POLITIK PENDIDIKAN: KEBUDAYAAN, KEKUASAAN DAN PEMBAHASAN - PowerPoint PPT Presentation

Loading...

PPT – POLITIK PENDIDIKAN: KEBUDAYAAN, KEKUASAAN DAN PEMBAHASAN PowerPoint presentation | free to download - id: 5656b4-MDIzM



Loading


The Adobe Flash plugin is needed to view this content

Get the plugin now

View by Category
About This Presentation
Title:

POLITIK PENDIDIKAN: KEBUDAYAAN, KEKUASAAN DAN PEMBAHASAN

Description:

Title: THE JUSTIFICATION OF GOVERNMENT PEMBENARAN PEMERINTAHAN Author: dikdik baehaqi arif Last modified by: Dot Net Created Date: 5/24/2007 3:25:55 PM – PowerPoint PPT presentation

Number of Views:1574
Avg rating:3.0/5.0
Slides: 80
Provided by: dikdikbae
Learn more at: http://file.upi.edu
Category:

less

Write a Comment
User Comments (0)
Transcript and Presenter's Notes

Title: POLITIK PENDIDIKAN: KEBUDAYAAN, KEKUASAAN DAN PEMBAHASAN


1
POLITIK PENDIDIKAN KEBUDAYAAN, KEKUASAAN DAN
PEMBAHASAN
2
  • Pengantar
  • Mengenal Filsafat Pendidikan Paulo Freire

3
Titik Tolak Filsafat Freire
Terjadi atas diri mayoritas kaum
tertindas, karena hak-hak asasi mereka
dinistakan, mereka dibuat tidak berdaya dan
dibenamkan dalam kebudayaan bisu
Titik Tolak Filsafat Freire
Situasi Penindasan
Dehumanisasi
Terjadi atas diri minoritas kaum
penindas, karena telah mendustai hakekat
keberadaan dan hati nurani sendiri dengan
memaksakan penindasan bagi sesamanya
4
Pandangan Freire tentang Fitrah Manusia
Memiliki Naluri
Manusia mampu memahami keberadaan dirinya dan
Lingkungan dunianya, sehingga Dengan pikiran dan
tindakannya Ia mampu merubah dunia Dan realitas
Memiliki Kesadaran
Fitrah Manusia Sebagai Subjek dan objek
Memiliki Kepribadian
Memiliki Eksistensi
Memiliki Keterbatasan
5
Pandangan Freire tentang Hakekat Pendidikan yang
Ideal
Pengenalan realitas diri manusia dan dirinya
sendiri secara objektif dan subjektif
Orientasi
Pendidikan
Pengajar
Subjek sadar
Unsur yang Terlibat
Pelajar
Realitas Dunia
Objek tersadari
6
Pandangan Freire tentang Sistem Pendidikan yang
Pernah Ada dan Mapan
Menciptakan nekrofili, tidak melahirkan biofili
Sistem pendidikan sebagai Banking of Education
Pelajar diibaratkan sebagai sumber investasi dan
deposito yang diperlakukan sebagai bejana
kosong. Sedangkan Guru diibaratkan sebagai
investor
Pelajar akan menjadikan diri mereka sebagai
duplikasi guru mereka dulu, dan lahirlah generasi
baru manusia penindas
7
Formulasi Filsafat Pendidikan Freire
Pendidikan untuk pembebasan bukan untuk
pengusaan (dominasi)
Pendidikan Kaum Tertindas
Pendidikan harus menjadi proses pemerdekaan,
bukan Penjinakan sosial-budaya (social and
cultural domestication)
Pendidikan bertujuan menggarap realitas manusia
yang secara metodologis bertumpu pada
prinsip-prinsip aksi dan refleksi total
Pendidikan merangsang kearah diambilnya suatu
tindakan, Kemudian tindakan tersebut
direffleksikan kembali, dan dari refleksi itu
diambil tindakan baru yang lebih baik, sehingga
proses pendidikan merupakan daur bertindak dan
berpikir
8
  • Daur berpikir dan bertindak
  • Bertindak
  • Bertindak
  • Dan seterusnya
  • Berpikir
  • Berpikir
  • Prinsip praxis
  • Tindakan
  • (action)
  • kata karya PRAXIS
  • (word) (word)
  • Pikiran
  • (reflection)

9
Model Pendidikan Freire
Anak didik menjadi subjek yang belajar, bertindak
dan berpikir serta berbicara mengenai hasil
tindakan dan pemikirannya
Pendidikan Hadap Masalah
Guru mengajukan bahan untuk dipertimbangkan oleh
siswa, pertimbangan guru diuji kembali setelah
dipertemukan dengan pertimbangan siswa
Guru dan siswa saling belajar serta saling
memanusiakan, Sehingga hubungan keduanya
merupakan subjek subjek, Bukan subjek-objek
10
(No Transcript)
11
Penyadaran
Pendidikan Kaum Tertindas
Proses Penyadaran
12
Konsep Pendidikan Melek-Hurup Fungsional
  1. Tahap Kodifikasi dan Dekodifikasi merupakan
    tahap pendidikan melek hurup elementer dalam
    konteks konkret dan teoritis (melalui gambar,
    cerita rakyat)
  2. Tahap diskusi kultural merupakan tahap lanjutan
    dalam satuan kelompok-kelompok kerja kecil yang
    sifatnya problematis dengan menggunakan kata-kata
    kunci.
  3. Tahap aksi kultural merupakan tahap praxis yang
    sesungguhnya tindakan setiap orang atau kelompok
    menjadi bagian langsung dari realitas.

13
Sosok Paulo Freire
  • Freire lahir di Recife, Braszilia tahun 1912.
    Meraih gelar doktor pendidikan dari Universitas
    Recife pada tahun 1959.
  • Tahun 1964-1969 bekerja sebagai konsultan UNESCO
    di Chili sambil menjalani masa pembuangan dan
    pengasingan politiknya oleh pemerintah militer
    Brazil. Kemudian menjadi guru besar tamu di
    Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Harvard,
    serta menjabat sebagai Penasehat Ahli Kantor
    Pendidikan Dewan Greja Sedunia
  • Berasal dari keluarga golongan menengah yang
    kemudian jatuh miskin dan tertindas.
  • Pada usia 8 tahun bersumpah untuk mengabdikan
    seluruh hidupnya bagi kaum miskin dan tertindas
    di seluruh dunia

14
PENDAHULUAN Henry A. Giroux
  • Keberadaan buku Paolo Freire sangat tepat disaat
    krisis pendidikan yang terjadi di Amerika

15
Pemikiran gerakan Konservatif akan sekolah
  • Sekolah telah gagal memenuhi tuntutan kapitalisme
    dan ekonomi pasar
  • Krisis ini bersumber pada kemandegan perekonomian
    Amerika
  • Peran Amerika kurang mewujudkan perdamaian dunia

16
Pemikiran kelompok radikal kiri akan sekolah
  • Sekolah tidak lebih dari sekedar pasar yang
    menawarkan buruh
  • Secara sosial berfungsi sebagai pendukung sistem
    ekonomi kapitalis dan dominasi tertentu
  • Sekolah telah menjadi alat reproduksi ekonomi dan
    budaya

17
Paolo freire memberi alternatif Bersemangat
  • Memunculkan ide pembebasan (emancipatory) dari
    versi filsafat sekular dan religius dalam inti
    pemikiran kaum borjuis
  • Memasukkan pemikiran-pemikiran yang radikal
  • Mengkombinasikan bahasa kritik dan bahasa
    alternatif (the leanguage of possibility)

18
Bahasa kritik Freire
  • Menciptakan model teori pendidikan dengan
    mengaitkan antara teori kritis-radikal dengan
    tuntutan perjuangan radikal
  • Menolak penindasan yang universal
  • Menjelaskan dan memetakan penderitaan masyarakat
    dalam konteks sosial yang berbeda

19
Bahasa alternatif
  • Menjadi filsafat tentang harapan dan perlawanan
    dalam teologi pembebasan

20
Pengertian Dominasi
  • Logika dominasi menunjukan adanya kombinasi
    rekayasa ideologis dan material pada masa lalu
    maupun masa sekarang
  • Freire

21
Konsep Pendidikan Freire
  1. Menghubungan proses perlawanan masyarakat dengan
    karakteristik sosialnya sambil terus menerus
    menanamkan keyakinan untuk melawan kekuasaan yang
    menindas demi meraih kebebasan diri
  2. Pendidikan merupakan sebuah Pilot Project dan
    agen untuk melakukan perubahan guna membentuk
    masyarakat baru (Cultural Politics)
  3. Pendidikan merupakan latihan untuk memahami makna
    kekuasaan dan komponen yang terlibat dalam
    berkomunikasi tidak dalam pola kuasa menguasai

22
Perbedaan Teoritis Freire dengan buku lain
  • Pendidikan merupakan tempat
  • Mendiskusikan masalah politik dan kekuasaan
    secara mendasar
  • Untuk mempertegas keyakinan secara lebih mendalam
    tentang manusia
  • Untuk merumuskan dan memperjuangkan masa depan

23
Sosiologi Pendidikan yang Baru dan Bahasa Kritik
24
  • Yaitu mengkritisi teori pendidikan tradisional
    yang mengabaikan pentingnya hubungan antara
    pengetahuan, kekuasaan dan pendominasian
  • Dan tidak memberi kesempatan untuk
    menumbuhkembangkan tradisi humanistik dalam
    memperlakukan setiap individu

25
Kritikan Golongan Kiri
  • Pada Teori pendidikan tradisional, sekolah hanya
    memberikan sedikit kebebasan pada peserta didik
    yang berasal dari kelas pekerja dan kelompok
    masyarakat tertindas
  • Sekolah merupakan alat canggih untuk membentuk
    hubungan produksi kapitalisme dan melegitimasi
    ideologi kapitalis dalam kehidupan sehari-hari

26
Kritikan Teori Sosiologi Pendidikan
  • Sekolah hanya melakukan transformasi dan
    pembentukan dominasi budaya dengan cara
    menggunakan dan memilih bahasa, membentuk cara
    berpikir, menciptakan hubungan sosial, bentuk
    budaya dan pengalaman tertentu

27
Perbedaan Freire dengan sosiologi pendidikan
  • Dimulai dengan proses produksi yang terdiri dari
    bermacam-macam cara
  • FREIRE
  • Mengawali dan mengakhiri pembahasannya dengan
    logika reproduksi politik, ekonomi dan budaya
  • SOSIOLOGI PENDIDIKAN

28
Teologi Pembebasan dan Bahasa Alternatif
29
Visi filisofis Freire
  • Liberated Humanity

30
Ciri Teologi pembebasan
  • Perlawanan terhadap semua bentuk penindasan
  • Hubungan kritik ideologi dan gerakan massa
  • Visi politik profetiknya berhutang budi pada
    semangat dan dinamika ideologis masyarakat

31
Obat penangkal sinisme
  • Analisa Freire dikatakan utopis karena menolak
    untuk menghindar dari resiko dan bahaya yang
    mengancamnya sebab dia menantang struktur
    kekuasaan yang dominan
  • Visi politiknya profetis karena seharusnya
    manusia meyakini kekuasaan Tuhan sehingga
    memiliki kesadaran dan semangat untuk selalu
    menumpas kebatilan

32
Elemen Teori Pendidikan Freire dalam kontradiksi
  1. Caranya menganalisa dianggap tidak relevan dengan
    konteks Amerika Utara, maka ia mengantisipasinya
    dengan menunjukkan contoh variasi pengalaman
    pendidikannya
  2. Ia tidak pernah menyebutkan karyanya diadaptasi
    dari latar belakang tertentu

33
Freire dan Wacana Kekuasaan
34
  • Kekuasaan dipandang sebagai kekuatan negatif dan
    positif, sifatnya dialektis
  • Kekuasaan bekerja pada dan melalui masyarakat
  • Kekuasaan merupakan daya dorong dari semua
    perilaku manusia untuk mempertahankan hidupnya
    dan berusaha mewujudkan cita-cita

35
Filsafat Freire tentang pengalaman dan produksi
budaya
36
Konsep kebudayaan
  • Konservatif dan progresif
  • kelompok yang tertindas berhak memiliki
    kebudayaan yang progresif dan revolusioner yang
    harus membebaskan mereka dari kekangan
    kelas-kelas yang mendominasi

37
Usulan konsep kekuasaan yang berbudaya, starting
point-nya
  • Kekhususan sosial dan sejarah
  • Masalah-masalahnya
  • Penderitaan
  • Visi dan bentuk tindakan resistensi yang
    membentuk budaya dari kelompok subordinatif

38
Intelektual yang konsisten dan hubungan antara
teori dan praktik
39
INTELEKTUAL
  • Seorang disebut intelektual bila dengan konsisten
    menafsirkan dan memberi makna terhadap hidupnya
    di dunia
  • Turut serta memberikan gagasan bagaimana cara
    memandang dunia
  • Bersifat organik karena bukan orang luar yang
    menerapkan teori pada masyarakat
  • Bergabung dan hidup bersama untuk mengkondisikan
    dalam proyek sosial yg radikal

40
Freire dan konsep sejarah
41
Siapakah kita yang sebenarnya sebagai makhluk
sejarah ?
  • Sejarah ditancapkan dalam bentuk budaya yang
    memaknai pembicaraan, pemikiran, pakaian dan
    tindakan yang menjadi subyek analisa sejarah
  • Sejarah bersifat dialektis

42
BAB IPerilaku Belajar
43
Menulis Bibliografi
  • Menuliskan bibliografi dimaksudkan
  • Merangsang keinginan pembaca
  • Menantang pembaca
  • Memiliki daya tarik

44
Lanjutan
  • 3 type pembaca yang harus diperhatikan dalam
    menulis bibliografi
  • Pembaca yang menjadi sasaran
  • Bibliografi penyusun buku
  • Penulis bibliogafi lainnya

45
Cara mengembangkan sikap kritis dalam belajar
  • Pembaca harus mengetahui peran dirinya
  • - Bukan karena daya piket pengarang
  • - Serius dan analisa yang tajam
  • - Tidak memisahkan diri dari konteks
  • - Mengamati kebenaran fakta dalam teks
  • - Memilah-milah komponen teks bacaan
  • - Merenungkan dan mengaitkan dengan
  • pengetahuan kita sebelumnya.
  • - Timbul hasrat untuk meneliti

46
Lanjutan
  • b.Pada dasarnya praktek belajar adalah bersikap
    untuk dunia
  • - Belajar adalah memikirkan pengalaman
  • - Memikirkan pengalaman adalah cara
  • terbaik untuk berpikir secara benar.
  • - Memelihara ingin tahu sangat menguntungkan.

47
Lanjutan
  • c.Kapan saja mempelajari sesuatu kita dituntut
    lebih akrab dengan bibliografi yang telah kita
    baca,dan juga bidang studi secara umum atau
    bidang studi yang kita alami.
  • d.Perilaku belajar mengasumsikan hubungan
    dialektis antar pembaca dan penulis yang
    refleksinya dapat ditemukan dalam tema teks
    tersebut.

48
lanjutan
  • e.Perilaku belajar menuntut rasa rendah
    hati(sense of modesty)
  • - Jika kita rendah hati dan krisis teks yg
  • sulitpun akan dipahami dengan baik.
  • - Kesabaran dan komitmen yang kuat
  • - Kualitas perilaku belajar tidak bisa di-
  • ukur dengan jumlah halaman yang
  • kita baca semalam atau buku yang kita baca
  • selama satu semester.

49
Lanjutan
  • Belajar bukanlah mengkonsumsi ide,namun
    menciptakan dan terus menciptakan ide.

50
Bab IISebuah Pandangan Kritis Dalam
Pemberantasan Buta Huruf
51
Pandangan Mengenai Buta Hurup
  • Buta huruf dianggap sebagai Racun(poison herb)
  • Buta huruf dianggap sebagai penyakit (disease)
    yang menular pada orang lain. Kadang-kadang buta
    huruf dianggap sebagai bisul yang
    menyengsarakan sehingga harus diobati
  • Selain buta huruf dianggap sebagai racun,
    penyakit bisul yang harus diobati. Juga dianggap
    sebagai Orang yang Hilang oleh karena itu
    metode pemberantasannya dapat memberikan
    kata-kata kepada siswa yang mengandung
    maknasehingga membuat orang menjadi cerdas.
    Sehingga orang yang hilang tadi bisa
    diselamatkan.

52
Teks dan Siswa
  • Teks sebuah gambar ilustrasi rumah kecil yang
    indah dekorasinya, juga dua orang anak yang
    senyum ceria serta sehat dengan tas dipundaknya
    sedang melambaikan tangan kepada orang tuanya
    sewaktu mereka akan berangkat ke sekolah.
  • Siswa diberikan kekuatan harapan (misalnya,
    janji yang diungkapkan secara eksplisit bahwa
    setelah siswa menyelesaikan pelajaran ini,mereka
    akan mendapatkan pekerjaan).

53
Buta Huruf dan Melek Huruf
  • Orang yang menjadi buta huruf karena kondisi
    yang memaksa. Dalam lingkungan tertentu, orang
    yang buta huruf adalah orang yang memang tidak
    butuh untuk membaca. Di lingkungan yang lain, dia
    adalah orang yang hak melek hurufnya dirampas.
    Oleh karena itu tidak ada pilihan lain lewat
    kasus ini
  • 1. Dia hidup di suatu kebudayaan yang
    komunikasinya, jika tidak selalu, kebanyakan
    dilakukan secara lisan. Maka tidak ada gunanya
    mereka mempunyai kemampuan menulis.
  • 2. karena hidup dalam kebudayaan tulis, maka dia
    yang tidak dapat membaca dianggap buta huruf.
    Orang menjadi buta huruf karena oleh belum
    datangnya kesempatan untuk belajar membaca dan
    menulis.

54
Pemberantasan Buta Huruf Yang Transformatif
  • Siswa belajar berdasarkan pengalaman
    sosialnya dalam rangka melakukan transformasi ini
    merupakan cara untuk menekuni pekerjaannya
    masing-masing atau menciptakan dunianya sendiri
    melalui proses itulah mereka mengambil kesimpulan
  • Hambatan untuk mendapat hak belajar secara
    langsung berasal dari rendahnya apresiasi mereka
    selama terhadap hasil kerja mereka sendiri.
  • Apresiasi ini merupakan cara untuk mendapatkan
    pengetahuan sehingga tidak beralasan kalau sampai
    menjadi buta huruf.
  • Kebodohan dan kepandaian seseorang itu tidak
    absolut, sehingga tidak seorang pun berhak
    mengklaim bahwa dirinya yang paling mengetahui
    atau mengklaim orang lain sebagai yang paling
    bodoh.

55
Teori dan Praktik
  • Untuk memahami antara teori dan praktik dalam
    pendidikan perlu melihat hubungan antara keduanya
    dalam kehidupan masyarakat. Ada teori yang
    menjelaskan tetang kelas-kelas yang dominan
    secara umum, dan praktik pendidikan sebagai salah
    satu aspeknya dengan demikian praktik dan teori
    tidak bisa bersifat netral. Sebagai contoh
    kelas-kelas yang dominan tidak perlu berpikir
    untuk menyatukan praktik dan teori ketika mereka
    menunda pekerjaan
  • Secara praktik yang perlu dibicarakan secara
    kritis adalah kata-kata Generatif (generatif
    words) inilah yang membuat siswa berubah status
    yang dari buta huruf menjadi melek huruf, dan
    menjadi modal untuk membuat kalimat dengan kosa
    kata mereka sendiri

56
Lanjutan
  • Disana ada sebuah kesadaran baru ketika kita
    mengetahui bahwa manusia pada hakikatnya, makhluk
    yang berbudaya karena dengan karya dan pekerjaan
    kita bisa dapat berubah dunia (meskipun banyak
    hal yang harus dilakukan dari tahapan pengenalan
    konsep sampai pada transformasi yang nyata.
  • Hal ini sering didiskusikan oleh kelompok pekerja
    urban di Amerika Latin, di Chilli dan
    sebagainya,mereka berkata-berkata sekarang
    tidak ada orang hidup tanpa dunianya sehingga
    bagaimana kalau semua orang akan meninggal dunia.
    Akan tetapi masih ada tanda kehidupan yang lain.
    Apakah ini masih disebut dunia?

57
Bab IIIPetani Sebagai Penulis Buku
Merubah dunia melalui karya, memproklamasikan,
mengekspresikan dunia dan mengekspresikan dirinya
sendiri, semua ini adalah perilaku manusia yang
unik.
58
Pendidikan dalam berbagai tingkat akan lebih
dihargai jika dapat merangsang tumbuhnya
keinginan manusia untuk mengekspresikan diri
secara total.
Hal ini yang tidak dilakukan pendidikan bergaya
bank. Pendidik mengganti ekspresi diri dengan
penyetoran yakni menganggap siswa sebagai modal
(capitalize). Semakin efisien siswa dalam belajar
berarti dia dianggap semakin terdidik.
59
Sesungguhnya masalah ini berkaitan dengan
reformasi pertanian. Jika sistem latifundium
(large estate) diubah menjadi asentamiento
(menempatkan individu-individu sebagai penyewa
awal tanah yang luas dalam perkampungan
tertentu), orang berharap akan muncul bahasa dan
cara baru untuk mengekspresikan pemikirannya.
60
PERAN GURU Guru seharusnya memperhatikan
penyeleksian kata-kata generatif ketika menulis
teks bacaan. Teks tidak boleh mendiskriminasikan
wanita atau pria dalam konteks transformasi yang
mereka lakukan. Tujuan teks itu tidak boleh
hanya menggambarkan sesuatu yang kemudian harus
dihafalkan.
61
Pendidikan seharusnya mengungkapkan kehidupan
nyata yang sebenarnya bermasalah juga
menghadirkan tantangan yang dihadapi siswa setiap
hari. Sebuah kata dalam teks yang sedang
dianalisa dapat membangkitkan diskusi yang hangat
di sekitar isu asentamiento mengatur tata
kehidupan baru, masalah kesehatan, dan kebutuhan
untuk mengembangkan cara yang efektif untuk
menanggapi tantangan yang baru.
62
Semua ini bukan hanya menuntut keyakinan yang
kuat dari para guru sebagai pihak yang berperan
penting, namun juga perlunya evaluasi yang terus
menerus terhadap kerja mereka.
Evaluasi bukan inspeksi. Inspeksi, pendidik hanya
menjadi objek pengamatan pejabat dari pusat.
Kalau evaluasi, setiap orang adalah subjek yang
bekerja sama dengan pejabat-pejabat itu dalam
melakukan kritik dan menjaga jarak dengan kerja
mereka. Evaluasi bersifat dialektis.
63
Jika dalam proses pendidikan itu ditemukan
masalah,masalah itu biasanya berpangkal pada
guru, bukannya kesalahan teori evaluasi yang
berada di luar wilayah pendidikan.
Selama berlangsungnya diskusi tentang masalah
yang ada -seperti kodifikasi- guru seharusnya
meminta para petani untuk menuliskan tanggapannya
-dalam kalimat yang pendek atau terserah mereka-
pertama-tama di papan tulis dan kemudian di atas
kertas.
64
Tujuan dua tahap penulisan Tahap 1, menawarkan
kepada sebuah kelompok diskusi mengenai gagasan
yang ditulis oleh temannya. Agar pengalamannya
dapat dimengerti, maka yang menulislah yang
mengkoordinasikan diskusi ini Tahap 2, adalah
untuk mengembangkan pendapat mereka yang akan
bermanfaat setelah dikumpulkan menjadi sebuah
buku.
65
Kodifikasi yang dilakukan oleh para petani
bukan sekedar bantuan visual yang digunakan para
pendidik untuk membentuk kelas yang baik.
Sebaliknya kodifikasi itu merupakan sebuah objek
pengetahuan yang -dalam menjembatani antara
pendidik dan siswanya- menyingkap tabir kehidupan.
66
Ketika ikut mengurai kodifikasi bersama-sama
dengan guru-guru, berarti mereka menganalisa
kehidupannya sendiri, dan dalam diskusi yang
panjang mereka mengeluarkan segenap ketajaman
penglihatannya terhadap diri mereka sendiri
kaitannya dengan realitas objektif.
Usaha seperti ini akan membantu siswa dan juga
guru untuk menyelesaikan apa yang selalu penulis
sebut dengan visi tentang realitas yang menyatu
dan untuk mendapatkan pemahaman tentang
keseluruhannya
67
PERAN PARA SPESIALIS Sama pentingnya memberikan
motivasi kepada guru dan para ahli yang terlibat
dalam banyak aktivitas di dunia ke tiga -misalnya
ahli agronomi, agrikultura, pegawai kesmas,
pegawai administrasi, dokter hewan- untuk
menganalisa diskusi yang dilakukan petani,
khususnya dalam seminar.
68
Kata perjuangan (struggle), misalnya, menjadi
hidup dalam diskusi itu pada asentamiento yang
berbeda, khususnya mengenai perjuangan untuk
mendapatkan hak tanahnya.
Analisa terhadap diskusi petani dapat melengkapi
rangkaian isu yang relevan dengan komunitas
petani, sehingga dapat dibahas secara
interdisipliner dan dapat menjadi dasar untuk
merencanakan materi program pendidikan untuk
mereka yang sudah melek huruf.
69
Analisa tentang dekodifikasi yang direkam memberi
cahaya terang pada daerah terpencil yang nantinya
akan dijadikan unit-unit belajar dalam berbagai
bidang agrikultura, kesehatan, matematika,
ekologi, geografi, sejarah, ekonomi dst. Yang
penting adalah bahwa setiap bidang ini selalu
diselenggarakan dengan tetap menjaga keterkaitan
dengan kehidupan dan pengalaman nyata petani.
70
Ketika dekodifikasi yang direkam itu
ditranskripsikan, pendidik dan pimpinan komunitas
petani harus menyusun sebuah buku sebagai teks
yang merupakan antologi tulisan para
petani. Lantas, buku-buku ini dibagikan kepada
kelompok tani dari daerah lain. Dengan
mempelajari teks yang mereka tulis sendiri atau
yang ditulis temannya dari daerah lain, berarti
para petani mempelajari sebuah wacana.
71
Akhirnya, diharapkan akan muncul usaha yang lebih
serius untuk mengembangkan pendidikan yang
merangsang petani agar mengekspresikan diri
petani. Cara-cara seperti ini akan lebih cepat
berhasil, dalam arti petani lebih cepat menangkap
pelajaran baca-tulis dan kebenaran yang ada di
balik kehidupan mereka.
72
BAB IVAksi Budaya dan Reformasi Agraria
73
Aksi Budaya dan Reformasi Agraria
  • Reformasi Agraria menuntut pemikiran yang kritis
    tentang sistem kehidupan masyarakat dan
    konsekuensi-konsekuensinya

74
lanjutan
  • Reformasi ini mengisyaratkan keyakinan akan
    peningkatan produksi, namun yang harus di
    diskusikan adalah bagaimana memaknai dan
    meningkatkan produksi tersebut, sebab ada
    pandangan yang keliru mengatakan bahwa
    peningkatan produksi tidak akan tercapai jika
    tanpa kerjasama dengan dunia masa kini. Akibatnya
    petani dijadikan hanya sebagai alat produksi saja

75
  • Hal ini menyebabkan perubahan cara kerja tidak
    dianggap sebagai penciptaan sebuah dunia baru
    sebuah kebudayaan dan sejarah baru yang
    berkebalikan dengan masa sebelumnya. Ini berarti
    bahwa peningkatan produksi bidang agrikultural
    tidak terlepas dari karakteristik kebudayaan

76
  • Budaya menjadi kendala dalam reformasi pertanian,
    sebab petani memndang dan memahami dunia menurut
    pola kebudayaan yang dikendalikan oleh ideologi
    kelompok yang dominan

77
  • Selanjutnya perlu dilakukan aksi vertikal dan
    manipulatif, melibatkan invasi budaya dan aksi
    yang menawarkan sintesa budaya
  • Aksi budaya ini dimulai dengan menyelidiki
    tema-tema generatif dimana petani dapat melakukan
    refleksi dan penilaian diri secara kritis

78
  • Aksi budaya ini hanya akan berarti jika
    dihadirkan sebagai contoh pengalaman sosial
    secara teoritis dimana petani berperan serta

79
  • Akhirnya visi dan kesadaran petani memerlukan
    starting point yang dilakukan guru bersama petani
    untuk mengevaluasi secara kritis pandangan dunia
    mereka, sehingga keterlibatan petani dalam
    transformasi yang sebenarnya menjadi lebih jelas
    dan makin meningkat
About PowerShow.com