RANCANGAN PEDOMAN PENERAPAN SNI ISO 9001:2008 BAGI UKM Arifin Lambaga Ketua Panitia Teknis Sistem Manajemen Mutu - PowerPoint PPT Presentation

Loading...

PPT – RANCANGAN PEDOMAN PENERAPAN SNI ISO 9001:2008 BAGI UKM Arifin Lambaga Ketua Panitia Teknis Sistem Manajemen Mutu PowerPoint presentation | free to download - id: 73c246-Y2U5Z



Loading


The Adobe Flash plugin is needed to view this content

Get the plugin now

View by Category
About This Presentation
Title:

RANCANGAN PEDOMAN PENERAPAN SNI ISO 9001:2008 BAGI UKM Arifin Lambaga Ketua Panitia Teknis Sistem Manajemen Mutu

Description:

Title: Slide 1 Author: Arif Last modified by: kusmanharyono Created Date: 5/5/2013 9:27:36 PM Document presentation format: On-screen Show (4:3) Company – PowerPoint PPT presentation

Number of Views:2
Avg rating:3.0/5.0
Date added: 21 November 2018
Slides: 41
Provided by: Arif159
Learn more at: http://www.kan.or.id
Category:

less

Write a Comment
User Comments (0)
Transcript and Presenter's Notes

Title: RANCANGAN PEDOMAN PENERAPAN SNI ISO 9001:2008 BAGI UKM Arifin Lambaga Ketua Panitia Teknis Sistem Manajemen Mutu


1
RANCANGAN PEDOMAN PENERAPAN SNI ISO 90012008
BAGI UKMArifin LambagaKetua Panitia Teknis
Sistem Manajemen Mutu
  • Badan Standardisasi Nasional

2
OUTLINES
  • SIAPA UKM
  • MENGAPA UKM YANG MENJADI TARGET
  • TENTANG PEDOMAN SNI ISO 90012008 UNTUK UKM
  • PENUTUP

3
SIAPA UKM
  • MERUPAKAN TULANG PUNGGUNG PEREKONOMIAN DI BANYAK
    NEGARA
  • DI DUNIA, LEBIH DARI 95 USAHA ADALAH UKM
  • DI EROPA, UKM MEWAKILI 99,8 PERUSAHAAN,
    MENYEDIAKAN 67 LAPANGAN KERJA DAN MENCIPTAKAN
    59 TOTAL PDB
  • DI INDONESIA, JUMLAH UKM SEKITAR 55,2 JUTA USAHA,
    MERUPAKAN TULANG PUNGGUNG PEREKONOMIAN INDONESIA,
    MENYUMBANG 60 PDB DAN MENAMPUNG SEKITAR 97
    TENAGA KERJA

4
SIAPA UKM
  • KLASIFIKASI UKM DI EROPA
  • Jumlah karyawan 1 9 orang (mikro),
  • 10 49 orang
    (kecil)
  • 50 249 orang
    (menengah)
  • Pendapatan tahunan
  • - maksimum EU 2 juta (mikro)
  • - maksimum EU 10 juta (kecil)
  • - maksimum EU 50 juta (menengah)

5
SIAPA UKM
  • KLASIFIKASI UKM DI INDONESIA
  • Nilai Asset ( diluar tanah dan bangunan )
  • - Maksimum Rp 50 juta ( mikro )
  • - Antara Rp 50 juta 500 juta ( kecil )
  • - Antara Rp 500 juta 10 M ( menengah )
  • Omset
  • - Maksimum Rp 300 juta (mikro)
  • - Antara Rp 300 juta Rp 2,5 M (kecil)
  • - Antara Rp 2,5 M 50 M (menengah)

6
MENGAPA UKM MENJADI TARGET
  • Beberapa karakteristik UKM digambarkan sbb
  • Kurang peduli terhadap standard.
  • UKM belum sadar tentang keberadaan suatu
    standard khususnya standard terkait bidang
    kegiatan usahanya
  • Belum memahami pentingnya standard dalam
    meningkatkan nilai tambah bagi industrinya.
  • UKM melihat standard sebagai hambatan, bukan
    sebagai solusi
  • Belum mengetahui standard yang relevan dengan
    kegiatannya
  • Kesulitan memperoleh standard karena biaya atau
    karena ketidak tahuan dimana harus diperoleh

7
MENGAPA UKM MENJADI TARGET
  • Kesulitan memahami isi standard, baik karena
    masalah teknis atau karena bahasanya
  • Kesulitan dalam penerapannya, baik karena
    kurangnya pengetahuan maupun ketrampilan
  • Kurang aktifnya UKM dalam menerapkan standard
    dapat dijelaskan melalui fakta bahwa mereka
    kurang dalam hal biaya, pengetahuan dan
    ketrampilan serta waktu
  • Dikutip dari SME access to European standard
    Enabling SME to achieve greater benefit from
    standard and from involvement in standardisation
    oleh Henk J.de Vries, Knut Blind, Axel
    Mangelsdorf, Hugo Verheul dan Jappe van der Zwan

8
MENGAPA UKM MENJADI TARGET
  • Beberapa karakter yang membedakan UKM dengan
    Organisasi besar
  • management - informal, motivasi secara langsung,
    struktur organisai sederhana,membutuhkan defenisi
    yang jelas tentang tanggung jawab/hak
  • personnel beberapa orang, multi skill, fungsi
    terakumulasi, tidak bertanggungjawab secara
    eksklusif untuk SMM
  • dokumentasi lemah dalam hal prosedur
    terdokumentasi
  • kommunikasi - bentuk dan alat sederhana
  • Hubungan supplier-purchaser, customer focus
    tergantung lebih kepada subjek khusus, terbatas
    pada regional area
  • process sedikit, struktur agak simple

9
TENTANG PEDOMAN ISO 9001 UNTUK UKM
  • Pedoman Penerapan SNI ISO 90012008 untuk UKM ini
    diadopsi dari Handbook ISO 9001 for small
    business, What to do
  • Pedoman ini dikembangkan ISO TC 176 bekerjasama
    dengan ITC (The International Trade Centre)
  • Tujuannya adalah agar UKM dapat mengambil manfaat
    maksimum dari ISO 9001 dimana standard ini telah
    menjadi alat utama dari aktivitas kegiatan
    ekonomi dunia

10
TENTANG PEDOMAN ISO 9001 UNTUK UKM
  • Standard ISO 9001 telah digunakan di 176 negara
    oleh business dan organisasi besar maupun kecil,
    oleh pabrikan maupun di sektor layanan
  • Manfaat yang diharapkan adalah
  • - Membentuk kerangka kerja dlm rangka
    peningkatan
  • berkelanjutan dan kepuasan pelanggan.
  • - Memberikan jaminan tentang mutu dalam
    hubungan
  • supplier-customer
  • - Melakukan harmonisasi persyaratan mutu pada
    bidang
  • dan sektor kegiatan

11
TENTANG PEDOMAN ISO 9001 UNTUK UKM
  • - Merupakan alat untuk kualifikasi pada rantai
    pasok global
  • - Menyediakan dukungan teknis untuk regulator
  • - Memberikan kerangka kerja bagi organisasi di
    negara2
  • berkembang dan negara transisi untuk ikut
    berpartisipasi
  • dalam rantai pasok global, perdagangan,
    eksport maupun
  • alihdaya proses bisnis.
  • - Membantu kemajuan ekonomi negara
    berkembang dan
  • negara transisi
  • - Mentransfer praktek-praktek manajemen
    terbaik
  • - Mendorong peningkatan kualitas layanan

12
TENTANG PEDOMAN ISO 9001 UNTUK UKM
  • ISI PEDOMAN INI
  • Memberikan panduan bagi usaha kecil menengah
    dalam menerapkan SNI ISO 90012008

13
Sumber Presentasi Ibu Arini
Outline Panduan SNI ISO 90012008 untuk UKM
Sistem manajemen mutu Bagian ini memberikan gambaran tentang apa itu sistem manajemen mutu SNI ISO 9001.
Panduan tentang ISO 9001 Panduan ini membantu memahami persyaratan standar yang disertai dengan sejumlah contoh dan saran bagaimana persyaratam tersebut dapat dipenuhi.
Pasal 6 Penjelasan lampiran lampiran SNI ISO 9001 menjelaskan isi lampiran dari SNI ISO 90012008
Pasal 7. Langkah-Langkah Menuju Sistem Manajemen Mutu Menjelaskan langkah langkah dalam menerapkan sistem manajemu mutu
Pasal 8. Gambaran sekilas mengenai sertifikasi/ registrasi memuat garis besar proses sertifikasi/registrasi.
Pasal 9 Prinsip sistem manajemen mutu Lampiran C (diambil dari ISO 90002005) berisi delapan prinsip manajemen mutu sebagai konsep utama ISO 9001 yg memberikan dasar bagi top manajemen mengarahkan organisasi menuju peningkatan kinerja.
14
Outline Panduan SNI ISO 90012008 untuk UKM
Lampiran informatif memberikan contoh penerapan bisnis proses, kebijakan dan sasaran mutu, prosedur di bidang pangan dan kerajinan
Lampiran informatif Memberikan contoh panduan mutu umum dari suatu organisasi
15
TENTANG PEDOMAN ISO 9001 UNTUK UKM
  • Panduan tentang SNI ISO 90012008 untuk UKM
  • Panduan SNI ISO 90012008 ini disusun sesuai
    pemanfaatannya.
  • Setiap klausul dijelaskan secara terperinci,
    meliputi
  • - Persyaratan standard SNI ISO 90012008
  • - Panduan penerapan untuk setiap persyaratan
  • - Memberikan contoh sederhana dalam penerapan
  • setiap persyaratan
  • - Memberikan contoh panduan mutu

16

PENDAHULUAN
  • Tujuan pedoman ini memberikan panduan bagi
    organisasi UKM dalam menerapkan SNI ISO 90012008
  • Pedoman SNI ISO 90012008
  • persyaratan, panduan penerapan, penjelasan
    prinsip, langkah, sekilas gambaran sertifikasi
    dan lampiran contoh penerapan
  • Pedoman ini tidak menetapkan persyaratan

17
1. Persyaratan umum
  • Pedoman penerapan pasal 4 sistem manajemen mutu
  • Membangun sistem manajemen mutu
  • Mencatat proses yang dilakukan,
  • mengurutkan tahapan proses tersebut,
  • menetapkan cara menjalankan proses tersebut
    secara benar,
  • Menyediakan personel, peralatan, mesin, modal,
    dan lainnya yang diperlukan untuk menjalankan
    proses tersebut,
  • Melakukan pengecekan apakah proses berjalan
    dengan baik sesuai dengan yang dikehendaki,
  • Melakukan perbaikan yang diperlukan apabila
    terdapat kesalahan dalam pelaksanaan proses.

18
1. Persyaratan umum
Gambar hubungan antara usaha sendiri, suplier,
dan proses yang dilakukan oleh orang lain.
19
1. Persyaratan umum
  • Persyaratan dokumentasi
  • Dokumen yang dibuat dan digunakan (disesuai
    dengan usaha sendiri (Pedoman mutu,Prosedur,Instru
    ksi kerja, misal Persyaratan produk, petunjuk
    proses, gambar,Petunjuk pemakaian peralatan,
    Persyaratan aturan pemerintah, Standar
    Industri(SNI), Jadwal produksi, Daftar suplier)
  • daftar 6 prosedur wajib (pengendalian dokumen,
    pengendalian rekaman, audit internal,
    pengendalian produk yang tidak sesuai, tindakan
    korektif dan tindakan pencegahan)
  • Isi pedoman mutu, contoh rekaman yang
    dikendalikan

20
2. Tanggung jawab manajemen
  • Komitmen manajemen thd mutu dan pelanggan
  • Cara memperoleh informasi keinginan pelanggan
  • Penetapan kebijakan mutu (contoh pada lampiran)
  • Penetapan sasaran mutu (contoh pada lampiran)
  • Penunjukan wakil manajemen (pemilik atau orang
    kepercayaan)
  • Bagaimana melakukan komunikasi dalam organisasi
  • Tinjauan manajemen sebagai alat manajemen untuk
    mengukur sistem berjalan dan terkendali

21
3. Pengelolaan sumber daya
  • Penjelasan bagaimana menyediakan sumber daya yang
    dibutuhkan
  • Sumber daya tidak hanya terbatas kepada personel
    saja, tetapi mencakup juga sumberdaya yg
    diperlukan untuk mengembangkan proses atau
    metoda, seperti keuangan, fasilitas
    peralatan/mesin
  • Menentukan siapa yang mengerjakan apa
  • Menetapkan kebutuhan kompetensi, pelatihan bagi
    karyawan (contoh prosedur pengelolaan sumber daya
    manusia terlampir)
  • Metode Pemeriksaan terhadap kompetensi karyawan
  • Memastikan kondisi kerja yang cocok

22
4. Realisasi produk
  • Bagaimana menetapkan perencanaan manajemen
    proses
  • mempertimbangkan apa persyaratan pelanggan
  • menetapkan sasaran untuk peningkatan
    produktivitas, pengurangan limbah, atau
    ketidaksesuaian, dan bagaimana semua ini akan
    dicapai,
  • menetapkan sumber daya yang diperlukan,
  • menyusun anggaran, membeli mesin, melakukan
    perencanaan produksi, menetapkan instruksi kerja,
  • mengkaji ulang rencana desain
  • menentukan rekaman apa yang diperlukan (misalnya
    laporan inspeksi akhir).
  • memastikan organisasi mengerti dan bisa memenuhi
    persyaratan pelanggan

23
4. Realisasi produk
Proses desain dan pengembangan (jika diberlakukan)
24
4. Realisasi produk
  • Pembelian
  • Penetapan proses pembelian
  • Organisasi harus menetapkan proses pembelian
    material/jasa yang
  • mempengaruhi mutu atau produk yang dihasilkan
  • Kriteria dan dasar pemilihan pemasok
  • Kehandalan pemasok
  • Kemampuan pemasok dalam penyediaan material/ jasa
  • Waktu penyerahan dan harga
  • Pengalaman sebelumnya

25
4. Realisasi produk
  • Produksi dan Penyediaan Jasa
  • Berbagai jenis pengendalian yang dibutuhkan oleh
    organisasi. Contoh pengendalian
  • Sasaran, persyaratan produk, proses dan sumber
    daya,
  • Gambar, jadwal produksi, spesifikasi jasa,
    kriteria kinerja jasa, instruksi operator yang
    berdampak pada produk akhir.
  • Pemeliharaan alat proses
  • Lingkungan kerja yang ditetapkan oleh pelanggan
    atau peraturan

26
4. Realisasi produk
  • Kegiatan validasi dilakukan pada produk yang
    tidak bisa diverifikasi. Ketidak sesuaian
    terhadap produk hanya dapat diidentifikasi
    ketika klien mengajukan keluhan atas ketidak
    sesuaian tersebut, Contoh
  • Proses pembuatan roti,
  • Proses penuangan pelat beton
  • Proses pengelasan
  • Proses perlakuan panas
  • Contoh identifikasi untuk mampu telusur
  • Contoh produk milik pelanggan
  • instrumen pengukuran
  • sepeda motor yang ditinggal untuk diservis atau
    diperbaiki,
  • komponen yang akan dipasang pada papan sirkuit
    cetak
  • pengepakan khusus untuk barang jadi,
  • perlengkapan rumah tangga (mis. mesin cuci) yang
    ditinggal untuk diservis,

27
4. Realisasi produk
  • Contoh preservasi produk
  • Pencegahan korosi pada saat penyimpanan pada
    logam.
  • Tangki penyimpan bahan cair harus dibersihkan
    atau dilakukan proses dekontaminasi sebelum diisi
    ulang dengan bahan cair yang berbeda.
  • Tempat penyimpanan yang dingin untuk makanan
  • Tempat penyimpanan media magnet (mis. video tape,
    audio tape dan disket komputer) di lingkungan
    yang tidak ada magnet.
  • Perbedaan antara pemantauan dan pengukuran
  • Pemantauan adalah kegiatan pengamatan dan
    pengawasan dalam suatu kurun waktu, misalnya
    survei, kuisioner
  • Pengukuran berkaitan dengan penggunaan alat ukur,
    misalnya pita ukur, nilai kuantitatif akan
    diketahui.
  • Alat ukur dapat dikalibrasi atau diverifikasi,
    atau keduanya, sementara alat pemantau dapat
    divalidasi namun tidak bisa dikalibrasi.

28
5. Pengukuran, analisis, dan perbaikan
  • Pemantauan kepuasan pelanggan dapat didasari oleh
    kriteria seperti
  • Dampak pelanggan terhadap organisasi
  • Tingkat kritikal produk atau jasa
  • Jenis sistem produksi seperti volume, batch
    tunggal atau penyedia jasa
  • Order ulang dari pelanggan
  • Cara memantau persepsi pelanggan
  • Menghubungi lewat telepon secara berkala atau
    setelah mengantar produk dan jasa,
  • Kuisioner dan survei,
  • Keluhan, memantau tagihan, klaim jaminan, saran
    atau komplimen yang diterima dari pelanggan
  • Permintaan internal terhadap petugas yang
    berhubungan dengan pelanggan
  • Menganalisis kerugian usaha

29
5. Pengukuran, analisis, dan perbaikan
  • Proses internal audit mencakup
  • Perencanaan audit, misalnya program audit
    keseluruhan, rencana dan lingkup audit individu
    termasuk penugasan internal auditor.
  • Kaji ulang terhadap dokumentasi sistem manajemen
    mutu terkait
  • Kaji ulang informasi terkait seperti laporan
    produksi, kecenderungan kegagalan, keluhan
    pelanggan
  • Pelaksanaan audit ,
  • Pelaporan hasil audit, dan
  • Verifikasi tindakan perbaikan (lihat 8.5.2)
    dengan mengecek laporan hasil audit sebelumnya.
  • Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam
    pengelolaan program audit
  • Kompleksitas prosedur atau proses untuk
    melaksanakan audit individu
  • Kematangan sistem manajemen
  • Pengalaman audit sebelumnya pada bagian yang
    bermasalah
  • Identifikasi kebutuhan audit untuk frekuensi
    audit yang lebih banyak

30
5. Pengukuran, analisis, dan perbaikan
  • Pemantauan dan pengukuran terdiri dari pekerjaan
    pemeriksaan dan pengujian.
  • Beberapa contoh kegiatan pemantauan dan
    pengukuran adalah
  • Pengukuran dimensi,
  • Persetujuan sebelum publikasi pada percetakan,
  • Pencocokan warna,
  • Pemantauan atau mengukur parameter-parameter
    proses seperti waktu, kecepatan atau suhu.
  • Analisis kimiawi
  • Cara pencatatan pemantauan dan pengukuran
  • Rencana mutu
  • Rencana pengambilan contoh,
  • Rencana pemeriksaan dan pengujian,
  • Prosedur,
  • Instruksi,
  • Daftar periksa, dan
  • Order pelanggan.

31
5. Pengukuran, analisis, dan perbaikan
  • Pengendalian produk tidak sesuai
  • Metode dan teknik yang digunakan untuk
    mengendalikan dan merekam ketidaksesuaian
    menggunakan format laporan ketidaksesuaian, atau
    formulir keluhan pelanggan, berisi informasi
    tentang
  • Sifat dari masalah,
  • Evaluasi produk,
  • Disposisi material (di-scrap, dikerjakan ulang,
    di-down grade, konsesi, dikembalikan kepada
    pemasok),
  • Orang yang berwenang melakukan disposisi,
  • Acuan tindakan perbaikan.
  • contoh data dan informasi yang direkam dan
    dianalisis
  • Penyimpangan kinerja proses,
  • Evaluasi mengenai efektivitas pelatihan,
  • Keluhan pelanggan,
  • Waktu yang hilang karena mati mesin (downtime
    machine)
  • Jumlah limbah dan barang yang dikerjakan ulang,
  • Tanggal pengiriman yang terlambat,
  • Kinerja pemasok,
  • Waktu antrian,
  • Tingkat kepuasan pelanggan,
  • Waktu siklus,

32
5. Pengukuran, analisis, dan perbaikan
  • Penggunaan hasil analisis
  • Proses peningkatan terdiri dari
  • Identifikasi peluang potensial untuk meningkatkan
    sistem manajemen mutu,
  • Analisis dan justifikasi (biaya/manfaat) untuk
    melaksanakan tindakan perbaikan,
  • Menentukan ketersediaan sumber daya yang
    diperlukan,
  • Keputusan untuk melaksanakan perbaikan,
  • Pelaksanan perbaikan.
  • Contoh peningkatan area sistem manajemen mutu
  • Komunikasi internal,
  • Tindaklanjut kegiatan,
  • Prosedur terdokumentasi,
  • Efektivitas dari rapat kaji ulang manajemen,
  • Sistem umpan balik pelanggan, dan
  • Program pelatihan (mis. untuk manajemen atau
    untuk internal auditor).

33
5. Pengukuran, analisis, dan perbaikan
  • Tindakan korektif diperlukan saat adanya
    ketidaksesuaian internal (produk
  • atau sistem manajemen mutu), atau yang berasal
    dari sumber luar seperti
  • keluhan pelanggan, klaim jaminan atau masalah
    yang dihadapi dengan
  • pemasok
  • Kegiatan tindakan pencegahan sebaiknya direkam
    dan ditindaklanjuti untuk
  • mengetahui apakah kegiatan- tersebut sudah
    efektif.
  • Contoh penerapan tindakan pencegahan
  • Analisis risiko
  • Rencana pemeliharaan preventif,
  • Alarm, indikator
  • Teknik mistake-proofing (pembuktian kesalahan)

34
Langkah Menuju Sistem Manajemen Mutu
  • Memuat tentang salahsatu contoh langkah2 sukses
    penerapan sistim manajemen mutu
  • Ada 7 (Usulan 8) langkah yang diusulkan, yang
    meliputi
  • - Langkah 1
  • Melibatkan pimpinan puncak
  • - Usulan Tambahan Pemahaman )
  • - Langkah 2
  • Mengidentifikasi proses kunci dan interaksi
    yg
  • dibutuhkan agar memenuhi sasaran mutu
  • - Langkah 3
  • Menerapkan dan mengelola Sistim Manajemen
    Mutu dan
  • prosesnya

35
  • ( lanjutan )....
  • - Langkah 4
  • Membangun Sistim Manajemen Mutu berbasis
    SNI ISO 90012008
  • - Langkah 5
  • Menerapkan sistim, melatih staf dan
    melakukan verifikasi
  • terhadap efektifitas operasi
  • - Langkah 6
  • Mengelola Sistim Manajemen Mutu dan
  • - Langkah 7
  • Bila diperlukan, gunakan sertifikasi pihak
    ketiga, atau
  • sebagai alternatif, terbitkan pernyatan
    diri kesesuaian


36
Gambaran mengenai sertifikasi
  • Berisi hal2 yang harus dipersiapkan sebelum
    melakukan sertifikasi
  • Menjelaskan apa dan siapa lembaga sertifikasi itu
  • Langkah2 proses audit sertifikasi
  • Kewajiban pasca sertifikasi

37
Penjelasan prinsip sistem manajemen mutu
  • Berisi 8 prinsip manajemen mutu sebagaimana
    dijelaskan dalam ISO 90002005
  • Apabila prinsip manajemen mutu ini diterapkan
    oleh pemimpin dalam mengarahkan organisasi maka
    kinerja organisasi akan meningkat.

38
  • 8 prinsip2 manajemen mutu
  • Fokus kepada pelanggan
  • Kepemimpinan
  • Keterlibatan personel
  • Pendekatan proses
  • Pendekatan sistem terhadap manajemen
  • Peningkatan berkelanjutan
  • Pendekatan faktual dalam pengambilan keputusan
  • Hubungan pemasok yang saling menguntungkan

39
Lampiran informatif
  • Contoh panduan mutu
  • Contoh bisnis proses, kebijakan mutu, sasaran
    mutu untuk pangan dan dan kerajinan
  • contoh prosedur audit internal, pengelolaan SDM

40
  • TERIMA KASIH
About PowerShow.com