PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN (MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING =MRP) - PowerPoint PPT Presentation

Loading...

PPT – PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN (MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING =MRP) PowerPoint presentation | free to download - id: 549a70-NjMyY



Loading


The Adobe Flash plugin is needed to view this content

Get the plugin now

View by Category
About This Presentation
Title:

PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN (MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING =MRP)

Description:

PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN (MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING =MRP) OLEH IR. INDRAWANI SINOEM,MS PENGERTIAN Perencanaan kebutuhan bahan (MRP) adalah suatu konsep dalam ... – PowerPoint PPT presentation

Number of Views:2190
Avg rating:3.0/5.0
Slides: 71
Provided by: int93
Learn more at: http://www.mdp.ac.id
Category:

less

Write a Comment
User Comments (0)
Transcript and Presenter's Notes

Title: PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN (MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING =MRP)


1
PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN (MATERIAL
REQUIREMENTS PLANNING MRP)
  • OLEH
  • IR. INDRAWANI SINOEM,MS

2
PENGERTIAN
  • Perencanaan kebutuhan bahan (MRP) adalah suatu
    konsep dalam manajemen produksi yang membahas
    cara yang tepat dalam perencanaan kebutuhan
    produk dalam proses produksi, sehingga barang
    yang dibutuhkan dapat tersedia sesuai dengan
    kebutuhan (Yudha Astana, 2007).

3
  • Heizer dan Render (2010), MRP adalah model
    permintaan terkait yang mengguna-kan daftar
    kebutuhan bahan, status persediaan, penerimaan
    yang diperkirakan dan jadwal produksi induk, yang
    dipakai untuk menentukan kebutuhan material yang
    akan digunakan.
  • Schroeder (1994), MRP adalah suatu sistem
    informasi yang digunakan untuk merencanakan dan
    mengendalikan persediaan dan kapasitas.

4
  • Tampubolon (2004), MRP merupakan komputerisasi
    sistem persediaan seluruh bahan yang dibutuhkan
    dalam proses konversi suatu perusahaan, baik
    usaha manufaktur maupun usaha jasa.
  • Orlicky et al (1994), MRP merupakan teknik atau
    prosedur logis untuk menterjemahkan Jadwal
    Produksi Induk (JIP) dari barang jadi menjadi
    kebutuhan bersih untuk bebe-rapa komponen yang
    dibutuhkan untuk mengimplementasikan JIP.

5
  • Oden et al, (1998) merupakan sistem ber-basis
    komputer yang mendesain untuk memesan dan
    menjadwalkan permintaan (raw material, komponen,
    sub assemblies)
  • White et al (1987), MRP merupakan akti-vitas
    perencanaan material untuk seluruh komponen dan
    raw material (bahan baku) yang dibutuhkan sesuai
    dengan JIP yang sama dengan permintaan per
    komponen.

6
FUNGSI MRP
  • Pengendalian persediaan material (bahan baku).
  • Sistem perencanaan dan pengendalian produksi.

7
TUJUAN MRP
  • Meminimalkan persediaan
  • MRP menentukan seberapa banyak dan kapan suatu
    komponen diperlukan disesuaikan dengan JIP.
  • Mengurangi resiko karena keterlambatan produksi
    dan pengiriman
  • MRP mengidentifikasikan banyaknya bahan dan
    komponen yang diperlukan baik dari segi jumlahnya
    dan waktunya dengan memperhatikan waktu tenggang
    produksi maupun pengadaan komponen.

8
  • Komitmen yang realistis
  • Dengan MRP, jadwal produksi diharapkan dapat
    terpenuhi sesuai dengan rencana, sehingga
    komitmen pengiriman barang dilakukan secara lebih
    realistis.
  • Meningkatkan efisiensi
  • MRP juga mendorong peningkatan efisien-si karena
    jumlah persediaan, waktu produksi dan waktu
    pengiriman barang dapat direncanakan lebih baik
    sesuai dengan JIP.

9
MANFAAT MRP
  • Peningkatan pelayanan dan kepuasan
  • Peningkatan pemanfaatan fasilitas dan tenaga
    kerja
  • Perencanaan dan penjadwalan persediaan yang lebih
    baik
  • Tanggapan yang lebih cepat terhadap perubahan dan
    pergeseran pasar
  • Tingkat persediaan menurun tanpa mengurangi
    pelayanan kepada konsumen

10
PERMINTAAN DEPENDEN
  • Permintaan dependen (Dependent Demand) adalah
    permintaan untuk sebuah jenis barang yang
    berkaitan dengan per-mintaan jenis barang lain.
  • Contoh permintaan untuk truk F-150 diikuti
    dengan ban dan radiator.
  • Permintaan untuk jenis barang dikatakan dependen
    ketika hubungan antar barang-nya dapat ditentukan.

11
  • Oleh karena itu, ketika manajemen menerima
    pesanan atau membuat perkira-an untuk permintaan
    untuk produk akhir, jumlah yang diperlukan untuk
    semua komponen dapat dihitung karena semua
    komponen merupakan barang dependen.
  • MRP telah berkembang menjadi dasar bagi
    Perencanaan Sumberdaya Perusaha-an (Enterprise
    Resource Planning ERP) karena menyediakan
    struktur bersih untuk permintaan dependen.

12
  • ERP adalah sebuah sistem informasi untuk
    mengidentifikasi dan merencanaan sumberdaya pada
    skala perusahaan yang diperlukan untuk mengambil,
    membuat, mengirim, dan menghitung pesanan
    pelanggan.

13
PERSYARATAN MODEL PERSEDIAAN DEPENDEN
  • 1. Jadwal induk produksi (apa yang akan dibuat
    dan kapan).
  • 2. Spesifikasi atau daftar kebutuhan bahan (bahan
    dan komponen yang diperlukan untuk membuat
    produk)
  • 3. Ketersediaan persediaan (apa yang ada di
    persediaan)
  • 4. Pesanan pembelian yang belum dipenuhi (apa
    yang berada dalam pemesanan juga disebut tagihan
    yang dipekirakan)

14
  • 5. Waktu tunggu (berapa waktu yang dibutuhkan
    untuk mendapatkan berbagai komponen).

15
JADWAL INDUK PRODUKSI (JIP)
  • JIP (Master production schedule MPS) adalah
    suatu jadwal yang akan menunjukkan jumlah produk
    yang akan dibuat dalam tiap-tiap periode dengan
    tujuan untuk mengetahui kapasitas perusahaan
    dalam merencanakan produk-si serta untuk menyusun
    budget.

16
Produksi Kapasitas Persediaam
Pemasaran Permintaan Pelanggan
Keuangan Aliran Uang
Agregat Rencana produksi
Pengolahan Penampilan Pemasok
SDM Perencanaan Staff
Ganti Kebutuhan
JIP
Manajemen Return of invesment Modal
Teknik Penyelesaian Desain
Ganti Kapasitasn
MRP
Apakah perencanaan Kapasitas dipenuhi
Realistis
Tidak
Apakah pelaksanaan Memenuhi perencanaan
Tidak
Laksanakan perencanaan kapasitas
Laksanakan Perencanaan bahan
Proses Perencanaan
17
  • Jadwal produksi induk adalah sebuah per-nyataan
    tentang apa yang akan diproduksi dan bukan
    perkiraan permintaan.
  • Jadwal produksi induk dapat dinyatakan dalam
    salah satu istilah sbb
  • 1. Membuat berdasarkan pesanan make
  • to order (contoh percetakan, bengkel,
  • restoran mewah)
  • 2. Merakit berdasarkan pesanan atau perkiraan
  • assembler to order atau forecast (contoh
  • motor, mobil, restoran siap saji).

18
  • 3. Membuat simpanan berdasarkan per-
  • kiraan stock to forecast (contoh baja,
  • bir, roti, lampu, surat kabar).

19
DAFTAR KEBUTUHAN BAHAN (BILL OF MATERIALBOM)
  • BOM merupakan suatu daftar barang atau material
    yang diperlukan bagi perakitan, pencampuran, atau
    pembuatan produk akhir tersebut dan menunjukkan
    berapa banyak setiap komponen dari bagian produk
    yang akan diperlukan serta merinci semua nama
    komponen, nomor identifika-si, dan sumber bahan.

20
  • Informasi yang dilengkapi untuk setiap komponen
    ini meliputi sbb
  • 1. Jenis komponen
  • 2. Jumlah yang dibutuhkan
  • 3. Tingkat penyusunannya
  • Struktur produk ini dapat digambarkan se-bagai
    sebuah pohon dengan cabang-cabangnya sebagai
    berikut

21
  • Gambar struktur produk
  • Produk A merupakan produk akhir (level 0)
    terbentuk dari 2 sub-rakitan B dan 4 sub rakitan
    C (level 1). Setiap sub-rakitan B terdiri dari 1
    bagian D, 3 bagian E (level 2). Angka dalam
    kurung menunjukkan jumlah unit komponen yang
    bersangkutan.

A
B(2)
C(4)
B(2)
B(2)
B(2)
B(2)
22
  • Contoh Mengembangkan suatu struktur produk dan
    kebutuhan bruto.
  • Speaker Kits, Int. mengemas komponen stereo
    berkualitas tinggi untuk pesanan melalui pos.
    Komponen untuk kit penge-ras suara yang terbaik
    Awesome (A), mencakup 2 kit pengeras suara 12
    inci standar (B) dengan 3 kit pengeras suara
    dengan amp-booster (C). Setiap B terdiri dari 2
    pengeras suara (D) dan 2 kotak pengiriman yang
    masing-masing dileng-kapi dengan kit instalasi
    (E).

23
  • Setiap 3 kit stereo 300 watt (C) memiliki 2
    pengeras suara booster (F) dan 2 kit instalasi
    (E). Setiap pengeras suara booster (F) terdiri
    atas 2 pengeras suara (D) dan 1 amp-booster (G).
  • Total untuk setiap Awesome adalah 4 pengeras
    suara 12 inci standar dan 12 pengeras suara 12
    inci dengan amp-booster (sebagian besar pembeli
    akan memerlukan alat bantu dengar dalam waktu 3
    tahun penggunaan Awesome).

24
Tingkat
A
0
1
B(2)
C(3)
E(2)
E(2)
2
F(2)
D(2)
G(1)
D(2)
3
25
  • Setelah struktur produk telah dikembang-kan, kita
    dapat menentukan jumlah unit dari setiap jenis
    barang yang diperlukan untuk memenuhi permintaan
    pesanan baru sejumlah 50 kit suara Awesome yang
    diuraikan sbb
  • Komponen B 2 x jumlah A 2(50) 100
  • Komponen C 3 x jumlah A 3(50) 150
  • Komponen D 2 x jumlah B 2 x jumlah F
    2(100) (2)(300) 800

26
  • Komponen E 2 x jumlah B 2 x jumlah C
    2(100) (2)(150) 500
  • Komponen F 2 x jumlah C 2(150) 300
  • Komponen G 1 x jumlah F 1(300) 300

27
  • Sistem MRP

JIP
Daftar Material
Daftar Material
Perencanaan Kebutuhan Material
Rencana Pembelian
Rencana Produksi Jangka Pendek
28
CATATAN DAFTAR PERSEDIAAN (INVENTORY RECORD)
  • INVENTORY RECORD terdiri dari data setiap jenis
    barang persediaan, dimana setiap jenis barang
    persediaan tersebut nantinya akan di-butuhkan
    untuk menentukan jumlah kebutuhan bersih.
    Disamping itu juga berisikan tentang faktor
    perencanaan yang dilakukan untuk mene-tapkan
    jumlah waktu untuk merencanakan pe-mesanan.

29
DAFTAR PERENCANAAN DAN DAFTAR SEMENTARA
  • Daftar perencanaan (planning bill) dibuat untuk
    memasukkan sebuah induk tiruan ke dalam daftar
    kebutuhan bahan. Daftar perencanaan ini
    digunakan
  • 1. Ketika ingin mengelompokkan sub-
  • rakitan sehingga banyaknya jenis
  • barang yang akan dijadwalkan ber-
  • kurang.

30
  • 2. Ketika ingin mengeluarkan kit ke
  • departemen produksi.
  • Daftar bahan sementara (phantom bill of material)
    adalah daftar kebutuhan bahan untuk komponen
    (pada umumnya sub-rakitan) yang ada untuk
    sementara. Komponen-komponen ini langsung menuju
    ke perakitan lain dan tidak pernah disimpan.
    Oleh karena itu komponen daftar kebutuhan bahan
    sementara diberi kode untuk mendapatkan perlakuan
    khusus, waktu tunggunya nol dan ditangani sebagai
    sebuah bagian terpadu dari barang induk.

31
CATATAN PERSEDIAAN YANG AKURAT
  • Informasi mengenai apa yang berada dalam
    persediaan adalah hasil dari mana-jemen
    persediaan yang baik. Manajemen persediaan yang
    baik adalah kebutuhan mutlak bagi sebuah MRP
    untuk dapat bekerja. Jika perusahaan belum
    mencapai 99 ketelitian catatan, maka perencanaan
    kebutuhan bahan tidak akan bekerja dengan baik.

32
PESANAN PEMBELIAN YANG BELUM TERPENUHI
  • Informasi mengenai pesanan yang belum dipenuhi
    perlu diketahui sebagai hasil sampingan dari
    departemen pembelian dan pengendalian persediaan
    yang dikelola dengan baik.
  • Ketika pesanan pembelian dipenuhi, catat-an
    pesanan tersebut dan tanggal pengiriman yang
    sudah dijadwalkan harus tersedia bagi karyawan
    bagian produksi.

33
WAKTU TUNGGU UNTUK KOMPONEN
  • Ketika para manajer menentukan kapan produk
    dibutuhkan, mereka menentukan kapan memperoleh
    produk tersebut. Waktu yang diperlukan untuk
    mendapat-kan (yaitu membeli, memproduksi, atau
    merakit) jenis barang dikenal sebagai waktu
    tunggu (lead time).

34
  • Waktu tunggu untuk sebuah barang yang diproduksi
    terdiri atas pemindahan, penye-telanan
    (dimulainya sebuah produksi), dan perakitan atau
    waktu pelaksanaan (run time) untuk setiap
    komponen. Untuk sebuah barang yang dibeli, waktu
    tunggu-nya adalah waktu antara diketahui adanya
    kebutuhan yang menghasilkan pesanan dan ketika
    pesanan tersebut tersedia untuk diproduksi.

35
  • Tabel waktu tunggu untuk pengeras suara Awesome
    (A).

Komponen Utama Waktu (minggu)
A 1
B 2
C 1
D 1
E 2
F 3
G 2
36
Struktur Produk Berfase Wakyu
1
D
2
B
2
E
A
1
2
E
2
C
G
1
3
F
1
D
1
2
3
4
5
6
7
8
Waktu dalam minggu
37
STRUKTUR MRP
Daftar bahan
JIP
MRP dan laporan periode
MRP dan laporan tunggal
Waktu tunggu File induk barang
Saran pembeli
Data persediaan
Laporan Pemesanan yg direncanakan
Program rencana Kebutuhan bahan (komputer dan
perangkat lunak)
Laporan Pengecualian Pesanan terlalu Awal,
terlambat Atau tidak dibutuhkan
Data pembelian
38
RENCANA KEBUTUHAN BAHAN BRUTO (GROSS MATERIAL
REQUIREMENT PLAN)
  • Rencana kebutuhan bahan bruto adalah jadwal yang
    menunjukkan permintaan total untuk sebuah barang
    (setelah dikurangi persediaan di tangan dan
    tagihan terjad-wal) dan (1). Kapan harus dipesan
    dari pemasok, atau (2). Ketika produksi harus
    dimulai untuk memenuhi permintaan pada tanggal
    tertentu.

39
  • Contoh Rencana Kebutuhan Bruto

KU Uraian Minggu Waktu Tungu
KU Uraian 1 2 3 4 5 6 7 8 Waktu Tungu
A Tanggal dibutuhkan Tangal pengiriman pesanan 50 1 minggu
A Tanggal dibutuhkan Tangal pengiriman pesanan 50 1 minggu
B Tanggal dibutuhkan Tangal pengiriman pesanan 100 2 minggu
B Tanggal dibutuhkan Tangal pengiriman pesanan 100 2 minggu
C Tanggal dibutuhkan Tangal pengiriman pesanan 150 1 minggu
C Tanggal dibutuhkan Tangal pengiriman pesanan 150 1 minggu
E Tanggal dibutuhkan Tangal pengiriman pesanan 200 300 2 minggu
E Tanggal dibutuhkan Tangal pengiriman pesanan 200 300 2 minggu
F Tanggal dibutuhkan Tangal pengiriman pesanan 300 3 minggu
F Tanggal dibutuhkan Tangal pengiriman pesanan 300 3 minggu
D Tanggal dibutuhkan Tangal pengiriman pesanan 600 200 1 minggu
D Tanggal dibutuhkan Tangal pengiriman pesanan 600 200 1 minggu
G Tanggal dibutuhkan Tangal pengiriman pesanan 300 2 minggu
G Tanggal dibutuhkan Tangal pengiriman pesanan 300 2 minggu
40
RENCANA KEBUTUHAN BAHAN NETO (NET REQUIREMENT
PLAN)
  • Rencana kebutuhan neto adalah hasil penyesuaian
    kebutuhan bruto terhadap persediaan yang telah
    siap dan penerima-an yang terencana.
  • Persediaan di tangan

Barang Persediaan di tangan
A 10
B 15
C 20
D 10
E 10
F 5
G 0
41
  • Contoh Menentukan kebutuhan bahan neto
  • Komponen B 2 x jumlah A 2(50) 100
  • Komponen C 3 x jumlah A 3(50) 150
  • Komponen D 2 x jumlah B 2 x jumlah F
    2(100) (2)(300) 800
  • Komponen E 2 x jumlah B 2 x jumlah C
    2(100) (2)(150) 500
  • Komponen F 2 x jumlah C 2(150) 300
  • Komponen G 1 x jumlah F 1(300) 300

42
TEKNIK PENENTUAN UKURAN LOT
  • Menurut Heizer dan Render (2005), sebuah sistem
    MRP adalah cara yang sangat baik untuk menentukan
    jadwal produksi dan kebutuhan bersih.
    Bagaimanapun, ketika terdapat kebutuhan bersih,
    maka keputusan berapa banyak yang perlu dipesan
    harus dibuat. Keputusan ini disebut keputusan
    penentuan ukuran lot (lotsizing decision). Ada
    beberapa jalan untuk menentukan ukuran lot dalam
    sebuah sistem MRP, yaitu

43
  • 1. Lot for Lot
  • Menurut Purwati (2008), metode lot for lot
    (LFL), atau juga dikenal sabagai metode
    persediaan minimal, berdasarkan pada ide
    menyediakan persediaan (atau memproduksi) sesuai
    dengan yang diperlukan saja, jumlah persediaan
    diusahakan seminimal mungkin. Jumlah pesanan
    sesuai dengan jumlah sesungguhnya yang diperlukan
    (lot for lot) ini menghasilkan tidak adanya
    persediaan yang disimpan. Sehingga, biaya yang
    timbul hanya berupa biaya pemesanan saja. Asumsi
    yang ada di balik metode ini adalah bahwa pemasok
    (dari luar atau dari lantai pabrik) tidak
    mensyaratkan ukuran lot tertentu artinya
    berapapun ukuran lot yang dipilih akan dapat
    dipenuhi.

44
  • Metode ini mengandung risiko, yaitu jika terjadi
    keterlambatan dalam pengiriman barang. Jika
    persediaan itu berupa bahan baku, mengakibatkan
    terhentinya produksi. Jika persediaan itu berupa
    barang jadi, menyebabkan tidak terpenuhi-nya
    permintaan pelanggan.

45
  • 2. Metode Economic Order Quantity
  • Economic Order Quantity adalah salah satu
    teknik didalam metode perhitungan yang digunakan
    untuk menentukan jumlah dan waktu order suatu
    material sehingga biaya inventori perusahaan
    dapat diminimumkan. Berikut ini adalah penjelasan
    mengenai metode EOQ
  • TC(Q) purchase Cost order cost holding
    cost
  • TC(Q) PD (CD/Q) (HQ)/2
  • Keterangan
  • Q lot size atau jumlah pesanan (unit)
  • D kebutuhan bahan setiap kali pesan
  • C biaya order per order (atau biaya setup
    kalau diproduksi sendiri)
  • P harga
  • H biaya simpan per unit per pesan.
  • Dengan menggunakan derivative total cost
    terhadap Q, maka didapatkan
  • TC(Q) PD (CD)/Q (HQ) / 2
  • dTC/dQ -(CD)/Q2 H/2
  • Syarat optimal titik kritis did TC/dQ 0, maka
    didapatkan

46
  • 3. Part Period Balancing (PPB)
  • Menurut Purwati (2008), metode Penyeimbang
    Sebagian Periode (PPB), merupakan salah satu
    pendekatan dalam menentukan ukuran lot untuk
    suatu kebutuhan material yang tidak seragam, yang
    bertujuan untuk memperkecil biaya total
    persediaan. Meskipun tidak menjamin diperolehnya
    biaya total yang minimum, metode ini memberikan
    pemecahan yang cukup baik.
  • Metode ini dapat menggunakan jumlah pesanan yang
    berbeda untuk setiap pesanan, yang dikarenakan
    jumlah permintaan setiap periode tidak sama.

47
  • Ukuran lot dicari dengan menggunakan pende-katan
    sebagian periode ekonomis
  • (economic part period, EPP), yaitu dengan
    mem-bagi biaya pemesanan dengan biaya
    penyimpan-an per unit per periode.

48
CONTOH PNGUKURAN LOT FOR LOT (LFL)
  • Speaker Kits telah menentukan bahwa satu unit
    pengeras suara 12 inci, biaya pe-nyetelannya
    100 dan biaya penyimpan-annya 1 per periode,
    waktu tunggu 1 minggu. Jadwal produksi seperti
    digambarkan dalam kebutuhan neto untuk perakitan
    adalah sbb

49
Uraian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Kebutuhan Neto 35 30 40 0 10 40 30 0 30 55
Penerimaan terjadwal
Proyeksi persediaan di tangan 35 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Kebutuhan neto 0 30 40 0 10 40 30 0 30 55
Penerimaan pesanan terencana 30 40 10 40 30 30 55
Pengiriman pesanan terencana 30 40 10 40 30 30 55
50
  • Solusi penentuan ukuran LFL ditunjukkan pada
    tabel di atas dengan biaya penyim-panan 0
    karena tidak pernah ada perse-diaan, tetapi tujuh
    penyetelanan terpisah (yang terkait dengan setiap
    pesanan) menghasilkan biaya total 7 x 100
    700.-

51
PENGUKURAN LOT DENGAN EOQ
  • Diketahui
  • Biaya penyetelan/pemesanan 100.-
  • Biaya penyimpanan 1.-
  • Waktu Tunggu 1 minggu
  • Waktu per tahun 52 minggu
  • Tentukan kebutuhan neto dan ukuran lot dengan EOQ
    !

52
  • Penyelesaian
  • Pemakaian rata-rata mingguan (3530400 10
    403003055)/10 27 unit
  • Pemakaian tahunan (D) 27(52) 1.404 unit
  • Biaya penyetelan/pemesanan (S) 100
  • Biaya penyimpanan/pengiriman per tahun per unit
    (H) 1 (52 minggu) 52

53
Uraian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Kebutuhan Neto 35 30 40 0 10 40 30 0 30 55
Penerimaan terjadwal
Proyeksi persediaan di tangan 35 0 43 3 3 66 26 69 69 39
Kebutuhan neto 0 30 0 0 7 0 30 0 0 16
Penerimaan pesanan terencana 73 73 73 73
Pengiriman pesanan terencana 73 73 73 73
54
  • Penyetelan/pemesanan 1.404/73 19 per tahun.
  • Biaya penyetelan/pemesanan 19(100) 1.900.
  • Biaya penyimpanan (73)/2 x (1x52 minggu)
    1.898
  • Biaya penyetelan/pemesanan biaya pe-nyimpanan
    1.9001.898 3.798.
  • Total biaya 10 minggu dengan mengguna-kan EOQ
    (3.798)(10)/52 730.

55
PENGUKURAN LOTDENGAN PPB
  • Diketahui
  • Biaya penyetelan/pemesanan 100.-
  • Biaya penyimpanan 1.-
  • Waktu Tunggu 1 minggu
  • Waktu per tahun 52 minggu
  • Tentukan kebutuhan neto dan ukuran lot dengan PPB
    !

56
  • Penyelesaian
  • Artinya menyimpan 100 unit untuk 1 periode
    akan menghabiskan biaya 100 sama dengan biaya
    satu kali penyetelanan/pemesanan.
  • Sama jika menyimpan 50 unit untuk dua periode
    juga akan menghabiskan biaya 100 (2 periode x 1
    x 50 unit).
  • PPB hanya menambahkan kebutuhan hingga banyaknya
    periode bagian mendekati EPP, pada kasus ini
    EPP100.

57
  • Perhitungan PPB

Periode Di gabung Kebutuhan Neto Kumulatif Sebagian Periode Biaya Biaya Biaya
Periode Di gabung Kebutuhan Neto Kumulatif Sebagian Periode Penyetelan Penyimpanan Total
2 30 0
2,3 70 4040x1
2,3,4 70 40
2,3,4,5 80 7040x110x3 100 70 170
2,3,4,5,6 120 23040x110x340x4
6 40 0
6,7 70 3030x1
6,7,8 70 3030x10x2
6,7,8,9 100 12030x130x3 100 120 220
10 55 0 100 0 100
T o t a l 300 190 490
58
Uraian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Kebutuhan Neto 35 30 40 0 10 40 30 0 30 55
Penerimaan terjadwal
Proyeksi persediaan di tangan 35 0 50 10 10 0 60 30 30 0
Kebutuhan neto 0 30 0 0 0 40 30 0 0 55
Penerimaan pesanan terencana 80 100 55
Pengiriman pesanan terencana 80 100 55
59
  • Jadi Biaya total dengan perhitungan PPB sebesar
    490, dengan biaya penyetelan/ pemesanan total
    sebesar 300 dan biaya penyimpanan total sebesar
    190.

60
PENGEMBANGAN DARI MRP
  • (1). Perencanaan Kebutuhan Bahan II
  • (Material Requirement Planning II) adalah
    sistem Perencanaan sumber daya material (MRP II)
    memadukan semua sistem informasi, memberi-kan
    umpan balik kepada rencana kapasitas, jadwal
    produksi utama dan akhirnya kepada rencana
    produksi. Dalam kasus ini MRP menjadi Material
    Resource Planning (Material Sumber-daya Bahan).

61
  • Dalam MRP II data persediaan dapat diasumsikan
    berdasarkan kerja biaya bahan baku (bukan jumlah
    bahan baku), biaya modal, atau variabel sumber
    daya lain sehingga MRP bias diterapkan bukan
    hanya dalam perusahaan manufaktur saja akan
    tetapi perusahaan yang bergerak di bidang lain,
    seperti restauran dan rumah sakit bisa menerapkan
    sistem ini dalam mengelola pengendalian bahan
    bakunya.

62
  • (2). MRP Loop-Tertutup
  • MRP Loop-tertutup adalah sebuah sistem yang
    menyiadakan umpan balik ke rencana kapasitas,
    jadwal produksi induk, dan rencana produksi
    sehingga peren-canaan dapat tetap berlaku
    sepanjang waktu.

63
  • 3. Perencanaan Kapasitas
  • Perencanaan kapasitas suatu perencanaan
    sumber daya dalam sebuah pusat kerja untuk semua
    pekerjaan yang saat ini dibebankan pada
  • suatu kerja tersebut, semua pekerjaan yang
    direncanakan, dan pesanan yang diharapkan.
    Menurut Daft (2006628) perencanaan kapasitas
    adalah penentuan dan penyesuaian kemampu-an
    organisasi untuk menghasilkan produk dan jasa
    agar dapat memenuhi permintaan.

64
  • Ada beberapa hal untuk meningkatkan kapasi-tas,
    yaitu
  • a. Menciptakan perubahan tambahan dan
  • mempekerjakan orang-orang untuk bekerja
  • pada mereka
  • b. Meminta orang-orang yang ada untuk bekerja
  • lembur untuk menambah kapasitas.
  • c. Mengontrakan keluar pekerjaan ekstra kepada
  • perusahaan lain.
  • d. Memperluas pabrik dan menambahkan lebih
  • banyak peralatan.

65
PERENCANAAN SUMBERDAYA PERUSAHAAN (ENTERPRISE
RESOURCE PLANNINGERP)
  • Kemajuan dalam sistem MRP II yang telah mengikat
    para pelanggan dan para pema-sok.
  • Perencanaan sumberdaya perusahaan (ERP) adalah
    sebuah sistem informasi utk mengidentifikasi dan
    merencanakan sum-berdaya sebesar perusahaan yg
    diperlu-kan utk diambil, dibuat, dikirim, dan
    diper-hiitungkan pada pesanan pelanggan.

66
  • Tujuan ERP mengkoordinasikan bisnis perusahaan
    secara menyeluruh, mulai dari mengevaluasi
    pemasok hingga menagih ke pelanggan.
  • Sistem ERP mencakup
  • 1. Peranti lunak SCM
  • 2. Peranti lunak Manajemen Hubungan
  • Pelanggan (Customer Relationship
  • Management)

67
Kelebihan dan Kekurangan ERP
  • Kelebihan
  • 1. Menyediakan integrasi antara proses
  • rantai pasokan, produksi, dan adminis-
  • trasi.
  • 2. Menciptakan basis data yg umum dan
  • sama.
  • 3. Dapat melakukan perbaikan, rekayasa,
  • proses-proses terbaik.

68
  • 4. Meningkatkan komunikasi dan kolabo-
  • rasi antara berbagai unit dan lokasi
  • bisnis.
  • 5. Memiliki sebuah basis data peranti
  • lunak dengan pengodean yg dapat di-
  • peroleh dengan mudah, tanpa pemesa-
  • nan khusus.
  • 6. Dapat memberikan suatu keuntungan
  • strategis dibandingkan dengan pesaing.

69
  • Kekurangan
  • 1. Sangat mahal
  • 2. Penerapannya memerlukan perombak-
  • an besar pada perusahaan dan proses-
  • proses yg dimiliki.
  • 3. Sangat rumit dan banyak perusahaan
  • tidak dapat menyesuaikan diri.
  • 4. Melibatkan proses berkelanjutan jika
  • ingin diterapkan yg mungkin tidak akan
  • pernah berhenti.

70
  • 5. Keahlian dalam ERP terbatas sehingga
  • menimbulkan masalah berkelanjutan
  • dalam ketenagakerjaan.
About PowerShow.com