam meningkatkan (promotion)
kesehatan, mencegah (prevention) dan pemeliharaan
serta penyembuhan klien dalam batas pengetahuan
yang didapat dan kompetensinya.
79
Secara luas, tindakan fisioterapis adalah
tanggung jawab fisioterapis secara individu, yang
disertai oleh keputusan profesi mereka yang tidak
dapat dikontrol atau dikompromikan oleh pegawai,
orang dari profesi lain atau lainnya. Sebagai
pembatasan otonomi profesi yang benar, profesi
fisioterapi mempunyai tanggung jawab yang
berkesinambungan untuk mengaturan diri (self
regulating)
80
FISIOTERAPI GLOBAL
PATIENT
A DOCTORS REFERAL IS NOT NECESSARY TO ATTEND
THIS PRACTICE AS A PRIVATE PATIENT.
81
Dimana bila secara legal (hukum) atau etik
diperlukan surat pengantar untuk memulai
pelayanan fisioterapi, surat rujukan harus hanya
berisi informasi medis yang penting. Fisioterapis
harus kualified dan profesional yang diperlukan
untuk melakukan pemeriksaan komprehensif terhadap
klien, menformulasikan diagnosa fisioterapi,
merencanakan dan melakukan pengobatan yang tepat,
mengevaluasi hasil pengobatan dan menentukan
rencana selesai pengobatan.
82
HUBUNGAN DENGAN DOKTER ( MEDICAL PRACTIONERS
) Fisioterapi dikenal sebagai profesi tenaga/
pelayanan kesehatan yang bekerja secara terbuka
dan berkedudukan sama secara profesional dengan
dokter dalam melakukan perawatan terhadap
klien. Dalam perkembangannya, di beberapa negara
fisioterapi mendapatkan status kontak pertama
(berhubungan langsung) dimana rujukan dokter
tidak menjadi suatu keharusan secara legal atau
menurut etik sebelum melakukan layanan
fisioterapi.
83
KODE ETIK FISIOTERAPI
  • Physical therapist work within the ethical
    principles detailed in a code of ethics published
    by their profesional organisation. In Member
    Organisation of WCPT, this code must be
    consistent with WCPTs ethical principles.
  • Fisioterapi bekerja dengan tuntunan
    prinsip-prinsip etika yang dirinci sejara jelas
    pada kode etik profesi yang dikeluarkan oleh
    organisasi profesi . Sebagai anggota WCPT, kode
    etik profesi fisioterapi harus sejalan dengan
    prinsip-prinsip kode etik yang dikeluarkan oleh
    WCPT.

84
Kode etik Profesi Fisioterapi Tap.Konas
IFI. VIII . Thn. 2003. ( 7 butir )
  • Pendahuluan K.E.F. adalah Tatanan perilaku
    seorang Fisioterapis yang bertujuan untuk
    memelihara martabat dan integritas profesi
    fisioterapi,
  • mengutamakan kepentingan klien/pasien, kpd pihak
    yang membutuhkan.
  • Untuk menghindari hal-hal yang dpt terjadi di
    kemudian hari, maka anggota IFI dlm melayani
    hendaknya ( kesimpulan)
  • 1. Menghargai hak dan martabat individu
  • 2. membantu siapa saja yang membutuhkan
    pelayanan sec.prof
  • tanpa diskriminasi
  • 3. Memberikan pelayanan prof. sec. jujur,
    kompeten bertjwb
  • 4. Mengakui batasan kewenangan profesi hanya
    memberi
  • kan pelay dlm lingkup profesi FT.
  • 5. Menjaga rahasia Pasien/klien yang
    dipercayakan kpdnya
  • 6. Selalu memelihara standar prof, serta
    meningkatkan penge
  • tahuan dan keterampilan
  • 7. membei kontribusi dlm perencanaan
    pengembangan pelay demi pening
  • katan derajat kes. Individu dan
    masyarakat.

85
KEF. I. Menghargai Hak dan Martabat Individu
  • 1. Hak Pasien / Klien ada 6 butir
  • 2. Hak Fisioterapis ada 5 butir
  • - Mandir Rasa bebas dan aman bekerjasama
    dgn TS
  • - menolak melakukan interfensi jika
    dipandang tdk baik bagi
  • pasien/klien
  • - Jasa yang layak dan pelay profesional.
  • 3. Hak Profesi IFI ada 4 butir
  • - Loyalitas anggotanya, dan melindungi
    anggotanya
  • - Norma baik dan menolak pelecehan dari
    siapapun
  • - Pengajaran FT. yang berkualitas, kompeten
    edan berpenga
  • laman di bidangnya
  • - praktek FT yang prof. dan menolak digurui
    sec.semena-mena disiplin lainnya dalam bid FT.

86
KEF. II. Membantu siapa saja yang mem
butuhkan pelay FT. tanpa diskriminasi
  • KEF. III. Memberikan pelay FT. profesional,
    jujur
  • kompeten dan bertanggungjawab
  • a. Taja Profesi
  • b. Taja Organisasi Profesi
  • KEF. IV. Mengakui batas dan kewenangan profesi
    dan
  • hanya memberikan pelay dlm
    lingkup prof
  • FT.
  • KEF.V. Menjaga rahasia individu yang
    dipercayakan kpdnya
  • KEF.VI. Selalu memelihara standar prof dan
    meningkatkan
  • pengetahuan dan keterampilan
    FT.
  • KEF.VII. Memberikan kontribusi dlm perencanaan
    dan pengem
  • bangan pelay u/ meningkt
    derajat kes. Indiv 7 masy.

87
Kesimpulan
  • Fisioterapi profesi yang mandiri
  • Mempunyai otonomi yang tak dapat diganggu gugat
    oleh profesi lain, seperti kemandirian profesi
    medis dan kesehatan lainnya misalnya dokter,
    dokter gigi.
  • Dengan demikian Fisioterapi mempunyai tanggung
    jawab dan tanggung gugat dalam menjalankan
    tugasnya.
  • Bukan hanya dalam dimensi penyembuhan dan
    pemulihan tetapi pemeliharaan, pencegahan,
    peningkatan kesehatan.
  • Berperan bagi kehidupan manusia mulai sejak dari
    pra konsepsi, janin, proses pra - pasca
    kelahiran, anak, bayi, balita, remaja, dewasa,
    usia produktif, dan usia lanjut
  • Perkembangan Fisioterapi didasari oleh
    perkembangan ilmu Fisioterapi yang dikembangkan
    dari penelitian-penelitian ilmiah.

88
Bagaimana Fisioterapi Indonesia ?
Sepanjang memakai istilah Fisioterapi harus
mengikuti kaidah universal
BAGAIMANA PANDANGAN KEDEPAN ?
89
Masa depan anda ?
Thailand 1 15.000 penduduk di Indonesia 1
200.000 penduduk Kesempatan melanjutkan
pendidikan Lebih mudah mencari
pekerjaan Pendidikan lanjut di LN sampai S3 Insya
Allah di Indonesia
90
Kebutuhan Fisioterapis
  • Rumah Sakit 12.000 0rang
  • Di Luar Rumah Sakit ?
  • Liberalisasi dan demokratisasi Pel. Kes.
  • Penyakit modern
  • Kecelakaan
  • Kesehatan wanita
  • Praktek Privat
  • Dukun Modern ?

91
How ?
  • Belajar dengan tekun
  • Membuka wawasan
  • Rajin Membaca majalah
  • Internet
  • Lihat Video
  • Berkesinambungan
  • Jadilah bagian dari perjuangan
  • Fighter fights no end

92
Modalitas Fisioterapi
  • Hight Frequency Current (HFC) 27 Mhz
  • Fisika Dasar
  • - Arus AC, Ocillasi
  • - External Kinetics Energy (EKE)
  • - Energi Electro Magnetic (EEM)
  • - Medan Electro Magnetic (MEM)
  • Biofisika
  • - Internal Kinetics Energy ( IKE)
  • - Mobilisasi Ionen, Benda Dipols, Benda
    Isolator
  • - Perubahan suhu /temperatur jaringan (
    panas )
  • Neuro Fisiologi
  • - Pain depressor sampai netralisasi Noxe
    sensory Nerve Ending
  • - Gait Controll
  • - Sedative effect perubahan suhu jaringan

93
  • H a s i I
  • - E f e k
  • Indikasi
  • Efek fisiologis Peningkatan metabolik 13 ,
    Elastisitas jaringan 5 10 kali lebih
    baik,Relaksasi jar,konduktivitas saraf.
  • 2.Terapeutik Mengurangi Nyeri, gt Sirkulasi
    darah,atasi spasme otot
  • Kontra Indikasi
  • Fixasi Logam, Infeksi aktif, Tumor maligna,kond
    mudah berdarah,sendi belum usia 18 thn, pend
    inkooperatif

94
  • 2. HFC, Microwave Diathermy ( MWD ) 24,50 Mhz.
  • Fisika dasar, Biofisika, Neurofisiologi,
  • Efek- Indikasi dan kontra indikasi,
  • idem dgn SWD, kecuali penetrasi MWD
  • lebih dangkal ( 3 cm ) dan lebih terpu
  • sat pd jar otot dan jar banyak cairan.
  • 3. Ultra Sound Therapy a. Fisika dasar
  • - Alat khusus barium titanat
  • - Piezo Electric, Rare fractio-comp
  • ression, memproduksi gel suara
  • gt20.000 Hz.
  • - Micro massage/Mecanical
    Effect

  • - Efek perub suhu dan Biomekanik

95
  • b. Biofisika
  • - The reverse piezo electric effect
  • dlm jaringan
  • - Timbul efek suhu dan efek biome
  • kamik dlm jaringan
  • c. Neurofisiologi
  • - Micro Tissue Damage (MTD)
  • gt Iritasi lokal segmental
  • gt Efek vascular dan cellular
    P
  • - Neurogenic inflammation

96
d. Hasil - Efek Fisiologi Metabolik,sirkulas
darah - Efek terapeutik relaksasi, sequnder
pain dumping, atasi lengket antar jaringan,
collagen forming proses reparasi jar cedera. -
Dampak/Kontra indikasi Kondisi mudah berdarah,
t.malligna, Logam fixasi, Infeksi aktif, cedera
jar sebelum 1x24 jam.
97
  • 4. Interferensi Therapy a. Fisika dasar
  • - Arus AC. frekuensi 4250 Hz (Med)
  • - 2 sumber arus frek berbeda saling
  • bersuperposisi, membentuk frek
  • baru bersifat linear.
  • - Penetrasi cukup dalam.

  • - AMF.? depolarisasi saraf

  • - Kedalaman Modulasi? Linear
    superposisi,

  • dinyatakan dg (membentk
    grs diagonal)

98
b. Biofisika - Frek.baru linear supeposisi
beriteraksi dgn jar.exitable (potensial aksi otot
dan tipe saraf bermyelin tebal) - Sensory Nerve
ending Noxe tertutup,tdk menangkap macrofak
neurotransmitter reaksi radang. - Kedalaman
efek,trgtng AMF, Modulasi - Metode aplikasi 2
4 pad
99
  • c.Neurofisiologi
  • - Pain depressor sampai netralisasi noxe
    sensory nerve end
  • - Gait controll
  • d. Hasil 1). Efek - Fisiologi
  • gt Relaksasi jaringan menurun
  • gt Sirkulasi darah dan metabolik gtbaik
  • -Terapeutik
  • gt Kuantitas dan kualitas nyeri turun
  • gt Spasme jaringan otot
  • gt Healing process cepat terjadi
  • 2). Dampak/kontraindikasi
  • - Allergi arus litrik (jarang)
  • - Logam fixasi yang terjangkau.

100
  • 5. Galvano Therapy
  • a. Fisika dasar
  • - Arus rendah searah ( DC)
  • - None frequens
  • - Durasi 0,1 3 ms.
  • b. Biofisika
  • - Penetrasi Superfisial/tanpa freq.
  • - Chemic effect nyata hypersensasi,
  • hyperaemi, rasa panas, sedikit gata
  • tal di kulit.
  • - Kontraksi otot dan vasodilatasi gt
    nyata

101
  • c. Neurofisiologi
  • Stimulasi A gamma dan A alfa via motor point -
    motor unit
  • d. Hasil
  • gt Efek Fisiologi berupa tonus dan kontraksi otot
    Vasodilatasi pembuluh darah,efek sensasi
  • Efek Terapeutik memelihara sifat fisiologi
    otot berupa kontraksi otot, Ionto
    phoresis, melancarkan sirkulasi darah superfisial
  • gt Dampak allergi stimulasi arus listrik (jarang)

102
  • 6.Faradic Therapy
  • a. Fisika dasar
  • - Arus bolak-balik freq rendah (AC)
  • - Frequensi lt 50 ma
  • - Durasi 0,1- 3 ms
  • b. Biofisika
  • - Penetrasi superfisial (bawah kulit)
  • - Chemical effect tidak nyata (AC)
  • - Kontraksi otot,vasodilatasi,netral Noxe

103
  • c. Neurofisiologi
  • Stimulasi A gamma- A alfa via motor point dan
    motor unit
  • - Stimulasi tipe saraf bermyelin tebal
  • d. Hasil
  • gt Efek Fisiologis Meningk.metabolik/sirkulasi
    darah pelihara sifat fisiolog otot/tonus-kontraksi
    vasodilatasi, rileksai otot
  • gt Efek terapeutik meningkatkan tonus dan
    kekuatan otot , dapat mengurangi nyeri
  • gt Dampak Allergi arus listrik (jarang)

104
  • 7. Trubert Current ( arus 2-5)
  • Modifikasi Galvao-faradic current, chemic
  • effect lebih dominan,terutama reaksi
  • imflammasi untuk proses reparasi jar
  • sup.fisial
  • 8. Dyadinamic Current
  • a. Fisika dasar
  • - Modifikasi arus faradic ( AC ) menjadi
  • DC dlm bentuk
  • arus, Frequency dan Durasi
  • - Frequency 50 Hz, Durasi 1-10 ms
  • - Continu, dan Interremittens
  • b. Biofisika
  • - Midle penetrasi, chemical effect sedkit,
    lebih comfort
  • - Fariasi Freq,durasi, continu dan
    interremittens mendukumg
  • dominasi proses biofisika tertentu,
    seperti fasilitasi senso-
  • motorik, tipe saraf tertentu dan reaksi kimia
    tertentu.

105
  • c. Neurofisiologi
  • - Gamma loop fasilitasi senso-motorik u.sensasi
    dan kontraksi otot
  • - Homeostatic/Vasomotion system
  • Pain depressor/ Gait controll
  • d. Hasil
  • gt Efek Fisiologis Meningk metabolik/sirkulasi
    darah, pelhr sifat fisiologi otot via kontrasi
    dan relaksasi, meningkatkan konduktivitas saraf,
  • gt Efek terapeutik Mengurangi Nyeri, Spasme
    otot,memperkuat otot
  • gt Dampak Allergi arus listrik (
    jarang).

106
  • 9. Laser ( Light Amplification by Stimulated
    Emission and Radiation )
  • a. Fisika dasar
  • - Melipatgdkan emissi radiasi Helium,
  • Neon, Cobalt, dan CO2. dg spectrum
  • 6,328 A dan IR Laser gelbg 9040 A
  • - Pancaran sinar merup loncatan parti
  • kel kecil ( Foton) dari satu electron
  • atom difasilitasi dengan
    sebuah energi
  • dlm pompa energi shg terjadi 3 hal
  • 1. absorbsi elektron, 2.energi/foton
  • 3. emissi (quantum energi gt besar)
  • - Koheren dan monochromatis
  • - Freq sangat tinggi shg laser ta. Ber
  • manfaat dan merusak

107
b. Biofisika - Freq tinggi
memfasilitasi jar. Kls 1.laser tdk merusak, kls
2. merusak jar stlh 1000 kontak kls 3, radiasi
langsung merusak mata dan kls 4.radiasi
langsung/tdk langsung, merusak mata dan kulit.
- Fungsi laser Coagulasi jar, Pemotong
jar, danBiostimulasi Jar merubah ketegangan
membran sel (freq oscillasi membran cell), Ion
Ca bebas shg merangsang prostaglandin dan
algogenic u.normalkan cedera jar via reaksi
radang/osnteking reatie c. Neurofisiologi
- Micro Tissue Damage u/ reparasi proses
- Sintese ATP-gt ADP memacu Ferric sulphide redox
system dlm mitochondria shg sel sel magrophage,
sel schwann dan firocytes-gt efek terapeutic (
Laser Catalyzed Reaction) - Pain depressor
(aktivitas endhorpin dan penurunan oedem karena
sirkulasi darah lancar) d. Hasil gt Efek
fisiologis 1. metabolik/ V.dilatasi
darah.2.relaksasi gt Efek
Terapeutik 1. Reparasi radang, 2. Mengurangi
Nyeri, 3. mengurangi spasme otot
superfisial,4 sirkulasi gt Dampak
Merusak jaringan jika salah menerapkan, Allergi
sinar laser (jarang).
108
  • 10. Sinar Infra Merah (IRR).
  • a. Fisika dasar
  • - Glbg Electromagnetic 7.700 4 juta A.
  • - Glbg panjang 12.000 15.000 A, penetrasi
    0,5 mm (sup.ficial epidermis), glb pendek
    7.700-12.000 A penetr subcut,
  • capiler,lymfe,ujungsaraf dan jar bawah
    kulit, 4 sumber IRR M.hari 20.000 - 7.700 A
    (80), Plain carbon Arc idem,
  • Air cooled mercury vapour lamp (52 ),
    Kromayer lamp
  • diabsorbsi air (60 UV, 40 Visible.
  • - Hukum hukum penyinaran (pemantulan,
    pembiasan, quadrat jarak terbalik, penyerapan,
    Quantum Energy penetr berbadg
  • lurus dg freq). Generator Non Luminous 100
    IRR, Luminous campuran visible radiant.
  • b. Biofisika
  • - Glbg pendek penetrasi gt dalam, diabsorbsi
    kulit ? panas setempat, sub cutan, reaksi saraf
    dan
  • sudorifera, reaksi otot, dan kulit
  • c. Neurofisiologi Pain depressor, Homeostatic
    Vasomotion, vasilitasi tipe saraf II.
  • d.. Hasil
  • gt Fisiologis Metabolik,vasodilatasi pemb
    darah, temperatur tubuh,ventilasi kulit/
  • keringat, rileksasi otot
    supficial,konduktivitas saraf,pigmentasi
  • gt Terapeutik sirkulasi daran, lt tonus
    otot,pain less, lt oedem.

109
  • 11. Ultra Violet Therapy a.
    Fisika dasas
  • - glbg electromagnetic 100-380 nm,
  • M.hari 76-300 nm sapai bumi,gt 300,
  • diserap atmosfir,glbg pendek 100-
  • 290 nm, 3 tipe UV A, 315-380 nm,
  • B. 280-315 nm, C. 100-2800 nm
  • - Produksi UV Arus litrik , tekanan
  • gas dlm tabung rendah,Ionisasi gas
  • dlm tabung
  • - Hukum hukum penyinaran,desain lampu
  • UV hampir sama IRR.
  • b. Biofisika
  • - idem IRR
  • - Reaksi kulit
  • c. Neurofisiologi
  • - Homeostatic Vasomotion
  • - Micro tissue damage ( MTD)

110
d. Hasil gt Fisiologis V.dilatasi,
Erithema kulit (E1-E4), Penebalan
epidermis,desquamatio, Pigmentasi
kulit,pembentukan vit D (270-310 nm) hasil
reaksi 7 dehydro cholesterol u.metab Ca dan
phosfor dlm usus halus,Esophylactic effect
yakni reaksi kulit o/UV merangsang turunnya
S.R.E u/ gt anti radang gt Terapeutik
Metabolik/sirkulasi darah,abitic rays (membunuh
kuman di kulit), regenerasi kulit via repair
hormon ke kulit,gt daya tahan kulit, perbaiki
tulang, Counter irritasi u/ lt nyeri dan general
tonic effect ( nafsu makan, tidur baik,
metabol gt Dampak Descuammatio berlebihan,
combutio, allergi UV.
111
  • 12. Hydro Therapy a. Fisika dasar
  • - Thermal Panas, dingin
  • - Mekanika daya gerak air
  • - Chemic zat kimia dlm air
  • - Tekanan daya apung,hyperbarik
  • - Perpindahan suhu konduksi, kon
  • veksi, Radiasi, evaporasi
  • - Daya rekreasi air
  • b. Biofisika air
  • - Reaksi jaringan tubuh suhu,
    mekanik, kimia, tekananan
  • air dan daya kreasi air,
  • c. Neurofisiologi
  • - Pain depressor, Homeostatic
    vasomotion,
  • - Sensomotoric integration
  • - Reciproke inchibition,rec
    fascilitation, cortical movement

112
d. Hasil
  • Fisiologi Metabolik/V.dilatasi/constrition,rilek
    sasi,konduk
  • tivitas saraf,sedatif/analgsic, gtfundamental
    motor skill,cardiorespiratory function
  • Terapeutik
  • Sirkulasi darah Pain less,lt spasme
    otot,mengobati ggn. motor
  • skill, gt LGS, menyembuhkan penyakit kulit
    tetentu
  • Dampak
  • Takut air, misskomunikasi pada pasien non
    kooperative
  • ,

113
13. Exercises Therapy
  • a. Fisika dasar
  • - Posisi - fasilitasi
  • - Gerak - limitasi
  • - Fasilitasi - lingkungan
  • - karakteristik individu psikosomatis
  • b. Biofisika
  • - Reaksi Posisi, gerak, fasilitasi,
  • lingkungan karakteristik indiv
  • c. Neurofisiologi
  • - Pain depressor, homeostatic Vasomotion
  • - sensomotoric intergration
  • - reciproke ichibition, rec.fascilitatin, Cor
  • tical movement,- Respon mekanikal?sar
  • komer myofibril?strecth ke resting
  • length menurunkan tighness otot.?nyeri
  • - Respons Neurofisiologi
    Stretch?sensorik mekanikal reseptor musc. spindle
    golgi tendon menginhibisi
  • impuls nyeri o/ nosiceptor? nyeri turun.

114
- Gate Control Theory
  • a Impuls serabut saraf diameter kecil, dgn NAR
    tinggi membuka
  • pintu gerbang impuls nyeri di lamina
    gelatinosa C.Post MS.?
  • memfasilitasi impuls nyeri ke tingkat
    SSP.
  • b Impuls ser.saraf dim.besar (mekanoseptor)
    dgn NAR rendah
  • menutup pintu gerbang.
  • c Mecanical effect o/ passive stretcing
    mengembalikan elastisi
  • tas Sarcomer shg nyeri menurun dan
    kontraktur teatasi, bersa
  • maan dgn Neurofisiologis effect o/ PM,
    memfasilitasi musc
  • les spindle golgi tendon (mecanoseptor)
    menginhibisi im
  • puls nyeri oleh serabut otot berdiameter
    kecil /bermyelin tipis
  • shg nyeri menurun

115
  • d. Hasil
  • gt Fisiologi Peningkt Fundamental Motorskill
    Strength, Speed,
  • Agility, Coordination, Power, Muscular
    endurance, Cardio
  • respiratory function( VO2 Max), Flexibility,
    Balanc, Accuracy
  • Health for Sport , peningkt
    Vasodilatasi,Rileksasi, Kondukti
  • vitas saraf, Sedatif/analgesic, gt
    kesehatan dan kebugaran tbh.
  • gt Terapeutik Mengobati gangguan Fundamental
    motorskill,
  • sirkulasi darah, Pain less, mengatasi
    spasme otot, gt ROM ,
  • mecapai tujuan paradigma sehat.
  • gt Dampak Fatic, Muscle sprain, strain,
    Rupture, Fracture,
  • sudden death dan atau tanpa manfaat ( jika
    salah dosis ).
  • Say Physiotherapy is no day without
    Exercise.

116
LAPANGAN KERJA FISITERAPIS
  • 1.PNS - Pengelola Fisioterapi RS, sesuai
    jenjang profesi FT.
  • - Pengelola diklat FT. RS, sesuai
    jenjang profesi, Depkes
  • - Pengelola FT.Ergonomi/RS,
    Dep.Perindustrian
  • - Pengelola FT.Olah Raga, Depdiknas
  • - Pengelola FT. Klinik/RS,
    Dep.Perhubungan Laut-Udara
  • - Pengelola FT/guidance
    Dep.Pariwisata
  • - Pengelola FT.Klinik Lembaga Tinggi
    Negara (DPR)
  • - Dosen/staf pengajar Institusi
    Pendidikan
  • 2. ABRI/POLRI
  • - Dinas ABRI/POLRI pangkat Letnan
  • - Pengelola FT. Klinik/RS. TNI/POLRI

117
  • 3. Swasta
  • - Pengelola FT.Klinik/RS Swasta
  • - Pengelola FT. Olah-Raga Koni
  • - Fisioterapis berbagai Klub Olah-Raga
  • - Praktek berkelompok dengan disiplin lainnya
  • - Dosen/staf pengajar institusi Pend.Swasta
  • 4. Praktek Mandiri
  • - Praktek Mandiri berkelompok dengan FTs.
    Lainnya
  • - Fisioterapis Keluarga
  • - Praktek Mandiri Individu

118
Matur Sembah Nuwun
Semoga sukses demi masa depan anda
119
(No Transcript)
120
(No Transcript)
121
(No Transcript)
122
(No Transcript)
Write a Comment
User Comments (0)
About PowerShow.com