GANGGUAN PERKEMBANGAN PSIKOLOGIK - PowerPoint PPT Presentation

Loading...

PPT – GANGGUAN PERKEMBANGAN PSIKOLOGIK PowerPoint presentation | free to view - id: 591f26-OTU5Y



Loading


The Adobe Flash plugin is needed to view this content

Get the plugin now

View by Category
About This Presentation
Title:

GANGGUAN PERKEMBANGAN PSIKOLOGIK

Description:

GANGGUAN PERKEMBANGAN PSIKOLOGIK FAK.PSIKOLOGI UKM 2009 F84.0 Autisme pd anak Ggn perkemb. Pervasif yg ditandai oleh adanya abnormalitas dan/atau hendaya perkembangan ... – PowerPoint PPT presentation

Number of Views:700
Avg rating:3.0/5.0
Slides: 47
Provided by: dewi61
Category:

less

Write a Comment
User Comments (0)
Transcript and Presenter's Notes

Title: GANGGUAN PERKEMBANGAN PSIKOLOGIK


1
GANGGUAN PERKEMBANGAN PSIKOLOGIK
  • FAK.PSIKOLOGI
  • UKM
  • 2009

2
PENDAHULUAN
  • Yg trmsk F80-f89 mempunyai gambaran
  • Onset bervariasi selama masa bayi atau anak
  • Hendaya/kelambatan perkembangan fungsi yg berhub
    erat dgn kematangan biologis SSP
  • Berlangsung terus menerus tanpa remisi
    kekambuhan yg khas bagi banyak gangguan jiwa
  • Fungsi yg dipengaruhi trmsk
  • Bahasa
  • Keterampilan visuo-spesial
  • Koordinasi motorik

3
  • Yg khas ialah hendaya berkurang scr progresif dgn
    bertambahnya usia anak (defisit lebih ringan
    sering menetap sampai dewasa)
  • Riwayat penyakitnya ialah suatu kelambatan atau
    hendaya yg sedini mungkin dpt dideteksi, tanpa
    didahului masa perkembangan yg normal.
    Anak laki2 gt anak perempuan

4
ETIOLOGI
  • Terdapat riwayat keluarga dgn ggn yg sama
  • Ada bukti faktor genetik pd banyak kasus (bkn
    semua)
  • Pd sebagian besar kasus etiologinya tdk diketahui
    tetap tdpt ketidak pastian mengenai batasan
    dan subdivisi dr ggn perkembangan ini. Beberapa
    ggn misalnya ggn desinteratif masa anak, sindrom
    landau kleffner, beberapa

5
  • Gangguan sekunder akibat dr ketulian yg berat
    atau beberapa kelainan neurologis atau struktur
    lain yang khas
  • F80.O Gangguan artikulasi berbicara khas
  • Gangguan perkembangan khas yg ditandai oleh
    penggunaan suara bicara dr anak berada dibawah
    tingkat yg sesuai untuk usia mentalnya, sedangkan
    tingkat kemampuan bahasanya normal.
  • pedoman diagnostik
  • Usia kemahiran bersuara untuk berbicara cara
    suara ini berkembang, amat bervariasi pada setiap
    orang.

6
Lanjutan
  • Perkembangan normal
  • Pada usia 4 taghun biasa terjadi kesalahan
    pengungkapan suara bicara, tapi dpt dimengerti
    dgn mudah oleh orang lain
  • Pada usia 6-7 tahun, sebagian besar suara untuk
    berbahasa akan diperoleh, tidak ada masalah
    komunikasi
  • Pada usia 11-12 tahun, penguasaan dari hampir
    semua suara untuk berbicara hrs dicapai

7
Lanjutan
  • Perkembangan abnormal dpt terjadi jika kemampuan
    suara bicara terlambat dan/atau menyimpang,
    menimbulkan
  • Misartikulasi berbahasa anak dg akibat kesulitan
    bagi orang lain
  • Penghilangan, distorsi, atau substitusi dr suara
    berbicara.
  • Inkonsistensi dlm mengeluarkan suara (mengucapkan
    beberapa kata dg benar tapi tdk dpt untuk
    kata-kata yg lain).

8
  • Diagnosis ditegakkan hanya jika keparahan
    gangguan artikulasi diluar batas variasi normal
    bagi usia mental anak sedangkan intelegensia
    nonverbal, kemampuan berbahasa expresif dalam
    batas normal kelainan artikulasi tidak langsung
    diakibatkan oleh suatu kelainan sensorik,
    struktur atau neurologik dan salah-ucap jelas
    abnormal dlm konteks pemakaian bahasa percakapan
    sehari-hari di lingkungan budaya anak
  • Termasuk Ggn. Perkemb. Artikulasi, Ggn.
    Perkemb. Fonetik, Dislalia, Ggn. Artikulasi
    Fungsional, Bahasa Bayi (Lalling).

9
  • F80.1 Ggn Berbahasa expresif
  • Ggn perkemb. Khas dg kemampuan anak dlm
    mengexpresikan bahasa lisan/ucapan dibawah
    rata-rata usia mentalnya, namun pengertian bahasa
    dalam batas normal, dengan atau tanpa ggn
    artikulasi
  • Pedoman Diagnostik. Tidak adanya kata atau
    beberapa kata yg muncul pd usia 2 tahun dan
    ketidak mampuan dlm mengerti kata majemuk
    sederhana pd usia 3 tahun. Kesulitan yg tampak
    belakangan termasuk
  • Perkembangan kosakata yg terbatas
  • Kesulitan memilih mengganti kosakata yg tepat

10
Lanjutan
  • Penggunaan berlebihan dr sekelompok kecil
    kata-kata umum memendekkan ucapan yg panjang
  • Struktur kalimat yg mentah
  • Kesalahan kalimat (Syntatical)
  • Kehilangan awalan atau akhiran yg khas
  • Salah atau gagal dlm menggunakan aturan tata
    bahasa seperti kata penghubung, kata ganti,
    artikel dan kata kerja dan kata benda yg
    terinfleksi (berubah)
  • Dapat dijumpai generalisasi berlebihan yg tdk
    tepat dr aturan tata bahasa, seperti kekurangan
    dlm pengucapan kalimat dan kesulitan mengurut
    kejadian yang telah lewat

11
  • Ketidakmampuan dalam bahasa lisan sering disertai
    dg keterlambatan atau abnormalitas dlm bunyi kata
    yg dihasilkan.
  • Diagnosis ditegakkan hanya jika tingkat keparahan
    dr keterlambatan dlm perkembangan berbahasa
    expresif telah melewati batas variasi normal dr
    umur mental anak, namun kemampuan pengertian
    bahasa dlm batas normal (meski dpt juga dibawah
    rata2)
  • Termasuk Disfasia atau apraksia, tipe ekpresif

12
  • F.80.2 Ggn berbahasa reseptif
  • Ggn perkemb. Khas dg kemampuan anak untuk
    mengerti bahasa dibawah rata2usia mentalnya.
    Dalam hampir semua kasus, bahasa expresif jelas
    terganggu dan lazim ada abnormalitas.
  • Pedoman Diagnostik
  • Ketidakmampuan dalam
  • Memberi respon terhadap nama benda yg umum (tanpa
    benda itu) pd ulang tahun yg pertama.
  • Identifikasi beberapa objek yg sederhana dlm usia
    18 bulan.

13
Lanjutan
  • Atau kegagalan dlm mengikuti instruksisederhana
    pd usia 2 tahun dapat dianggap sbg tanda dr
    keterlambatan. Kesulitan dimasa mendatang
    termasuk pengertian strukturtata bahasa (bentuk
    kalimat negatif, pernyataan, perbandingan, dsb)
    dan kurang mengerti aspek kehalusan bahasa (nada
    suara, gerakan tubuh, dsb)
  • Diagnosis ditegakkan hanya jikatingkat
    keterlambatan dlm bahasa reseptif berada di luar
    batas variasi normal rata2usia mental anak, dan
    jika tidak dijumpai ggn perkembangan pervasif.
  • Termasuk Congenital Auditory Imperception,
    afasia atau Disafasia, Tipe Reseptif, Afasia
    Wernicke, Tuli Kata (Word Deafness)

14
  • F.80.3 Afasia yg di dpt dg Epilepsi (Sindrom
    Landau-Klefner) satu Ggn
  • Didahului dg perkemb. Bahasa yg normal
  • Kemudian kehilangan kedua kemampuan berbahasa
    ekspresif dan reseptif
  • Tetap normal dlm intelegensia umum
  • Onset ggn disertai dg abnormalitas paroximal pd
    EEG (hampir selalu Lobus Temporalis, biasanya
    bilateral, sering meluas)
  • Kebanyakan kasus disertai kejang Epileptik
  • Onset usia 3-7 tahun, bisa lbh awal atau lbh
    lambat
  • Kehilangan berbahasa bisa perlahan dlm beberapa
    bulan, bisa mendadak dlm beberapa hari atau
    minggu
  • Hubungan waktu antara onset kejang dg kehilangan
    berbahasa bernariasi, biasanya beberapa bulan
    sampai 2 tahun

15
Lanjutan
  • Yang khas adl hendaya berbahasa reseptif yg sgt
    berat disertai kesulitan dlm pengertian melalui
    pendengaran yg srg mrpkn manifestasi pertama dr
    kondisi ini
  • Beberapa anak membisu, lainnya mengeluarkan kata
    ulang tak berarti, beberapa kekuranglancaran
    berbahasa dan ucapannya srg ada misartikulasi
  • Beberapa kasus kualitas suara terganggu, hilang
    alunan suara yg normal
  • Kadang2 kemampuan berbahasatimbul hilang dlm fase
    awal dr gangguan ini
  • Ggn emosional dan prilaku srg menyusul beberapa
    bulan setelah ggn berbahasa, tapi cenderung
    membaik setelah anak mampu berkomunikasi
  • Penyebab kondisi ini scr klinis diperkirakan oleh
    radang otak
  • Perjalanan penyakit ini cukup bervariasi 2/3 dr
    anak2 akan tetap kurang mampu dlm bahasa
    reseptif, 1/3 nya dpt sembuh sempurna

16
  • F80.8 Ggn perkemb. Berbicara dan berbahasa
    lainnya
  • Termasuk Pelat (Lisping)
  • F80.9 Ggn perkemb. Berbicara dan berbahasa YTT
  • TermasukGgn berbahasa YTT

17
  • F81 Ggn Perkembangan Belajar Khas
  • Konsep gangguan ini sebanding dg gangguan
    perkemb. Khas berbicara dan berbahasa, mempunyai
    masalah yang sama dlm hal definisi dan
    pengukuran/pemeriksaannya.
  • Adalah suatu ggn pd pola normal kemampuan
    penguasaan keterampilan yang terganggu sejak
    stadium awal perkembangan.
  • Bukan akibat dr kurangnya kesempatan belajar atau
    berhubungan dg cedera otak penyakit lain.
  • Gangguan ini lbh banyak diperkirakan berasal dr
    kelainan proses kognitif, khususnya beberapa tipe
    disfungsi biologis
  • ?gt?

18
  • Pedoman Diagnostik
  • Secara klinis terdapat hendaya yang bermakna dlm
    keterampilan skolastik tertentu. Keparahan
    kelainan ditentukan berdasarkan istilah, misalnya
    keterampilan yg diharapkan adl lt 3 anak sekolah,
    beratnya gangguan yg mendahului (didahului oleh
    keterlambatan atau penyimpangan dlm perkembangan
    terutama dlm berbicara atau berbahasa pd usia pra
    sekolah), pd masalah yg terkait (minat ?,
    aktivitas gtgt, gangguan emosional atau kelainan
    tingkah laku), pada pola, dan pada respons.
  • Hendayanya harus khusus, bukan karena adanya
    retardasi mental atau hendaya ringan pd
    intelegensia umum. Pedoman klinis yg sederhana
    yaitu tingkat pencapaian anak harusjauh dibawah
    prestasi yg diharapkan pd anak berumur mental yg
    sebaya

19
  • Hendaya harus dalam perkembangannya, harus sudah
    ada pada anak usia sekolah dan tidak didapatkan
    kemudian dalam proses perjalanan pendidikan.
    Riwayat prestasi sekolah anak harus mendukung
    data ini.
  • Harus tidak ada faktor luar yang menjadi alasan
    untuk kesulitan skolastik. Diagnosis harus benar2
    berdasarkan bukti gangguan secara klinis yg nyata
    dalam prestasi skolastik, yang berhubungan dg
    faktor intrinsik dalam perkembangan anak.
  • Tidak langsung disebabkan oleh hendaya visus atau
    pendengaran yg tak terkoreksi.

20
  • Diagnosis Banding
  • Secara klinis penting dibedakan dengan gangguan
    yg timbul sekunder akibat beberapa gangguan
    neurologis seperti Palsi serebalis
  • F81.0 Ggn membaca khas
  • Gambaran utama ggn ini ialah hendaya yg khas dan
    bermakna dlm perkemb. Kemampuan membaca, yang
    tidak hanya semata-mata dijelaskan dr usia mental
    ketajaman pandangan, atau dari tidak adekwatnya
    pendidikan di sekolah
  • Pedoman Diagnostik
  • Kemampuan membaca anak hrs secara bermakna lbh
    rendah tingkatannya daripada kemampuan yg
    diharapkan pada usianya, intelegensia umum,
    penempatan sekolahnya. Kemampuan ini terbaik
    dinilai dg alat tes kemampuan ketepatan baca dg
    pengertian yg baku

21
Lanjutan
  • Mungkin ada beberapa kesalahan dlm kemampuan
    membaca scr lisan seperti yg digambarkan dg
  • Dihilangkannya, digantinya, distorsi, atau
    imbuhan kata atau suku kata.
  • Kecepatan membaca yg lamban.
  • Salah mengawali, keraguan yg lama, atau
    kehilangan bagian dr teks dan tidak tepat
    menyusun kalimat.
  • Memutar-balikkan kata dlm kalimat atau huruf dlm
    kata.
  • Ketidakmampuan mengucapkan kembali isi bacaan.
  • Ketidakmampuan menyimpulkan dr materi bacaan.
  • Mempergunakan pengetahuan umum sebagai latar
    belakang informasidr informasi yang berasal dr
    cerita tertentu, untuk menjawab pertanyaan dr
    cerita yang baru dibacakan.

22
Lanjutan
  • Pada akhir masa kanak dan usia dewasa, kesulitan
    mengeja lbh parah daripada kesulitan membaca.
  • Gangguan perkemb. Khas membaca biasanya didahului
    oleh riwayat gangguan perkemb. Berbicara atau
    berbahasa.
  • Pada masa usia sekolah biasanya disertai gangguan
    emosional, dan/atau perilaku. Masalah emosional
    biasanya lbh banyak pada tahun pertama sekolah.
    Sindrom hiperaktif hampir selalu ada pada akhir
    masa kanak dan remaja, srg dijumpai rasa rendah
    diri dan kesulitan penyesuaian disekolah dan
    hubungan dengan teman sebaya.
  • Termasuk membaca terbalik, disleksia
    perkembangan, retardasi membaca yg khas,
    kesulitan mengeja yg berhubungan dengan gangguan
    membaca

23
  • F81.1 Ggn mengeja khas
  • Gambaran utama dr gangguian ini adalah hendaya yg
    khas dan bermakna dlm perkembangan kemampuan
    mengeja tanpa riwayat gangguan membaca khas, yang
    bukan disebabkan olehrendahnya usia mental,
    masalah ketajaman penglihatan atau pendidikan
    sekolah yg tidak adekuat, kemampuan untuk mengeja
    secara lantang (lisan) dan menuliskan kata secara
    benar keduanya terkena.
  • Pedoman Diagnostik
  • Kemampuan mengeja anak harus secara bermakna
    dibawah tingkat yg seharusnya sesuai usianya,
    intelegensia umum, dan tingkat sekolahnya, dan
    terbaik dinilai dg cara pemeriksaan yg baku

24
Lanjutan
  • Kemampuan membaca anak hrs dlm batas normal dan
    tidak ada riwayat sebelumnya yg bermakna tentang
    kesulitan membaca.
  • Kesulitan dlm mengeja bukan sbg akibat cara
    pengajaran yg tdk adewkuat atau kekurangan daya
    penglihatan, pendengaran atau fungsi neurologis,
    dan bukan didapat sebagai akibat gangguan
    neurologis, psikiatrik lainnya.
  • Termasuk retardasi mengeja khas tanpa
    gangguan membaca

25
  • F81.2 Ggn berhitung khas
  • Gangguan ini meliputi hendaya yg khas dlm
    kemampuan berhitung yg tidak disebabkan oleh
    retardasi mental atau banyaknya pendidikan
    sekolah yg tidak adekuat. Kekurangan ialah pada
    penguasaan kemampuan dasar berhitung yaitu
    tambah, kurang, kali, bagi.
  • Pedoman Diagnostik
  • Kemampuan berhitung anak hrs secara bermakna lbh
    rendah dr tingkat yg seharusnya dicapaisesuai dg
    usianya, intelegensia umum, tingkat sekolahnya,
    dan terbaik dinilai dg cara pemeriksaan untuk
    kemampuan berhitung yang baku.kesulitan dlm
    berhitung bukan karena pengajaran yg tidak
    adekuat, gangguan penglihatan, pendengaran, atau
    fungsi neurologis, dan tidak disebabkan gangguan
    neurologis, psikiatrik atau lainnya.

26
Lanjutan
  • Mempunyai daya persepsi pendengaran dan kemampuan
    verbal yg normal, tetapi hendaya kemampuan
    pengenalan ruang dan persepsi visual, beberapa
    bermasalah perilaku sosio-emosiaonal, kesulitan
    interaksi sosial cukup banyak ditemukan.
  • Beragam kesulitan berhitung sulit mengerti
    konsep perhitungan yang mendasari, tidak mengerti
    istilah dan lambang matematika, tidak mengenal
    angka, kesulitan mengaksara kan upaya
    penghitungan dasar, kesulitan mengenal angka yg
    terkait dg soal berhitung, kesulitan dlm
    menjajarkan angka yg sesuai atau meletakkan titik
    desimal atau lambang dlm berhitung, tidak pandai
    mengatur ruang dlm perhitungan matematika dan
    tidak mampu untuk menghafal perkalian secara
    memuaskan.
  • Termasuk akalkulia perkembangan, gangguan
    perkembangan berhitung, sindrom gerstmann.

27
  • F81.3 Gangguan belajar campuran
  • Ini merupakan kategori sisa gangguan yg
    batasannya tdk jelas konsep yg tidak adekuat
    (tetapi perlu) dg hendaya pd kemampuan berhitung,
    membaca atau mengejasecara bermakna, tetapi tidak
    dapat dijelaskan sebagai akibat dari retardasi
    mental atau pengajaran yg tidak adekuat. Ini
    harus dipergunakan untuk gangguan yg memenuhi
    kriteria pada F81,2, F81.0, atau F81.1.
  • F81.8 Gangguan perkembangan belajar lainnya
  • Termasuk gangguan perkembangan menulis expresif
  • F81.9 Ggn perkembangan belajat YTT
  • Kategori ini harus dihindarkan sebisa mungkin dan
    dipergunakan hanya untuk gangguan yg tdk khas dg
    disabilitas yg bermakna tentang belajar yg tidak
    disebabkan oleh retardasi mental, masalah
    ketajaman penglihatan atau pengajaran yg tdk
    adekuat
  • Termasuk disabilitas memperoleh pengetahuan
    YTT, disabilitas belajar YTT, gangguan belajar
    YTT.

28
  • F82 Ggn perkembangan motorik khas
  • Gambaran utama dr gangguan ini adalah hendaya
    berat dlm perkembangan koordinasi motorik yg tdk
    semata disebabkan oleh retardasi intelektual umum
    atau kelainan kongenital atau gangguan neurologik
    yg didapat (kecuali satu yg implisit dlm kelainan
    koordinasi). Kelambanan motorik srg dihubungkan
    dg hendaya dlm kemampuan melaksanakan tugas
    kognitif visuo-spasial.
  • Pedoman Diagnostik
  • Koordinasi motorik anak, dlm gerak halus atau
    kasar, harus secara bermakna dibawah rata-rata
    kemampuan anak dalam usia mentalnya berupa
    intelegensia umumnya.
  • Kesulitan koordinasi harus tampak dalam fase
    perkembangan awal, bukan akibat langsung dr
    gangguan penglihatan atau pendengaran atau dari
    neurologis lainnya.

29
Lanjutan
  • Meliputi koordinasi motorik halus dan kasar
    sangat luas, pola hendaya motorik bervariasi
    sesuai usia.
  • Tahap perkembangan motorik dapat terlambat dan
    dapat terjadi kesulitan berbicara (khususnya
    gangguan artikulasi).
  • Anak tampak aneh berjalannya, lambat belajar
    berlari, meloncat dan naik turun tangga.
  • Kesulitan belajar mengikat tali sepatu, memasang
    dan melepaskan kancing, melempar dan menangkap
    bola.
  • Lamban dalam gerak halus dan gerak kasar, benda
    yg dipegang mudah jatuh, terjatuh, tersandung,
    menabrak tulisan tangan buruk.
  • Tak pandai menggambar, biasanya sulit mengerjakan
    permaianan jigzaw, menggunakan peralatan
    konstruksional, menyusun bentuk bangunan,
    membangun model, main bola serta menggambar dan
    mengerti peta.

30
lanjutan
  • Pada pemeriksaan klinis yg teliti kebanyakan
    kasus menunjukkan kelambatan perkembangan
    neurologis seperti gerakan koreoform, koordinasi
    motorik halus dan kasar (biasanya disebut sebagai
    soft neurological signs, lokasi lesitidak jelas,
    refleks tendon ? atau ?secara bilateral.
  • Beberapa anak mengalami kesulitan bersekolah
    kadang2 tarafnya sgt berat, dlm beberapa kasus
    terdapat masalah prilaku sosio-emosional.
  • Tidak dijumpai kelainan neurologis yg nyata, pd
    beberapa kasus dpt ditemui riwayat komplikasi
    perinatal, sepertiberat lahir rendah atau lahir
    prematur.
  • Termasuk Clumsy Child Syndrome, ggn perkemb.
    Koordinasi, dispraksia perkembangan.

31
  • F83 Ggn Perkemb. Khas Campuran
  • Merupakan sisa kategori gangguan yg batasannya
    tak jelas, konsepnya inadekuat dg perkembangan
    khas campuran dari berbicara dan berbahasa,
    keterampilan akademik, dan/atau fungsi motorik,
    tetapi tidak ada satu gejala cukup dominan untuk
    dibuat sbg diagnosis utama. Sering dihubungkan dg
    hendaya dlm fungsi kognitif, dan kategoricampuran
    ini hanya digunakan jika terjadi tumpang tindih
    yg jelas. Jadi kategori II harus digunakan jika
    dipenuhi kriteria dari dua atau lebih pada F80.-,
    F81.-, dan F82.

32
  • F84 Ggn Perkemb. Pervasif
  • Kelompok gangguan ini ditandai oleh abnormalitas
    kualitatif dalam interaksi sosial dan pola
    komunikasi, kecenderungan minat dan meskipun
    gambaran gerakan terbatas, stereotiptik,
    berulang, abnormalitas kualitatif ini merupakan
    gambaran yg meluas (pervasif) dari fungsi
    individu dlm segala situasi, meskipun dpt berbeda
    dlm derajat keparahannya. Sering terdapat riwayat
    perkembangan yang abnormal sejak masa bayi,
    kebanyakan kondisinya nyata dalam 5 tahun
    pertama. Dapat terjadi hendaya kognitif umum tapi
    gangguannya batasan umumsebagai prilaku yang
    menyimpang dlm hal hubungan dg usia mental (tak
    peduli individu retardasi atau tidak).

33
Lanjutan
  • Pada beberapa kasus gangguan itu dihubungkan dg,
    dan diduga akibat dari beberapa kondisi medis,
    seperti spasme, infantil, rubella congenital,
    sklerosis, tuberosa, lipidosis serebral, dan
    anomali kromosom X rapuh. Gangguan ini hrs
    didiagnosis berdasarkan gambaran prilaku, tanpa
    memperdulikan ada atau tidaknya suatu kondisi
    medis, kondisi ini harus diberi kode dianosis
    sendiri. Jika dijumpai retardasi mental penting
    diberikan nomor terpisah, dlm kelompok F70-79,
    karena bukan gambaran umum gangguan pervasif.

34
  • F84.0 Autisme pd anak
  • Ggn perkemb. Pervasif yg ditandai oleh adanya
    abnormalitas dan/atau hendaya perkembangan yang
    muncul sebelum usia 3 tahun. Dg ciri fungsi yg
    abnormal dlm 3 bidang interaksi sosial,
    komunikasi, dan prilaku yg terbatas dan berulang.
    Anak ? 3-4 X anak ?.
  • Pedoman Diagnostik
  • Perkemb. Abnormal tampak sebelum usia 3 tahun.
  • Hendaya kualitatif dlm interaksi sosial, tiadanya
    apresiasi adekuat terhadap isyarat
    sosio-emosional.

35
Lanjutan
  • Terdapat hendaya kualitatif dlm komunikasi.
    Kurangnya kemampuan berbahasa hendaya dlm
    permainan imaginatif dan imitasi sosial buruknya
    keserasian dan kurangnya interaksi timbal-balik
    dlm percakapan buruknya fleksibilitas dlm bahasa
    expresif dan relatif kurang dlm kreativitas dan
    fantasi dlm proses fikir kurangnya respon
    emosional terhadap ungkapan verbal dan non verbal
    orang lain hendaya dlm menggunakan variasi atau
    tekanan modulasi komunikatif dan kurangnya
    isyarat tubuh untuk menekankan atau mengartikan
    komunikasi lisan
  • Semua tingkatan IQ dpt ditemukan dlm hubunganya
    dg autisme, tetapi ditemui retardasi mental yang
    bermakna pada ¾ kasus

36
Lanjutan
  • Sebagai tambahan dr gambaran diagnosis yg khas
    ini, anak autistik srg menunjukkan beberapa
    masalah tak khas, seperti ketakutan/fobia,
    gangguan tidur dan makan, mengadat (temper
    tantrum) dan agresivitas.
  • atau dlm tata ruang Kondisi ini juga ditandai
    oleh prilakuminat dan kegiatan yg terbatas,
    pengulangan dan stereotiptik. Cenderung berikap
    kaku dan rutin dalam kehidupan sehari-hari,
    biasnya berlaku untuk kegiatan baru atau
    kebiasaan kebiasan sehari-hari yg rutin dan pola
    bermain, penolakan terhadap perubahan dari
    rutinitas dari lingkungan pribadi (sulit menerima
    perubahan.
  • Termasuk Gangguan autistik, Autisme infantil,
    Psikosis infantil, Sindrom kanner.

37
Lanjutan
  • Diagnosis Banding
  • gangguan perkembangan khas berbahasa reseptif
    (F80.2)
  • Gangguan kelekatan reaktif (F94.2).
  • Retardasi mental (F70-79).
  • Skizofrenia (F20) dgn onset dini sindrom Rett
    (F84.2)

38
  • F84.1 Autisme tak khas
  • Ggn perkemb pervasif yg dibedakan dr autisme dlm
    usia awalnya atau dari tidak terpenuhinya ketiga
    kriteria diagnostik. Abnormalitas dan/atau
    hendaya perkemb baru timbul pertama kali setelah
    berusia diatas 3 tahun, tidak cukup menunjukkan
    abnormalitas dlm satu atau dua dari tiga
    psikopatologiyg dibutuhkan untuk diagnostik untuk
    diagnosis autisme (interaksi sosial timbal balik,
    komunikasi, dan prilaku terbatas, stereotiptik,
    dan berulang) meskipun terdapat abnormalitas yg
    khas dlm bidang lain. Srg muncul dg retardasi
    mental yg berat, juga tampak pada individu dg
    gangguan perkemb yg khas berbahasa reseptif yg
    berat. Maka secara bermakna merupakan kondisi yg
    terpisah dr autisme.
  • Termasuk Psikosis masa kanak yg tak khas,
    Retardasi mental dg gambaran autistik.

39
  • F84.2 Sindrom Rett
  • Suatu kondisi yg belum diketahui sebabnya, hanya
    dilaporkan terjadi pd anak perempuan
  • Pedoman Diagnostik
  • Onset biasanya terjadi pada usia 7-24 bulan.
  • Gejala khas paling menonjol adalah hilangnya
    kemampuan gerakan tangan yg bertujuan dan
    keterampilan motorik manipulatif yg telah
    terlatih.
  • Kehilangan atau hambatan seluruh atau sebagian
    kemampuan berbahasa, gerakan seperti mencuci
    tangan yg stereotiptik, dg fleksi lengan didepan
    atau dagu, membasahi tangan secara stereotiptik
    dg saliva, hambatan dlm fungsi mengunyah makanan,
    srg terjadi episode hiperventilasi, selalu gagal
    dlm pengaturan BAB dan BAK, srg terdapat
    penonjolan lidah dan air liur menetes, kehilangan
    hubungansosial

40
Lanjutan
  • Cara berdiri dan berjalan cenderung melebar, otot
    hipotonik, koordinasi gerak tubuh memburuk,
    skoliosis atau kifoskoliosis yg berkembang
    kemudian.
  • Atrofi spinal dg hendaya motorik berat muncul pd
    saat remaja atau dewasa 50 kasus.
  • Kemudian muncul spastisitas dan rigiditas,
    ekstrimitas bawah gt ekstrimitas atas.
  • Serangan epileptik mendadak biasanya dlm bentuk
    kecil, onset serangan lt usia 8 tahun.

41
  • F84.3 Ggn disintegratif masa kanak lainnya.
  • Suatu gangguan perkemb pervasif yg ditandai oleh
    adanya periode perkemb normal sebelum onset
    penyakit, serta adanya kehilangan yg nyata dr
    keterampilan terlatihpd beberapa bidang perkemb
    setelah beberapa bulan penyakit berlangsung,
    disertai adanya abnormalitas yg khas dr fungsi
    sosial, komunikasi dan prilaku. Kadang ada
    periode prodromal berupa keadaan sakit yg
    samar-samar, anak menjadi gelisah, mudah
    tersinggung, cemas, dan overaktif. Diikuti oleh
    kemiskinan kemudian kehilangan kemampuan
    berbicara dan berbahasa, disertai dg disintegrasi
    prilaku, pd beberapa kasus hilangnya keterampilan
    terjadi secara progesif dan menetap.

42
Lanjutan
  • Pedoman Diagnostik
  • Diagnosis ditegakkan berdasarkan suatu
    perkembangan normal sampai usia minimal 2 tahun,
    diikuti kehilangan yg nyata dr keterampilan yg
    terlatih disertai dg abnormalitas yg kualitatif
    dr fungsi sosial.
  • Terjadi regresi yg jelas atau kehilangan
    kemampuan berbicara, bermain, keterampilan sosial
    dan prilaku sosial penyesuaian diri, srg dg
    hilangnya pengendalian fungsi BAB dan BAK,
    terkadang dg deteriorasi pengendalian fungsi
    motorik.
  • Yg khas adalah hilangnya scr menyeluruh perhatian
    terhadap lingkungan, adanya manerisme dan
    stereotiptik. Serta hendaya dlm interaksi sosial
    dan komunikasi yg mirip autisme.
  • Termasuk demensia infantil, psikosis
    disintegratif, sindrom heller, psikosis simbiotik.

43
  • F84.4 Ggn aktivitas berlebih yg berhubungan dg
    retardasi mental dan gerakan stereotiptik
  • Ini adalah suatu gangguan yg tak jelas batasannya
    dg validitas nosologis yg blm pasti.
  • Pedoman Diagnostik
  • Diagnostik tergantung pd kombinasi antara
    perkembangan yg tdk serasi dari
  • Overaktivitas yg berat.
  • Stereotiptik motorik dan
  • Retardasi mental berat
  • Ketiganya hrs ada untuk menegakkan diagnosis.
    Bila kriteria diagnostik untuk F84.0, F84.1 atau
    F84.2 dipenuhi, maka kondisi itu hrs didiagnosis.

44
  • F84.5 Sindrom Asperger
  • Suatu gangguan dg validitas nosologis yg blm
    pasti, ditandai oleh abnormalitas yg kualitatif
    sama seperti autisme, yaitu hendaya dlm interaksi
    sosial yg timbal balik, disertai dg keterbatasan
    perhatian dan aktivitas yg sifatnya stereotiptik
    dg pengulangan yg sama. Tidak ada keterlambatan
    atau retardasi umum kemampuan berbahasa atau
    perkembangan kognitif. Sebagian besar mempunyai
    intelegensia rata-rata normal, tapi srg bersikap
    canggung/kikuk ? ? dg rasio 8 1. terdapat
    kecenderungan kuat bahwa abnormalitas berlangsung
    sampai masa remaja dan dewasa.

45
Lanjutan
  • Pedoman Diagnostik
  • Diagnosis berdasarkan kombinasi antara
  • Keterlambatan berbahasa atau perkembangan
    kognitif,
  • Defisiensi kualitatif fungsi interaksi sosial yg
    timbal-balik dg pola prilaku dan perhatianyg
    terbatas, berulang dan stereotiptik
  • Termasuk
  • Psikopati Autistik
  • Gangguan Skizoid masa anak

46
  • F84.8 Ggn Perkembangan Pervasif lainnya
  • F84.9 Ggn Perkembangan Pervasif YTT
  • Ini merupakan kategori diagnosis sisa yg hrs
    dipergunkan untuk gangguan yg tdk dpt memenuhi
    deskripsi umum gangguan perkembangan pervasif,
    tetapi terdapat informasi yg tdk memadai, atau
    adanya hal yg kontradiktif yang tdk memenuhi
    kriteria untuk kode F84 lainnya
About PowerShow.com