PERANAN LULUSAN - PowerPoint PPT Presentation

Loading...

PPT – PERANAN LULUSAN PowerPoint presentation | free to download - id: 74d200-YTgwZ



Loading


The Adobe Flash plugin is needed to view this content

Get the plugin now

View by Category
About This Presentation
Title:

PERANAN LULUSAN

Description:

Title: BIMBINGAN KARIR DAN KEJURUAN Author: Slamet PH Last modified by: UMUM Created Date: 2/25/2005 9:23:31 PM Document presentation format: On-screen Show (4:3) – PowerPoint PPT presentation

Number of Views:42
Avg rating:3.0/5.0
Slides: 54
Provided by: Slam151
Learn more at: http://pps.uny.ac.id
Category:

less

Write a Comment
User Comments (0)
Transcript and Presenter's Notes

Title: PERANAN LULUSAN


1
PERANAN LULUSAN PPS-UNY DALAM PEMBANGUNAN
NASIONAL (BIDANG PENDIDIKAN)
  • Oleh
  • Prof. Slamet PH, MA, MEd, MA, MLHR, Ph.D.

2
HUKUM-HUKUM KETETAPAN-NYA
  • Kehidupan diciptakan oleh-NYA serba sistem (utuh
    dan benar)
  • Kehidupan diciptakan oleh-NYA serba
    berpasang-pasangan (sebab-akibat)
  • Kehidupan adalah perubahan dan siapa yang tidak
    mau berubah akan punah
  • Jer basuki mowo beyo (setiap cita-cita harus ada
    pengorbanan) dan
  • Tidak penting siapa kita, tetapi apa yang telah
    kita lakukan kepada orang lain.
  • Catatan hanya no 1, 2, dan 3 dielaborasi.

3
1. KEHIDUPAN DICIPTAKAN OLEH-NYA SERBA SISTEM
  • Sistem ciptaan-NYA memiliki sifat utuh dan benar,
    dengan catatan utuh dan benar menurut Hukum-Hukum
    Ketetapan-NYA
  • Sistem utuh benar (utuh dalam arti
    unsur-unsur pembentuk sistem lengkap, benar dalam
    arti menempatkan sesuatu pada tempatnya), lihat
    Gambar 1.
  • Karena kehidupan yang diciptakan oleh-NYA serba
    sistem, maka jika manusia ingin mengenali
    kehidupan hingga sampai sistemnya harus dicapai
    melalui perbuatan berpikir sistem.

4
  • Perbuatan berpikir sistem (utuh dan benar) selalu
    menghasilkan dua hal, yaitu tujuan (sebab) dan
    upaya-upaya untuk mencapainya (akibat)
  • Jika kita ingin melakukan perubahan, maka
    perubahan yang dimaksud adalah tujuan yang
    diinginkan dan baru upaya-upaya yang perlu
    ditempuh untuk mencapai tujuan yang diinginkan
    berubah
  • Oleh karena itu segala upaya yang ditempuh dalam
    kehidupan selalu terikat pada tujuan yang ingin
    dicapai dan jangan sampai melakukan perubahan
    yang tidak bersumber pada tujuan yang ingin
    dicapai.

5
  • Agar tetap pada jalur perbuatan berpikir sistem
    (utuh dan benar), maka segala upaya yang ditempuh
    harus peka terhadap sistem (kepekaan kosmik,
    yaitu sebab-akibat, kesalingterpautan dan
    kesalingtergantungan (interdependensi), holistik
    tidak parsial, entropis (unsur yang satu terutama
    yang lebih kuat berubah akan berpengaruh terhadap
    unsur-unsur yang lain), multi-antar-lintas
    disiplin ilmu, analisis eklektis (perpaduan
    analisis kuantitatif kualitatif), sinkretis
    (penyatuan aliran), dan sinergis (keseluruhan
    unsur memiliki efek lebih besar dari pada
    individual unsur sistem)

6
Kualitas dan Inovasi
Efektifitas
Produktifitas Efisiensi Internal Efisiensi
Eksternal
Gambar 1 Pendidikan Tinggi sebagai Sistem
7
2. KEHIDUPAN DICIPTAKAN OLEH-NYA SERBA
BERPASANG-PASANGAN
  • Ada keinginan yang didorong oleh kebutuhan
    (sebab) dan harus ada upaya- upaya (akibat) yang
    diperlukan untuk mencapai keinginan
  • Kalau dalam pendidikan, ada tujuan pendidikan
    yang ingin dicapai (sebab) dan harus ada
    upaya-upaya (akibat) yang diperlukan untuk
    mencapai tujuan pendidikan.

8
  • Secara visual, PT sebagai sistem
    (seolah-olah) dapat digambarkan dilihat pada
    Gambar 1. Jika ingin menganalisis, dimulai dari
    outcome, output, proses, input, dan berakhir
    pada konteks. Sebaiknya, jika ingin melakukan
    langkah - langkah pemecahan persoalan atau
    menyiapkan, maka arahnya dibalik, yaitu
    dimulai dari konteks, input, proses, output,
    dan berakhir pada outcome. Inilah cara berpikir
    sistem yang runtut.

9
3. KEHIDUPAN ADALAH PERUBAHAN
  • Perubahan adalah suatu keadaan/hal menjadi lain
    dari pada semula (keadaan berbeda dari yang
    semula). Dengan kata lain, perubahan adalah
    kejadian berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang
    lain
  • Perubahan terdiri atas Kehendak-Nya dan atas
    perbuatan manusia akibat kebebasan yang diberikan
    oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia
  • Perubahan atas Kehendak-NYA hanya bisa ditangkap
    dan diungkapkan oleh manusia dalam rangka
    memaknai nilai-nilai kehidupan dan

10
  • tujuan hidup, misalnya kita lahir bayi, menjadi
    anak kecil, menjadi dewasa, menjadi tua, dan
    akhirnya mati. Manusia tidak bisa apa-apa kecuali
    mengikutinya.
  • Selain itu, kehidupan adalah prinsip pembaruan
    diri, kehidupan terus menerus berproses,
    memperbarui dan mengubah diri, sesuatu yang
    berada di luar teori kita yang dangkal mengenai
    hal itu (Pasternak, 1959 339).
  • Perubahan yang dimaksud dalam ceramah ini adalah
    perubahan yang diupayakan oleh manusia (yang
    direncanakan manusia)

11
  • Jika manusia melakukan perubahan, ini berarti
    bahwa manusia yang bersangkutan menjadikan
    keadaan (hal) lain dari pada semula (keadaan/hal
    harus menjadi lebih baik). Perubahan harus
    menjadikan keadaan/hal lebih baik. Jika perubahan
    tidak membawa perbaikan, berarti isi/substansi
    perubahan tidak memuat perubahan dan pelaksanaan
    perubahan gagal. Itulah sering terdengar tentang
    perubahan yang tidak membawa perubahan. Catatan
    berubah atau punah?

12
(No Transcript)
13
  • Jadilah orang yang lebih nyaman dengan perubahan,
    terbiasa memikirkan sesuatu yang belum pernah
    dipikirkan (kreatif dan inovatif), lebih menyukai
    apa yang belum pernah diketahui dari pada yang
    sudah diketahui, lebih senang menyelesaikan
    hal-hal yang lebih sulit dari pada yang lebih
    mudah karena kalau mampu menyelesaikan kesulitan
    tersebut akan terbuka pintu lebar bagi kita, rela
    meninggalkan zona kenyamanan yang dicapai saat
    ini untuk menuju ke kenyamanan yang lebih baik,
    dan lebih senang mengotak-atik masa depan dari
    pada masa lalu. Masa lalu sudah merupakan
    sejarah, yang penting adalah hikmahnya bagi masa
    depan

14
  • Milikilah sifat nyaman terhadap perubahan karena
    perubahan pasti berlangsung, dengan atau tanpa
    kita
  • Perubahan dapat berlangsung secara reaktif,
    aktif, dan/atau proaktif
  • Jadilah agen perubahan yang mampu dan sanggup
    mentransformasi sumberdaya yang ada di sekitarnya
    untuk memperoleh nilai tambah yang menguntungkan,
    baik secara ekonomi maupun nonekonomi, pribadi
    maupun sosial
  • Perubahan memerlukan kepemimpinan trans-
    formasional/visioner

15
  • Dalam melakukan perubahan, manusia harus
    menggunakan kecerdasannya, yaitu selalu berpikir
    dari yang sudah ada dan ke yang belum ada, dari
    yang sekadar materiil ke yang imateriil agar
    manusia kaya materi dan kaya hati, dari yang
    terhingga ke yang tak terhingga, dari yang
    terbatas ke yang tak terbatas (spiritual
    intelligence), dari hal-hal yang dapat disentuh
    (riil) ke hal-hal yang tidak dapat disentuh
    (abstrak), dari yang dapat diukur ke yang tidak
    dapat diukur, dan manusia harus mencari makna dan
    tujuan hidup menurut Hukum-Hukum Ketetapan-Nya
    yang diabadikan dalam Kitab Suci Agama.

16
  • Dalam setiap agama selalu mengandung tiga pesan,
    yaitu (1) Akidah ke-Esa-an Tuhan, (2) konsepsi
    Illahi tentang manusia seutuhnya, dan (3) sejarah
    sebagai guru. Ketiga pesan inilah yang semestinya
    dijadikan sumber inspirasi (petunjuk jalan) bagi
    kehidupan manusia dalam melakukan perubahan, baik
    perubahan struktur/sistem, figur, maupun kultur
  • Dalam beragama diyakini adanya kekekalan (surga
    dan neraka) dan inilah yang membuat keharmonisan
    dan kesehatan rohani manusia dalam setiap
    melakukan perubahan dalam kehidupan sehari-hari
    (jangan membuat perubahan yang menimbulkan
    ketidakharmonisan dan ketidaksehatan rohani).

17
PERAN KREATIVITAS, INOVASI, DAN KEWIRAUSAHAAN
DALAM PERUBAHAN
  • Kreativitas memiliki peran penting dalam
    perubahan karena perubahan memerlukan
    pemikiran-pemikiran segar/baru (bukan meniru) dan
    asli (bukan replikasi) alias orisinil
  • Inovasi juga memiliki peran penting dalam
    perubahan karena perubahan memerlukan
    perbaikan-perbaikan terhadap yang sudah ada tanpa
    harus baru sama sekali, asal memberikan nilai
    tambah

18
  • Kewirausahaan (intinya) adalah seribu akal dalam
    melipatgandakan hasil kerja dan memiliki peran
    yang sangat penting dalam perubahan karena
    perubahan membutuhkan orang-orang berjiwa
    kewirausahaan (kreatif/ inovatif, berani
    mengambil resiko, mengerja-kan secara terbaik,
    dan mampu melipatgandakan hasil kerjanya). Oleh
    karena itu, mewirausahakan warga pendidikan
    merupakan upaya yang harus dilakukan secara
    berkelanjutan agar mereka memiliki jiwa
    kewirausahaan kuat dan mendasarkan pada lentera
    jiwa yang kuat (strong passion) yaitu menikmati
    apa yang dipikirkan melaksanakannya dengan
    senang hati.

19
TUGAS DAN FUNGSI PENDIDIKAN TINGGI
  • Tugas dan fungsi pendidikan tinggi berpijak pada
    Hukum-Hukum Ketetapan-NYA, yaitu (1)
    mengembangkan kualitas peserta didik yang
    mencakup kualitas dasar, kualitas instrumental,
    kualitas ke-Indonesia-an, dan kualitas global
    (2) mencari, menemukan, mengembangkan,
    melestarikan/menjunjung tinggi, dan
    menyebarluaskan ilmu, teknologi, seni (kebenaran,
    kebaikan, keindahan) dan (3) menerapkan ilmu,
    teknologi, dan seni untuk memajukan kehidupan
    masyarakat, bangsa, dan negara

20
KUALITAS MANUSIA INDONESIA YANG DIIDAMKAN DI MASA
DEPAN
  • Mememiliki kualitas dasar kuat (daya fisik, daya
    pikir, dan daya hati)
  • Memiliki kualitas instrumental kuat (penguasaan
    ilmu, teknologi, seni, olahraga, kewirausahaan)
  • Memiliki jati diri ke-Indonesia-an kuat, yaitu
    ber- Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka
    Tunggal Ika
  • Memiliki kualitas global SDM, teknologi,
    manajemen, kepemimpinan, kewirausahaan, dan
    jaringan global

21
KUALITAS MANUSIA INDONESIA
YANG DIIDAMKAN DI MASA DEPAN
Daya Pikir
Kualitas Dasar
Daya Hati
Daya Fisik
Kualitas Manusia Indonesia
Ilmu, teknologi, seni, olah raga, kewirausahaan
Kualitas Instrumental
Pancasila, UUD 45, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika
Kualitas ke-Indonesia-an
SDM, Teknologi, manajemen, kepemimpinan, jaringan
global
Kualitas Global
22
KUALITAS INSTRUMENTAL
Ilmu Keras
Teknologi
  • Matematika
  • Fisika
  • Kimia
  • Biologi
  • Astronomi
  • Konstruksi
  • Manufaktur
  • Transportasi
  • Komunikasi
  • Bio
  • Energi
  • Bahan

Disiplin Ilmu
Ilmu Lunak
Rekayasa Sosial
  • Pemerintahan
  • Kebijakan
  • Manajemen
  • Tata Kelola
  • Kepemimpinan
  • Bisnis
  • Perekonomian
  • Dsb.
  • Sosiologi
  • Politik
  • Ekonomi
  • Psikologi
  • Antropologi
  • Seni
  • Dsb.

23
Cakrawala Kualitas Pendidikan

Regional
Nasional
Kualitas Pendidikan
Internasional
Lokal
24
KUALITAS KEWIRAUSAHAAN
  • Lulusan PPS harus memiliki kualitas
    kewirausahaan. Kewirausahaan adalah kegiatan
    kreatif dan inovatif (seribu akal), terorganisir
    dalam menciptakan produk dan pasar baru yang
    disertasi keberanian mengambil resiko atas hasil
    ciptaannya dan melaksanakannya secara terbaik
    (ulet, gigih, tekun, progresif, sungguh-sungguh,
    pantang menyerah, dan berpijak pada lentera
    jiwa/passion) sehingga hasilnya berlipat ganda.

25
  • Jenis-jenis kewirausahaan adalah bisnis,
    akademik, sosial, dan politik. Apapun jenisnya,
    kewirausahaan memerlukan kemampuan tentang apa
    yang akan dihasilkan/diproduksi, bagaimana cara
    menghasilkan/memproduksi, dan hasilnya/
    produknya untuk siapa. Intinya, kewirausahaan
    adalah seribu akal dan hasilnya berlipat ganda.
    Wirausahawan adalah orang yang memiliki seribu
    akal dan hasil kerjanya berlipat ganda.

26
  • Jadi kualitas manusia Indonesia di masa depan
    sangat menentukan kemajuan bangsa Indonesia dan
    dapat disiapkan melalui PPS yang sekti mondro
    guno (excellent) yaitu yang memiliki
    keunggulan-keunggulan dalam kualitas,
    kreativitas, inovasi, efektivitas,
    produk-tivitas, efisiensi, daya saing, budaya/
    kultur, peradaban, dan kemandirian.

27
KUALITAS PENELITIAN
  • Hasil penelitian baru dan bukan meniru, asli dan
    bukan replikasi
  • Hasil penelitian bermanfaat/berkontribusi
    terhadap pengembangan ilmu, teknologi, seni
    dan/atau memperbaiki praktek-praktek yang
    dilakukan pemerintah dan masyarakat
  • Penggunaan paradigma, pendekatan, dan metode
    penelitian yang cocok/sesuai dengan permasalahan
    penelitian
  • Gaya penulisan yang konsisten (APA/ MLA)
  • Penggunaan bahasa baku dan
  • Teknik-teknik penyajian/penulisan.

28
KUALITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
  • Dari hasil-hasil pengembangan kualitas manusia
    (mahasiswa) dan hasil-hasil penelitian,
    pendidikan tinggi harus mampu mengatasi
    permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, jika
    tidak ingin disebut sebagai menara gading. Saya
    sependapat dengan Prof. Purwo Santoso (2011)
    bahwa pengabdian kepada masyarakat bukanlah beban
    tambahan yang harus dipilih, tetapi justru
    menjadi basis pijakan dalam penyelenggaraan
    pendidikan tinggi.

29
PELAKSANAAN TUGAS FUNGSI PT MEMERLUKAN
WAWASAN BERIKUT
  1. Wawasan religis
  2. Wawasan sistemis
  3. Wawasan ideologis
  4. Wawasan filosofis
  5. Wawasan teoritis
  6. Wawasan empiris
  7. Wawasan metodologis
  8. Wawasan teknis
  9. Wawasan etis/moralis
  10. Wawasan estetis
  11. Wawasan yuridis

30
ISU-ISU KONTEMPORER PENDIDIKAN NASIONAL
  1. Apakah tujuan pendidikan nasional yang dirumuskan
    saat ini mampu mengembangkan kualitas dasar,
    kualitas instrumental, kualitas ke-Indonesia-an,
    dan kualitas global? Sesuai amanat pembukaan UUD
    45)?
  2. Apakah tujuan pendidikan nasional mencakup
    pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan
    masyarakat Indonesia seluruhnya?
  3. Bagaimanakah caranya membangun pendidikan agar
    lulusannya berjati diri Indonesia, yaitu selaras
    dengan karakteristik dan kebutuhan Indonesia?
  4. Apakah pendidikan nasional mampu membangun
    knowledge and moral society?

31
  • 5.Apakah upaya-upaya pembangunan pendidikan saat
    ini ditempuh secara sistem (utuh dan benar)?
    Adakah kecenderungan bahwa kebijakan dibuat
    secara hedonis dan oligarkis? Solusinya?
  • 6.Bagaimanakah caranya membangun pendidikan yang
    mampu mengembangkan kreativitas, inovasi, dan
    kewirausahaan peserta didik?
  • 7.Bagaimanakah caranya mengembangkan pendidikan
    yang mampu membangun kerukunan, kekompakan dan
    perdamaian?

32
  • 8.Kebijakan pendidikan kita dibuat cenderung
    seragam, sedang kondisi riil di lapangan
    (Indonesia) sangat beragam/majemuk/ bhinneka
    sehingga terbesit pertanyaan apakah satu jenis
    kebijakan cocok untuk seluruh daerah yang sangat
    beragam kemajuannya. Perlukah dibuat kebijakan
    yang asimetrik, yaitu kebijakan-kebijakan
    alternatif sebagai pilihan untuk daerah tertentu
    yang tidak harus sama untuk daerah lain di
    seluruh Indonesia (one size for all)? Bagaimana
    jalan keluarnya?

33
  • 9.Apakah regulasi/hukum/peraturan per-
    undang-undangan pendidikan kita saat ini mampu
    menjamin kepastian, keadilan, dan kemanfaatan
    bagi publik? Misalnya UU, PP, Perpres,
    Permendikbud, Permenpan-RB, Perda, dan
    sebagainya?
  • 10.Otonomi daerah telah membuat alokasi anggaran
    belanja personel dan belanja rutin pendidikan
    sangat besar sehingga membuat ruang belanja untuk
    pengembangan pendidikan menjadi kecil. Bagaimana
    solusinya?

34
  • 11.Investasi pada jenis dan jenjang pendidikan
    yang manakah yang paling besar kontribusinya
    terhadap pembangunan manusia seutuhnya dan
    masyarakat Indonesia seluruhnya?
  • 12.Apakah pendidikan dasar kita telah memberikan
    bekal dasar dan latihan-latihan yang dilakukan
    secara benar untuk melanjutkan ke pendidikan
    menengah?
  • 13.Apakah proporsi siswa SMASMK (30 70) sudah
    tepat untuk mendukung pembangunan Indonesia? Apa
    dasarnya?

35
  • 14.Apakah perguruan tinggi kita telah menyiapkan
    mahasiswanya untuk menguasai ilmu dan teknologi
    yang diperlukan untuk mengelola modal-modal yang
    dimiliki Indonesia (ideological, natural, human,
    cultural, financial, and social capitals)?
  • 15.Seberapa besarkah keselarasan antara dunia
    pendidikan dan dunia kerja, baik dalam kuantitas,
    kualitas, lokasi, dan waktu?
  • 16.Apakah pembagian urusan menurut PP 38/2007
    selaras dengan besarnya pendanaan pendidikan
    yaitu 20 APBN dan APBD berdasarkan UUD 45?

36
17.Apakah sertifikasi pendidik memberikan
kontribusi yang signifikan terhadap kinerja
guru? 18.Apakah SKB 5 Menteri tentang
redistribusi guru berjalan dengan lancar?
Mengapa? 19.Apakah alokasi DAU, DAK, Dekon, Dana
Pembantuan pendidikan efektif? 20.Apakah DAK
dapat meningkatkan akses, pemerataan, mutu
pendidikan, dan mengurangi kesenjangan antara
sekolah di desa dan di kota, siswa miskin dan
kaya, geografis sulit? 21.Apakah penataran kepala
sekolah (30.000) yang dilaksanakan pada tahun
2011 efektif?
37
  • 22.Apakah kebijakan-kebijakan dan program-program
    pendidikan yang tertuang dalam Rencana Strategis
    Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009
    dan 2010-2014 telah dievaluasi dengan metodologi
    evaluasi yang benar atau bahkan belum dievaluasi?
  • 23.Apakah kebijakan, perencanaan, dan
    peng-anggaran pendidikan saat ini cukup efektif
    untuk meningkatkan mutu dan memper-sempit
    kesenjangan pemerataan dan mutu pendidikan antara
    wilayah Indonesia barat dan timur, antara kota
    dan daerah pinggiran (hinterland)?
  • 24.Desentralisasi apakah organisasi dan
    manajemen pendidikan di pusat dan di daerah mampu
    meningkatkan secara signifikan kinerja pendidikan
    di Indonesia?

38
  • 25.Apakah standar kompetensi lulusan (SKL) dari
    setiap jenis dan jenjang pendidikan masih relevan
    dengan tuntutan kebutuhan Indonesia dan tuntutan
    abad 21?
  • 26.Apakah standar isi benar-benar mencakup apa
    yang harus, seharusnya, dan dapat diajarkan?
    Mengacu SKL dan dilaksanakan secara efektif?
  • 27.Apakah standar proses pembelajaran mampu
    memberdayakan peserta didik?
  • 28.Apakah standar kompetensi pendidik dan tenaga
    menggambarkan kompetensi ideal?
  • 29.Apakah sarana dan prasarana mendukung
    pelaksanaan standar isi dan standar proses?

39
  • 30.Apakah pengelolaan pendidikan yang telah
    desentralistik benar-benar desentralistik?
  • 31.Apakah pendanaan pendidikan sesuai dengan
    fungsi yang diemban? Yaitu, uang mengikuti fungsi
    sehingga yang dilakukan adalah menguangkan
    program? Atau fungsi mengikuti dana sehingga yang
    dilakukan adalah memprogramkan uang?
  • 32.Apakah standar evaluasi yang diterapkan saat
    ini otentik dan berbasis kompetensi?
  • 33.Mengapa pelaksanaan ujian nasional
    ber-masalah? Apa penyebabnya?

40
  • 34.Bagaimana cara membangun pendidikan agar
    selaras dengan kebutuhan lokal, nasional,
    regional, dan internasional secara proporsional?
  • 35.Berapa proporsi siswa yang perlu disiapkan
    untuk menjadi karyawan/pegawai dan menjadi
    wirausahawan/pengusaha?
  • 36.Apakah organisasi dan pembagian urusan antara
    pemerintah, pemerintah propinsi, dan pemerintah
    kabupaten serta kota sudah proporsional?
  • 37.Bagaimanakah koordinasi vertikal dan
    horisontal pendidikan yang efektif dan efisien?

41
  • 38.Pengambilan keputusan (kebijakan) saat ini
    terkesan hedonis dan oligarkis dan pada umumnya
    kurang mendasarkan data sehingga keberterimaan
    publik terhadap kebijakan pendidikan tergolong
    rendah (misalnya Kurikulum 2013). Solusinya?
  • 39.Bagaimanakah cara memaksimalkan peran dunia
    kerja dalam pendidikan, terutama pendidikan
    kejuruan dan pendidikan tinggi?
  • 40.Kompetensi lulusan yang seperti apakah yang
    sesuai dengan kebutuhan peserta didik, keluarga,
    berbagai sektor dan sub-sub sektornya?
  • 41.Apakah yang seharusnya diajarkan kepada
    peserta didik pada setiap satuan pendidikan?

42
  • 42.Jenis pendekatan pembelajaran yang manakah
    yang sesuai dengan karakteristik peserta didik,
    mata pelajaran, dan yang mampu memberdayakan
    peserta didik?
  • 43.Kompetensi apa sajakah yang harus dimiliki
    oleh pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan
    pendidikan tertentu?
  • 44.Siapa, membiayai berapa banyak, dan untuk apa?
  • 45.Bagaimana cara mengembangkan sarana dan
    prasarana yang lengkap, relevan, dan mutakhir?
  • 46.Bagaimanakah cara mengelola dan
    meng-organisasi pendidikan secara efektif dan
    efisien dalam era desentralisasi dan globalisasi?

43
  • 47.Berapa sebenarnya jumlah dan jenis spektrum
    (kelompok) pendidikan kejuruan yang selaras
    dengan struktur ekonomi Indonesia?
  • 48.Organisasi dan manajemen PTK reformasi
    birokrasi berimplikasi pada penataan ulang
    organisasi dan manajemen saat ini dunia kerja
    belum didudukkan dalam organisasi PTK (dulu ada
    MPKN/MPKP/MS, sekarang mestinya Dewan Pendidikan
    tetapi kurang melibatkan dunia kerja). Apa
    solusinya?

44
  • 49.Kesenjangan pemerataan dan mutu pendidikan
    antara wilayah Indonesia barat dan timur, antara
    kota dan daerah pinggiran (hinterland) terjadi
    akibat kesenjangan struktural, natural, dan
    kultural. Untuk itu perlu diatasi melalui
    intervensi-intervensi oleh pemerintah dan
    pemerintah daerah yang memihak kepada
    daerah-daerah yang tertinggal. Perlukah
    affirmative action policy yaitu kebijakan,
    perencanaan, dan penganggaran yang memihak kepada
    daerah-daerah tertinggal? Selain itu, perlukah
    ditempuh pendekatan kultural untuk meningkatkan
    kesadaran tentang pentingnya pendidikan bagi
    masyarakat?

45
BEBERAPA KEBIJAKAN PENDIDIKAN YANG SEDANG
BERLANGSUNG
  1. Pendidikan karakter (personal dan nasional)
  2. Kurikulum 2013 dan implementasinya
  3. Pendidikan menengah universal
  4. Akademi komunitas
  5. Penyelarasan pendidikan dan dunia kerja (KKNI)
  6. Sosialisasi aktualisasi Pancasila, UUD 45, NKRI,
    dan Bhinneka Tunggal Ika
  7. Reformasi birokrasi Kemdikbud
  8. Pengembangan pendidikan tinggi

45
46
  1. Proporsi jumlah siswa SMASMK dari 7030
    menjadi 3070
  2. Pengelolaan kesenjangan pendidikan (bidik misi,
    redistribusi guru, larangan pungutan, penanganan
    pendidikan daerah (terpencil, tertinggal,
    terpencar, terdepan, perbatasan, pulau kecil,
    BOS, perubahan PP 19/2005 menjadi PP 32/2013,
    buku teks pelajaran, penataan pegawai berbasis
    kompetensi

46
47
PERANAN LULUSAN PPS UNY
  1. Lulusan PPS UNY dapat berperan sebagai ilmuwan,
    teknolog, teknokrat, cendekiawan, atau pembisik
  2. Ilmuwan saya rujuk ke para lulusan PPS yang
    menekuni ilmu-ilmu lunak (ekonomi, politik,
    pendidikan, sosiologi, psikologi, dsb.) dan dalam
    bahasa Inggris disebut scholar, maupun yang
    menekuhi ilmu-ilmu keras (matematika, fisika,
    kimia, biologi, astronomi, dsb.) dan bahasa
    Inggris disebut scientist.
  3. Teknolog saya acukan ke para lulusan PPS yang
    menekuni teknologi konstruksi, manufaktur,
    komunikasi, transportasi, bioteknologi, energi,
    dan/atau bahan.

48
Teknokrat saya padankan ke para lulusan PPS (2)
dan (3) yang menerapkan ilmu dan teknologinya
dalam lingkaran politik yaitu menjadi
pembantu-pembantu kepala negara, kepala daerah
propinsi, kepala daerah kabupaten/kota dalam
menyusun norma, standar, kriteria, dan prosedur
dalam rangka untuk mengarahkan, membimbing,
memfa-silitasi, memberdayakan, mengatur, menjamin
dan mengendalikan, mengelola, memimpin,
mengembangkan organisasi, mengadministrasi,
memantau dan meng-evaluasi, menerapkan tata
kelola yang baik, dan sebagainya untuk tidak
disebut semua.
49
  1. Cendekiawan (intellectual) saya kenakan pada para
    lulusan PPS yang sudi mengamati, yang mempunyai
    perhatian pada kesejahteraan masyarakat, dan yang
    mau mempengaruhi masyarakat dan pemerintahan
    melalui penyebarluasan pikiran-pikirannya.
  2. Pembisik saya padankan pada para lulusan PPS yang
    ingin berpengaruh terhadap penguasa secara
    diam-diam/personal tanpa terpublikkan ide-idenya
    tetapi langsung ke penguasa tanpa diketahui orang
    lain. Untuk budaya Indonesia, ini sangat efektif.
    Berperan dalam memajukan bangsa (a) menerapkan
    dan menyebarluaskan ilmunya dalam rangka
    menyejahterakan dirinya dan masyarakat (2)
    bergerak dalam lingkaran politik dalam rangka
    untuk menjadi teknokrat

50
  1. Bergantung pada kecenderungan masing-masing,
    lulusan PPS UNY bisa berperan dalam memajukan
    bangsa melalui cara-cara berikut (a) menerapkan
    dan menyebarluaskan ilmunya dalam rangka
    menyejahterakan dirinya dan masyarakat luas (b)
    bergerak dalam lingkaran politik dalam rangka
    untuk menjadi teknokrat (c) menjadi
    pemerhati/pengamat kepentingan masyarakat umum
    melalui kajian-kajian kritis (kritik bersifat
    konstruktif) dalam rangka untuk memperbaiki
    kondisi masyarakat umum dan (d) menjadi pembisik
    kepada penguasa negara (presiden, menteri, dsb.)
    melalui pikiran-pikiran

51
  • kritis-konstruktifnya sehingga ide-idenya dapat
    diterima sebagai kebijakan-kebijakan yang akan
    diterapkan oleh para penguasa. Orang-orang
    semacam ini adalah pemain dibelakang layar,
    mereka tidak menjadi penguasa tetapi bisa
    menguasai penguasa.
  • 8. Bergantung pada kecenderungan dari masing-
    masing individu, seseorang bisa memilih peran
    sebagai ilmuwan, teknokrat, cendekiawan, atau
    pembisik. Terlepas dari peran apapun yang
    dimainkan, lulusan PPS UNY diharapkan menerapkan
    sikap keutamaan sebagai berikut.

52
SIKAP KEUTAMAAN YANG HARUS DITERAPKAN OLEH
LULUSAN PPS UNY
  1. LURUH, tenang tidak grusa-grusu
  2. TRAPSILA, bersikap sopan dan santun ter-hadap
    sesama
  3. MARDAWA, lemah lembut tetapi tegas
  4. MANUT CARANING BANGSA, tindakannya berwawasan
    kebangsaan
  5. ANDAP ANSOR, bersikap rendah hati
  6. PRASAJA, berpenampilan wajar tidak berlebihan
  7. TEPA SLIRA, mawas diri dan bertenggang rasa

53
  • ELING, selalu ingat pada Tuhan Yang Maha Esa
    serta Hukum-Hukum-Nya, tidak mentang-mentang (ojo
    dumeh)
  • ULAH BATHIN, melakukan kegiatan rohani untuk
    memperoleh keutamaan dan harmoni hidup
  • AJINING DIRI GUMANTUNG ING LATI, harga diri
    tergantung pada ucapan dan hati nuraninya dan
  • TUT WURI HANDAYANI, ING MADYA MANGUN KARSA, ING
    NGARSA SUNG TULODHO, di belakang mendorong, di
    tengah mempengaruhi, di depan menjadi contoh.
About PowerShow.com