Analisis laporan Keuangan - PowerPoint PPT Presentation

Loading...

PPT – Analisis laporan Keuangan PowerPoint presentation | free to download - id: 7348f8-NThlY



Loading


The Adobe Flash plugin is needed to view this content

Get the plugin now

View by Category
About This Presentation
Title:

Analisis laporan Keuangan

Description:

Title: Analisis laporan Keuangan Author: Tito Dasuki Last modified by: Tito Dasuki Created Date: 4/7/2013 7:06:36 AM Document presentation format – PowerPoint PPT presentation

Number of Views:61
Avg rating:3.0/5.0
Slides: 41
Provided by: Tit131
Learn more at: http://mfmdatakuliah.files.wordpress.com
Category:

less

Write a Comment
User Comments (0)
Transcript and Presenter's Notes

Title: Analisis laporan Keuangan


1
Analisis laporan Keuangan
  • Analisis ratio
  • dan
  • Laporan Arus Kas

2
  • Kelangsungan hidup perusahaan sangat bergantung
    pada bagaimana perusahaan tersebut mampu
    mengelola penerimaan kas dan pembayaran kas
    secara efisien dan efektif.
  • Ketika menganalisa arus kas, para kreditor dan
    pemasok akan memfokuskan pada kemampuan membayar
    untuk memastikan bahwa klaim mereka dapat
    dipenuhi hanya dengan kas.
  • Para pemegang saham dan calon investor potensial,
    yang tertarik pada ROI juga akan melakukan
    penilaian terhadap kecukupan kas.

3
  • Untuk membantu analisis terhadap arus kas,
    profesi akuntansi telah meminta setiap perusahaan
    untuk menerbitkan laporan arus kas dalam laporan
    tahunannya.
  • Tujuan laporan arus kas adalah untuk memberikan
    informasi yang relevan dan tepat waktu tentang
    kas masuk dan kas keluar perusahaan, sehingga
    dapat digunakan oleh para investor, kreditor dan
    pihak lainnya untuk menilai
  • Kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas
    positif di masa datang
  • Kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban dan
    dividen
  • Mengetahui penyebab perbedaan antara laba bersih
    dan arus kas bersih
  • Mengetahui pengaruh aktivitas investasi dan
    pendanaan, baik yang kas maupun non-kas terhadap
    kondisi keuangan perusahaan

4
Teknik Analisis Ratio Arus Kas
  • Terdapat 3 area kepentingan yang akan diatensi
    oleh pengguna laporan arus kas
  • Likuiditas dan solvabilitas
  • Pengeluaran modal dan investasi (memberikan
    sinyal tentang kemampuan perusahaan untuk
    mempertahankan investasi dalam capital asset.
  • Cash flow return (komplemen dari pengukuran
    profitabilitas berbasis akrual, seperti return on
    sales dan return on investment.
  • Ratio ini tidak memberikan jawaban, namun
    seringkali memberikan indikasi apa yang
    diharapkan.

5
  • Pembahasan ratio-ratio arus kas dalam slide ini
    akan didasarkan pada data laporan keuangan
    neraca, laporan laba-rugi, dan laporan arus kas
    PT Netra Jaya, yang disajikan secara komparatif
    sebagai berikut Data Keuangan

6
Ratio Likuiditas
  • Ratio likuiditas menggambarkan kemampuan
    perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek
    pada saat jatuh tempo.
  • Ratio likuiditas yang menyangkut dengan laporan
    arus kas adalah sebagai berikut
  • Current Cash Debt Coverage
  • Cash Dividend Coverage

7
Current Cash Debt Coverage
  • Ratio cash flow from operation (CFO) dan average
    current liabilities ini menggunakan jumlah
    sepanjang periode (rata-rata) dan tidak
    menggunakan saldo pada tanggal tertentu. Average
    current liabilities dihitung dengan menjumlahkan
    saldo awal dan akhir, kemudian dibagi 2.
  • Formula ratio ini adalah sebagai berikut
  • Current Cash Debt Coverage
    CFO
  • Average Current Liabilities

8
Contoh
  • Untuk tahun 2010, dengan CFO perusahaan sebesar
    Rp. 135.163 dan average current liabilities
    sebesar Rp.234.205 ((Rp.206.248 Rp.262.162)/2),
    maka current cash debt coverage adalah sebesar
    57,7. Angka ratio ini menunjukkan bahwa
    kewajiban lancar perusahaan 57,7 dijamin oleh
    CFO. Angka ratio ini dianggap cukup baik, karena
    sebuah riset menyarankan bahwa perusahaan
    sebaiknya memiliki angka ratio ini sebesar 40
    atau lebih.
  • Data Keuangan.xls

9
Cash Divided Coverage
  • Ratio ini memberikan bukti tentang kemampuan
    perusahaan untuk memenuhi komitmen pembayaran
    dividen dengan menggunakan kas yang dihasilkan
    dari aktivitas operasi.
  • Ratio ini dinyatakan dengan formula sebagai
    berikut
  • Cash Dividend Coverage CFO
  • Dividen Dibayar

10
Contoh
  • Cash dividend coverage untuk tahun 2010 adalah
    2,4 kali, yaitu CFO sebesar Rp.135.163 dibagi
    dengan dividen yang dibayarkan sebesar Rp.55.883.
  • Yang berarti CFO yang diperoleh perusahaan selama
    tahun 2010 dapat digunakan untuk membayar dividen
    sebanyak 2,4 kali.
  • Data Keuangan.xls

11
Cash Divided Coverage
  • Ratio ini dapat dimodifikasi untuk menggambarkan
    pembayaran kepada seluruh pemegang saham atau
    hanya kepada pemegang saham biasa saja.
  • Untuk menggambarkan pembayaran dividen kepada
    pemegang saham biasa saja, maka numerator harus
    dikurangi saham preferen, sedangkan
    denominatornya adalah dividen yang dibayarkan
    kepada pemegang saham biasa saja.

12
Ratio Solvabilitas
  • Ratio solvabilitas menggambarkan kemampuan
    perusahaan untuk membayar kewajiban jangka
    panjang.
  • Ratio solvabilitas yang menyangkut dengan laporan
    arus kas adalah sebagai berikut
  • Cash Long-term Debt Coverage
  • Cash Interest Coverage

13
Cash Long-term Debt Coverage
  • Ratio ini mengatasi keterbatasan debt ratio,
    karena memberikan titik berat perhatiannya secara
    langsung kepada kas, sehingga dapat dikatakan
    bahwa semakin tinggi ratio ini, semakin baik.
  • Cash long-term debt coverage ratio dapat dihitung
    dengan formula sebagai berikut
  • Cash Long-term Debt Coverage
    CFO
  • Average Total Liabilities

14
Contoh
  • Cash Long-term Debt Coverage untuk tahun 2010
    adalah 39,5, yaitu CFO sebesar Rp.135.163 dibagi
    average total liabilities sebesar Rp.342.487,5
    ((Rp.307.758 377.217)/2).
  • Ratio ini dapat dimodifikasi dengan mengurangkan
    dividen yang dibayarkan dari CFO, sehingga
    diperoleh angka retained operating cash flow.
  • CFO dikurangi dividen yang dibayarkan sebagai
    angka numerator akan menghasilkan ukuran yang
    lebih baik tentang jumlah kas yang tersedia untuk
    reinvestment.
  • Data Keuangan.xls

15
Cash Interest Coverage
  • Ukuran lebih baik untuk menggambarkan interest
    coverage adalah CFO (ditambah bunga dan pajak
    dibayarkan) dibagi dengan bunga yang sesungguhnya
    dibayarkan (bukan biaya bunga).
  • Ukuran ini lebih pragmatis, karena bunga dibayar
    dengan kas dan mengurangi kas dari aktifitas
    operasi.
  • Ratio Cash Interest Coverage dihitung dengan
    formula sebagai berikut
  • Cash Interest Coverage CFOInterest
    PaidTaxes Paid

  • Interest Paid

16
Contoh
  • Cash Interest Coverage untuk tahun 2010 adalah
    38,7 kali, yaitu CFO ditambah bunga dan pajak
    yang dibayarkan sebesar Rp.202.984 (Rp.134.163
    Rp.5.245 Rp.62.576) dibagi dengan bunga yang
    dibayarkan sebesar Rp.5.245.
  • Bila dibandingkan dengan tahun 2009 sebesar 35,7
    kali, maka Cash Interest Coverage tahun 2010
    mengalami kenaikan.
  • Tanpa mengetahui ratio rata-rata industri, agak
    sulit untuk dapat menentukan dimana posisi
    perusahaan. Namun demikian, secara umum dapat
    dikatakan bahwa semakin tinggi ratio ini semakin
    baik.
  • Data Keuangan.xls

17
Ratio Capital Expenditure dan Investasi
  • Perusahaan juga harus mampu mempertahankan aktiva
    modalnya (capital Assets) dan financial
    expenditure-nya untuk dapat meningkatkan basis
    aktivanya.
  • Untuk menilai apakah sebuah perusahaan dapat
    memenuhi pengeluaran-pengeluaran tersebut telah
    dikembangkan beberapa ratio
  • Capital Acquisitions Ratio
  • Investment / CFO Plus Ratio
  • Operation/investment Ratio
  • Cash Reinvestment Ratio

18
Capital Acquisitions Ratio
  • Ratio ini menggambarkan bagaimana perusahaan
    mampu membiayai capital expenditure saat ini.
  • Pada numerator, CFO dikurangi dengan dividen yang
    dibayarkan untuk menunjukkan jumlah kas yang
    ditahan oleh perusahaan dan tersedia untuk
    melakukan reinvestasi. Ratio ini dihitung dengan
    formula sebagai berikut
  • Capital Acquisitions Ratio CFO Dividend Paid
  • Capital Expenditure

19
Contoh
  • Capital Acquisition ratio untuk tahun 2010 adalah
    80,7, yaitu CFO dikurangi dividen yang
    dibayarkan sebesar Rp.79.280 (Rp.135.163
    Rp.55.883), dibagi dengan capital expenditure
    sebesar Rp.98.216.
  • Sedangkan tahun 2009 adalah 166,9, yaitu
    (Rp.192.117 Rp.53.322) dibagi dengan Rp.83.149.
  • Dibanding tahun 2009, ratio tahun 2010 mengalami
    penurunan yang sangat signifikan karena adanya
    penurunan pada CFO, dan memerlukan perhatian
    khusus.
  • Data Keuangan.xls

20
Investment/CFO Plus Finance Ratio
  • Seorang analis dapat menilai bagaimana investasi
    yang dilakukan perusahaan dibiayai dengan
    membandingkan antara arus kas dari aktivitas
    investasi (net cash flow for investing/CFI) dan
    arus kas aktivitas operasi (CFO) ditambah arus
    kas dari aktivitas pendanaan (net cash flow from
    financing/CFF).
  • Ratio yang dapat digunakan adalah investment/CFO
    plus finance ratio yang dihitung dengan formula
    sebagai berikut
  • Investment/CFO Plus Finance Ratio Net
    CFI
  • Net CFO CFF

21
Contoh
  • Investment/CFO plus finance ratio untuk tahun
    2010 adalah sebesar 221,0, yaitu CFI sebesar
    Rp.88.163 dibagi dengan CFO ditambah CFF sebesar
    Rp.39.898 (Rp.135.163 Rp.95.265).
  • Ratio yang rendah menunjukkan bahwa porsi
    investasi yang dibiayai dari aktivitas operasi
    dan investasi rendah, dan semakin rendah angka
    ratio ini semakin baik.
  • Data Keuangan.xls

22
Operation/investment Ratio
  • Untuk menilai potensi perusahaan dalam melakukan
    ekspansi pendanaan dari sumber dana intern dapat
    dihitung ratio yang membandingkan antara arus kas
    operasi (CFO) dan arus kas investasi (CFI).
    Semakin tinggi angka ratio ini, berarti
    perusahaan semakin tidak harus menggantungkan
    diri pada sumber pembiayaan ekstern.
  • Formula operation/investment ratio adalah sebagai
    berikut
  • Operation/investment Ratio CFO
  • CFI

23
Contoh
  • Operations/investment ratio untuk tahun 2010
    adalah 153,3, yaitu CFO sebesar Rp.135.163
    dibagi CFI sebesar Rp.88.163.
  • Dibanding ratio tahun 2009 sebesar 240,3, ratio
    tahun 2010 mengalami penurunan, yang disebabkan
    oleh penurunan arus kas operasi (CFO).
  • Data Keuangan.xls

24
Cash Reinvestment Ratio
  • Cash reinvestment ratio membandingkan antara arus
    kas yang ditahan untuk reinvestasi dengan aktiva
    tidak lancar ditambah modal kerja, dengan formula
    sebagai berikut
  • Cash Reinvetment Ratio CFO Dividend
    Paid
  • noncurrent Asset working capital

25
Contoh
  • Cash reinvestment ratio tahun 2010 adalah 5,3,
    yaitu CFO dikurangi dividen dibayar sebesar
    Rp.79.280 (Rp.135.163 -Rp.55.883), dibagi
    noncurrent asset ditambah working capital sebesar
    Rp.1.503.977 (Rp.958.692Rp.139.660Rp.20.857(Rp.
    591.016 -Rp.206.248)).
  • Ratio ini menjadi ukuran yang berguna untuk
    melihat porsi arus kas yang dapat digunakan untuk
    mengganti aktiva yang ada dan melakukan ekspansi.
  • Semakin besar reinvestasi, semakin besar
    ekspektasi bahwa CFO akan meningkat.
  • Angka cash reinvestment ratio yang wajar berkisar
    antara 7 sampai 11.
  • Data Keuangan.xls

26
Cash Flow Return Ratio
  • Pada ratio berbasis akrual, ROI dihitung dengan
    formula ROI.
  • Cash Flow return on investment juga dapat
    dihitung dengan menggunakan formula yang sama
  • Overall Cash Flow Ratio
  • Cash Return on Sales Ratio
  • Cash Flow to Net Income Ratio
  • Quality of Sales Ratio
  • Quality of Income ratio
  • Cash Return on Assets Ratio
  • Cash Return on Stockholders Equity Ratio

27
Overall Cash Flow Ratio
  • Ratio ini mengukur seberapa besar CFO yang
    dihasilkan secara internal dapat memasok kas yang
    dibutuhkan oleh aktivitas investasi dan
    pendanaan.
  • Ratio ini dihitung dengan formula
  • Overall Cash Flow Ratio
    CFO
  • Financing Investing Cash outflow

28
Contoh
  • Overall cash flow ratio tahun 2010 adalah 73,7,
    yaitu CFO sebesar Rp.135.163 dibagi dengan
    financing and investing cash outflow sebesar
    Rp.183.428 (Rp.88.163 Rp.95.265).
  • Dibanding tahun 2009 sebesar 95,7, maka arus kas
    perusahaan mengalami penurunan.
  • Pada tahun 2009, arus kas dari aktivitas operasi
    melebihi jumlah kas yag dibutuhkan oleh aktivitas
    pendanaan dan investasi, sementara tahun 2010
    terjadi sebaliknya.
  • Data Keuangan.xls

29
Cash Return on Sales Ratio
  • Ratio ini sering disebut dengan cash flow margin
    dan mengukur persentase arus kas setiap satu
    rupiah penjualan.
  • Ratio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk
    menerjemahkan rupiah penjualan menjadi kas, dan
    dihitung dengan formula sebagai berikut
  • Cash Return on sales Return CFO
  • Penjualan

30
Contoh
  • Cash return on sales ratio tahun 2010 adalah
    8,7, yaitu CFO sebesar Rp,135.163 dibagi dengan
    penjualan sebesar Rp.1.544.670.
  • Semakin tinggi angka ratio ini semakin baik.
  • Bila dibandingkan ratio tahun 2009 sebesar 13,3
    (Rp.192.117 / Rp.1.444.756), maka kemampuan
    perusahaan untuk mengubah rupiah penjualan
    menjadi kas mengalami penurunan, meskipun
    penjualan mengalami peningkatan sebesar 5.
  • Dengan demikian diperlukan kajian lebih mendalam
    untuk mengetahui penyebab penurunan tersebut.
  • Data Keuangan.xls

31
Cash Flow to Net income Ratio
  • Cash flow to net income ratio ini membandingkan
    antara CFO dan laba bersih dan dihitung dengan
    formula sebagai berikut
  • Cash Flow to Net Income Ratio CFO
  • Laba Bersih

32
Contoh
  • Cash flow to net income ratio tahun 2010 adalah
    108,4, yaitu CFO sebesar Rp,135.163 dibagi
    dengan laba bersih sebesar Rp.124.646, sedangkan
    untuk tahun 2009 sebesar 155,4.
  • Ini berarti tahun 2010 mengalami penurunan
    dibanding tahun sebelumnya, karena meskipun laba
    bersih mengalami kenaikan, akan tetapi CFO
    mengalami penurunan lebih besargt
  • Data Keuangan.xls

33
Quality of Sales Ratio
  • Para analis laporan arus kas melakukan kajian
    terhadap laporan arus kas dengan tujuan untuk
    dapat menentukan sebab-sebab perbedaan antara
    laba bersih dan arus kas bersih.
  • Kajian ini merupakan dasar untuk mengevaluasi
    kualitas dari laba, dan salah satu ukurannya
    adalah quality of sales ratio, yang dihitung
    dengan formula sebagai berikut
  • Quality of Sales Ratio Cash from Sales
  • Penjualan

34
Contoh
  • Data kas diterima dari pelanggan (cash from
    sales) hanya dapat diperoleh apabila perusahaan
    menyajikan laporan arus kas dengan metode
    langsung.
  • Quality of sales tahun 2010 adalah 100,3
    (Rp.1.549.848 / Rp.1.544.670), sedangkan tahun
    2009 adalah 102,5 (Rp.1.480.776 / Rp.1.444.756).
  • Tidak ada perbedaan yang signifikan antara
    penjualan dan kas yang diterima dari pelanggan
    baik di tahun 2010 maupun ditahun 2009, yang
    menunjukkan tingginya kualitas dari laba
    perusahaan.
  • Data Keuangan.xls

35
Quality of Income Ratio
  • Apabila perusahaan tidak menggunakan metode
    langsung dalam menyusun laporan arus kas, maka
    kualitas laba dapat ditentukan dengan menggunakan
    quality of income ratio, yang dihitung dengan
    formula sebagai berikut
  • Quality of Income Ratio CFO
  • Operating Income

36
Contoh
  • Operating income sama dengan laba sebelum bunga
    dan pajak (EBIT), yang dibanyak kasus sama dengan
    laba bersih ditambah dengan biaya bunga dan
    pajak.
  • Operating income tahun 2010 adalah Rp.180.759
    (Rp,124.646 Rp.3.615 Rp.52.498).
  • Quality of Income Ratio tahun 2010 adalah 74,7
    (Rp.135.163 / Rp. 180.759).
  • Ratio ini memberikan informasi perbedaan antara
    laba berbasis akrual dengan arus kas dari
    aktivitas operasi.
  • Semakin tinggi ratio, kualitas laba semakin baik.
  • Data Keuangan.xls

37
Cash Return on Assets Ratio
  • Cash Return on Assets Ratio ini juga berguna
    untuk mengevaluasi kinerja perusahaan,
    sebagaimana return on total investment, dan
    dihitung dengan formula sebagai berikut
  • Cash Return on Assets Ratio CFO before
    interest and tax
  • Average Total Assets

38
Contoh
  • Cash return on assets ratio tahun 2010 adalah
    17,7, yaitu CFO before interest and taxes paid
    sebesar Rp.202.984 (Rp.135.163 Rp.5.245
    Rp.62.576) dibagi average total assets sebesar
    Rp.1.149.402 (Rp.1.127.120 Rp.1.171.683)/2.
  • Ratio ini sebaiknya dibandingkan dengan ratio
    rata-rata industri dan ratio periode sebelumnya,
    untuk menentukan apakah terdapat korelasi yang
    kuat antara cash return dan investasi.
  • Data Keuangan.xls

39
Cash Return on Stockholders Equity Ratio
  • Cash Return on stockholders equity ratio ini
    menggambarkan apakah perusahaan mampu
    menghasilkan cash return yang cukup untuk para
    pemegang saham, dan dihitung dengan menggunakan
    formula sebagai berikut
  • Cash Return on Stockholders Equity Ratio
    CFO
  • Average Stockholders Equity

40
Contoh
  • Cash return on stockholders equity ratio tahun
    2010 adalah 16.8, yaitu CFO sebesar Rp.135.163
    dibagu average stockholders equity sebesar
    Rp.806.914 ((Rp.819.362 Rp.794.466)/2).
  • Data Keuangan.xls
About PowerShow.com