Selamat Datang dan Terima kasih - PowerPoint PPT Presentation

Loading...

PPT – Selamat Datang dan Terima kasih PowerPoint presentation | free to download - id: 70ef59-NTg5N



Loading


The Adobe Flash plugin is needed to view this content

Get the plugin now

View by Category
About This Presentation
Title:

Selamat Datang dan Terima kasih

Description:

Title: Slide 1 Author: ibm Last modified by: Admin Created Date: 3/7/2005 1:15:19 PM Document presentation format: On-screen Show Other titles: Arial Times New Roman ... – PowerPoint PPT presentation

Number of Views:9
Avg rating:3.0/5.0
Slides: 20
Provided by: ibm1150
Learn more at: http://staff.ui.ac.id
Category:

less

Write a Comment
User Comments (0)
Transcript and Presenter's Notes

Title: Selamat Datang dan Terima kasih


1
Selamat Datang dan Terima kasih atas
kehadirannya pada presentasi Kami
2
Judul
Oxidative Dehidrogenasi Etana Menjadi Etilen
Menggunakan Katalis B2O3/Al2O3 Pengaruh
Kandungan Boron Oksida Presentasi disampaikan di
Seminar Nasional Teknologi Proses Kimia
(SNTPK) Jakarta, 23 Maret 2005 oleh Setiadi e-m
ail setiadi_at_che.ui.edu Member of Chemical
Reaction Engineering and Catalysis Research
Group, Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik,
Universitas Indonesia, Kampus UI, Depok
16434, Indonesia,
3
Research Background Relevancy ???
The origin of Ethane compound
Petroleum refinery
Natural Gas
Light Hydrocarbons
Light fraction (gas product)
LNG
Ethane
Scope of Research Work
Ethylene
Demand on Petrochemicals Industries (PE, Ethylene
Oxide, Ethylbenzene, Vinyl Chloride, etc.)
4
Scope Catalytic Process
Oxidative Dehydrogenation
Etilena / oksigenat (CH3CHO, HCHO, dll)
Etana
B2O3/Al2O3
Etana salah satu fraksi komponen gas alam dan
hasil destilasi fraksi ringan minyak mentah.
Jumlahnya cukup melimpah.
C2H4 Merupakan senya-wa penting sbg. building
block compound/bahan baku utama yang sangat
penting bagi industri petrokimia
  1. Kemampuan katalisis B2O3/Al2O3 dalam reaksi
    dehidrogenasi, dehidrasi maupun deoksigenasi
    terletak pada kemampuan interaksi berupa
    terbentuknya spesi peroksida (O2-)
  2. Lattice oxygen (oksigen kisi, O-), umumnya sangat
    aktif untuk oksidasi total menjadi CO2, dan
    sangat tidak cocok untuk partial oxidation etana
    menjadi etilena ataupun produk oksgenat.
  3. Perlu modifikasi dengan penambahan boron oksida
    untuk menghilangkan peran oksigen kisi dalam
    reaksi dehidrogenasi.

5
Scope Catalytic Process by B2O3/Al2O3
Interaksi antar partikel support Al2O3 dengan
B2O3 pada bid. kontak, disertai terbentuknya
spesi peroksida (O2-)
Ada apa mengapa dgn. Kat. B2O3-Al2O3
??? Kerjanya ??? B Boron M Logam Al, Zr,
Adsorpsi dan aktivasi molekul etana pada spesi
peroksida (O2-)
Pembentukan produk C2H4 dan regenerasi (pemulihan
interkasi antar partikel support Al2O3 dengan B2O3
Pembentukan produk Okdigenat (asetal dehida)
regenerasi (pemulihan interkasi antar partikel
support Al2O3 dengan B2O3
Reaction Mechanism of oxidative dehydrogenation
ethane (Sumber Otsuka dan Setiadi, Catalysis
Today 1995)
6
  • Tujuan
  • Pengembangan reaksi katalisis oxidative
    dehidrogenasi dgn. mengetahui kinerja katalis
    B2O3/Al2O3
  • Pengaruh boron oksida thd. kinerja katalis dalam
    konversi etana menjadi etilena mll. reaksi
    oksidasi dengan menggunakan oksigen
  • Reaksi dehidrogenasi katalitik dan non katalitik
  • Karakterisasi Luas permukaaan (metode BET)
    Kristalinitas (metode XRD )
  • Inti Aktif katalis

7
Bahan H3BO3Al2O3EtanaQuartz sand
10-15 meshAlat Uji Reaksi Reaktor Quartz sand
8 mm i.d. Kondisi OperasiSuhu 823, 873 K
tekanan atmosferikInstrumen analisa Produk gas
---- GC- TCD
Metode Penelitian
8
Metode Penelitian
Preparasi Katalis Variasi Kandungan B2O3 0, 5,
10, 15, 20, 25, 30, 40 berat Teknik Impregnasi
larutan H3BO3 pada padatan Al2O3 Kalsinasi 573
K ( 2 jam) dan 1023 K (2 jam) Karakterisasi
Katalis Luas permukaan B2O3/Al2O3 menggunakan
metode BET adsorpsi N2 pada suhu N2
cair Kristalinitas katalis B2O3/Al2O3 menggunakan
XRD ( X-ray diffraction)
9
Metode Penelitian (Sarana Uji Reaksi )
Teknik Reaksi
Skema susunan sarana uji katalis dalam reaksi
oxidative dehidrogenasi Etana menjadi etilena
Profil Reaktor Unggun katalis Beraliran kontinyu
(Fixed bed Reactor)
10
Hasil dan Pembahasan
Laju C2H6 konversi maksimal pada 0,22 mmol/h.m2
30 B2O3/Al2O3 optimum komposisi katalis
15 B2O3- terbentuknya inti aktif katalis spesi
peroxide
Pengaruh Kandungan Boron oksida thd. Laju
Konversi Etana
11
Hasil dan Pembahasan
Laju maksimal pembentukan produk etilen, 200
µmol/h.m2
Laju maksimal pembentukan produk CH3CHO,
10µmol/h.m2
Laju maksimal pembentukan produk CO, 5 µmol/h.m2
Pengaruh Kandungan Boron oksida thd. Laju
pembentukan produk
12
Hasil dan Pembahasan
Data-data dgn. simbol terisi warna putih reaksi
tanpa katalis
Data-data dg. simbol terisi warna hitam reaksi
tanpa katalis
Perbandingan antara reaksi dehidrogenasi etana
dengan katalis 30 B2O3/Al2O3 dan non katalitik
(blank reactor) dalam reaksi dalam berbagai suhu
reaksi
13
Hasil dan Pembahasan
Kandungan 0 Al2O3 murni , SA 250 m2/g
Kandungan 30 B2O3, SA 70 m2/g, komposisi
terbaik
Pengaruh kandungan boron oksida thd. Luas
permukaan katalis
14
Hasil dan Pembahasan
Spektrum XRD katalis B2O3/Al2O3 dengan berbagai
kandungan B2O3
15
Hasil dan Pembahasan
Fresh katalis hasil kalsinasi , spesi permukaan
peroxide terjadi pd. kandungan B2O3 gt 15 dan
maksimum pd. 30 B2O3
C2H6
O2
Inti aktif katalis dalam reaksi dehidrogenasi
etana menjadi etilena
16
Kesimpulan Pengaruh komposisi B2O3 katalis
B2O3/Al2O3 terhadap reaksi dehidrogenasi
katalitik etana menjadi etilena dapat dibagi
menjadi 3 macam. Pengaruh kenaikkan kandungan
B2O3 sampai dengan 15 menunjukkan katalis B2O3
/Al2O3 mampu menghambat reaksi oksidasi total
etana dan menekan terbentuknya gas CO dan CO2.
dan menjadikan katalis yang aktif dan selektif
untuk reaksi dehidrogenasi etana pada penambahan
B2O3 antara 5 15 berat. Katalis B2O3/Al2O3
pada kenaikkan kandungan B2O3 dalam rentang
15-30 , menjadikan kinerja katalis sangat
efektif untuk reaksi oxidative dehidrogenasi
etana dan mencapai optimal pada kandungan sebesar
30 B2O3, walaupun luas pemukaannya jauh lebih
kecil (70 m2/g) dibanding B2O3 /Al2O3 murni (250
m2/g). Rentang tersebut memberikan tingginya
kadar terbentuknya inti aktif katalis dibanding
dengan rentang lainnya dan mencapai kadar yang
apaling efektif di sekitar 30 B2O3. Inti aktif
tersebut merupakan hasil interaksi antara atom
Boron dengan logam Al membentuk spesies peroksida
pada bidang kontak antar permukaan partikel B2O3
dengan partiekel Al2O3. Dan B2O3 jelas bukan
merupakan inti aktif katalis yang sebenarnya dari
reaksi dehidrogenasi etana. Terbukti dengan
penambahan B2O3 yang berkelebihan (gt 30 ),
membuat kinerja katalis menjadi menurun.
Penambahan yang semakin berkelebihan tersbut
menyebabkan spesi peroksida yang terbentuk akan
terselimuti dan tertutupi oleh partikel B2O3.
17
Terima kasih atas perhatiannya
18
(No Transcript)
19
(No Transcript)
About PowerShow.com