MEMBANGUN DAYA TARIK DAERAH UNTUK INVESTASI - PowerPoint PPT Presentation

Loading...

PPT – MEMBANGUN DAYA TARIK DAERAH UNTUK INVESTASI PowerPoint presentation | free to download - id: 6cbbe5-OWFjN



Loading


The Adobe Flash plugin is needed to view this content

Get the plugin now

View by Category
About This Presentation
Title:

MEMBANGUN DAYA TARIK DAERAH UNTUK INVESTASI

Description:

MEMBANGUN DAYA TARIK DAERAH UNTUK INVESTASI Triarko Nurlambang PUSAT PENELITIAN GEOGRAFI TERAPAN UNIVERSITAS INDONESIA Ketersediaan Air Ketersediaan air per kapita ... – PowerPoint PPT presentation

Number of Views:7
Avg rating:3.0/5.0
Date added: 18 March 2020
Slides: 74
Provided by: ReDLD
Category:

less

Write a Comment
User Comments (0)
Transcript and Presenter's Notes

Title: MEMBANGUN DAYA TARIK DAERAH UNTUK INVESTASI


1
MEMBANGUN DAYA TARIK DAERAH UNTUK INVESTASI
Triarko Nurlambang PUSAT PENELITIAN GEOGRAFI
TERAPAN UNIVERSITAS INDONESIA
2
  • Mengapa investasi daerah
  • penting?
  • Permasalahan investasi di
  • Indonesia /daerah
  • Bagaimana meningkatkan
  • daya tarik investasi daerah?
  • a. Pengembangan kompetensi
  • inti daerah
  • b. Komunikasi pemasaran

3
MENGAPA INVESTASI (FDI/ Foreign Direct
Investment) PENTING?
4
BENEFITS AND RISKS
Benefits Although the benefits of FDI are well
known, the magnitude of the potential effects is
determined by the economic characteristics of a
given country and a host of other factors. FDI
can have a direct impact on economic growth,
income generation and job creation. Higher levels
of FDI can also trigger increasing levels of
total trade of goods and services and a variety
of other linkages with the domestic economy, such
as technology transfer, human capital formation,
creation of new industries and greater
integration into the world economy.
RISKS Yet, FDI may also entail risks, such as
displacement of local industries, environmental
degradation or loss of sovereignty. In the case
of countries with lower levels of development,
key binding constraints to fully benefit from FDI
are associated with low levels of skilled labour,
non-functioning or nonexistent infrastructure,
poor access to basic services, limited
technology and lack of or underdeveloped
financial markets.
Sumber UNCTAD, 2008
5
Sumber UNCTAD, 2008
6
Apa yang dipertimbangkan dalam membuat Kebijakan
Investasi?
  • Spesifik
  • Struktur Institusional dan mekanisme untuk
    mempromosikan dan memfasilitasi
  • investasi dan layanan setelah investasi
  • Perlakuan Kebijakan yang konsisten dengan Perda
    terhadap investor , mis.
  • Perlindungan investor, penempatan dan
    kompensasi, dll.
  • Perjanjian internasional untuk investasi , mis.
    Perjanjian bilateral dan
  • multilateral dan
  • Koheren antara tujuan keseluruhan pembangunan
    dan peraturan yang berlaku
  • bagi FDI
  • Peraturan lain yang terkait
  • Perpajakan
  • Kendali pertukaran uang, ijin perdagangan, dan
    transfer modal
  • Pasar tenaga kerja, termasuk mengukur
    pengaruhnya terhadap tenaga asing
  • Hak kepemilikan tanah
  • Manajemen Lingkungan Hidup
  • Praktek Good Governance dan akuntansi
  • Peraturan dan perundangan
  • Kompetisi
  • Perlindungan Intellectual property/ Hak paten
  • Transfer of technology
  • Peraturan sektor khusus, seperti dalam bid.
    Telekomunikasi, perbankan, pertambangan, dll.,
    dan
  • Perjanjian perdagangan regional dan integrasinya

7
APA PERMASALAHAN BERINVESTASI DI INDONESIA ?
8
Permasalahan Layanan Publik (Prosedur Investasi)
dan Daya Saing
Negara Jumlah prosedur Waktu (hari) Biaya (US)
Indonesia 12 151 1.163,31
Malaysia 9 30 965,76
Thailand 8 33 159,63
Vietnam 11 56 136,07
China 12 41 158,14
Filipina 11 50 201,50
India 11 89 264,59
Australia 2 7 600,02
Sumber Subarsono dalam Dwiyanto (2005)
  • Menurut World Economic Forum, Daya Saing Global
    Indonesia mengalami peningkatan dari urutan 69
    (2005/6) menjadi urutan 50 (2006/7) dari 125
    negara yang disurvey
  • Apakah, dengan demikian, daya tarik Indonesia
    bagi investor menjadi lebih tinggi daya saingnya?
    Bagaiaman kontribusi Pelayanan Publik?
  • Jika belum, bagaimana mengatasinya? Apa kriteria
    dan ukuran serta bagaimana mengawasi pelaksanaan
    ketetapan peraturan dan perundangan Pelayanan
    Publik untuk menunjukkan ada peningkatan ?

9
Indonesia
10
PERUBAHAN LINGKUNGAN PEMBANGUNAN NASIONAL
OLD
NEW
SISTEM POLITIK Otokrasi - represif Demokrasi keterbukaan
SISTEM ADMINISTRASI PUBLIK Sentralistik Desentralistik (Otonomi Daerah)
SISTEM EKONOMI Monopoli oligopoli Persaingan dan transpransi
ORIENTASI PEMBANGUNAN Pertumbuhan secara materiil People centre development
MODAL (CAPITAL YANG JADI PERHATIAN) Uang dan infrastruktur POPIS Physical, Organizational, Power, Intelectual, Socio-cultural
GENERATOR PEMBANGUNAN Pemerintah dan konglomerat Swasta dan UKM
11
DASAR PEMIKIRAN
PARADIGMA
VISI
BERBASIS LOKAL GENIUS
MISI
STRATEGI DAN IMPLEMENTASI PENCAPAIAN TUJUAN
(VISIMISI)
KNOWLEDGE SKILLS
NATIONAL AND GLOBAL ORIENTATION
INNOVATION CULTURE
INDUSTRY AND REGIONAL STRENGHTS
FAVORABLE INVESTMENT CLIMATE
12
VISI DAN MISI RPJP NASIONAL 2005-2025
VISI Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmur
  • MISI
  • Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral,
    beretika, berbudaya dan beradab berdasarkan
    falsafah Pancasila
  • Mewujudkan bangsa yang berdaya saing
  • Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan
    hukum
  • Mewujudkan Indonesia aman, damai dan bersatu
  • Mewujudkan pemerataan pembangunan dan berkeadilan
  • Mewujudkan Indonesia asri dan lestari
  • Mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan
    yang mandiri, maju, kuat, dan berbasis
    kepentingan nasional
  • Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam
    pergaulan dunia internasional

13
PERMASALAHAN DAERAH ERA OTDA GLOBALISASI
Peran Lembaga Riset Daerah Belum Berfungsi
Target PAD Belum Mengacu Pada PAM (Pendapatan
Asli Masyarakat)
Pemanfaatan Sumber Daya Belum Optimal
Knowledge Know how SDM Cenderung Rendah
Program Diklat SDM Daerah Belum Optimal
Regulasi Daerah Yang Kurang Kondusif
Industri Belum Berbasis Pada Keunikan Lokal
Pemda Masih Cenderung Birokrat
Infrastruktur Daerah Yang kurang Mendukung
Non Direct Export Masih Dominan
Retribusi Lintas Daerah Membuat Komoditi
Daerah Tidak Kompetitif
Belum Terbentuk Lembaga Perdagangan Daerah
Sejenis Trading House
14
Evaluasi Investasi dan Bisnis Yang Ada Di Daerah
Informasi Yang perlukan
Tambahan
UTAMA
Profil Investasi Dan BISNIS
1. Produksi dan Kapasitas 2 Jenis/ukuran
Investasi 3. Pemasaran 4. Asal Bahan Baku
Utama 5. Teknologi 6. Nilai Tambah 7. Jml Tenaga
Kerja 8. Kontribusi pada Daerah
1 Investasi/TK 2 Produktivitas TK 3.Tenaga Kerja
Lokal 4.Sarana Pelatiha TK 5.Status
Perusahaaam 6.Tingkat Pencemaran 6 Lainnya
(spesifik)
Jenis dan Prioritas Investasi
Investasi yang Strategis, Maju dan Prospektif
Investasi belum Maju tapi prospek
Investasi yang perlu dibantu
Investasi Yang sudah Tidak punya prospek
15
Regional Attractiveness Index (PWC,2002)
The Regional Attractiveness Index (RA-Index), as
we developed it, is a view regarding to the
relative capacity of a region to develop and to
attract investments that sustain economic growth.
Areas with significant socio-economic potential
generally attract investment, as they tend to
offer adequate infrastructure, human resources
and business opportunities However, less
developed areas may become equally attractive for
certain categories of investors, generally
risk-takers willing to benefit from the
incentives available for investments in these
particular areas or niche players looking for
very specific resources.
By understanding political, economic, business,
social and living standard environment of a
specific region, investors may develop more
useful forecasts and build better insights into
where they should concentrate their business
activity.
16
Peringkat Daya Saing Daerah (per tahun 1999)
Provinsi Peringkat Keseluruhan
Provinsi Peringkat Keseluruhan I II III IV V VI VII VIII IX
Provinsi Peringkat Keseluruhan Ek. daerah Keterbukaan Sist. Keu. Infrst SDA IPTEK SDM Kelembagaan Gov.kebijakan Mgt mikroek.
DKI JKT 1 1 3 1 1 1 1 18 21 1
Kaltim 2 3 2 16 2 12 6 1 2 6
Jatim 3 9 1 10 3 3 5 14 16 2
Jateng 4 4 6 5 9 10 3 3 4 8
Bali 5 12 7 6 8 4 7 4 5 7
DIY 6 7 15 8 15 2 2 9 8 3
Jabar 7 2 5 15 13 5 4 16 19 5
Sulsel 8 10 17 12 5 8 14 11 7 9
Lampung 9 19 14 4 18 6 10 10 15 4
Kalteng 10 8 18 9 12 17 15 5 1 15
Riau 11 5 4 11 4 20 20 20 10 10
Sumut 12 6 8 14 7 11 8 22 22 11
Sulut 13 15 12 18 10 9 9 7 20 16
Kalsel 14 23 20 13 6 7 16 15 17 12
Jambi 15 20 11 2 22 22 17 6 6 13
Sumsel 16 14 13 7 16 15 11 2 18 14
Sumbar 17 16 26 20 14 14 13 12 11 17
Sultra 18 18 21 21 23 19 19 13 3 20
Sulteng 19 21 24 19 17 16 21 21 9 18
NTT 20 13 9 3 21 23 25 25 12 22
Sumber Pusat Pendidikan dan Studi
Kebanksentralan BI, 2001
17
Peringkat Provinsi Skor (skala 1-6)
1 Kalimantan Tengah 4,48
2 Jambi 4,35
3 Sulawesi Selatan 4,35
4 Kalimantan Timur 4,33
5 Bali 4,25
6 DI Yogyakarta 4.23
7 Jawa Tengah 4,20
8 Sulawesi Tenggara 4,18
9 Riau 4,15
10 Sulawesi Tengah 4,15
11 DKI Jakarta 4,10
12 NTB 4,10
13 Lampung 4,08
14 Maluku 4,08
Aturan Pemda Bidang Investasi (Peringkat per data
tahun 1999)
Peringkat Provinsi Skor (skala 1-6)
15 Kalimantan Selatan 4,03
16 Sumatera Barat 4,02
17 Sumatera Selatan 4,02
18 Jawa Timur 4,02
19 Sumatera Utara 4,00
20 Sulawesi Utara 3,98
21 Irian Jaya 3,90
22 Bengkulu 3,89
23 Kalimantan Barat 3,88
24 Jawa Barat 3,88
25 NTT 3,83
26 DI Aceh 3,00
Peraturan Pemda (Perda) tentang Investasi, baik
yang baru maupun perluasan investasi apakah
sangat kondusif bagi aktifitas bisnis? ? jawaban
pada skor
Sumber Pusat Pendidikan dan Studi
Kebanksentralan BI, 2001
18
BAGAIMANA MEMBANGUN DAYA TARIK INVESTASI ? a.
Membangun Kompetensi Inti Daerah
19
WINNING STRATEGIES THROUGH VALUE CREATION
Competitive Strategy
Competitive Strategy
Competitive Advantage
Competitive Advantage
Distinctive Competencies
Generic Strategy
Organizational Capabilities
Competitive Position
Resource Available Tangibles, Intangibles, HR
Market Attractiveness
Resource Based Strategy
Market Based Strategy
20
Pokok-pokok Pemikiran Strategis Visioning
Memasuki Pasar Global
International Trade
Visioning
End Product
Core Business
Foreign Direct Invest.
CAPACITY BUILDING
Core Product
Join Venture
Knowledge Based Economy
Internet
Core Competency Building
Contractual Arrangement
Direct Export
Indirect Export
Existing
T1 T2
T3
21
Membangun Indonesia In-Corporate
SAKA SAKTI
22
Startegi Daya Saing
FAKTOR KUNCI KEBERHASILAN INDUSTRI
DAYA SAING
STRATEGI
KAPABILITAS ORGANISASI
COLLECTIVE LEARNING
23
THE ROOT OF COMPETITIVENESS
THE ROOT OF COMPETITIVENESS
6
5
4
9
8
7
12
11
10
ATASE PERDAGANGAN TRADING HOUSE ITPC
ATASE PERDAGANGAN TRADING HOUSE ITPC
ATASE PERDAGANGAN TRADING HOUSE ITPC
BISNIS 1
BISNIS 2
BISNIS 3
BISNIS 4
PRODUK INTI 1
PRODUK INTI 2
KOMPETENSI KABUPATEN 1
KOMPETENSI KABUPATEN 2
KOMPETENSI KABUPATEN 3
24
INDUSTRI AGRI TERINTEGRASI
SAPI
25
CONTOH APLIKASI SAKASAKTI BERBASIS BAHAN BAKU
SINGKONG
26
(No Transcript)
27
(No Transcript)
28
KERANGKA PIKIR DASAR KERJA PERENCANAAN
PEMBANGUNAN DAERAH
Keinginan masy. KKR terwujud dalam RPJP KKR
RPJM 4
Tolok ukur kemajuan pemb. 5 thn-3
RKPD 4
RPJM 3
Tolok ukur kemajuan pemb. 5 thn-2
Visi, Misi dan Tujuan dalam RPJP KKR
Upaya yang dibutuhkan
RKPD 3
RPJM 2
Tolok ukur kemajuan pemb. 5 thn.-1
RKPD 2
RPJM 1
Kondisi keseluruhan KKR saat ini
RKPD 1
Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai keinginan
masyarakat (20 tahun)
29
Penetapan Fase Pertumbuhan Kompetensi Daerah
Analisa Kompetensi Inti Daerah
?
?
?
?
?
Sudah tua perlu peremajaan dan inovasi (Tahap
peremajaan) ? grantgt investasi
kapasitas ekspor
Korporat sudah matang/ dewasa (tahap dewasa)?
grantgt investasi
Fase 1
Fase 2
Fase 3
Fase 4
Fase 5
Direct export
Korporat sudah mulai matang/ dewasa (tahap
remaja)? grantgt investasi
Indirect export
?
Tahap awal (start-up) perlu banyak bantuan
khususnya dari pemerintah (tahap bayi-balita) ?
grantgt investasi
Spin-off
A
C
B1
B2
D
FS
kapasitas produksi
  • External Growth Strategy
  • Expansion - Merger
  • Diversification - Sub-contracting
  • Joint Venture
  • Internal Growth Strategy
  • Expansion
  • Diversification

usul
30
SKENARIO PEMBANGHUNAN 20 THNAN KAB. KUBU RAYA
DAN RPJMD
Pemda sudah matang/ dewasa (tahap dewasa)? APBDlt
investasi
Tingkat kesejahteraan, kemandirian dan ungulan
Innovasi dan kreasi unggulan lokal (peremajaan) ?
mempertahankan keunggulan
?
RPJMD 5 thnan-1
RPJMD 5 thnan-2
?
Fase Konsolidasi membangun fondasi kapasitas
kelembagaan dan SDM
Fase Pertumbuhan Pertumbuhan ekon. daerah,
kelengkapan fasum/fasos, membattasi eksploitasi
SDA
Direct export (External growth)
Terjadi penurunan kapasitas (Penuaan)
RPJMD 5 thnan-3
RPJMD 5 thnan-4
Indirect export (internal growth)
Fase Pengembangan mandiri, sejjahtera, lestari
Fase Unggulan kompetensi unggulan, daya saing
tinggi, masy. Madani, LH/SDA terkendali dan
produktif
Neraca Pembangunan Berkelanjutan berbasis SDA/LH
masih negatif
Neraca Pembangunan Berkelanjutan (berbasis
SDA/LH) positif
kapasitas pembangunan berkelanjutan
31
BAGAIMANA MEMBANGUN DAYA TARIK INVESTASI ? b.
Membangun Kapasitas Pemasaran Daerah
32
4 Pendekatan Rencana Pembangunan Berkaitan Dengan
Daya Tarik Kota/Daerah
1. Pembangunan Layanan Komunitas 2.
Rancang-Ulang dan Rencana Perkotaan/ Lokal 3.
Pembangunan Ekonomi 4. Rencana Startegi Pemasaran
(Kottler, et.al, 2004)
33
Rencana Strategis Pemasaran suatu Tempat
1. Audit Area 2. Visi, Misi dan Tujuan 3.
Formulasi Strategi 4. Rencana Kerja 5.
Pelaksanaan dan Kendali
34
Rencana dan Strategi Pemasaran
Rencana
Strategi
Analisa global
Segmentasi
Analisa lokal
Taktik
Targeting
Analisa sektor unggulan
Diferensiasi
Nilai
Positioning
Marketing Mix
Analisa SWOT
Merk
Selling
Berhasil / Sukses
Tujuan Usaha
Pelayanan
Manajemen
35
PEMASARAN SATU KOTA
36
CIRI DAERAH YANG SEMAKIN TIDAK MENARIK UNTUK
INVESTASI JIKA DINAMIKA MENURUN
37
CIRI DAERAH YANG SEMAKIN MENARIK UNTUK
INVESTASI JIKA DINAMIKA TUMBUH
38
Hard and Soft Attraction Factors
Hard Attraction Factors Soft Attraction Factors
Stabilitas Ekonomi Produktifitas Beban Biaya Konsep Properti Jaringan Pendukung Layanan Lokal Infrastruktur Komunikasi Lokasi Strategis Skema dan program insentif Fokus Pembangunan Kualitas Hidup Kompetensi Tenaga Kerja dan Profesional Budaya Hubungan Personal Gaya Manajemen Dinamika dan Fleksibilitas Profesional dalam berhubungan dengan pasar atau stakeholders Entrepreneurship
Note Hard factors adalah segala yang dapat
diukur secara material Soft factors adalah
sesuatu yang tidak mudah diukur dan cenderung
sebagai penilaian subyektif terhadap satu lokasi
(Kotler, et.al., 2002)
39
Dari Identitas Menuju Reputasi (Konteks
Komunikasi)
Identitas Daerah
Citra dan tampilan diri
Citra dimata target prog. Pemasaran Investasi
Citra dimata Masy. Umum
Citra dimata Mitra
Citra dimata Karyawan
Citra dimata Lemb. Pemerintah
PROGRAM KERJA KOMUNIKASI
Reputasi Daerah
40
Menjaga Ekuitas Identitas/Merk Kelembagaan
BEST AWARENESS
BEST RECOGNITION
BEST REMODEL
BEST AVAILABILITY
BEST DELIVERY
Great Brand selalu memiliki keunikan lantas
mengapa kota-kota di Indonesia selalu ingin
membangun dengan konsep yang mirip? Bagaimana
bisa membangun brand kota?
41
MODEL INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION
Visi/ Misi dan Sasaran
Pimpinan
Deputi
Deputi
Deputi
Deputi
Unit/ tim komunikasi
Perencanaan dan Pemantauan IMC
  • Konsistensi Positioning
  • Titik kontak
  • Target/khalayak kunci
  • Persepsi
  • Keterpautan
  • Interaksi Komunikasi
  • Keterkaitan media
  • Bank data
  • Dialog berkelanjutan
  • Komunikasi berbasis Misi
  • Fokus
  • Relevansi
  • Tujuan Jangka Panjang
  • Persuasif

Reputasi
Jalinan Hubungan
Nilai Tambah
Loyalitas khalayak
Ekuitas Merk (Lembaga / Program)
42
Best Practice Educating Communication for
Influencing Positive Behaviors
Principle 1 Take advantage of prior and
existing successful campaigns Principle 2 Start
with target market most ready for
action Principle 3 Promote single, simple,
doable behaviors one at a time Principle 4
Identify and remove barriers to behavior
change Principle 5 Bring real benefits into the
present Principle 6 Highlight costs of
competing behaviors Principle 7 Promote a
tangible object or service to help target
audiences perform the
behavior Principle 8 Consider nonmonetary in
the form of recognition and appreciation Principle
9 Have a little fun with messages Principle
10 Use media channels at the points of decision
making Principle 11 Get commitments and pledges
Source Kottler Lee, 2006
43
Success Story The Champion
KOMPAS newspaper
Principle 1 Take advantage of prior and
existing successful campaigns
44
Principle 3 Promote single, simple, doable
behaviors one at a time
  • PLEASE DECIDE TO SMOKE OUTSIDE
  • More than 6,000 children die each year in the
    United States from exposure to secondhand tobacco
    smoke. Exposure to tobacco smoke is reported to
    raise a childs risk of
  • Ear infections by 19
  • Tubes in the ears by 38
  • Asthma by 43
  • Bronchitis by 46
  • Tonsillectomies by 60-100
  • SIDS by 200

Source Kottler Lee, 2006
45
It needs a REAL CHANGE (From Awareness to
Practise)
Public Awareness and Understanding the Fuel of
Change
Reorienting Education to Support Sustainability
Pattern of Change
Continue change
Continue change accelerated
Shifting to Sustainable Lifestyle Changing
Consumption and Production Pattern
Un-continue change (incremental change)
Ethics, Culture, Equity Sustainable as a Moral
Imperative
Mobilizing for Action
Principle 4 Identify and remove barriers to
behavior change
United Nations Educational, Scientific and
Cultural Organization, 1997
46
Mendorong Publik Untuk Menjadikan Investasi
sebagai Tujuan Pembangunan yang Penting (Model
Hipotesis membangun posisi dari awareness s/d
kegiatan pembangunan)
Tahap Model AIDA Model Hirarki Efek Model Inovasi Adopsi Model Komunikasi
Tahap kognitif Perhatian Kesadaran Pengetahuan Kesadaran Keterbukaan Penerimaan Respon kognitif
Tahap pengaruh Minat Keinginan Kesukaan Preferensi Keyakinan Minat Evaluasi Sikap Maksud
Tahap perilaku Tindakan Pembelian Percobaan Adopsi Perilaku Komunitas lingk.
47
Principle 5 Bring real benefits into the
present Principle 6 Highlight costs of
competing behaviors
http//timpakul.multiply.com/journal?page_start6
0
Contoh perhatian pemerintah untuk Perubahan Iklim
dan LH
Please dont deliver these messages from
contradictory character to your children
Lapindo mud tragedy
48
Principle 7 Promote a tangible object or
service to help target audiences
perform the behavior Principle 8 Consider
nonmonetary in the form of recognition and
appreciation
Our Mother Nature is getting Sad and Suffer
desaingrafisindonesia.files.wordpress.com
49
Principle 9 Have a little fun with messages
Source Kottler Lee, 2006
50
Principle 11 Get commitments and pledges
Source Kottler Lee, 2006
51
Changing Face of Social Marketing Communications
New Social Marketing Communications Realities
Marketers Have Shifted Away From
Mass Marketing Less Broadcasting
Improvements in Information Technology Has Led
to Segmented Marketing More Narrowcasting
Principle 10 Use media channels at the points
of decision making
52
Tambahan Catatan
The Situation Analysis
Explain where the company/organisation is, how it
got there, and where it wants to be in the future
Those things we want the advertising campaign to
achieve
Objectives
Element of an Advertising Plan or Campaign
A description of those individuals who would be
the most likely to purchase the product/program
The Target Profile
A short paragraph explaining how the company
wants the consumer to perceive the product
The Positioning Statement
Is the part of the plan that describes the
specific theme and approach of the advertising
The Creative Strategy
The Media Plan
A list of communication vehicles that will carry
the advertising/campaign
53
Setting the Promotion Mix
Advertising Reaches Many Buyers,
Expressive (Impersonal)
Personal Selling Personal Interaction, Builds
Relationships (Costly)
Sales Promotion Provides Strong Incentives to
Buy (Short-Lived)
Nature of Each Promotion Tool
Public Relations Believable, Effective,
Economical (Underused by Many Companies)
Direct Marketing Nonpublic, Immediate,
Customized (Interactive)
54
Kekuatan dan Kelemahan Advertising Media
MEDIUM KEKUATAN KELEMAHAN
Suratkabar Cakupan intensif Fleksibilitas Prestise Koordinasi pengiklan atau pengedar Masa berlaku terbatas (harian) Bacaan yang melelahkan Reproduksi lemah
Majalah Pasar terpilih Masa berlaku lebih panjang Kualitas produksi tinggi Prestise Layanan extra Waktu/ cakupan area tidak fleksibel Tidak fleksibel untuk menggandakan perubahan Penetrasi pasar secara keseluruhan lemah Perlu distribusi yang luas
Televisi Cakupan massa yang luas Memberikan dampak tinggi Dapat diulang Prestise Flexibilitas Pesan yang diberikan dapat memicu Dilaksanakan secara komersial Sulit untuk diseleksi Biaya tinggi
Radio Pendengar terpilih Flesibel Mobil Terfragmentasi Tergantung dari kualitas suara Asupan sensor terbatas
Internet Efisiensi-Biaya Bersifat pribadi Interaktif Tidak mengindahkan kepentingan pribadi Daya jangkau terbatas Dibutuhkan keahlian tertentu/khusus
55
KUNCI SUKSES SINERGI STAKEHOLDER (KOMUNITAS)
  • Membangun posisi dan citra yang kuat
  • Menetapkan insentif daya tarik
  • Menyampaikan (delivery) berbagai bentuk
    produk/jasa/layanan secara efisien dan mudah
  • Mempromosikan daya tarik dan manfaat suatu
    tempat, contoh kampanye
  • -gt The Amazing Thailand (Thailand)
  • -gt The Trully Asia (Malaysia)
  • -gt The Never Ending Asia (Yogyakarta)

56
Kampanye Negara
Bagaimana dengan Indonesia ?
57
Promosi dan Iklan
Promosi komunikasi yang dilakukan oleh satu
perusahaan/ lembaga kepada audiens yang beragam
dengan keinginan untuk memberitahu dan
mempengaruhinya. Iklan adalah komunikasi
melalui media yang dilakukan oleh perusahaan/
lembaga.
58
MODEL PENINGKATAN POSITIONING LEMBAGA
59
Waspadai 4 Kesalahan Positioning
  1. Underpositioning
  2. Overpositioning
  3. Confused Positioning
  4. Doubtful Positioning

60
COMMUNICATION SUCCESS FORMULA
FOKUS PADA NILAI-NILAI STAKEHOLDER
Publisitas dan Iklan Terbaik (Voices share)
SUPERIOR NILAI dan PROGRAM
SUPERIOR LAYANAN
HEARTSHARE
MINDSHARE
MARKET SHARE
R EPUTASI - GCG
61
TERIMA KASIH dan SEMOGA BERMANFAAT
triarko_at_yahoo.com
62
Contoh kasus dan latihan Pembangunan
jembatan/terowongan Selat Sunda
  • Apakah pembangunan jembatan/terowongan Selat
    Sunda memang dapat meningkatkan daya tarik pulau
    Sumatera dan pulau Jawa ? Apa alasannya?
  • Negara mana kira-kira yang akan tertarik dan
    menjadi investor jangka panjang? (bukan hanya
    investasi pada proyek jembatan atau terowongannya
    saja tetapi post-pembangunan jembatan/terowongan
    tadi)

63
Indikasi umum kondisi pulau Sumatera dan Jawa
2007 Threat Status of Natural forest in 38 EFRs
Threat Status (Loss since 1985) Critically
Endangered (gt70 ) Endangered
(50-70) Vulnerable
(40-50) Near Threatened (20-40) Least
Concern (0-20)
Many EFRs in Eastern lowland and Swamp zones are
Critically Endangered or Endangered.
Many EFRs in Western coast, Hill and Montane
zones are Near Threatened or Least Concern.
EFR Eco-Floristic Region
64
Natural forest loss 1985-2007 by Function by
Province
Sumber WWF, 2008
65
(No Transcript)
66
Ketersediaan Air
Indikasi umum kondisi pulau Sumatera dan Jawa
5. Air
Ketersediaan air per kapita (m3/kapita/th)
Nama Provinsi 1990 1995 2000 2005 2005
Nama Provinsi (QrataAir Tanah) (QrataAir Tanah) (QrataAir Tanah) (QrataAir Tanah) (Q90Air Tanah)
DKI Jakarta 138 124 136 152 59
Jawa Barat) 2,347 2,165 1,907 1,744 431
Jawa Tengah 1,480 1,421 1,368 1,303 268
DI Yogyakarta 762 713 714 689 194
Jawa Timur 1,280 1,231 1,205 1,139 294
J a w a 1,583 1,491 1,414 1,338 323
Catatan )Termasuk Banten
Kondisi umum LH pulau sumatera dan jawa mengarah
pada situasi kritis
67
Identifikasi AWAL Penyeberangan Selat Sunda (1)
  • UU Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup
    tahun 2009
  • Pasal 15
  • Pemerintah (Pusat) dan Pemda wajib membuat KLHS
    untuk memastikan prinsip pembangunan
    berkelanjutan menjadi dasar dan terintegrasi
    dalam kebijakan, rencana, dan/atau program (KRP)
    pembangunan
  • Pemmerintah dan Pemda wajib melaksanakan
    rekomendasi KLHS dalam penyusunan RPJP (N/D),
    RPJM (N/D), dan RTRW (N/D)
  • Pasal 16
  • KLHS mencakup daya dukung dan daya tampung,
    perkiraan resiko LH, kinerja jasa ekosistem,
    efisiensi SDA, resiliensi dan kapasitas adaptasi
    perubahan iklim, ketahanan dan potensi
    keanekaragaman hayati
  • Pasal 17
  • KLHS menjadi dasar KRP di suatu wilayah
  • Pasal 18
  • Tata laksana KLHS diatur dalam PP
  • Pasal 19
  • Perencanaan tata ruang wajib didasarkan KLHS
    untuk menjaga kelestarian fungsi LH dengan
    memperhatikan daya dukung dan daya tampung

68
Contoh Simplifikasi Integrasi Keterkaitan Sistem
LH dan Sistem Ekonomi (Kerangka Pemahaman KLHS)
Sistem Lingkungan Hidup
Sistem Ekonomi
Perubahan pada SD Air, Penggunaan Tanah,
Permodalan, Ketenagkerjaan, dan Produktifitas
Tekanan LH
Perubahan Iklim dan Variasinya
Naiknya permukaan air laut
Perubahan pada pola produksi dan konsumsi
Kejadian ekstrim (bencana)
Kerentanan
Dampak pd LH
Dampak pd Ekonomi
Ketersediaan SD Air, udara dan tanah berkualitas
Tekanan Ekonomi
KEBIJAKAN Mitigasi Adaptasi
Perubahan pada emisi dan tutupan lahan
69
Identifikasi AWAL Konsekuensi Penyeberangan Selat
Sunda (2)
  • Pendekataan perhitungan dampak kumulatif
  • Teknik perhitungan
  • - linier
  • - non-linier
  • - kombinasi (system
  • dynamic)
  • b. Orientasi output
  • - Trade-off?
  • - Zero sum game?
  • - Positive sum game?

Daya dukung- Daya tampung ( minus )
10 15 tahun
?
?
?
Daya dukung- Daya tampung ( maksimum )
?
Titik Kritis Ekologis
?
  • Solusi Strategis
  • bend-down the curve
  • Sumatera berpotensi sebagai hinterland Jawa ?
    aliran (barang dan manusia) dari Sumatera- Jawa
    dialihkan sebaliknya secara berimbang (urusan
    penataan ruang)
  • Pola konsentrasi pembangunan linier (mengikuti
    jalur life in the fast lane trans Sumatera dan
    Pantura Jawa) perlu dipecah/disperse secara
    terkendali sesuai daya dukung dan daya tampung

?
Daya dukung- Daya tampung ( surplus )
Tahap awal
Tahap operasi penuh
Sebelum konstruksi JSS
Saat konstruksi JSS
Setelah beroperasi JSS
70
Dampak Positif secara ruang
  • Akan lebih memberikan multiplier effect ekonomi
    mengikuti jalur transportasi daripada nodal
    /pusat pengembangan di mulut penyeberangan
    (seperti pengalaman Eurotunnel)
  • Pertumbuhan ekonomi dapat lebih cepat karena
    transaksi barang dan jasa lebih lancar
  • Peluang untuk peningkatan kesejahteraan
    masyarakat lebih terbuka seiring dengan lebih
    banyak modal mengalir

Dampak Negatif secara ruang
  • Pada jalur linier transporatsi Sumatera-Jawa
    akan lebih cepat mengalami tekanan dan
    konsekuensi alih lahan.
  • Struktur sosial budaya dan pola kehidupan
    sehari-hari akan berubah ke arah yang lebih
    rasional.
  • Mengingat lemahnya daya saing pada sektor
    sekunder dan tersier maka tekanan pada sektor
    primer akan menjadi titik utama, artinya
    eksploitasi SDA akan meningkat tajam. Tekanan
    terhadap biodiversitas meningkat.
  • Ekosistem berubah ? peluang percepatan perubahan
    iklim
  • Bagaimana perhitungan portofolio terhadap total
    aset (tangibel/intangibel) demi PB?
  • Jika SDA dan daya dukung semakin terbatas
    bagaimana siklus ekonomi nya? Berapa tahun
    golden periodnya ?

71
CONTOH PENETAPAN STRATEGI DAN SOLUSI DIKAITKAN
DENGAN PERATURAN YANG BERLAKU
UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Daya dukung Daya tampung Resiko LH Jasa ekosistem Efisiensi SDA Mitigasi dan Adaptasi terhadap perubahan iklim Mitigasi dan Adaptasi terhadap perubahan iklim Keanekaragaman hayati
S T R A T E G I S T R A T E G I S T R A T E G I S T R A T E G I S T R A T E G I S T R A T E G I S T R A T E G I S T R A T E G I S T R A T E G I
Penataan ruang/Penggunaan tanah v v v v v v
RPJP/RPJM Daya saing daerah v v v v v v v v
Pemanfaatan SDA v v v v
Good Governance v v v v v v v v
Investasi v v v v v
S O L U S I S O L U S I S O L U S I S O L U S I S O L U S I S O L U S I S O L U S I S O L U S I S O L U S I
Manajemen penggunaan tanah (P4T) v v v v v
Jawa Sumatera Incorporate v v v v v v
Efisiensi SDA/SD alternatif v v v v v v
Good Governance/ Public participation v v v v v v v v
Pola kerjasama (Public Private Partnership) v v v v v
Tema-tema yang dianalisis dengan menggunakan KLHS
72
The Wheel of Fortune Privatization and
Nationalization
1
Entrepreneurial
1
10
2
Consolidaion
Regulation of fees and franchises
2
9
3
4
Decline in profitability
3
Withdrawal of capital and services
8
5
6
Public take over
7
4
7
Public subsidies
5
8
Declining efficiency
6
Dilemma of subsidy cuts, fee increase and service
cuts
9
10
Privatization
73
Themes Information management Market
research Tech. transfer (offers /
requests) Information campaigns Consumer
education Actors Chamber of commerce NGOs Local
Gov. Foreign Offices Embassies
Themes Actors On-the-job training NGOs Tech.
demo parks Local Gov. Training
programmes Private industry Research Research
Institutions University courses Universities Shor
t-term courses Identification of best/good
practices
Research Education Training
Business Support Services
Themes Tax incentives Special loans Low-interest
loans Microfinance Subsidies and
grant Actors Local Gov. Commercial banks Central
bank Financial Regulatory body
Themes Transportation Supply of electricity /
gas Actors Local Gov. Private sector Urban
planners Commercial banks Multilateral
institutions
FOSTERING BUSINESS PARTNERSHIPS
Infrastructure Provision
Financing
Special incentives
Legislation Rules, etc.
Themes Policy systems Legislation,
Acts Standards, ISO provisions Awards, fees,
fines Actors Local government Regional/National
Gov. Universities Research Institutions
Themes Export processing zones Tax free / tax
incentives Land leases Special industrial
parks Actors Local Government Private
sector Commercial banks
Manufacturing Subcontracting
Themes Actors Contractual
obligations Private
sector Manufacturing process
Chambers of commerce Raw materials Packaging Pre/p
ost sales initiatives
About PowerShow.com