CHAPTER 3 - PowerPoint PPT Presentation

Loading...

PPT – CHAPTER 3 PowerPoint presentation | free to view - id: 57afb9-Yzg0O



Loading


The Adobe Flash plugin is needed to view this content

Get the plugin now

View by Category
About This Presentation
Title:

CHAPTER 3

Description:

chapter 3 metode ilmiah losari beach, makassar, 2007 tanah lot, bali, 2007 pokok perkuliahan/praktikum: pengantar aks 1 filsafat ilmu dan budaya ilmiah ... – PowerPoint PPT presentation

Number of Views:85
Avg rating:3.0/5.0
Slides: 18
Provided by: lingkarha
Category:

less

Write a Comment
User Comments (0)
Transcript and Presenter's Notes

Title: CHAPTER 3


1
CHAPTER 3
  • METODE ILMIAH

2
  • LOSARI BEACH, MAKASSAR, 2007
  • TANAH LOT, BALI, 2007

3
(No Transcript)
4
POKOK PERKULIAHAN/PRAKTIKUM
  • PENGANTAR AKS 1
  • FILSAFAT ILMU DAN BUDAYA ILMIAH AKS 2/3
  • METODE ILMIAH DIK 4/5
  • EVALUASI I
  • TEKNIK PENULISAN ILMIAH AKS 6
  • PENULISAN TESIS DIK 7
  • PENULISAN ARTIKEL ILMIAH AKS 8
  • ETIKA PENULISAN ILMIAH AKS 9
  • EVALUASI II
  • MEMAHAMI DOKUMEN ILMIAH DIK 10/11
  • TEKNIK PRESENTASI ILMIAH AKS 12/13
  • PENGGUNAAN EJAAN BAHASA INDONESIA AKS 14/15
  • MENGHINDARI PLAGIARISME DIK 16
  • EVALUASI III
  • PRAKTIKUM
  • Telaah Tesis/DIK 1-4

5
METODE ILMIAH
  • MERUPAKAN SUATU CARA UNTUK MEMBURU KEBENARAN
    ILMIAH.
  • MERUPAKAN PERPADUAN ANTARA RASIONALISME DAN
    EMPIRISME.
  • TERDIRI ATAS BEBERAPA TAHAPAN PENTING YANG HARUS
    DILALUI UNTUK MENCAPAI KEBENARAN ILMIAH.

6
JENIS METODE ILMIAH
  • METODE OBSERVASI (DENGAN INDERA ALAT DAN KONDISI
    PENGAMAT DAN PENGAMATAN PENTING DIPERHATIKAN)
  • METODE TRIAL AND ERROR, TRIAL AND SUCCESS
    (LEARNING BY DOING, LEARNING BY THINKING)
  • METODE PERCOBAAN/EKSPERIMEN (PENGUJIAN HIPOTESIS
    DAN HUBUNGAN SEBAB AKIBAT TERJADI
    MANIPULASI/KONTROL KONDISI OBYEK DALAM BEBERAPA
    FAKTOR PERLAKUAN)
  • METODE STATISTIKA (PENGELOMPOKAN, ANALISIS ANGKA
    UNTUK INDUKSI BERMANFAAT UMTUK MEMAHAMI HUBUNGAN
    ANTARFAKTOR DAN PREDIKSI DARI KECENDERUNGAN).
  • METODE SAMPLING (CONTOH REPRESENTATIF DARI DATA
    YANG SERUPA PENGELOMPOKAN DILAKUKAN SEBELUM
    SAMPLING).

7
TAHAPAN METODE ILMIAH
  • PENENTUAN MASALAH
  • PERUMUSAN MASALAH
  • PENGAJUAN HIPOTESIS
  • DEDUKSI HIPOTESIS
  • PENGUMPULAN DATA
  • PENGUJIAN HIPOTESIS
  • PENETAPAN TESIS
  • PELAPORAN TESIS

8
TATA LANGKAH METODE ILMIAH
  • IDENTIFIKASI, PEMILIHAN, DAN PERUMUSAN MASALAH
  • PENELAAHAN KEPUSTAKAAN
  • PERUMUSAN HIPOTESIS
  • IDENTIFIKASI, KLASIFIKASI, DAN PENDEFINISIAN
    PEUBAH
  • PEMILIHAN DAN PENGEMBANGAN ALAT UKUR
  • PENYUSUNAN RANCANGAN PENELITIAN
  • PENETAPAN CONTOH
  • PENGUMPULAN DATA
  • PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA
  • INTERPRETASI HASIL ANALISIS
  • PENYUSUNAN LAPORAN PENELITIAN/TULISAN ILMIAH
  • (SURYADIBRATA, 1998)

9
PENENTUAN MASALAH
  • BERBAGAI MASALAH HARUS SEBELUMNYA DIIDENTIFIKASI,
    KHUSUSNYA YANG BERSIFAT SIGNIFIKAN.
  • IDENTIFIKASI MASALAH DAPAT DILAKUKAN DENGAN
    PENGAMATAN LANGSUNG, MEMBACA ARTIKEL, DISKUSI,
    SEMINAR, KESIMPULAN PENELITIAN SEBELUMNYA,
    PERNYATAAN PEJABAT PENTING, DLL.
  • MASALAH KEMUDIAN DIPILIH DAN DITENTUKAN
    BERDASARKAN PRIORITAS SERTA KELAYAKANNYA UNTUK
    DITELITI.
  • MASALAH YANG TELAH DITENTUKAN DAN AKAN DITELITI
    HARUS DIBATASI SECARA JELAS.

10
PERUMUSAN MASALAH
  • DALAM PERUMUSAN, MASALAH HARUS SUDAH DIRUMUSKAN
    SECARA JELAS.
  • FAKTOR-FAKTOR YANG TERLIBAT HARUS SUDAH
    DIIDENTIFIKASI.
  • SELURUH FAKTOR HARUS TERGAMBAR SEDEMIKIAN RUPA
    SEHINGGA MEMBENTUK SUATU KERANGKA YANG MEWUJUD
    DALAM BENTUK GEJALA YANG DIAMATI ATAU DITELITI.

11
PENGAJUAN HIPOTESIS
  • HIPOTESIS ADALAH KESIMPULAN SEMENTARA DARI
    MASALAH YANG AKAN DITELITI.
  • HIPOTESIS BERASAL DARI HUBUNGAN SEBAB AKIBAT
    DARI BERBAGAI FAKTOR YANG MEMBENTUK MASALAH.
  • HIPOTESIS MERUPAKAN HASIL PENALARAN DEDUKTIF
    INDUKTIF BERDASARKAN PENGETAHUAN SEBELUMNYA YANG
    TELAH DIKETAHUI KEBENARANNYA.

12
DEDUKSI HIPOTESIS
  • DEDUKSI HIPOTESIS MERUPAKAN KONSEKUENSI HIPOTESIS
    SECARA EMPIRIK.
  • DENGAN DEDUKSI HIPOTESIS, FAKTA YANG DAPAT
    DILIHAT DALAM KENYATAAN (EMPIRIK) DIIDENTIFIKASI
    UNTUK DIUKUR.
  • MELALUI DEDUKSI HIPOTESIS, ALAT UKUR DITENTUKAN
    ATAU DIBUAT DAN DIKEMBANGKAN.

13
PENGUMPULAN DATA
  • SETELAH ALAT UKUR TERSEDIA, DATA YANG MERUPAKAN
    FAKTA EMPIRIK DIKUMPULKAN.
  • FAKTA DIKUMPULKAN SECARA SISTEMATIK DAN DICATAT
    SERTA DIOLAH SECARA HATI-HATI UNTUK KEMUDIAN
    DIOLAH DENGAN BERBAGAI ALAT.

14
PENGUJIAN HIPOTESIS
  • DENGAN MENGGUNAKAN FAKTA YANG TERKUMPUL,
    HIPOTESIS KEMUDIAN DIUJI.
  • BILA HASILNYA POSITIF (FAKTA SAMA DENGAN
    HIPOTESIS), MAKA HIPOTESIS BERUBAH MENJADI TESIS.
  • BILA HASILNYA NEGATIF (FAKTA TIDAK SAMA DENGAN
    HIPOTESIS), MAKA HIPOTESIS MENJADI ANTITESIS.

15
PENETAPAN TESIS
  • TESIS KEMUDIAN AKAN MENJADI PENGETAHUAN-ILMU BARU
    YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENJELASKAN GEJALA
    LAIN.
  • ANTITESIS AKAN DIGUNAKAN UNTUK MEMBUAT HIPOTESIS
    LAIN.

16
PELAPORAN TESIS
  • BAIK TESIS MAUPUN ANTITESIS HARUS DILAPORKAN
    KEPADA MASYARAKAT ILMIAH MELALUI LAPORAN
    PENELITIAN ATAU PUN ARTIKEL ILMIAH.
  • TESIS MASIH HARUS MELALUI PEER REVIEW UNTUK
    DILAPORKAN KE MASYARAKAT ILMIAH.
  • PENELITIAN BELUM DAPAT DIKATAKAN SELESAI SEBELUM
    DILAPORKAN.

17
  • SUNSET IN TANAH LOT BALI, 2007
  • SUNRISE IN THE MORNING OF BROMO EAST JAVA, 2007
About PowerShow.com