DISASTER RECOVERY PLANNING - PowerPoint PPT Presentation

Loading...

PPT – DISASTER RECOVERY PLANNING PowerPoint presentation | free to download - id: 699a26-YjkxN



Loading


The Adobe Flash plugin is needed to view this content

Get the plugin now

View by Category
About This Presentation
Title:

DISASTER RECOVERY PLANNING

Description:

Title: DISASTER RECOVERY PLANNING Author: Boedoetz Last modified by: Lab-301 Created Date: 1/8/2004 2:44:44 PM Document presentation format: On-screen Show (4:3) – PowerPoint PPT presentation

Number of Views:207
Avg rating:3.0/5.0
Slides: 65
Provided by: Boedoetz
Learn more at: http://www.mdp.ac.id
Category:

less

Write a Comment
User Comments (0)
Transcript and Presenter's Notes

Title: DISASTER RECOVERY PLANNING


1
(No Transcript)
2
Visi, Misi, dan Tujuan Perusahaan
Pengembangan
Pasca
Teknologi Informasi
Sistem Informasi
Pra
Manfaat
Pengelolaan
Resiko
3
Business Continuity PlanningDisaster Recovery
Planning
4
(No Transcript)
5
Pendahuluan
Jika terjadi bencana, maka organisasi harus
memobilisasikan semua kemampuan dan sumber daya
yang dibutuhkan untuk melanjutkan kegiatan
operasionalnya dan mengembalikan keadaan menjadi
normal secepat mungkin karena waktu adalah uang.
6
Apakah Bencana itu?
Bencana adalah sebuah kejadian yang memberikan
akibat negatif dalam skala yang relatif sangat
besar.
7
Definisi Bencana
  • Definisinya
  • Semua peristiwa tak terencana atau tak terduga,
    yang berpotensi mengganggu keberlangsungan
    fungsi-fungsi bisnis penting untuk periode waktu
    tidak tertentu.
  • Jadi, crash-nya sebuah server IVR misalnya, tidak
    serta merta menjadikan BCP diberlakukan. Namun,
    peristiwa itu menyebabkan inisiasi DRP, jika
    diestimasikan dampaknya berupa ketidaktersediaan
    sumberdaya dalam sebuah periode waktu kritis
    tertentu.
  • Bencana meliputi yang alami dan karena manusia
    baik disengaja maupun tidak.

8
Kategori Bencana
  • Kita dapat membedakan bencana sebagai berikut
  • Bencana alam, yaitu kejadian-kejadian alami
  • banjir, genangan, gempa bumi, gunung meletus,
    badai, kekeringan, wabah, serangga dan lainnya.
  • Bencana lainnya yang meliputi tabrakan pesawat
    udara atau kendaraan, kebakaran, huru-hara,
    sabotase, ledakan, gangguan listrik, ganguan
    komunikasi, gangguan transportasi dan lainnya.
  • Ancaman yang bukan bencana,
  • pemogokan, gangguan perangkat lunak, gangguan
    perangkat keras, Denial of services, Virus dan
    lainnya.

9
Kategori Cakupan Wilayah
  • Bencana Lokal.
  • biasanya memberikan dampak pada wilayah
    sekitarnya yang berdekatan. Bencana terjadi pada
    sebuah gedung atau bangunan-bangunan
    disekitarnya.
  • faktor manusia seperti kebakaran, ledakan,
    terorisme, kebocoran bahan kimia, dan lainnya.
  • dapat mengharapkan bantuan dari pihak luar dalam
    merespond kejadian emergensi ini.
  • Bencana Regional.
  • memberikan dampak atau pengaruh pada area
    geografis yang cukup luas, dan biasanya
    disebabkan oleh faktor alam, seperti badai,
    banjir, letusan gunung, tornado dan lainnya.
  • diperlukan bantuan khusus seperti dari pihak
    Palang Merah dan lainnya, dan diharapkan bisa
    bertahan untuk waktu sekitar 72 jam.

10
Kategori Jangka Waktu Antisipasi
  • Strategi jangka pendek (short-term),
  • menyediakan fasilitas TI alternatif.
  • Strategi jangka panjang (long-term),
  • menyediakan fasilitas TI yang permanen

11
Bencana dalam dunia IT
Kejadian yang mengakibatkan kegagalan sistem dan
memberikan dampak yang membahayakan terhadap
bisnis yang dijalankan
50 dari perusahaan yang pernah mengalami
kegagalan sistem akibat bencana, tidak akan
bertahan hidup dan 90 nya akan mati dalam 2
tahun.
12
Kategori Bencana dalam IT
13
Latar Belakang
  • BCP adalah mengenai pembuatan perencanaan dan
    frame-work untuk menjamin bahwa proses bisnis
    dapat terus berlanjut dalam keadaan emergensi.
    Sedangkan DRP adalah mengenai pemulihan cepat
    dari keadaan emergensi atau bencana, sehingga
    hanya mengakibatkan dampak minimum bagi
    organisasi atau perusahaan.
  • Business Continuity Plan (BCP) dan Disaster
    Recovery Plan (DRP) adalah dua hal yang sangat
    penting dalam proses bisnis,
  • jarang menjadi prioritas karena
  • alasan memerlukan biaya yang mahal dan sulit
    penerapannya.
  • bencana adalah hal yang umumnya diyakini karena
    faktor alam yang tak dapat diprediksi dan tak
    dapat dicegah atau pun dihindari
  • mendapatkan dukungan dari pihak manajemen.
  • Sudah terlalu sering BCP menempati urutan
    prioritas terendah, atau proyek ini ditangani
    staf junior.

14
BCP and DRP
  • Business Continuity Planning and Disaster
    Recovery melibatkan usaha persiapan testing
    dan peremajaan(update) yang dibutuhkan untuk
    melindungi proses bisnis yang paling penting.

15
Sekilas tentang BCP
  • BCP adalah proses otomatis atau pun manual yang
    dirancang untuk mengurangi ancaman terhadap
    fungsi-fungsi penting organisasi, sehingga
    menjamin kontinuitas layanan bagi operasi yang
    penting.
  • BCP didisain untuk melindungi proses bisnis vital
    dari kerusakan atau bencana yang terjadi secara
    alamiah atau perbuatan manusia, dan kerugian yang
    ditimbulkan dari tidak tersedianya proses bisnis
    normal
  • Strategi meminimalisir efek dari ganguan dan
    mengupayakan berjalannya kembali proses bisnis

16
Tujuan Manfaat BCP
  • Tujuan
  • meminimalisir efek dari kejadian atau bencana
    tersebut dalam sebuah perusahaan atau organisasi.
  • Manfaat
  • mereduksi risiko kerugiaan keuangan dan
    meningkatkan kemampuan perusahaan untuk
    memulihkan diri dari bencana atau gangguan
    sesegera mungkin.
  • Perencanaan keberlangsungan bisnis juga harus
    dapat membantu meminimalisir biaya dan mengurangi
    risiko sehubungan dengan kejadian bencana
    tersebut.

17
  • BCP Meliputi
  • Scope and plan initiation (rencana awal dan
    ruang lingkup)
  • Business Impact Assessment (BIA) (pemeriksaan
    terhadap pengaruh bisnis)
  • Business continuity plan development
    (pengembangan rencana kelanjutan bisnis)

18
Pengertian DRP
  • DRP adalah
  • prosedure yang dijalankan saat BCP berlangsung
    (in action) berupa langkah-langkah untuk
    penyelamatan dan pemulihan (recovery) khususnya
    terhadap fasilitas IT dan sistem informasi.
  • pengaturan yang komprehensive berisikan
    tindakan-tindakan konsisten yang harus dilakukan
    sebelum, selama, dan setelah adanya kejadian
    (bencana) yang mengakibatkan hilangnya sumber
    daya sistem informasi secara bermakna.
  • berisikan prosedur untuk merespon kejadian
    emergensi, menyediakan operasi backup cadangan
    selama sistem terhenti, dan mengelola proses
    pemulihan serta penyelamatan
  • DRP merupakan bagian atau subset dari strategi
    yang ada pada BCP
  • sehingga mampu meminimalisir kerugian yang
    dialami oleh organisasi.

19
Tujuan DRP
  • menyediakan kemampuan atau sumber daya untuk
    menjalankan proses vital pada lokasi cadangan
    sementara waktu dan mengembalikan fungsi lokasi
    utama menjadi normal dalam batasan waktu tetentu,
    dengan menjalankan prosedur pemulihan cepat,
    untuk meminimalisir kerugian organisasi.

20
Manfaat DRP
  • Melindungi organisasi dari kegagalan layanan
    komputer utama
  • Meminimalisasi risiko organisasi terhadap
    penundaan (delay) dalam penyediaan layanan
  • Menjamin kehandalan dari sistem yang sedia
    melalui pengetesan dan simulasi
  • Meminimalisasi proses pengambilan keputusan oleh
    personal/manusia selama bencana.

21
  • DRP meliputi
  • Disaster Recovery Planning (DRP) (rencana
    pemulihan dari bencana)
  • Testing the disaster recovery plan
  • ( pengujian terhadap rencana pemulihan)
  • Disaster recovery procedures
  • (prosedur pemulihan dari bencana)

22
DRP Procedure
23
BCP Objectives
Areas Covered by an Emergency Preparedness
Plan (Adapted from a NIST Special Publication)
24
Filosofi
Keinginan organisasi untuk melindungi dan
mempertahankan citra positif organisasi, termasuk
melindungi dan mempertahankan aset fisik dan
kelangsungan hidup karyawannya.
Citra positif organisasi ini termasuk di dalamnya
adalah kepuasan konsumen yang tinggi dan tingkat
kepercayaan shareholder yang tinggi pula
25
Peningkatan Revenue
Program Marketing
Citra positif
Kepuasan Konsumen
Kepercayaan Shareholder
Program Kepuasan Konsumen
D R P
26
Disaster Recovery Planning
Proses Pengukuran resiko yang dihadapi oleh
organisasi dan kemudian melakukan pengembangan,
dokumentasi, implementasi, pengujian dan
pemeliharaan prosedur yang dapat membantu
organisasi mengembalikan kegiatan operasionalnya
secara normal dengan cepat dan dengan resiko
kerusakan seminimal mungkin setelah terjadinya
bencana
27
Tujuan Adanya DRP
  • Mempersiapkan organisasi dalam menghadapi bencana
  • Meningkatkan Kepuasan Konsumen dan Kepercayaan
    masyarakat ? Melindungi dan memelihara citra
    positif organisasi di mata masyarakat umum
  • Meningkatkan Kepercayaan investor atau
    shareholder
  • Meminimasi kerusakan atau gangguan akibat bencana
  • Mengembalikan kegiatan operasional menjadi normal
    kembali secepat mungkin setelah terjadi bencana

28
D R P
29
Critical Success Factor
  • Recovery Time Objective (RTO)
  • waktu yang dibutuhkan untuk melakukan recovery
    secara keseluruhan hingga sistem berjalan lagi
  • Recovery Point Objective (RPO)
  • jumlah data yang boleh hilang akibat bencana
    yang terjadi

30
Recovery Process
RTO Minimum
RPO Minimum
31
Recovery Time
32
Prinsip Dasar Pengembangan DRP
33
Langkah perancangan DRP
34
Hal yang Perlu Diperhatikan
  • Dukungan penuh dari semua jajaran organisasi,
    termasuk jajaran eksekutif
  • Sosialisasi dan kampanye kesadaran adanya DRP
  • Kejelasan hubungan dengan pihak luar (Vendor,
    Legal institution, Asuransi,dll)
  • Penerapan Kaizen dalam maintenance DRP (Misal
    pengembangan skenario disaster dan continous
    monitoring pada sistem)

35
Perancangan DRP
36
Bagian 2Persiapan Perancangan DRP
37
Disaster Strikes
What Would You Do?
38
Methodology
Business Continuity Planning Disaster Recovery
Planning
Five Steps to Recovery Confidence
39
Pembentukan Tim DRP
Tim DRP harus berwujud sebuah grup yang
mencerminkan semua fungsi dalam organisasi. Hal
ini akan menjamin bahwa proses bisnis yang
penting tidak ada yang terlewatkan
40
Kebutuhan Dukungan pihak Eksekutif
Dukungan pihak manajerial level atas sangat
dibutuhkan karena merekalah yang menjadi wakil
tingkat tinggi organisasi ke pihak pimpinan
tertinggi, investor, partner bisnis, masyarakat,
dan media massa
41
Penetapan Lajur Kepemimpinan untuk DRP
Level Manajerial tertinggi (CEO, CFO, COO)
diharapkan memberi dukungan pada DRP di seluruh
perusahaan dan pelaksanaan manajemen setiap
harinya dapat dilakukan oleh manajer dibawahnya.
Koordinator DRP bertanggung jawab pada project
management dan sebagai pemimpin harian tim
perencanaan DRP ? bisa full time atau part time
employee
42
Tanggung Jawab Koordinator DRP
  • Melaporkan progress ke manajer tingkat atas
  • Menyusun budget untuk DRP
  • Menyimpan file anggota tim DRP
  • Menjadwalkan meeting Tim
  • Memimpin meeting tim
  • Mendokumentasikan kebijakan dan prosedur DRP
  • Menangani hubungan dengan pihak penyedia jasa
    luar untuk mendukung DRP
  • Mengawasi hasil kerja antar departemen dan
    bawahan
  • Penjadwalan Test dan latihan
  • Mengatur pemeliharaan DRP
  • Mengupdate Dokumentasi jika diperlukan

43
(No Transcript)
44
Penyusunan Tim DRP
Setiap Departemen harus mengirimkan dua wakilnya,
sebagai primary department representative dan
alternate department representative yang juga
berfungsi sebagai wakil pimpinan dalam DRP dalam
masing-masing departemen ? sebaiknya manajer
departemen bersangkutan
Tim Harus memahami tanggung jawab setiap
departemen dalam DRP. Masing-masing departemen
memiliki fungsi dan tugas yang berbeda, sehingga
tanggung jawab dalam DRP untuk tiap departemen
juga berbeda
45
Susunan Tim DRP
46
TIMDRP
47
Kebutuhan Skill untuk Tim DRP
Skill Area Assessment of skill base
Disaster Recovery Planning None in-house, need outside help
Project Management DRP coordinator has managed large projects in the past and has a certificate in project management
Enterprise-wide Planning Representatives from facilities management and It have worked on enterprise-wide planning projects
Written Communication Most members of DRP team have fairly good communication skills
Verbal Communication Most members of DRP team have made numerous presentations
Policy Development types Representatives from HR, security, and IT have developed other types of policies
Procedure Development and writing Representatives from HR, facilities management , and IT havedeveloped and written many types of procedures
Manual/Plan creation and writing Representatives from HR and IT have created and written many manuals
48
Project Management
Enterprise-wide Planning
Disaster Recovery Planning
Penyusunan Manual/Plan
Komunikasi Tertulis
Penulisan Prosedur
Komunikasi Verbal
Pengembangan Kebijakan
49
Pelatihan Tim DRP
Tim ini membutuhkan pelatihan agar dapar memahami
apa yang akan dibuat dan dilakukan, termasuk
konsep dasar DRP
Setiap anggota tim harus mampu melakukan studi
tentang DRP yang memberikan keuntungan bagi area
keahliannya dan untuk departemen masing-masing
50
Merencanakan Jadwal Tim
Organisasi akan menetapkan agenda untuk
implementasi DRP mereka dan membuat jadwal
pelaksanaan untuk mencapai tujuan yang
diinginkan. Jadwal ini misalnya adalah jadwal
meeting regular untuk mengumpulkan tim yang telah
dibentuk.
51
Penyusunan Jadwal perancangan DRP
52
Penyusunan Budget untuk DRP dan Manajemen DRP
Budget Item Cost Factors
Salary and benefits for coordinator or director, for documentation specialist, for administrative assistant, and for other staff Salaries and benefit costs depend on the organization's location and industry activity higher for certified staff
Office Space Many Organizations charge their departments for office space charges are usually calculated annually according to square footage
Computer Systems, Network Connectivity, and software Many Organizations charge for network connectivity the costs of desktop PCs, notebook computers, and peripherals usually come out of the department budget. In addition, specialized software for project management or department-specific tasks is charged directly to the department
Telephone Many Organizations charge their departments for telephone and long distance calls usually calculated on an annual or monthly basis
Office Equipment Can include photocopiers, digital projectors, cameras,etc
Outside Services and Consultants Can include specialized consultants for DRP or contracts for emergency services
Training programs Can include training for DRP staffs, enterprise planning team, or specialized training of managers or employees in DRP
Disaster Response Technology Can include emergency radio communications systems or other technology that can be used during disaster response
Disaster Response Expenses Can include emergency housing or office space needed during disaster response
Travel Can include expenses for DR staff to attend training, conferences, or meetings at other corporate locations
53
Budget DRP
54
Evaluasi Sessi
  • 1. Mana dari pernyataan berikut ini yang bukan
    merupakan jenis uji coba DRP?
  • Simulasi - mobile -cheklist -full interuption
  • 2.Apa tujuan dari business impact assesment ?
  • - Untuk mendefinisikan strategi untuk
    meminimalkan pengaruh dari kerusakan dan untuk
    mengizinkan untuk melanjutkan bisnis.

55
  • Untuk membuat dokumen yang akandigunakan untuk
    membantu memahami apa dampak dari peristiwa yang
    merusak
  • Untuk menekankan komitmen karyawan terhadap
    organisasi.

56
  • 3.Apa prioritas pertama pada tanggapan terhadap
    bencana?
  • Melindungi hardware
  • Melindungi personal
  • Melindungi proses transaksi
  • 4. Mana yang bukan merupakan tujuan utama dari
    business impact assesment?
  • keamanan personal
  • kebutuhan sumber daya peralatan
  • Perkiraan waktu downtime

57
Pemilihan lokasi drp
58
Pemilihan Lokasi DRP
  • perlu dipertimbangkan hal-hal berikut
  • Jarak dari Fasilitas Utama
  • pilihlah lokasi yang tidak terlalu dekat dan juga
    terlalu jauh dari gedung utama yaitu sekitar 30
    kilo meter.
  • Potensi Risiko dari Bencana
  • apakah lokasi tersebut juga memiliki risiko
    terkena bencana, carilah tempat yang minim
    terkena ancaman atau dampak bencana.

59
Pemilihan Lokasi DRP (2)
  • Ketersediaan staff setempat
  • apakah ada staff setempat yang bisa
    mengoperasikan proses bisnis utama.
  • Ketersediaan dan kualitas tenaga listrik/baterei
  • apakah tenaga listrik atau baterai tersedia, dan
    apakah mencukupi untuk waktu lebih dari 24 jam.
  • Nearby Fiber Routes
  • untuk kepentingan jaringan komunikasi data,
    alangkah lebih baik kalau tidak jauh dari jalur
    kabel fiber, dll.

60
Pemilihan Lokasi DRP (3)
  • Specific IT Criteria
  • Tehnologi informasi dapat berfungsi pada lokasi
    tersebut, batasan jarak harus menjadi perhatian
    perlengkapan jaringan.
  • Tax Incentive
  • Lokasi tertentu atau di luar perkotaan mungkin
    akan jauh lebih murah biayanya.

61
Pemeliharaan Pengujian DRP
62
Pemeliharaan Rencana Pemulihan Data
  • Disaster recovery plan sering sudah out of date
    atau tidak sesuai lagi dengan kondisi organisasi
    atau perkembangan yang terjadi disekitar baik
    ancaman bencana maupun tingkat persaingan.
  • Organisasi mungkin telah mereorganisasi dan
    mungkin saja unit bisnis critical telah berbeda
    dari saat direncanakan dahulu. Perubahan
    infrastruktur jaringan juga akan merubah lokasi
    atau konfigurasi dari hardware, software dan
    komponan lainnya.
  • membuat prosedure pemeliharaaan BCP dan DRP dalam
    sebuah organisasi dengan menggunakan job
    description yang mensetralisasi tanggung jawab
    update
  • Merilis dokumen versi final dan terbaru

63
Pengujian DRP
  • Check List tes.
  • preliminary step dari pengujian.
  • Structured walk-through test.
  • Tes dilakukan melalui pertemuan antar perwakilan
    dari tiap unit manajemen untuk membahas seluruh
    isi dari perencanaan.
  • Simulation test.
  • Paralel test.
  • memastikan supaya sistem yang utama (critical)
    dapat tetap berjalan pada lokasi alternatif
    backup.
  • Full-interuption test.
  • sangat berisiko karena kejadian bencana (dampak)
    benar-benar diterapkan.
  • Namun ini adalah cara terbaik untuk menguji
    recovery plan, apakah dapat berjalan atau tidak.

64
Referensi
  • Solehudin, Usep. Business Continuity and Disaster
    Recovery Plan, Magister Teknologi Informasi,
    Universitas Indonesia, 2005
  • L.D. Weller, Best Practices for Prevention,
    Recovery, Disaster Recovery Journal, Volume 18,
    Issue 2, Systems Support Inc., Spring 2005.
  • Garry Bond, Modeling Events To Affect a
    Recovery, Disaster Recovery Journal, Volume 18,
    Issue 3, Systems Support Inc., Summer 2005.
About PowerShow.com