Analisa Laporan Keuangan - PowerPoint PPT Presentation

Loading...

PPT – Analisa Laporan Keuangan PowerPoint presentation | free to download - id: 76467e-N2UzN



Loading


The Adobe Flash plugin is needed to view this content

Get the plugin now

View by Category
About This Presentation
Title:

Analisa Laporan Keuangan

Description:

Disampaikan Oleh : Irwan, SE, BKP STIE Buddhi, 23 Juli 2011 Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu ... – PowerPoint PPT presentation

Number of Views:238
Avg rating:3.0/5.0
Slides: 21
Provided by: Xp87
Learn more at: http://www.sdmbagus.com
Category:

less

Write a Comment
User Comments (0)
Transcript and Presenter's Notes

Title: Analisa Laporan Keuangan


1
Analisa Laporan Keuangan Pemeriksaan Pajak
  • Disampaikan Oleh
  • Irwan, SE, BKP
  • STIE Buddhi, 23 Juli 2011

2
Pengertian Laporan Keuangan
  • Laporan keuangan adalah suatu penyajian
    terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja
    keuangan suatu entitas
  • Tujuan laporan keuangan adalah memberikan
    informasi mengenai posisi keuangan, kinerja
    keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat
    bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan
    dalam pembuatan keputusan ekonomi.
  • Laporan keuangan juga menunjukkan hasil
    pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan
    sumber daya yang dipercayakan kepada mereka

3
Pengertian Laporan Keuangan
  • Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, laporan
    keuangan menyajikan informasi mengenai entitas
    yang meliputi
  • (a) aset
  • (b) laibilitas
  • (c) ekuitas
  • (d) pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan
    kerugian
  • (e) kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik
    dalam kapasitasnya sebagai pemilikdan
  • (f) arus kas

4
Komponen Laporan Keuangan
  • Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari
    komponen-komponen berikut ini
  • (a) laporan posisi keuangan pada akhir periode
  • (b) laporan laba rugi komprehensif selama periode
  • (c) laporan perubahan ekuitas selama periode
  • (d) laporan arus kas selama periode
  • (e) catatan atas laporan keuangan, berisi
    ringkasan kebijakan akuntansi penting dan
    informasi penjelasan lainnya dan
  • (f) laporan posisi keuangan pada awal periode
    komparatif yang disajikan ketika entitas
    menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara
    retrospektif atau membuat penyajian kembali
    pos-pos laporan keuangan, atau ketika entitas
    mereklasifikasi pos-pos dalam laporan
    keuangannya.

5
KEWAJIBAN PEMBUKUAN
  • Setiap wajib pajak badan danlam negeri wajib
    untuk menyelenggarakan pembukuan yang bertujuan
    untuk menghitung penghasilan netto ataupun rugi
    secara fiskal. (Pasal 28(1) UU No. 28/2007)
  • Pembukuan yang dilakukan dapat didasarkan Standar
    Akuntansi Keuangan (SAK).
  • Untuk tujuan perhitungan pajak terhutang,
    dilakukanlah koreksi fiskal atas laporan keuangan
    komersial.
  • Rekonsiliasi dapat dilakukan sendiri oleh wajib
    pajak. Hal ini sesuai dengan azas self assessment

6
Apa perbedaan antara laporan keuangan komersil
dan fiskal?  
  • 1. Beda tetap
  • 2. Beda Waktu

7
BEDA TETAP
  • 1. Beda Tetap Penghasilan
  • Penerimaan menurut STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
    (SAK) merupakan penghasilan tetapi menurut UU PPh
    bukan merupakan penghasilan.
  • Penerimaan yang menurut SAK bukan merupakan
    penghasilan tetapi menurut UU PPh merupakan
    penghasilan.
  • Menurut SAK, penghasilan yang dikenakan
    pemungutan pajak bersifat final diperhitungkan
    dalam laporan penghasilan sedangkan menurut UU
    PPh tidak masuk dalam laporan penghasilan.

8
BEDA TETAP
  • 2. Beda Tetap Biaya
  • Pengeluaran yang menurut SAK merupakan beban
    tetapi menurut PPh tidak boleh dikurangi dari
    penghasilan bruto
  • Beda Tetap Murni, Beda Tetap yang disebabkan
    tidak dipenuhi syarat-syarat khusus
  • Beda Tetap yang disebabkan praktek-praktek
    akuntansi yang tidak sehat

9
BEDA WAKTU  
  • Beda Waktu merupakan perbedaan biaya tiap tahun
    atau tahun buku karena perbedaan metode yang
    digunakan atau perbedaan penilaian persediaan
    yang digunakan, tetapi secara keseluruhan jumlah
    yang dibebankan sebagai biaya adalah sama

10
Pemeriksaan Pajak
  • Menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan
  • SPT lebih bayar dan / atau rugi.
  • SPT tidak disampaikan atau terlambat.
  • SPT memenuhi kriteria yang ditentukan Dirjen
    Pajak untuk diperiksa.
  • Adanya indikasi tidak dipenuhi kewajiban-kewajiban
    selain kewajiban pada huruf b.
  • Tujuan lain, dalam rangka melaksanakan ketentuan
    peraturan perundang-undangan perpajakan

11
Tujuan Lain Pemeriksaan Pajak
  • Pemberian NPWP secara jabatan atau pencabutan
    NPWP.
  • Pemberian NPKP secara jabatan dan pengukuhan atau
    pencabutan NPPKP
  • Penentuan jumlah angsuran, bagi WP baru.
  • Wajib Pajak mengajukan keberatan atau banding.
  • Pengumpulan bahan untuk penyusunan Norma
    Penghitungan.
  • Pencocokan data dan / atau alat keterangan.
    Penentuan Wajib Pajak berlokasi di daerah
    tertentu.
  • Penentuan tempat terutang PPN dan / atau PPh.
    Pasal 21.
  • Tujuan lainnya

12
RASIO TOTAL BENCHMARKING DAN PETUNJUK
PEMANFAATANNYA
  • (SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR SE
    96/PJ/2009 tanggal 05 Oktober 2009)
  • Dalam rangka meningkatkan pembinaan dan
    pengawasan terhadap Wajib Pajak oleh Kantor
    Pelayanan Pajak, Kantor Pusat Direktorat Jenderal
    Pajak telah menyusun rasio total benchmarking.
    Rasio total benchmarking tersebut dapat digunakan
    sebagai alat bantu untuk menilai kewajaran
    kinerja keuangan dan pemenuhan kewajiban
    perpajakan oleh Wajib Pajak.

13
Rasio Total Benchmarking
  • Rasio Total Benchmarking memiliki karakteristik
    sebagai berikut
  • Rasio Total Benchmarking disusun berdasarkan
    kelompok usaha
  • Benchmarking dilakukan atas rasio-rasio yang
    berkaitan dengan tingkat laba dan input-input
    perusahaan
  • Ada keterkaitan antar rasio benchmark
  • Fokus pada penilaian kewajaran kinerja keuangan
    dan pemenuhan kewajiban perpajakan

14
Rasio Total Benchmarking
  • Total benchmarking hanya merupakan suatu alat
    bantu (supporting tools) yang dapat digunakan
    oleh aparat pajak dalam membina wajib pajak dan
    menilai kepatuhan perpajakannya serta tidak dapat
    digunakan secara langsung sebagai dasar
    penerbitan surat ketetapan pajak.

15
Rasio Total Benchmarking
  • Wajib Pajak yang memiliki kinerja keuangan yang
    lebih rendah daripada benchmark, tidak selalu
    berarti bahwa wajib pajak tersebut tidak
    melaksanakan kewajiban perpajakannya dengan
    benar. Perlu diagnosa lebih mendalam untuk dapat
    menentukan apakah wajib pajak tersebut
    benar-benar tidak patuh atau terdapat
    faktor-faktor lain yang menyebabkan wajib pajak
    memiliki kinerja yang berbeda dengan benchmark.

16
Rasio Total Benchmarking
  • Rasio-rasio yang berkaitan dengan tingkat laba
    dan input-input perusahaan yang dilakukan
    benchmarking terdiri dari
  • Gross Profit Margin (GPM), yaitu rasio antara
    laba kotor terhadap penjualan
  • Operating Profit Margin (OPM), yaitu rasio antara
    laba bersih dari operasi terhadap penjualan
  • Pretax Profit Margin (PPM), yaitu rasio antara
    laba bersih sebelum dikenakan pajak penghasilan
    terhadap penjualan
  • Corporate Tax to Turn Over Ratio (CTTOR), yaitu
    rasio antara pajak penghasilan terutang terhadap
    penjualan
  • Net Profit Margin (NPM), yaitu rasio antara laba
    bersih setelah pajak penghasilan terhadap
    penjualan

17
Rasio Total Benchmarking
  • Dividend Payout Ratio (DPR), yaitu rasio antara
    jumlah dividen tunai yang dibayarkan terhadap
    laba bersih setelah pajak
  • Rasio PPN Masukan, yaitu rasio antara jumlah PPN
    Masukan yang dikreditkan dalam satu tahun pajak
    terhadap Penjualan, tidak termasuk pajak masukan
    yang dikreditkan dari transaksi antar cabang
  • Rasio biaya gaji terhadap penjualan
  • Rasio biaya bunga terhadap penjualan
  • Rasio biaya sewa terhadap penjualan
  • Rasio biaya penyusutan terhadap penjualan
  • Rasio input antara lainnya terhadap penjualan
  • Rasio penghasilan luar usaha terhadap penjualan
    dan
  • Rasio biaya luar usaha terhadap penjualan.

18
Penggunaan Rasio Total Benchmarking
  • Untuk lebih memudahkan dalam penggunaan dan
    pemanfaatannya, nilai rasio-rasio benchmark akan
    dimuat dalam Aplikasi Profile Wajib Pajak
    Berbasis Web (Approweb).
  • Segera setelah nilai-nilai rasio benchmark
    termuat dalam Approweb, para Account
    Representative agar memanfaatkannya dalam
    melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Wajib
    Pajak yang menjadi tanggung jawabnya.
  • Dalam hal nilai-nilai rasio benchmark belum dapat
    dimuat dalam Approweb, para Account
    Representative agar memanfaatkannya secara
    manual.
  • Tindak lanjut hasil pemanfaatan Total
    Benchmarking yang berupa himbauan, konseling,
    atau pemeriksaan mengikuti ketentuan dalam
    Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor
    PER-170/PJ/2007.

19
SESI TANYA JAWAB
  • SELESAI SEMOGA BERMANFAAT

20
KUESIONER
  • KUESIONER HARAP DIISI DENGAN JUJUR
  • KUESIONER TIDAK PERLU DITULIS NAMA
  • KUESIONER DAN FORMULIR PENDAFTARAN DIKUMPULKAN
    DALAM TEMPAT TERPISAH
  • JIKA ADA YANG INGIN SOFT COPY MATERI HARI INI,
    SILAHKAN TULIS DI BALIK FORMULIR PENDAFTARAN
    SAYA MAU
About PowerShow.com