KULIAH KE-4 MK PENGANTAR ILMU KELUARGA (IKK 211- 3 SKS) MAHASISWA STRATA-1 - PowerPoint PPT Presentation

Loading...

PPT – KULIAH KE-4 MK PENGANTAR ILMU KELUARGA (IKK 211- 3 SKS) MAHASISWA STRATA-1 PowerPoint presentation | free to download - id: 6f55ac-YWIzY



Loading


The Adobe Flash plugin is needed to view this content

Get the plugin now

View by Category
About This Presentation
Title:

KULIAH KE-4 MK PENGANTAR ILMU KELUARGA (IKK 211- 3 SKS) MAHASISWA STRATA-1

Description:

Title: SEMINAR PENDIDIKAN KARAKTER Author: rmegawan Last modified by: sony Created Date: 6/3/2004 2:01:21 PM Document presentation format: On-screen Show (4:3) – PowerPoint PPT presentation

Number of Views:12
Avg rating:3.0/5.0
Date added: 28 November 2018
Slides: 39
Provided by: rmeg
Learn more at: http://herienpuspitawati.files.wordpress.com
Category:

less

Write a Comment
User Comments (0)
Transcript and Presenter's Notes

Title: KULIAH KE-4 MK PENGANTAR ILMU KELUARGA (IKK 211- 3 SKS) MAHASISWA STRATA-1


1
KULIAH KE-4MK PENGANTAR ILMU KELUARGA (IKK
211- 3 SKS) MAHASISWA STRATA-1
  • DIPERSIAPKAN OLEH
  • DR. IR. HERIEN PUSPITAWATI, MSC., MSC.
  • DEPT. ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN
  • FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA
  • 2014

2
KULIAH PIK TEORI SOSIAL-KONFLIK
3
3 Memahami penerapan kerangka teori dalam kajian keluarga (Bu Herien Puspitawati) Teori Sosial Konflik (SC) dan Penerapannya Landasan Filosofis. Asumsi-asumsi Sifat Manusia. Fungsi dan Peran Keluarga. Penerapan SC dalam Kajian Keluarga. 3 x 50 (1 mg) 5, 6, 7
4
KELUARGA MENURUT PARADIGMA SOSIAL-KONFLIK
  • LATAR BELAKANG
  • Beberapa kritikan terhadap teori
    struktural-fungsional berkisar pada sistem sosial
    yang berstruktur, dan adanya perbedaan fungsi
    atau diferensiasi peran (division of labor).
  • Institusi keluarga dalam perspektif
    struktural-fungsional dianggap melanggengkan
    aspek-aspek ini. Ini dianggap sebagai cikal bakal
    dari timbulnya ketidakadilan dalam masyarakat.

5
  • David Lockwood (1956) melontarkan kritik terhadap
    teori Parsons. Menurutnya, teori Parsons terlalu
    menekankan keseimbangan dan ketertiban. Ini
    dianggap suatu pemaksaan bagi individu untuk
    selalu melakukan konsensus agar kepentingan
    kelompok selalu terpenuhi.
  • Selanjutnya, individu harus selalu tunduk pada
    norma dan nilai yang melandasi struktur dan
    fungsi sebuah sistem. Padahal menurut Lockwood,
    suasana konflik akan selalu mewarnai masyarakat,
    terutama dalam hal distribusi sumberdaya yang
    terbatas.
  • Artinya, sifat dasar individu dianggapnya
    cenderung selfish (mementingkan diri sendiri),
    daripada mengadakan konsensus untuk kepentingan
    kelompok. Sifat pementingan diri sendiri menurut
    Lockwood akan menyebabkan diferensiasi kekuasaan
    yang ada menimbulkan sekelompok orang menindas
    kelompok lainnya.
  • Selain itu masing-masing kelompok atau individu
    mempunyai tujuan yang berbeda-beda bahkan sering
    bertentangan antara satu dan lainnya, yang
    akhirnya akan menimbulkan konflik.

6
Latar ..
  • Teori Sosial Konflik muncul pada abad 19 dan 20
    sebagai respon dari lahirnya dual revolution,
    yaitu demokratisasi dan industrialisasi.
  • Mulai populer pada thn 1960an sejalan dengan
    gelombang kebebasan individu di Barat, tetapi
    telah berkembang sejak abad 17.
  • Sehingga munculah sosiologi konflik modern, di
    Amerika khususnya, sebagai akibat dari realitas
    konflik dalam masyarakat Amerika (Mc Quarrie,
    1995 65).
  • DIVORCE RATE, UNHAPPY MARRIAGES ? INDIKATOR BAHWA
    KELUARGA DALAM KEADAAN KONFLIK
  • ERA CELEBRATION OF SELF INTERESTS ? CULTURAL
    REVOLUTION OF THE 60S ? ANTI SEGALA KEMAPANAN,
    TERMASUK INSTITUSI KELUARGA

7
  • TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL LEBIH DIJADIKAN
    PEGANGAN UNTUK KELUARGA KONSERVATIF
  • TEORI KONFLIK SOSIAL LEBIH DIJADIKAN PEGANGAN
    BAGI KELUARGA KONTEMPORER

8
TEORI KONFLIK SOSIAL
  • Menonjolkan situasi konflik dan perubahan sosial
    dalam melihat struktur sosial masyarakat, dimana
    perspektif konflik dianggap sebagai the new
    sociology sebagai kritik terhadap teori
    struktural fungsional yang berkaitan dengan
    sistem sosial yang terstruktur dan adanya
    perbedaan fungsi dan diferensiasi peran (division
    of labor).

9
BENTUK KONFLIK SOSIAL
  • KONFLIK PERAN DI DALAM KELUARGA
  • KONFLIK KOMUNIKASI DALAM KELUARGA
  • KONFLIK KELAS DALAM MASYARAKAT (KELAS BORJUIS VS
    PROLETAR KELAS GENDER KELAS SOSIAL EKONOMI)
  • KONFLIK ADAT VS PENDATANG

10
  • Sosiologi konflik mempunyai asumsi bahwa
    masyarakat selalu dalam kondisi bertentangan,
    pertikaian, dan perubahan.
  • Semua itu adalah sebagai bagian dari terlibatnya
    kekuatan-kekuatan masyarakat dalam saling berebut
    sumberdaya langka dengan menggunakan nilai-nilai
    dan ide (Ideologi) sebagai alat untuk meraihnya
    (Wallace Wolf, 1986).

11
FOKUS DAN SKOPE ASUMSI
  • Asumsi Dasar Manusia tidak mau tunduk pada
    Konsensus.
  • Manusia adalah individu otonom yang mempunyai
    kemauan sendiri tanpa harus tunduk kpd norma dan
    nilai. Manusia secara garis besar dimotivasi
    oleh keinginannya sendiri.
  • Konflik adalah endemik dalam grup sosial.
  • Tingkatan masyarakat yang normal lebih cenderung
    mempunyai konflik daripada harmoni.
  • Konflik merupakan suatu proses konfrontasi antara
    individu, grup atas sumberdaya yang langka,
    konfrontasi suatu pegangan hidup yang sangat
    berarti.
  • KONSENSUS DAN NEGOSIASI adalah tehnik yang
    digunakan untuk mengelola konflik.

12
Empat hal yang Penting dalam Memahami Teori
Konflik Sosial
  1. Kompetisi (atas kelangkaan sumberdaya seperti
    makanan, kesenangan, partner seksual, dan
    sebagainya yang menjadi dasar interaksi manusia
    bukanlah konsensus seperi yang ditawarkan
    fungsionalisme, namun lebih kepada kompetisi.
  2. Ketidaksamaan struktural, kuasa, perolehan yang
    ada dalam struktur sosial.
  3. Individu dan kelompok yang ingin mendapatkan
    keuntungan dan berjuang untuk mencapai revolusi.
  4. Perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari
    konflik antara keinginan (interest) yang saling
    berkompetisi dan bukan sekadar adaptasi.
    Perubahan sosial sering terjadi secara cepat dan
    revolusioner daripada evolusioner.

13
Paradigma Karl Marx
  • Kegiatan ekonomi sebagai faktor penentu utama
    semua kegiatan masyarakat, dan
  • Melihat masyarakat manusia dari sudut konflik di
    sepanjang sejarahnya.
  • Marx, dalam Materialisme Historis-nya memasukkan
    determinisme ekonomi sebagai basis struktur yang
    dalam proses relasi sosial dalam tubuh masyarakat
    akan menimbulkan konflik antara kelas atas dan
    kelas bawah.

14
Asumsi Karl Marx
  • Relasi sosial walaupun sebuah sistem ?penuh
    dengan kepentingan pribadi atau sekelompok orang
  • Sistem sosial secara sistematis ? menciptakan
    konflik
  • Konflik adalah suatu yang tdk terhindarkan dlm
    sebuah sistem sosial
  • Konflik akan terjadi dlm aspek pendistribusian
    SDA yang terbatas, terutama kekuasaan (power)

15
TOKOH TEORI SOSIAL KONFLIK
Orang yang paling berpengaruh dalam mengembangkan
paham materialisme. Ia percaya bahwa semua
makhluk hidup, termasuk manusia juga, terbentuk
dari substansi materi saja. Begitu pula
kesadaran dan ruh manusia. Ia timbul karena
adanya pergerakan partikel-partikel dalam otak.
Paham materialisme menganggap sifat dasar
manusia adalah semata-mata untuk memenuhi
kepentingan egonya (serigala bagi manusia
lainnya) (homo homini lupus), atau all against
all. Karenanya, kehidupan masyarakat diwarnai
dengan pola relasi dominasi dan penindasan.
THOMAS HOBBES (1588 1679)
16
Karl Marx (1818-1883)
Marx menggantikan dialektika ideal menjadi
dialektika material, yang diambil dari filsafat
Fuerbach, sehingga sejarah merupakan proses
perubahan terus menerus secara material. Pada
abad ke 19 di Eropa dimana dia hidup, terdiri
dari kelas pemilik modal (borjuis) dan kelas
pekerja miskin sebagai kelas proletar. Kedua
kelas ini berada dalam suatu struktur sosial
hirarkhis, dan borjuis melakukan eksploitasi
terhadap proletar dalam sistem produksi
kapitalis. Dengan ini Marx mejadi orang yang
tidak tertarik pada agama
17
KARL MARX (1818-1883)
  • Pemahaman materialisme Konflik dlm masyarakat
    bersumber dari aktivitas ekonomi masyarakat
  • Pola relasi materialistik dan ekonomi Basis dari
    segala superstructure
  • Basis Pola Relasi Sosial
  • Kondisi produksi sumberdaya alam ? jenis produksi
    ? menciptakan norma, hukum, agama dan budaya
    berbeda-beda
  • Alat untuk memproduksi
  • Pola relasi produksi dalam masyarakat ? status
    kepemilikan

18
Georg Simmel (18581918)
Sosiolog fungsionalis Jerman mencoba mendekati
teori konflik dengan menunjukkan bahwa konflik
merupakan salah satu bentuk interaksi sosial yang
mendasar berkaitan dengan sikap bekerja sama
dalam masyarakat.
19
Max Weber (1864-1920)
Pemikir sosial Jerman, mungkin adalah orang yang
di zamannya paling merasa tertantang oleh
determinisme ekonomi Marx yang memandang segala
sesuatu dari sisi politik ekonomi. Berbeda dengan
Marx, Weber dalam karya-karyanya menyentuh secara
luas ekonomi, sosiologi, politik, dan sejarah
teori sosial. Weber menggabungkan berbagai
spektrum daerah penelitiannya tersebut untuk
membuktikan bahwa sebab-akibat dalam sejarah tak
selamanya didasarkan atas motif-motif ekonomi
belaka.
20
C. Wright Mills (1916-1962)
Sosiolog Amerika 1960-an mengecam fungsionalisme
melalui kritiknya tentang elit kekuasaan di
Amerika saat itu. Mills melakukan riset terhadap
struktur kekuasan Amerika, suatu hubungan
dominatif, dimana stuktur sosial dikuasi elit dan
rakyat adalah pihak ada di bawah kontrol
politisnya (militer, politisi, dan para pengusaha
(ekonomi). Mills (1959) menyatakan bahwa
struktural-fungsionalisme (Parsonian) dalam
keluarga, justru telah menimbulkan konflik peran
karena kedudukan para perempuan dianggap sebagai
budak kecil tercinta.
21
Ralf Dahrendorf (1950-an...)
Sosiolog Jerman, yang menerangkan konflik kelas
dalam masyarakat industrial pada tahun 1959 yang
sangat berbeda dari teori Marx karena ia
menganalisis konflik tanpa memperhitungkan
politik ekonomi yang ada (apakah kapitalisme atau
sosialisme). Jika Marx bersandar pada pemilikan
alat produksi, maka Dahrendorf bersandar pada
kontrol atas alat produksi. Dalam terminologi
Dahrendorf, pada masa pos-kapitalisme,
kepemilikan akan alat produksi (baik sosialis
atau kapitalis) tidak menjamin adanya kontrol
atas alat produksi.
22
Ralf Dahrendorf
  • Masyarakat ada 2 wajah Konsensus dan Konflik,
    tetapi lebih mengutamakan wajah konflik
  • Hub. Dialektika antar kelas mirip dengan praksis
    Marx, tetapi bukan semata-mata kepemilikan SD
    tetapi kekuasaan juga.
  • Dalam relasi sosial ada ICA (Imperatively
    Coordinated Association) Perkumpulan Koordinasi
    yang dilandasi bentuk-bentuk perintah yang sangat
    penting
  • Setiap unit social ada ICA, dimana dg adanya
    diferensiasi kekuasaan atau peran, pola relasi
    sosial antara atasan dan bawahan mendapat
    legitimasi oleh organisasi itu sendiri ? terpaksa
    tunduk karena hukum/ norma atau hukum yang baru

23
Randall Collins (1941-)
24
TOKOH-TOKOH LAIN .
  • RANDAL COLLINS (1975, 1987)
  • -APLIKASI TEORI MARX DAN ENGELS DALAM KELUARGA
    DENGAN CARA MENGKRITIK MODEL S-F
  • -SF MELANGGENGKAN SISTEM PATRIARKI ?STRUKTUR
    VERTIKAL ? KONFLIK? KERUNTUHAN KELUARGA ?KELUARGA
    HORIZONTAL
  • -PADA STABILITAS DAN KESATUAN TERBENTUK BUKAN
    KARENA AZAS HARMONI DAN KONSENSUS, TETAPI OLEH
    PEMAKSAAN (ICA)
  • -RELASI SOSIAL DALAM KELUARGA ADALAH KONFLIK,
    KARENA SIFAT ALAMI MANUSIA ADALAH SELF-INTEREST
  • -KEDUDUKAN PRIA SEBAGAIBORJUIS, DAN WANITA
    SEBAGAI PROLETAR

25
DAVID COOPER (1970) THE DEATH OF
FAMILY -KELUARGA ADALAH PENJARA, ALAT UNTUK
MENERAPKAN IDEOLOGI EKSPLOITASI, MERUSAK
SPONTANITAS DAN INISIATIF INDIVIDU
26
DASAR TEORINYA ADA SEJAK FREDERICH ENGELS MENULIS
BUKU ORIGINS OF THE FAMILY, PRIVATE PROPERTY,
AND THE STATE (1884)
NO PRIVATE PROPERTY
HUNTING GATHERING
PRIVATE PROPERTY
AGRARIS (MENETAP)
KELUARGA PATRIARKI
HASIL PERTANIAN MENINGKAT
MONETERISASI EKONOMI
INDUSTRIALISASI
KAPITALISME
27
- -PERTENTANGAN KELAS BERASAL DARI
KELUARGA -PENINDASAN KELAS BERASAL DARI
KELUARGA -DISTRIBUSI POWER DALAM KELUARGA TIDAK
MERATA (KARENA BERDASARKAN PATRIARKHI) -POWER
BERDASARKAN USIA DAN GENDER -POWER ADALAH
SUMBERDAYA TERBATAS? SUMBER KONFLIK
KELUARGA PATRIARKI
KAPITALISME
POWER TIDAK MERATA SEMUA MENURUT ATURAN, PERAN
DAN FUNGSI FAMILY/ COMMUNITY INTERSTS

POWER TIDAK MERATA SURVIVAL FOR THE FITTEST
INDIVIDUAL INTEREST
28
  • MODE OF PRODUCTION ?
  • MENCIPTAKAN KONDISI IDEOLOGI, POLITIK, DAN MORAL
    ?RELATIVITAS SUPERSTRUCTURE ? DAPAT DIUBAH-UBAH
    TERGANTUNG KEPENTINGAN

29
Superstructure -agama/budaya
- Penciptaan Kelas-Kelas (S-F) INI
YANG DIROBOHKAN OLEH SOSIAL-KONFLIK
Division of Labor
Mode of Production
Masyarakat Berkelas- Kelas/ Hirarkis
-Kelas pemilik vs. kelas pekerja -kapitalis/borjui
s vs. proletar -Tuan vs. budak -Penguasa vs.
rakyat
30
PROPOSISI OLEH MARX
  • Semakin tidak merata distribusi sumberdaya atau
    kekuasaan yang jumlahnya terbatas, semakin tinggi
    tingkat konflik antara kelompok dominan dan
    kelompok subordinat dalam sebuah sistem.
  • Semakin besar kesadaran kaum subordinat akan
    kepentingan kolektifnya, mereka akan
    mempertanyakan legitimasi ketidakadilan dalam
    distribusi kekayaan dan kekuasaan.
  • Apabila kesadaran kelompok semakin tinggi dengan
    tingkat emosionalnya yang marah dan lebih
    terorganisasi dengan baik, maka semakin besar
    kemungkinan mereka untuk mengadakan konflik
    langsung dengan kelompok dominan.
  • Semakin tinggi tingkat konflik, semakin besar
    polarisasi antara kelompok subordinat dan ordinat
    dalam sebuah sistem.
  • Semakin terpolarisasi antarkedua kelompok
    tersebut, semakin tinggi tingkat kekerasan yang
    ditimbulkan oleh konflik.
  • Semakin tinggi tingkat kekerasan, semakin besar
    perubahan struktural yang terjadi dan akan
    terjadi redistribusi sumberdaya yang terbatas
    tersebut.

31
Ringkasan Proposisi ?Kekuasaan (Power) adalah
Sumberdaya terbatas ? inilah yang menciptakan
konflik ?Perubahan dimulai dari proses penyadaran
adanya ketidakseimbangan sistem keadilan?konflik
terbuka mirip dengan konsep Marx Namun
Dahrendorf mengatakan konflik tidak pernah
berakhir terus menerus sehingga menciptakan
dinamika masyarakat sepanjang jaman KONFLIK ?
KELOMPOK PEMENANG ? KELAS PENGUASA ?ICA
(Imperatively Coordinated Association)
?KONFLIK?DST.
32
CENDERUNG VERTICAL
CENDERUNG HORIZONTAL
STRUKTURAL-FUNGSIONAL
SOSIAL-KONFLIK
ATURAN NORMA SANGAT KUAT ADA PEMAKSAAN
NORMA-ATURAN ADA ATURAN KELASPOWER
ADA STRATA SOSIAL (BORJUIS-PROLETARLAKI-LAKI-PERE
MPUAN)
ATURAN NORMA BARU (NORMA LAMA DIROBOHKAN)
INDIVIDUAL-SELF INTEREST ADA KESETARAAN SOSIAL
33
  • PRAKSIS UNTUK PERUBAHAN STRUKTURAL
  • Jargon - Anti kapitalisme
  • - Anti kemapanan/ Anti Status-Quo
  • - Anti keluarga/ norma-norma konservatif
  • - Agama adalah opium
  • - Demi Keadilan dan Kesetaraan/
    Persamaan hak
  • - Pembebasan kaum tertindas/
    subordinasi
  • KOMUNISME, SOSIAL-DEMOKRASI,
  • WELFARE-STATE

34
PERBEDAAN PRAKSIS / APLIKASI TEORI
STRUKTURAL-FUNGSIONAL DAN SOSIAL-KONFLIK DALAM
KEHIDUPAN KELUARGA DAN MASYARAKAT
35
KETERANGAN STRUKTURAL-FUNGSIONAL SOSIAL-KONFLIK
PENYIMPANGAN (DEVIANCE) DIANGGAP SEBAGAI PENYAKIT MASYARAKAT YANG HARUS DILURUSKAN SESUAI DENGAN NORMA-NORMA LAMA YANG DIANUT BERGENERASI DIANGGAP SEBAGAI DINAMIKA MASYARAKAT YANG NORMAL, DAN HARUS DIWADAHI SESUAI DENGAN DINAMIKA MASYARAKAT SEBAGAI NORMA YANG BARU
FREE SEX HARUS DIKAWINKAN (SIAP TIDAK SIAP, SUKA TIDAK SUKA) BOLEH SAJA LIVING TOGETHER, NORMA BARU MUNCUL TIDAK HARUS MENIKAH KALAU BELUM SIAP
HUBUNGAN GAY LESBIAN DIANGGAP SEBAGAI PENYAKIT MASYARAKAT YANG HARUS DILURUSKAN (DISEMBUHKAN SECARA SPIRITUAL/ PSIKOLOGIS) DIANGGAP SEBAGAI DINAMIKA MASYARAKAT YANG NORMAL, DAN HARUS DIWADAHI (ADA PERKAWINAN GAY LESBIAN) ADA HUKUM BARU
PERCERAIAN SEBISA MUNGKIN DIHINDARKAN AGAMA KATOLIK TIDAK BOLEH CERAI SEUMUR HIDUP CERAI MERUPAKAN GEJALA NORMAL DALAM MASYARAKAT
PERKAWINAN ANTAR AGAMA TIDAK DIPERBOLEH ADA ATURAN YANG SANGAT KETAT DIPERBOLEHKAN, AGAMA SENDIRI-SENDIRI
PERAN GENDER DIDASARKAN SISTEM PATRIARKHI KELUARGA ADALAH SANGAT PENTING ADA KEMAPANAN SISTEM DIDASARKAN KESETARAAN DAN EGALITER KELUARGA TIDAK PENTING BAHKAN ANTI KELUARGA ANTI KEMAPANAN
36
RINGKASAN TEORI KONFLIK SOSIAL
  • Teori konflik muncul sebagai respon dari lahirnya
    dual revolution, yaitu demokratisasi dan
    industrialisasi, sehingga kemunculan sosiologi
    konflik modern merupakan akibat dari realitas
    konflik dalam masyarakat. Teori konflik adalah
    alternatif dari ketidakpuasaan terhadap analisis
    fungsionalisme struktural yang menilai masyarakat
    dengan paham konsensus dan integralistiknya
  • Beberapa tokoh teori sosial konflik adalah Thomas
    Hobbes, Karl Marx, Georg Simmel, Max Weber, C.
    Wright Mills, Ralf Dahrendorf, Lewis Coser dan
    Randall Collins
  • Asumsi dasar teori konflik adalah masyarakat atau
    organisasi berfungsi sedemikian di mana individu
    dan kelompoknya berjuang untuk memaksimumkan
    keuntungan yang diperolehnya secara tak langsung
    dan tak mungkin dihindari adalah perubahan sosial
    yang besar seperti revolusi dan perubahan tatanan
    politik.

37
RINGKASAN.
  • Menurut perspektif sosial-konflik, hubungan yang
    penuh konflik terjadi juga dalam keluarga. Peran
    yang dilembagakan oleh institusi keluarga,
    menurut persepsi konflik sosial telah menciptakan
    pola relasi yang opresif. Menurut teori ini,
    situasi konflik dalam kehidupan sosial tidak
    dianggap sebagai sesuatu yang abnormal atau
    disfungsional, tetapi bahkan dianggap sesuatu
    yang alami dalam setiap proses sosial. Adanya
    konflik bersumber dari struktur dan fungsi
    keluarga itu sendiri. Seorang suami dengan
    kedudukannya sebagai kepala keluarga akan
    menimbulkan konflik terbuka dengan istrinya yang
    mempunyai kedudukan ibu rumah tangga.
  • Teori sosial konflik menawarkan keluarga sebagai
    wahana alternatif efektif untuk pengembangan
    sumberdaya manusia tanpa resiko penolakan dan
    tantangan. Pendukung teori dan ideologi konflik
    justru menganggap keluarga sebagai sumber
    malapetaka, kesengsaraan, dan ketidakadilan,
    terutama bagi perempuan.

38
TERIMA KASIH
About PowerShow.com