IMPLEMENTASI NATIONAL SINGLE WINDOW DI DEPARTEMEN KESEHATAN - PowerPoint PPT Presentation

Loading...

PPT – IMPLEMENTASI NATIONAL SINGLE WINDOW DI DEPARTEMEN KESEHATAN PowerPoint presentation | free to download - id: 78b1d2-YjMzY



Loading


The Adobe Flash plugin is needed to view this content

Get the plugin now

View by Category
About This Presentation
Title:

IMPLEMENTASI NATIONAL SINGLE WINDOW DI DEPARTEMEN KESEHATAN

Description:

implementasi national single window di departemen kesehatan oleh : sekretaris direktorat jenderal bina kefarmasian dan alat kesehatan disampaikan dalam – PowerPoint PPT presentation

Number of Views:22
Avg rating:3.0/5.0
Slides: 23
Provided by: BINF2
Learn more at: http://binfar.depkes.go.id
Category:

less

Write a Comment
User Comments (0)
Transcript and Presenter's Notes

Title: IMPLEMENTASI NATIONAL SINGLE WINDOW DI DEPARTEMEN KESEHATAN


1
IMPLEMENTASI NATIONAL SINGLE WINDOWDI
DEPARTEMEN KESEHATAN
OLEH SEKRETARIS DIREKTORAT JENDERAL BINA
KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN
DISAMPAIKAN DALAM SOSIALISASI DAN PENERAPAN
E-LICENSING DEPARTEMEN KESEHATAN MAHARANI HOTEL ,
17 DESEMBER 2009
2
LATAR BELAKANG
Implementasi ASEAN Single Window pada tahun 2009
mewajibkan Indonesia sebagai negara anggota ASEAN
untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut dan
harus menyiapkan National Single Window) pada
akhir 2008. Kegiatan Single Window di level
nasional harus sudah terlaksana secara menyeluruh
mencakup semua Departemen dan Kementerian/Lembaga
Negara sebagai GA (Government Agencies) yang
mempunyai aktivitas perizinan terkait dengan
Ekspor dan Impor pada akhir tahun 2008
3
DEFINISI NSW
  • National Single Window (NSW) merupakan sistem
    nasional yang akan mengintegrasikan seluruh
    entitas yang berkaitan dengan customs release and
    clereance of cargoes dengan tujuan mempercepat
    penyelesaian proses pelayanan ekspor-impor serta
    peningkatan efektifitas dan kinerja atas
    penanganan lalulintas barang ekspor-impor.

4
RUANG LINGKUP NSW
  • Penyampaian data dan informasi secara tunggal
  • (single submission of data and information),
  • Pemrosesan data dan informasi secara tunggal
  • sinkron (single sunchroous processing of data
  • and information),
  • Pembuatan keputusan secara tunggal untuk
  • pemberian izin kepabeanan dan pengeluaran
  • (single decision-making for custom release and
  • clearance of cargoes)

5
MANFAAT NSW
  • Pembangunan dan penerapan sistem NSW di Indonesia
    dimaksudkan untuk
  • Mempercepat penyelesaian proses ekspor-impor
    melalui peningkatan efektifitas dan kinerja lalu
    lintas barang ekspor-impor.
  • Meminimalisasi biaya yang diperlukan dalam
    penanganan lalulintas barang ekspor-impor,
    terutama terkait dengan proses customs release
    and clearance of cargoes.
  • Meningkatkan validitas dan akurasi data yang
    terkait dengan kegiatan ekspor dan impor.
  • Meningkatkan daya saing nasional dan mendorong
    masuknya investasi.

6
PERIZINAN TERKAIT IMPOR DAN EKSPOR NARKOTIKA,
PSIKOTROPIKA DAN PREKURSOR
  • ImportirTerdaftar Prekursor.
  • Importir Terdaftar Psikotropika.
  • Importir Produsen Prekursor.
  • Importir Produsen Psikotropika.
  • Impor Produsen Narkotika.
  • Surat Persetujuan Impor Prekursor.
  • Surat Persetujuan Impor Psikotropika.
  • Surat Persetujuan Impor Narkotika.

7
Lanjutan..
  • Ekspor Produsen Prekursor.
  • Ekspor Produsen Psikotropika.
  • Eksportir Produsen Narkotika.
  • Surat Persetujuan Ekspor Prekursor.
  • Surat Persetujuan Ekspor Psikotropika.
  • Surat Persetujuan EKspor Narkotika.

8
PAYUNG HUKUM
  • 1. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun
  • 2008 tentang Penggunaan Sistem
  • Elektronik Dalam Kerangka National
  • Single Window
  • 2. Cetak Biru (Blue Print) Penerapan
  • Sistem National Single Window (NSW) di
  • Indonesia
  • 3. Di Departemen Kesehatan adalah
  • Keputusan Menteri Kesehatan RI
  • Nomor 825/Menkes/SK/IX/2008
  • 4. Keputusan Dirjen Binfar dan Alkes tentang
    SLA
  • dan SOP perizinan elektronik di lingkungan
  • Ditjen Binfar dan Alkes

9
  • Keputusan Menteri Kesehatan RI
  • No. 825/MENKES/SK/IX/2008
  • Tanggal 3 September 2008
  • Tentang
  • Pemberlakuan Sistem Elektronik Dalam Kerangka
    Indonesia National Single Window
  • Lingkungan Departemen Kesehatan

10
MENETAPKAN Kesatu Memberlakukan Sistem
Elektronik Indonesia National Single
Window (INSW) di lingkungan
Departemen Kesehatan dalam dokumen
kepabeanan dan perizinan yang berkaitan dengan
ekspor dan/atau impor Narkotika,
Psikotropika, prekursor, Alat
Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan
Rumah Tangga Kedua Pelaksanaan Sistem
elektronik Indonesia National Single
Wndow (INSW) di lingkungan Departemen
Kesehatan dimaksud dilaksanakan oleh Direktorat
Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat
Kesehatan.
11
Ketiga Ketentuan teknis pelaksanaan
prosedur operasional standar
Indonesia National Single
Window (INSW) dan Service Level
Arrangement ditetapkan oleh Direktur
Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat
Kesehatan Keempat Dalam hal sistem
elektronik tidak berfungsi
sebagaimana mestinya, penanganan secara
manual dapat dilaksanakan sesuai
prosedur keadaan darurat yang
ditetaokan oleh Menteri
Keuangan Kelima Keputusan ini mulai
berlaku pada tanggal
ditetapkan, ditetapkan di Jakarta, tanggal 3
September 2006
12
PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR DAN JANJI LAYANAN
PERIZINAN ELEKTRONIK IMPOR NARKOTIKA,
PSIKOTROPIKA DAN PREKURSOR
13
E-LICENSING DEPARTEMEN KESEHATAN
Ditjen Binfar dan Alkes sudah membangun
Elektronik-Licensing (E-Licensing) untuk
perizinan terkait dengan Eksport dan Import serta
sudah terkoneksi dan terintegrasi dengan Portal
NSW di Bea Cukai dengan memanfaatkan jaringan
online yang ada di Pusat Data dan Informasi
(Pusdatin) Depkes RI.
14
  • SELURUH PERIZINAN IMPOR NARKOTIKA PSIKOTROPIKA
    DAN PREKURSOR DILAKUKAN SECARA ELEKTRONIK MELALUI
    www.e-pharm.depkes.go.id, meliputi
  • 1. Permohonan Penunjukan Importir
  • Produsen (IP) dan Importir Terdaftar
  • (IT)
  • 2. Permohonan Perizinan Impor (SPI)
  • 3. Perpanjangan SPI
  • 4. Perubahan SPI
  • 5. Pembatalan SPI

15
Pengiriman Perijinan ke Portal NSW
http//www.insw.go.id
Web-Service
Database
Portal NSW
Intermediary Application
  • Web Service adalah program aplikasi yang dapat
    diakses oleh aplikasi lain sehingga memungkinkan
    terjadinya inter-operabilitas dan interkoneksi
    antar sistem aplikasi.
  • Departemen Kesehatan telah memiliki in-house
    system yang berfungsi sebagai web-service untuk
    proses transfer data perijinan ke portal NSW

16
PERIZINAN SPI/IP/IT ELEKTRONIK
Importir/kuasanya Petugas Administrasi BPOM Petugas Teknis Pejabat Penindak lanjut I II Pejabat Perekomendasi Pejabat Penandatangan
1 2 3 4 5 6 7


Setuju
Permohonan SPI/IP/IT
Aplikasi Online
IP/IT
SPI
Dokumen Pendukung
Verifikasi administrasi
Analisa
Print out
Hasil analisa
Rekomendasi
Tanda Tangan
Verifikasi teknis
Tindak lanjut 1
SPI
Tidak
Ya
Setuju
Konfirmasi ke Pengguna Jasa
Tindak lanjut 2
Revisi jumlah
Transfer data ke NSW Portal
Selesai
17
JANJI LAYANAN (Service Level Arrangement)
  • 1. Lama Waktu Penyelesaian
  • Dihitung dengan kondisi setelah proses input
    data berhasil dan dokumen yang menyertai diterima
    lengkap adalah sbb
  • a. Proses Registrasi Elektronik paling lambat
    2
  • (dua) hari kerja -? Pemberian Pasword
  • b. Permohonan IP/IT Paling lama 5 (lima)
    hari
  • kerja
  • c. Permohonan SPI Paling lama 10 (sepuluh)
  • hari kerja

18
Lanjutan Janji Layanan..
  • d. Permohonan Perpanjangan SPI
  • Paling lama 5 (lima hari kerja)
  • e. Permohonan Perubahan SPI
  • - Memerlukan persetujuan BPOM
  • (10 hari)
  • - Tidak memerlukan persetujuan
  • BPOM (5 hari)

19
2. Biaya Perizinan
  • Seluruh Biaya Perizinan dibebankan kepada
    Pengguna Jasa berdasarkan Peraturan Pemerintah
    (PP) Nomor 13 Tahun 2009 tentang Pendapatan
    Negara Bukan Pajak (PNBP)

20
3. Persyaratan Perizinan
  • Setiap Permohonan Perizinan Wajib Memenuhi Syarat
    Teknis dan Administrasi yang tertuang Mengacu
    Kepada
  • 1. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009
  • tentang Narkotika
  • 2. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997
  • tentang Psikotropika
  • 3. Permenkes Nomor 168/Menkes/Per/II/
  • 2005 tentang Prekursor Farmai

21
ALAMAT E-LICENSING DEPARTEMEN KESEHATAN
  • www.e-pharm.depkes.go.id

http//www.depkes.go.id http//www.binfar.depkes.g
o.id http//www.e-pharm.depkes.go.id
22
Terima Kasih
Untuk Informasi Ditjen Binfar dan Alkes Gedung
Departemen Kesehatan Jalan HR Rasuna Said Kav X-5
No 04-09 Kuningan Jakarta Selatan Perizinan
Narkotika, Psikotropika dan Prekursor Telp/Fax
(021) 5214869
http//www.depkes.go.id http//www.binfar.depkes.g
o.id http//www.e-pharm.depkes.go.id
About PowerShow.com