PBK (PENILAIAN BERBASIS KELAS) - PowerPoint PPT Presentation

Loading...

PPT – PBK (PENILAIAN BERBASIS KELAS) PowerPoint presentation | free to view - id: 49bfb7-OWMwY



Loading


The Adobe Flash plugin is needed to view this content

Get the plugin now

View by Category
About This Presentation
Title:

PBK (PENILAIAN BERBASIS KELAS)

Description:

KOMPETENSI GURU PAI Kompetensi Pedagogik Kompetensi Profesional Kompetensi Kepribadian Kompetensi Sosial Kompetensi Pedagogik Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi ... – PowerPoint PPT presentation

Number of Views:2785
Avg rating:3.0/5.0
Slides: 207
Provided by: adm99
Category:

less

Write a Comment
User Comments (0)
Transcript and Presenter's Notes

Title: PBK (PENILAIAN BERBASIS KELAS)


1
PENGEMBANGAN SISTEM EVALUASI PAI
oleh HENDRO WIDODO
2
KOMPETENSI GURU PAI
PERTEMUAN I
  • Kompetensi Pedagogik
  • Kompetensi Profesional
  • Kompetensi Kepribadian
  • Kompetensi Sosial

3
Kompetensi Pedagogik
  • Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses
    dan hasil belajar.
  • Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk
    kepentingan kualitas pembelajaran.

4
Indikatornya
  1. Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi
    proses dan hasil belajar sesuai dengan
    karakteristik mata pelajaran yang diampu.
  2. Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar
    yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai
    dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu.
  3. Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses
    dan hasil belajar.
  4. Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi
    proses dan hasil belajar.

5
Indikatornya
  1. Mengadministrasikan penilaian proses dan hasil
    belajar secara berkesinambungan dengan
    menggu-nakan berbagai instrumen.
  2. Menganalisis hasil penilaian proses dan hasil
    belajar untuk berbagai tujuan.
  3. Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar.

6
Indikatornya
  1. Menggunakan informasi hasil penilaian dan
    evaluasi untuk menentukan ketuntasan belajar.
  2. Menggunakan informasi hasil penilaian dan
    evaluasi untuk merancang program remedial dan
    pengayaan.
  3. Mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi
    kepada pemangku kepentingan.
  4. Memanfaatkan informasi hasil penilaian dan
    evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas
    pembelajaran.

7
DESKRIPSI EVALUASI PENDIDIKAN
  • Mengantarkan mhs
  • memiliki pemahaman konsep-konsep tentang evaluasi
    belajar pada umumnya dan evaluasi belajar
    Pendidikan Agama Islam (PAI) pada khususnya
  • Mampu mengembangkan dan menerapkan evaluasi
    belajar PAI

8
KOMPETENSI DASAR
(1)
  • Mendeskripsikan hakekat evaluasi belajar PAI
  • Mendeskripsikan objek evaluasi hasil belajar PAI
  • Mendeskripsikan dan mengembangkan teknik dan
    instrumen evaluasi PAI
  • Menyusun instrumen evaluasi PAI
  • Menganalisis kualitas instrumen evaluasi PAI

9
KOMPETENSI DASAR
(2)
  • Mendeskripsikan dan menerapkan teknik pengolahan
    hasil evaluasi hasil belajar PAI
  • Mampu menganalisis hasil evaluasi hasil belajar
    PAI
  • Mampu mengadminis-trasikan hasil evaluasi PAI

10
STRATEGI PERKULIAHAN
  • Interactive Lecturing
  • Diskusi kelas dan diskusi kelompok
  • Penugasan
  • Latihan/praktikum

11
Buku Sumber
  • Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan,
    Jakarta Radja Grafindo Persada1996.
  • Depdiknas, Penilaian Berbasis Kelas, Jakarta
    Puskur Balitbang, 2002.
  • M. Ngalim Purwanto, Prinsip-Prinsip dan Teknik
    Evaluosi Pengajaran, Bandung Remaja Rosdakarya,
    2002.
  • Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar
    Mengajar, Bandung Remaja Rosdakarya, 2002.
  • Suharsimi Arikunto, Dosar-Dasar Evaluasi
    Pendidikan, Jakarta Bina Aksara, 1986.

12
PENILAIAN
  • Tugas 30
  • Keaktifan Partisipasi 10
  • Ujian Tengah semester 20
  • Ujian Akhir semester 40

13
PENILAIAN DLM PEMBELAJARAN
  • Pendekatan Sistem
  •  

Tujuan
Materi
Penilaian
Strategi
14
KONSEP DASAR
PERTEMUAN II
  • PENILAIAN
  • PENGUKURAN
  • PENGUJIAN
  • TAGIHAN
  • TES

15
PENILAIAN
  • Serangkaian kegiatan utk memperoleh,
    menganalisis, dan menafsirkan data ttg proses dan
    hasil belajar siswa yg dilakukan scr sistematis
    dan berkesinambungan, shg menjadi informasi yg
    bermakna dlm pengambilan keputusan

16
PENGUKURAN
  • Kegiatan mengukur, yakni membandingkan sst dg
    kriteria/ukuran ttt.
  • Proses penetapan angka bg suatu gejala menurut
    aturan ttt.
  • Bersifat kuantitatif
  • Ukuran terstandar kg, meter, mil
  • Ukuran tidak terstandar depa, hasta, jengkal,
    langkah

17
MACAM PENGUKURAN
  • Dari segi cara
  • Pengukuran langsung
  • Pengukuran tak langsung
  • Dari segi tujuan
  • Untuk menguji
  • Bukan untuk menguji

18
PENGUJIAN
  • Kegiatan pengukuran yang diarahkan untuk menguji
    sesuatu, yakni melihat potensi/kemampuan yg
    dimiliki sesuatu tersebut.
  • Contoh ?

19
  • TAGIHAN
  • Berbagai jenis ujian yang dapat digunakan
    untuk mengetahui kompetensi dasar yang telah
    dikuasai siswa.
  • Jenis Tagihan
  • Kuis
  • Pertanyaan lisan di kelas
  • Ulangan harian
  • Tugas Individu
  • Tugas kelompok
  • Ulangan blok
  • Laporan praktek
  • Responsi/ujian praktik

20
  • KUIS
  • Waktu singkat
  • Menanyakan hal2 yg prinsip
  • Bentuk Isian singkat
  • Sebelum /sesudah keg pembelajaran
  • PERTANYAAN LISAN
  • Materi pemahaman konsep, prinsip, teori
  • Diberikan selama proses pembelajaran
  • Bentuk uraian
  • ULANGAN HARIAN
  • Dilakukan scr pereodik (satu/dua KD selesai)
  • Bentuk uraian
  • Tingkat berpikir pemahaman, aplikasi, analisis

21
  • TUGAS INDIVIDUAL
  • Dapat diberikan setiap minggu
  • Bentuk mengerjakan soal, melakukan observasi,
    menuliskan sesuatu, melakukan sesuatu, dsb.
  • Tingkat berpikir Aplikasi evaluasi
  • TUGAS KELOMPOK
  • Dapat diberikan setiap minggu
  • Bentuk mengerjakan soal, melakukan observasi,
    menuliskan sesuatu, melakukan sesuatu, dsb.
  • Tingkat berpikir Aplikasi evaluasi
  • LAPORAN PREKTIKUM
  • Bentuk Menyusun laporan tertulis
  • Tingkat berpikir Analisis evaluasi

22
  • Tes
  • Seperangkat pertanyaan atau tugas yg
    direncanakan utk memperoleh informasi ttg trait
    atau atribut psikologik ttt, yg setiap butir
    pertanyaan atau tugas tsb mempunyai jawaban atau
    ketentuan yg dianggap benar.
  • Soal/Pertanyaan
  • Alat untuk melakukan kegiatan tes.

23
  • HUBUNGAN HIERARGHIS

PENILAIAN
PENGUKURAN
PENGUJIAN
TAGIHAN
  • Tugas Individu
  • Tugas Kelompok
  • Membuat Laporan Prak-
  • tikum
  • Dsb.

TES
24
KELEMAHAN PENILAIAN SELAMA INI
PERTEMUAN III
  • Lebih diarahkan pd penguasaan bahan
  • Teknik dan alat kurang bervariasi
  • Terfokus pada aspek cognitif
  • Kurang didukung oleh bukti yang lebih otentik,
    objektif, dan akurat
  • Ada kekurangobjektifan dan ketidakadilan

25
  • SISTEM PENILAIAN DLM KURIKULUM 2006

KUR 2006

Penilaian Berkala
PBK
26
Penilaian Berkala
  • Penilaian yang dilakukan secara periodik pada
    waktu-waktu tertentu sesuai dg yang telah
    ditetapkan
  • Misal Akhir semester, akhir tahun, atau akhir
    jenjang pendidikan.

27
PBK
  • Suatu penilaian yang dilakukan scr terpadu dg
    kegiatan pembelajaran dan scr berkelanjutan serta
    komprehensif (menyeluruh)
  • PBK pengertiannya lebih diarahkan sbg
    Assessment yaitu keg yg dilakukan utk
    memperoleh informasi proses dan hasil belajar pd
    tingkat kelas selama setelah KBM

28
PARADIGMA PENILAIAN
  • RE-EDUKASI
  • (Membelajarkan siswa shg tuntas dlm belajar)

29
  • REFLEKSI KINERJA GURU DAN SISWA

30
KEUNGGULAN PBK
  • Pengumpulan informasi kemajuan belajar baik
    formal/non formal diadakan scr terpadu dg
    kegiatan pembelajaran
  • Pencapaian hasil belajar siswa tdk dibandingkan
    dg prestasi kelompok, ttp dibandingkan dg
    kemampuan/kompetensi yg ditetapkan sebelumnya
  • Pengumpulan informasi menggunakan berbagai teknik
  • Objek yg dinilai lebih komprehensif
  • Dilakukan secara berkelanjutan

31
PENILAIAN BERKELANJUTAN
32
TUJUAN PENILAIAN
PERTEMUAN IV
  • Mengetahui kemajuan belajar siswa
  • Mengetahui efektifitas program dan kegiatan
    pembelajaran

33
FUNGSI PENILAIAN
  • Fungsi Edukatif
  • Membantu siswa dlm wujudkan dirinya dg
    mengubah/mengembangkan perilakunya ke arah yg
    lebih baik dan maju
  • Membantu guru utk memperbaiki program dan
    kegiatan pembelajaran

34
  • Fungsi Psikologis
  • Membantu siswa mendapat kepuasaan atas apa yg
    telah dikerjakannya
  • Membantu guru memperoleh kepastian hasil atas
    upayanya membantu para siswanya dlm belajar
  • Fungsi Administratif
  • Membantu guru membuat pertimbangan dan keputusan
    administrasi
  • Membantu guru dlm membuat laporan perkembangan
    belajar siswa

35
Prinsip-Prinsip PBK
  • Valid
  • Mendidik
  • Berorientasi pada kompetensi
  • Adil dan objektif
  • Terbuka
  • Berkesinambungan
  • Menyeluruh
  • Bermakna
  • Ikhlas

36
KEBIJAKAN TTG EVALUASI PENDIDIKAN DI INDONESIA
PERTEMUAN V
  • PASAL 57 UU NO 20 TH 2003
  • Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian
    mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk
    akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada
    pihak-pihak yang berkepentingan

37
PASAL 58 UU NO 20 TH 2003
  • Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan
    oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan,
    dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara
    berkesinambungan

38
Kep. Mendiknas No 012/U/2002 pasal 3 ayat (3)
  • Penilaian dilakukan melalui tes tertulis, tes
    lisan, tes perbuatan/praktek, pemberian tugas,
    dan kumpulan hasil kerja siswa (portofolio).
  • Ayat (4)
  • Penilaian kelas dan ujian meliputi aspek
    kognitif, afektif, dan psikomotor.

39
PP No. 19 Th 2005 tentang SNP Pasal 63 No ayat
(3)
  • Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan
    dasar dan menengah terdiri atas
  • Penilaian hasil belajar oleh pendidik
  • Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan
  • Penilaian hasil belajar oleh pemerintah

40
PP No. 19 Th 2005 tentang SNP Pasal 64
  • Ayat (1)
  • Penilaian hasil belajar oleh pendidik
    dilakukan scr berkesinambungan utk memantau
    proses, kemajuan dan perbaikan hasil dlm bentuk
    ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan
    kenaikan kelas
  • Ayat (2)
  • Penilaian sbgmn dimaksud ayat (1) digunakan
    utk menilai pencapaian kompetensi peserta didik,
    bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar
    dan memperbaiki proses pembelajaran

41
PP No. 19 Th 2005 tentang SNP Pasal 64
  • Ayat (3)
  • Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran
    agama dan akhlak mulia serta kelompok mata
    pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
    dilakukan melalui
  • Pengamatan terhadap perubahan-perubahan perilaku
    dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan
    kepribadian peserta didik
  • Ujian, ulangan dan atau penugasan untuk mengukur
    hasil aspek kognitif peserta didik

42
PP No. 19 Th 2005 tentang SNP Pasal 2
  • Lingkup Standar Nasional Pendidikan
  • a. standar isi
  • b. standar proses
  • c. standar kompetensi lulusan
  • d. standar pendidik dan tenaga kependidikan
  • e. standar sarana dan prasarana
  • f. standar pengelolaan
  • g. standar pembiayaandan
  • h. standar penilaian pendidikan.

43
PP No. 19 Th 2005 tentang SNP Pasal 22
  • Pasal 22
  • (1) Penilaian hasil pembelajaran sebagaimana
    dimaksud dalam Pasal 19 ayat (3) pada jenjang
    pendidikan dasar dan menengah menggunakan
    berbagai teknik penilaian sesuai dengan
    kompetensi dasar yang harus dikuasai.
  • (2) Teknik penilaian sebagaimana dimaksud pada
    ayat (1) dapat berupa tes tertulis, observasi,
    tes praktek, dan penugasan perseorangan atau
    kelompok.
  • (3) Untuk mata pelajaran selain kelompok mata
    pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada
    jenjang pendidikan dasar dan menengah, teknik
    penilaian observasi secara individual
    sekurang-kurangnya dilaksanakan satu kali dalam
    satu semester.

44
Penilaian Hasil Belajar Oleh Satuan Pendidikan
(Pasal 65)
  • Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan
    butir b bertujuan menilai pencapaian standar
    kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran.

45
Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah Pasal 66
  • (1) Penilaian hasil belajar oleh pemerintah
    bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi
    lulusan secara nasional pada mata pelajaran
    tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu
    pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk
    ujian nasional.
  • (2) Ujian nasional dilakukan secara obyektif,
    berkeadilan, dan akuntabel.
  • (3) Ujian nasional diadakan sekurang-kurangnya
    satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam
    satu tahun pelajaran.

46
UJIAN NASIONAL (UN)
  • UN
  • Kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi
    peserta didik scr nasional untuk jenjang
    pendidikan dasar dan menengah
  • Tujuan UN
  • Menilai pencapaian kompetensi lulusan scr
    nasional pada mp ttt dlm kelompok mp ilmu
    pengetahuan dan teknologi

47
  • Hasil UN digunakan sbg salah satu pertimbangan
    utk
  • Pemetaan mutu satuan dan atau prog pend
  • Seleksi masuk jenjang pend berikutnya
  • Penentuan kelulusan peserta didik dr satuan pend
  • Akreditasi satuan pendidikan
  • Pembinaan dab pemberian bantuan kpd satuan pend
    dlm upaya peningkatan mutu pendidikan

48
  • Persyaratan Mengikuti UN
  • Memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar
    pd satuan pend mulai smt I th pertama hingga smt
    I th terakhir
  • Memiliki ijazah atau surat keterangan lain yg
    setara dari satuan pend yg setingkat lebih rendah

49
KELULUSAN
  • Kelulusan Ujian Nasional
  • Kelulusan Ujian Sekolah
  • Kelulusan dari Satuan Pendidikan

50
STANDAR KELULUSAN UN
  • Memiliki nilai rata2 minimum 5,00 utk seluruh mp
    yg diujikan, dg tdk ada nilai di bawah 4,25, dan
    khusus utk SMK nilai mp kompetensi kejuruan min
    7,00 dan digunakan utk menghitung nilai rata2 UN.
  • Memiliki nilai min 4,00 pd salah satu mp, dg
    nilai mp lainnya yg diujikan pd UN masing-masing
    min 6,00, dan khusus utk SMK nilai mp kompetensi
    kejuruan min 7,00.
  • Kabupaten/kota dan atau satuan pend dpt
    menentukan standar kelulusan UN lebih tinggi dr
    kriteria di atas.

51
KELULUSAN US
  • Memiliki rata2 nilai minimum 6,00 dan nilai min
    setiap mp US ditentukan oleh masing-masing
    sekolah/madrasah.
  • Satuan pend dpt menentukan batas lulus dg nilai
    rata-rata di atas 6,00.

52
KELULUSAN dari Satuan Pend
  • Menyelesaikan seluruh program pembelajaran
  • Memperoleh nilai minimal baik pd penilaian akhir
    seluruh mp kelompok mp agama dan akhlak mulia,
    kelompok mp kewarganegaraan dan kepribadian,
    kelompok mp estetika, kelompok mp jasmani, olah
    raga, dan kesehatan.
  • Lulus Ujian Sekolah/Madrasah utk kelompok mp ilmu
    pengetahuan dan teknologi
  • Lulus UN

53
NILAI RATA2 KELULUSAN (NK)
  • A B C
  • NK -------------------
  • 3
  • Keterangan
  • NK Nilai rata2 kelulusan
  • A Rata2 nilai rapor smt I s.d. VI
  • B Rata2 nilai ujian sekolah
  • C Rata2 nilai ujian nasional

54
PREDIKAT KELULUSAN
  • NK 8,5 Sangat baik
  • NK 7,5 s.d. lt 8,5 Baik
  • NK lt 7,5 Cukup

55
SASARAN PENILAIAN
PERTEMUAN VI
  • 1. RANAH/ASPEK
  • KOGNITIF
  • Kemampuan berpikir
  • PSIKOMOTOR
  • Keterampilan dan kemampuan bertindak
  • AFEKTIF
  • Sikap dan nilai-nilai
  • 2. LIFE SKILL

56
RANAH KOGNITIF
  • Pengetahuan/hafalan
  • Kemamp yg hanya meminta siswa utk mengenal
    atau menghafal fakta, konsep, atau
    istilah-istilah.
  • Pemahaman
  • Kemamp memahami arti atau konsep, situasi,
    serta fakta yang diketahuinya.
  • Aplikasi
  • Kemamp utk menerapkan/menggunakan apa yang
    telah difahami dlm suatu situasi yg kongkrit.

57
  • Analisis
  • Kemamp utk menguraikan suatu integritas atau
    suatu situasi tertentu ke dlm unsur2/bagian2
    pembentuknya.
  • Sintesis
  • Kemamp utk menyatukan unsur-unsur atau
    bagian-bagian ke dalam suatu bentuk yang
    menyeluruh.
  • Evaluasi
  • Kemamp membuat suatu penilaian ttg suatu
    pernyataan, konsep, situasi, dsb berdasarkan
    suatu kriteria tertentu.

58
Kompetensi Indikator Ranah Jenjang
Mampu melakukan wudhu Menyebutkan urutan wudhu Hafal niat berwudhu Mempraktikan wudhu Menunjukkan hal2 yg membatalkan wudhu
Mampu mempraktekkan hukum bacaan nun mati mim mati Menjelaskan penger-tian hukum nun mati mim mati Menerapkan hukum bacaan nun mati mim mati
59
Kompetensi Indikator Ranah Jenjang
Terbiasa menghindari sifat-sifat tercela Menjelaskan pengertian mencuri Mengidentifikasi akibat mencuri Menunjukkan sikap menghindarikan diri dr perilaku mencuri
Memahami penyiaran Islam periode Madinah Menjelaskan peristiwa teradinya perjanjian hudaibiyah Mengidentifikasi sebab-sebab keber-hasilan dakwah Nabi di Madinah
60
AFEKTIF
PERTEMUAN VII
  • Attending (penerimaan)
  • Kesadaran dan keinginan utk menerima
    rangsangan dr luar (masalah, situasi, gejala,
    dll)
  • Responding
  • Partisipasi aktif dr peserta didik
  • Menilai (valuing)
  • Memberikan penilaian dg sudut pandang
    baik-buruk, adil tdk adil, indah tdk indah thd
    objek ttt.
  • Characterization
  • Menerapkan nilai, etika, dan estetika dlm
    kehidupan sehari-hari hingga hal itu mendarah
    daging.

61
PSIKOMOTOR
PERTEMUAN VIII
  • Gerakan awal
  • Gerakan semi rutin
  • Gerakan rutin

62
Keterkaitan Ranah Kognitif, Afektif, Psikomotor
Menjelaskan pengertian dan tatacara zikir Memiliki kemauan utk berzikir Mampu melakukan zikir
Menjelaskan pengertian silaturrohmi Menyebutkan manfaat silaturrohmi -Bersedia menerima penjelasan ttg silaturrohmi -Memiliki Kemauan utk mendalami lebih lanjut ttg SLT -Senang bersilaturrohmi -Segera memasuki ruang kelas -Mencatat pelajaran -Pergi ke perpus-takaan
63
Life Skill (Kecakapan Hidup)
  • Kecakapan yg dimiliki seseorang utk mampu, mau,
    dan berani menghadapi problem kehidupan secara
    wajar tanpa merasa tertekan, kmd secara proaktif
    dan kreatif mencari dan menemukan solusi utk
    mengatasinya
  • Dlm konteks ini, life skill merupakan hasil
    samping proses pembelajaran yg positif dan
    bermanfaat yg biasa disebut dg NURTURANT EFFECTS

64
JENIS-JENIS LIFE SKILL
  • Kecakapan personal
  • Genelah LS Kecakapan berpikir
  • Kecakapan sosial
  • Kecakapan Akademik
  • Specific LS
  • Kecakapan Vokasional

LS
65
  • Kecakapan diri (Personal skill)
  • Penghayatan diri sbg makhluk Tuhan YME
  • Motivasi berprestasi
  • Komitmen
  • Percaya diri
  • Mandiri
  • Kecakapan berpikir Rasional
  • Berpikir kritis
  • Berpikir sistematis
  • Terampil menyusun rencana scr sistematis
  • Terampil memecahkan masalah scr sistematis

66
  • Kecakapan sosial
  • Keterampilan berkomunikasi
  • Keterampilan bekerja sama
  • Keterampilan mengelola konflik
  • Keterampilan mempengaruhi orang lain
  • Kecakapan akademik
  • Keterampilan merancang, melaksanakan,
    melaporkan hasil penelitian
  • Keterampilan membuat karya ilmiah

67
  • Kecakapan Vokasional
  • Keterampilan menemukan model atau prosedur utk
    melakukan suatu tugas
  • Keterampilan melakukan prosedur ttt
  • Keterampilan membuat karya ttt.

68
TEKNIK INSTRUMEN PENILAIAN
PERTEMUAN IX
  • Tes
  • Teknik Penilaian

  • Non Tes
  • TES
  • Mengukur Maximum performance
  • Berupa pertanyaan atau tugas/perintah
  • Jawaban dikategorikan benar-salah
  • NON TES
  • Typical Performance
  • Jawaban tidak selalu dikategorikan benar-salah

69
  • Benar-Salah
  • Pilihan Ganda
  • Objektif Isian
  • Melengkapi
  • Verbal T.Tertulis Menjodohkan
  • Uraian Uraian Terbatas
  • Uraian bebas
  • Tes
  • T. Lisan
  • Tes Identifikasi
  • Non Verbal T. Perbuatan Tes
    simulasi
  • Tes Petik Kerja

70
  • Wawancara
  • Observasi
  • Biografi
  • Anecdotal Record
  • Peer Assesment
  • Proyek
  • Produk
  • Portofolio

Non Tes
71
KOGNITIF Tes Tertulis Objektif Tes
Lisan Subjektif Produk Proyek
Portofolio
72
  • T. Identifikasi
  • Tes T. Perbuatan T. Simulasi
  • T. Petik Kerja
  • PSIKOMOTOR
  • Non Tes
  • Biografi
  • Anekdotal record

73
  • Proyek
  • Wawancara
  • Kuesioner/angket
  • AFEKTIF Non Tes Observasi
  • Biografi
  • Anecdotal Record

74
PENGGOLONGAN TES
PERTEMUAN X
PENYUSUANAN TES UNTUK EVALUASI HASIL BELAJAR
KOGNITIF
  • Fungsi Tes awal
  • Tes akhir
  • Tes formatif
  • Tes sumatif
  • Tes selektif
  • Tes Diagnostik

75
  • Peserta Tes individual
  • Tes kelompok
  • Aspek yg diukur Tes intelegensi
  • Tes kemampuan
  • (aptitude test)
  • Tes hasil belajar
  • (achievement test)
  • Kesediaan waktu Power Test
  • bg testee Speed Test

76
  • Bentuk respon Tes Verbal
  • Tes Non Verbal
  • Cara bertanya Tes tertulis
  • dan jawab Tes lisan
  • Yg menyusun Tes Buatan guru
  • Test standar
  • Bentuk desain Obyektif
  • Subjektif

77
PENYUSUNAN INSTRUMENPENILAIAN
  • PERSYARATAN INSTRUMEN PENILAIAN
  • Valid/shahih
  • Validitas Isi (Content Validity)
  • Validitas Konstruksi (Construct
  • Validity)
  • Reliabel/keandalan
  • Ekonomis/Praktis

78
LANGKAH2 UMUM PENYUSUNAN INSTRUMEN PENILAIAN
  • Menentukan teknik dan instrumen penilaian
  • Menganalisis ranah pada masing2 KD, HB, dan
    Indikator pd buku Kurikulum dan Hasil Belajar
  • Memilih teknik dan instrumen penilaian yg cocok
  • Menuangkan hasil analisis dlm tabel

79
Cth Tabel Analisis
No Kompetensi Ranah Teknik Bentuk Istrumen
1. Fiqh/Ibadah -Menjelaskan mcm najis cara mensucikannya -Mempraktekkan wudhu tayamum -Kognitif (C2) Psikomotor T. Lisan T. Tertulis T. Perbuatan Soal Uraian CL/RS/AR
2. Al-Quran -Membaca surat Al-Adiyat -Psikomotor T. Perbuatan RS/AR
2. Dst.

80
  • 2. Menyusun Instrumen
  • Identifikasi kompetensi/hasil belajar
  • Jabarkan kompetensi/hasil belajar menjadi
    indikator2
  • Jabarkan indikator menjadi deskriptor2
  • Membuat kisi-kisi (Blue Print)
  • Rumuskan setiap deskriptor menjadi butir2
    instrumen (pertanyaan atau pernyataan)
  • Melengkapi instrumen dg instruksi dan pengantar
  • Melakukan uji coba instrumen
  • Melakukan analisis
  • Instrumen final

81
LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TES
(1)
Identifikasi Tujuan Kawasan ukur
Uraian Isi/Materi
Batasan Kompetensi (Ranah)
BLUE PRINT (Kisi-Kisi)
82
Penulisan Butir Soal (Item)
(2)
Uji Coba
Analisis Item
Perakitan Penyusun An Instruksi
BENTUK FINAL
83
  • Identifikasi Tujuan
  • Penegasan tujuan penilaian yang akan dicapai
    dengan tes tsb.
  • Perumusan tujuan Tes dpt mengacu kpd fungsi tes
    yang akan dilakukan, yakni
  • Fungsi penempatan
  • Fungsi formatif
  • Fungsi Sumatif
  • Fungsi diagnostik
  • Fungsi Selektif

84
  • Pembatasan kawasan ukur
  • Pendefinisian lingkup materi yang hendak
    diungkap/dinilai
  • Tes PAI SMA Kelas IA semester 1
  • Penguraian Isi (Delineation of content)
  • Menjabarkan materi-materi/tema-tema yang akan
    diteskan dan memberikan proporsi/bobot utk
    masing2 tema.
  • Batasan Ranah
  • Menjelaskan tes tsb akan mengukur ranah apa
    dan level apa ? Kmd memberikan proporsi/bobot utk
    masing2 level.

85
  • BLUE PRINT/TABEL SPESIFIKASI
  • Sebuah tabel yg memuat ttg perperincian materi
    dan ranah beserta proporsi/imbangan yg
    dikehendaki oleh penilai.
  • Perlunya Blue Print
  • Agar tes yg disusun tdk menyimpang dr materi
    aspek/ranah yg seharusnya
  • Cara meyusun Blue Print adalah dg menggunakan dua
    jalan Jalan I (Baris) memuat materi, dan Jalan
    II (Kolom) memuat aspek/ranah.

86
CONTOH FORMAT BLUE PRINT (1)
Ranah Materi C1 C2 C3 Jml



Jumlah
87
  • Uraian Materi
  • Konsep tauhid 20
  • Dimensi-dimensi tauhid 40
  • Hal-hal yg merusak tauhid 40
  • Ranah
  • C1 20
  • C2 30
  • C3 30
  • C4 20
  • Jumlah Total soal 10

88
CONTOH FORMAT BLUE PRINT
Ranah Materi C1 20 C2 30 C3 30 C4 20 Jml 100
Konsep tauhid 20 - 1 1 - 2
Dimensi2 tauhid 40 4
Hal-hal yg merusak tauhid 40 4
Jumlah 10
89
Contoh Format Kisi-Kisi Tes(2)
KD HB Indikator Ranah Bentuk Tes No. Soal




90
KARTU SOAL
Jenis Sekolah Nama Penyusun Bahan
Kelas/Smt 1. Mata Pelajaran
2. Bentuk Soal Aspek Yg Diukur
Tahun Pelajaran
Komp Dasar Buku sumber
Komp Dasar RUMUSAN BUTIR SOAL
Materi pokok RUMUSAN BUTIR SOAL
Indikator RUMUSAN BUTIR SOAL
No. Soal
KUNCI
91
BENTUK-BENTUK TESDANPEDOMAN PENYUSUNANNYA
PERTEMUAN XI
  • .

92
  • Benar-Salah
  • Pilihan Ganda
  • Objektif Isian
  • Melengkapi
  • Verbal T.Tertulis Menjodohkan
  • Uraian Uraian Terbatas
  • Uraian bebas
  • Tes
  • T. Lisan
  • Tes Identifikasi
  • Non Verbal T. Perbuatan Tes
    simulasi
  • Tes Petik Kerja

93
BENTUK SOAL URAIAN
  • Pedoman penyusunan soal uraian
  • Mengacu kepada KD dan indikator
  • Gunakan kata-kata mengapa, uraikan, jelaskan,
    bandingkan, tafsirkan, hitunglah, dan buktikan.
  • Hindari pertanyaan siapa, apa, dimana
  • Menggunakan Bahasa Indonesia yang baku.
  • Hindari penggunaan kata-kata yang dapat
    ditafsirkan ganda.
  • Buat petunjuk mengerjakan soal.
  • Buat kunci jawaban.
  • Buat pedoman penskoran.

94
  • Soal Isian
  • Soal yg berupa beberapa kalimat/cerita yg
    bagian-bagian ttt dihilangkan dan diminta testee
    utk mengisinya
  • Rukun Islam ada . Perkara, yaitu 1) ,
    2)., 3) .., 4) .., dan 5)
  • Melengkapi
  • Soal yang berupa kalimat (pendek) yang bagian
    ttt dihilangkan.
  • Orang yang tidak percaya kepada Allah disebut
    .

95
Pedoman Penyusunan Model Isian dan Melengkapi
  • soal harus sesuai dengan indikator.
  • Jawaban yang benar hanya satu.
  • Rumusan kalimat soal harus komunikatif.
  • Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baik
    dan benar.

96
MODEL-MODEL PILIHAN GANDA
  • Model Pilihan Biasa
  • Model Asosiasi
  • Model Melengkapi Berganda
  • Model Analisis Hubungan Antar Hal
  • Model Analisis Kasus
  • Model Penggunaan Diagram, gambar, peta

97
Model Pilihan Biasa
  • PG yg terdiri dari kalimat soal dan diikuti oleh
    3/4/5 jawaban tugas testee memilih salah satu
    jawaban yg paling tepat
  • Contoh
  • Daulah Bani Abbasiyah mencapai puncak kejayaan
    pada masa pemerintahan
  • a. Al-Makmun
  • b. Umar bin Abdul Aziz
  • c. Harun Al-Rasyid
  • d. Al-Muktasyim

98
Model Melengkapi Berganda
  • Model PG yg terdiri kalimat soal dan beberapa
    alternatif jawaban, dimana jawaban benar bisa
    lebih dari satu.
  • Contoh alternatif jawaban
  • a, jika (1), (2), dan (3) benar
  • b, jika (1) dan (3) benar
  • c, jika (2) dan (4) benar
  • d, jika hanya (4) saja yang benar

99
Model Analisis Hubungan Antar Hal
  • Model PG yg terdiri atas kalimat pernyataan dan
    diikuti oleh satu satu kalimat keterangan/alasan.
    Testee diminta menganalisis kebenaran dan
    hubungan kedua kalimat tersebut.
  • Contoh alternatif jawaban
  • a, jika pernyataan benar, alasan benar dan
    keduanya menunjukkan hubungan sebab akibat
  • b, jika pernyataan benar, alasan benar tetapi
    keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab akibat
  • c, jika pernyataan benar dan alasan salah
  • d, jika pernyataan salah dan alasan benar
  • e, jika pernyataan salah dan alasan juga salah

100
Model Analisis Kasus
  • Model PG dimana testee dihadapan pada kasus ttt
    kemudian diminta utk menjawab pertanyaan berdasar
    kasus tersebut.
  • Contoh
  • Pak Iwan seorang petani yang ulet. Tahun ini
    hasil panen padinya melimpah mencapai 500
    kwintal, padahal biaya yang dikeluarkan tdk
    sebanyak tahun sebelumnya karena ia tidak perlu
    mengeluarkan biaya utk pengairan sawahnya.

101
  • Berapa persen zakat yang mesti dikeluarkan oleh
    Pak Iwan ?
  • a. 2,5 b. 5 c. 7,5 d. 10
  • 2. Besar zakat yang harus dibayarkan oleh oleh
    pak Iwan adalah
  • a. kg b. kg c. kg d. kg

102
Model Asosiasi
  • Model PG yang terdiri dari 4 atau 5 lima pilihan,
    kemudian diikuti beberapa soal.
  • Contoh
  • a. Dzalim b. Fasik c. Kafir d. Murtad
  • Orang yang tidak mengakui adanya Allah
  • Orang yang keluar dari agama Islam
  • Suka pamer dan ingin dipuji orang

103
Model Penggunaan Diagram, gambar, peta
  • Model PG yang soalnya menggunakan gambar,
    diagram, peta, dsb, kemudian dikuti dengan
    pertanyaan ttg sifat atau keadaan dr gambar,
    diagram, peta tsb.
  • Contoh
  • 1. Republik
    Arab Saudi
  • 2. Aljazair
  • 3. Lybia

a
c
b
d
104
Pedoman utama dalam pembuatan butir soal pilihan
ganda adalah
  • Pokok soal harus jelas.
  • Isi pilihan jawaban homogen.
  • Panjang kalimat pilihan jawaban relatif sama.
  • Tidak ada tanda yang menunjuk pada jawaban
    benar.
  • Hindari menggunakan pilihan jawaban semua benar
    atau semua salah.

105
  • Pilihan jawaban angka diurutkan.
  • Semua pilihan jawaban logis.
  • Tidak menggunakan negatif ganda.
  • Kalimat yang digunakan sesuai dengan tingkat
    perkembangan peserta tes.
  • Bahasa Indonesia yang digunakan baku.
  • Letak pilihan jawaban benar ditentukan secara
    acak.

106
PERTEMUAN XII
TEKNIK EVALUASI NON TES UTK KOGNITIF
  • PortofolioKumpulan hasil karya seorang siswa
    yang digunakan sebagai instrumen penilaian untuk
    menilai kompetensi siswa.
  • Difokuskan kepada dokumen tentang kerja siswa
    sebagai bukti tentang apa yang dapat dilakukan
    oleh siswa (dijawab atau dipecahkan oleh siswa).

107
Indikator utk Penilaian Portofolio
  • Hasil ulangan harian
  • Tugas-tugas terstruktur
  • Menyusun paper/mengarang
  • Pengamatan lapangan
  • Catatan Perilaku siswa
  • Hasil karya siswa
  • Laporan aktivitas siswa di luar sekolah

108
Hasil Ulangan harianFormat utk mendokumentasikan
Ul. HarianNama Siswa No. Induk
Jenis Kegiatan No. Tgl Tema/Topik Nilai Prf Guru
Ulangan harian 1.
Ulangan harian 2.
Ulangan harian 3.
Ulangan harian Dst.
Ulangan harian Rata-rata

109
b. Tugas terstruktur Format utk
mendokumentasikan tugas tertstruktur
No. Jenis Tugas Aspek Yang Penilaian Nilai Prf Guru
Kejelasan Tersusun dg baik Tertulis dg baik Mudah dipahami
Informasi Akurat Memadahi Penting
Jumlah
Rata-rata
110
c. Catatan Perilaku Siswa Format utk
mendokumentasikan sbb.Nama Siswa No. Induk

No. Perilaku Yang Muncul Penilaian Penilaian Tempat Waktu Prf Guru
No. Perilaku Yang Muncul Positif Negatif Tempat Waktu Prf Guru
1. Makan dg tangan kiri v Kantin sekolah 20/8/05
2.
3.
Dst.
111
d. Hasil Karya Siswa Format utk
mendokumentasikan sbb.Nama Siswa No. Induk

No. Jenis Produk Aspek Penilaian Nilai Prf Guru
1. Artikel di mading Kejelasan Tersusun dg baik Tertulis dg baik Mudah dipahami
Informasi Akurat Memadahi Penting
2. Dst.

Rata-rata
112
e. Laporan Aktivitas Siswa di Luar Sekolah
Format utk mendokumentasikan sbb.Nama Siswa
No. Induk
No. Jenis Aktivitas Aspek Penilaian Nilai Prf Guru
1. TPA Signifikansi Sbrp besar tingkat kebermaknaan aktivitas tsb bg MP
Intensitas
Frekuensi
2. Dst.
Rata-Rata
113
PROYEK
  • Penilaian pada kemampuan melakukan Scientific
    Inquiriy yang dapat memberikan informasi tentang
    kemampuan siswa mengaplikasikan pengetahuan dalam
    merencanakan, mengorganisasi penyelidikan,
    bekerja sama, mengidentifikasi, mengumpulkan
    informasi, menganalisis dan menginterpretasikan
    serta mengkomunikasikan temuannya dalam bentuk
    laporan tulisan.

114
CONTOH
  • Guru menugaskan kepada siswa secara berkelompok
    (3-5 siswa) untuk melakukan penelitian tentang
    pengelolaan zakat di masjid di lingkungan tempat
    tinggal siswa, kemudian mereka harus menyusun
    laporan dari hasil penelitiannya tersebut secara
    ringkas
  • Membuat kliping tentang pelaksanaan ibadah haji
    dan umrah,
  • Membuat kliping tentang kasus NARKOBA.

115
FORMAT PENILAIAN PROYEK
No N a m a Aspek Penilaian Aspek Penilaian Aspek Penilaian Aspek Penilaian Aspek Penilaian Aspek Penilaian Aspek Penilaian Jml Rt-Rt
No N a m a Jml Rt-Rt
No N a m a 1 2 3 4 5 6 7 Jml Rt-Rt
1. Ika
2. Iza
3. Dst.
  • Ket 1. Partisipasi 4. Sistematika penulisan
  • 2. Kerja Sama 5. Kelengkapan data
  • 3. Kontribusi 6. Analisis hasil
  • 7. Kesimpulan

116
PRODUK
  • Penilaian terhadap karya siawa seperti
    tulisan/artikel yang dihasilkan pada periode
    tertentu.
  • Instrumen Penyekoran Pedoman penilaian

117
FORMAT UTK PENILAIAN PRODUKNama Siswa No.
Induk
No. Jenis Produk Aspek Penilaian Nilai Prf Guru
1. Artikel di mading Kejelasan Tersusun dg baik Tertulis dg baik Mudah dipahami
Informasi Akurat Memadahi Penting
2. Dst.

Rata-rata
118

PERTEMUAN XIII
PENYUSUNAN INSTRUMEN PENILAIAN
AFEKTIF
119
Teknik Projektif
  • Teknik penilaian yg menekankan pada penggunaan
    rangsangan yang tidak terstruktur baik dalam
    bentuk cerita yang harus diselesaikan atau gambar
    untuk mengungkap apa yang ada pada diri peserta
    didik.
  • Jenisnya
  • Topik atau tema yang bersifat bebas.
  • Gambar

120
Biografi
  • Gambaran ttg keadaan seseorang selama dlm masa
    kehidupannya atau dlm kurun waktu tertentu.
  • Dg biografi ini penilai dpt menarik suatu
    kesimpulan ttg kepribadian, kebiasaan, dan sikap
    siswa yg dinilai
  • Contoh Apakah siswa terbiasa membaca Al-Quran,
    mengerjakan shalat atau tidak, Siswa diminta
    menuliskan apa yg dilakukan mulai bangun tidur
    hingga tidur kembali

121
PEDOMAN PENGAMATAN
  • Alat penilaian yg dpt digunakan guru utk
    mengamati perhatian, sikap, keaktifan siswa
    ketika proses pembelajaran
  • Langkah-Langkah Penyusunan
  • Menentukan indikator sikap yang akan dinilai
  • Memilih Tipe skala (Likert dengan lima skala
    Sangat baik, baik, sedang, kurang, sangat kurang)
  • Menulis Instrumen
  • Menelaah Instrumen oleh sejawat
  • Merevisi Instrumen

122
Perhatian Keaktifan Siswa ketika Proses
Pembe-lajaran di kelas
  • Indikator Perhatian Keaktifan Siswa
  • 1. Kehadiran mengikuti pelajaran
  • 2. Perhatian selama proses pembelajaran
  • 3. Keaktifan dlm kerja sama kelompok
  • 4. Keberanian utk bertanya
  • 5. Keberanian utk mengungkapkan pendapat

123
Pedoman Pengamatan Perhatian Keaktifan Siswa
ketika Proses Pembelajaran
No. N a m a Aspek Penilaian Aspek Penilaian Aspek Penilaian Aspek Penilaian Aspek Penilaian Jlh
No. N a m a 1 2 3 4 5
1. Iwan 3 4 4 3 2 16
2. Iza
3. Ari
4. Uli
5. Dst.
  • Ket 1. Kehadiran mengikuti pelajaran
  • 2. Perhatian selama proses pembelajaran
  • 3. Keaktifan dlm kerja sama kelompok
  • 4. Keberanian utk bertanya
  • 5. Keberanian utk mengungkapkan pendapat

124
SKALA MINAT
  • Instrumen penilaian yg digunakan utk menilai
    minat siswa thd mata pelajaran
  • Langkah-Langkah Penyusunan
  • Menentukan indikator minat yang akan dinilai
  • Memilih Tipe skala (Likert dengan empat skala
    Sangat berminat, berminat, kurang berminat, tidak
    berminat)
  • Menulis Instrumen
  • Menelaah Instrumen oleh sejawat
  • Merevisi Instrumen

125
MINAT SISWA THD MATA PELAJARANNama Kelas/
smt Mata Pelajaran
No. Pernyataan Skala Skala Skala Skala
No. Pernyataan Sl Sr Jr Tp
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Saya senang mengikuti pelajaran ini Saya rugi bila tdk mengikuti pelajaran ini Saya merasa pelajaran ini bermanfaat Saya berusaha menyerahkan tugas tepat waktu Saya berusaha memahami pelajaran ini Saya bertanya kpd guru bila ada yg tdk jelas Saya mengerjakan soal-soal latihan di rumah Saya berusaha mencari bahan di perpustakaan Saya berusaha memiliki buku dalam pelajaran ini Saya berusaha mencari bahan diperpustakaan
Jumlah skor
126
  • Keterangan
  • Sl Selalu Jr Jarang
  • Sr Sering Tp Tidak pernah
  • Penskoran dan Penafsiran Hasil
  • Skor 4 Selalu 2 Jarang
  • 3 Sering 1 Tidak Pernah
  • Skor Total Terendah 10
  • Skor Total Tertinggi 40
  • Kategori 10 - 17 Kurang
  • 18 - 25 Cukup
  • 26 - 33 Baik
  • 34 - 40 Sangat Baik
  • Skor Adi 37 ?

127
SKALA PENILAIAN PENAMPILAN DISKUSI KELAS
  • Instrumen penilaian yg digunakan utk menilai
    performan siswa selama mengikuti kegiatan diskusi
    di kelas
  • Langkah-Langkah Penyusunan
  • Menentukan indikator penampilan yang akan dinilai
  • Memilih Tipe skala (Likert dengan lima skala
    Sangat baik, baik, cukup, kurang, sangat kurang)
  • Menulis Instrumen
  • Menelaah Instrumen oleh sejawat
  • Merevisi Instrumen

128
Skala Sikap
PERTEMUAN XIV
  • Skala sikap alat penilaian yg dpt digunakan untuk
    mengukur sikap seseorang terhadap objek tertentu.
    Hasilnya berupa kategori sikap, yakni mendukung
    (positif), menolak (negatif), atau netral.
  • Sikap pada hakekatnya adalah kecenderungan
    berperilaku pada seseorang. Sikap juga dapat
    diartikan sebagai reaksi seseorang terhadap suatu
    stimulus yang datang kepada dirinya.
  • Model Skala sikap
  • Skala sikap Likert
  • Semantik Differensial.

129
Skala Likert
  • ARTI
  • Skala yg digunakan utk mengukur sikap
    seseorang yg menyajikan pernyataan yg hrs
    ditanggapi dg memilih satu di antara 5
    alternatif sangat setuju, setuju, ragu-ragu
    (netral), tidak setuju, sangat tidak setuju.
  • Langkah-langkah Pengembangan
  • Identifikasi objek sikap Dijabarkan scr
    rinci
  • Mengembangkan pernyataan terkait dg objek sikap
    tsb baik yang bersifat positif maupun negatif
  • Memberikan skor terentang antara 1 5 (STS, Ts,
    N, S, SS)

130
Contoh Skala Sikap Siswa thd Perilaku Dholim
  • Nama
  • Kelas/Smt
  • Petunjuk
  • Bacalah pernyataan di bawah ini baik-baik, dan
    berilah tanda silang (X) pada huruf yang sesuai
    dengan perasaan dan pengalaman Anda !
  • Angka 1 Sangat tidak setuju 2 Tidak setuju,
    3 Netral
  • 4 Setuju 5 Sangat setuju
  • 1. Berbuat dholim dilarang agama
    1 2 3 4 5
  • 2. Perbuatan dholim akan merugikan diri
    1 2 3 4 5
  • sendiri
  • 3. Perbuatan dholim apapun alasannya tidak 1
    2 3 4 5
  • tidak dapat dibenarkan
  • 4. Masyarakat membenci tindak kedholiman 1
    2 3 4 5
  • 5. Perbuatan dholim akan membawa kehan- 1
    2 3 4 5
  • 6. Dst.

131
SEMANTIC DIFFERENTIAL
  • ARTI
  • Teknik pengukuran yg menampilkan pernyataan
    yg mengandung suatu objek baik baik berupa konsep
    ataupun perilaku
  • Alternatif terentang diantara sepasang sifat yg
    bertolak belakang (Senang benci indah jelek
    baik buruk, dsb.)
  • Biasanya pilihan yg mencerminkan kutub sikap
    negatif skor 1 kutub positif skor tertinggi.
  • LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN
  • Tentukan objek atau perilaku, dimana sikap thdp
    objek/perilaku tsb akan dinilai
  • Identifikasi atribut yg mungkin muncul dr sikap
    seseorg thd objek/perilaku tsb
  • Pasangkan dua atribut yg berlawanan
  • Tentukan jarak rentangan (4, 5,6, dst.)

132
Sikap Siswa Thd Berbuat Khianat
  • Nama Skor
  • Kelas/Smt
  • Berbuat Khianat
  • Baik 1 2 3 4 5 6 7 Buruk
  • Bermanfaat 1 2 3 4 5 6 7 Sia-sia
  • Menguntungkan 1 2 3 4 5 6 7 Merugikan
  • Tercela 7 6 5 4 3 2 1
    Terpuji
  • Menyedihkan 7 6 5 4 3 2 1 Gembirakan

133
ANECDOTAL RECORD
  • ARTI
  • Catatan seketika yang berisi peristiwa atau
    kenyataan yg spesifik dan menarik mengenai
    sesuatu yg diamati atau terlihat scr kebetulan.
  • KETENTUAN MEMBUAT AR
  • Berisi deskripsi faktual ttg peristiwa yg scr
    jelas mencatat apa, kapan, dan dlm kondisi yg bgm
    peristiwa itu terjadi
  • bermakna utk pendidikan terutama yg berhubungan
    dg hasil belajar
  • Deskripsi faktual hrs dipisahkan dr interpretasi
    atau catatan lainnya.

134
Contoh
  • Nama Amir
    Kelas I-A
  • Tempat Kantin Tgl.
    10 Agust 05
  • Pencatat Sukiman/Guru
  • Deskripsi
  • Pada saat jajan di kantin sekolah terlihat si
    Amir makan dan minum dengan menggunakan tangan
    kiri.
  • Interpretasi
  • Amir kurang memiliki tatakrama yang benar
    ketika makan dan minum

135
Instrumen Penilaian Psikomotor
PERTEMUAN XV
  • Macam-Macam
  • Rating scale (Skala penilaian)
  • Checklise
  • Anecdotal Record

136
RATING SCALE
  • CIRI-CIRI
  • Alat penilaian yg menggunakan suatu prosedur
    terstruktur utk memperoleh informasi ttg sst yg
    diobservasi
  • Berisikan seperangkat pernyataan ttg
    karakteristik/kualitas dr sst yg diukur
  • Scr fisik terdiri 2 bagian Pernyataan dan
    Petunjuk penilaian
  • Petunjuk penilaian bisa berupa Angka (1, 2, 3,
    4), Huruf (A, B, C, D), atau Kategori Verval
    (baik sekali, baik, cukup, kurang).

137
  • PRINSIP-2 PENGEMBANGANNYA
  • Jlh butir pernyataan/pertanyaan tdk terlalu
    banyak
  • Angka/huruf utk seperangkat rating scale ttt hrs
    mempunyai arti tetap
  • Jml kategori angka yg digunakan spy diusahakan
    cukup bermakna dpt dibeda-kan scr jelas
  • Setiap pernyataan/pertanyaan hendaknya hanya
    mengukur satu karakteristik/satu komponen
  • Bila rating scale akan mengukur suatu prosedur,
    mk hendaklah pernyataan/ per-tanyaan disusun scr
    urut

138
Skala Penilaian Kemampuan
Membaca al-Quran S. al-AdiyatNama Kelas/Smt
Mata Pelajaran
No Nama Aspek Yg Dinilai Aspek Yg Dinilai Aspek Yg Dinilai Aspek Yg Dinilai Rata-rata
No Nama KL MH PP NM Rata-rata
1. Udin
2. Imas
3. Dst.
  • Ket KL Kelancaran MH Mahorijul huruf
  • PP Panjang pendek NM Hukum Nun Mim Mati

139
CHECK LIST
  • Skala yg penilaiannya tdk dibuat dlm bentuk
    rentangan nilai, ttp hanya menyatakan ada dan tdk
    adanya suatu hal/aspek yg sedang dinilai.

140
CHECK LIST KEMAMPUAN BERWUDHU Nama
Siswa Kelas/Smt Mata Pelajaran
No. Aspek Yang Dinilai Kemunculan Aspek Kemunculan Aspek
No. Aspek Yang Dinilai Ya Tidak
1. Membasuh kedua telapak tangan Membasuh hidung Membasuh muka Membasuh kedua tangan sampai siku Membasuh sebagian rambut Membasuh kedua telinga Membasuh kaki sampai mata kaki v v Dst. v
141
CONTOH AR
  • Nama Amir
    Kelas I-A
  • Tempat Tempat wudhu Tgl.
    18 Juli 2005
  • Pencatat Sukiman/Guru
  • Deskripsi
  • Pada saat berwudhu untuk menunaikan shalat
    Dhuhur terlihat si Amir tidak urut melakukan
    tatacara wudhu. Misalnya, setelah membasuh
    telapak tangan ia lansung membasuh kedua
    tangannya dan itupun tidak sampai siku-siku.
    Kemudian setelah itu, ia membasuh muka, telinga,
    dan akhirnya kaki. Ia tidak berkumur, membasuh
    hidung dan rambut.
  • Interpretasi
  • Amir belum mampu melakukan tatacara wudhu
    dengan benar

142
ANALISIS SOAL
PERTEMUAN XVI-XVIII
  • .
  • Analisis soal adalah suatu upaya untuk menelaah
    butir-butir soal yang telah disusun yang
    bertujuan untuk melihat dan mengkaji setiap butir
    soal agar diperoleh soal yang bermutu baik
    (berkualitas) sebelum soal dipergunakan

143
CARA ANALISIS SOAL
  • .
  • KUALITATIF
  • 2 CR ANALISIS
  • KUANTITATIF

144
  • Analisis Kualitatif
  • Cara mencermati butir butir soal yang telah
    disusun dilihat dari Kesesuaian dengan
    kompetensi dasar dan indikator yang diukur serta
    pemenuhan persyaratan baik dari aspek materi,
    konstruksi, dan bahasa.
  • Analisis Kuantitatif
  • Analisis butir soal berdasar hasil uji coba
    atau hasil penggunaaan tes (uji emipirik),
    dilakukan setelah tes diujicoba atau digunakan.

145
CARA ANALISIS SOAL (2)
  • .
  • Materi/Aspek
  • KUALITATIF Konstruksi
  • Bahasa
  • KUANTITATIF Validitas
  • Reliabilitas
  • Tingkat kesukaran
  • Daya Beda
  • Fungsi Distraktor

146
ANALISIS VALIDITAS
  • Berkaitan dengan permasalahan apakah tes yang
    dimaksudkan untuk mengukur sesuatu itu memang
    dapat mengukur secara tepat sesuatu yang akan
    diukur tersebut

147
Macam-Macam Analisis Validitas
  • Validitas Isi
  • (content validity)
  • Validitas Teoretis
  • Tes Totalitas (Rasional)
  • Validitas Konstruk
  • (construct validity
  • Validitas Ramalan
  • Validitas (predictive validity)
  • Tes Validitas Empirik
  • Validitas Bandingan
  • (concurrent validity)
  • Butir Soal

148
Validitas Isi (Content Validity)
  • Validitas yang menpertanyakan bagaimana
    kesesuaian antara butir-butir soal dalam tes
    dengan deskripsi bahan yang diajarkan.
  • Sering juga disebut validitas kurikuler
  • Analisis ini dpt dilakukan sebelum dan sesudah
    tes digunakan
  • Caranya Analisis Rasional
  • 1. Buat kisi-kisi tes
  • 2. Diskusi dg expert

149
Validitas Konstruksi (Contruct Validity)
  • Mempertanyakan apakah butir-butir soal dalam tes
    itu telah sesuai dengan tingkatan kompetensi atau
    ranah yang ada sesuai yang dituntut dalam
    kurikulum
  • Analisis ini dpt dilakukan sebelum dan sesudah
    tes digunakan
  • Caranya Analisis Rasional
  • 1. Buat kisi-kisi tes
  • 2. Diskusi dg expert

150
Validitas Ramalan
  • Meramal artinya memprediksi dan memprediksi
    selalu mengenai hal yang akan datang jadi
    sekarang belum terjadi.
  • Sebuah tes dikatakan memiliki validitas prediksi
    atau validitas ramalan apabila mempunyai
    kemampuan untuk meramalkan apa yang akan terjadi
    pada masa yang akan datang

151
  • Analisis validitas ramalan tes dilakukan dengan
    cara mengkorelasikan antara nilai tes I dengan
    kriterium atau tolok ukur (Tes II)
  • Tes dikatakan memiliki validita ramalan yang baik
    jika memiliki kesesuaian atau kesejajaran arah
    antara tes yang sedang diselidiki atau diuji
    validitasnya, dengan kriteriumnya.
  • Cth Tes ujian masuk UIN dengan Tes Smtr I

152
  • Cara digunakan untuk mencari korelasi utk uji
    validitas ramalan ini adalah dengan menggunakan
    teknik analisis korelasional Product Moment dari
    Karl Pearson
  • Rumusnya

153
  • Prosedur analisisnya
  • Melakukan komputasi atau penghitungan matematis
    untuk mencari harga koefisien r Product Moment,
    dg langkah-langkah
  • Menyiapkan tabel pernghitungan untuk mencari
    nilai ?X, ?Y, ?X2, ?Y2 dan ?XY
  • Menghitung harga r Product Moment dengan rumus
  • Memberikan interpretasi terhadap harga koefesien
    korelasi Pruduct Moment

154
Cth Tabel Analisisnya
Nama Siswa X Y X² Y² XY

?X ?Y ?X² ?Y² ?XY
155
Memberi interpretasi Cara (1) Konsultasi pada
patokan
  • Nilai r Kategori
  • 0,80 1,00 Sangat tinggi
  • 0,60 0,79 Tinggi
  • 0,40 0,59 Cukup
  • 0,20 0,39 Rendah
  • 0,00 0,19 Sangat rendah

156
Cara (2) Konsultasi r tabel
  • Kriteria apabila harga r hitung sama dengan atau
    lebih besar dengan harga r tabel berarti ada
    korelasi antara variabel X dengan varibel Y yang
    berarti tes yang kita analisis memiliki
    validitas.
  • Untuk melihat harga r tabel perlu dicari terlebih
    dahulu derajat kebebasan (degree of freedom) atau
    disingkat df dengan rumus

157
  • df N-nr, dimana N adalah banyaknya peserta tes
    (testee) dan nr adalah banyaknya varibel yang
    dikorelasikan.
  • Pada contoh di atas banyak peserta tes (N) adalah
    20 sedang banyak variabel yang dikorelasikan (nr)
    adalah 2. Dengan demikian df 20 2 18,
    sedangkan taraf signifikasni untuk uji validitas
    ini yang dipakai umumnya 5 . Dengan df 18 dan
    taraf signifikansi 5 diperoleh r tabel sebesar
    0,444.
  • Selanjutnya kita bandingkan antara harga r
    hitung dengan r tabel. r hitung 0,8517 ternyata
    jauh lebih besar daripada r tabel 0,444. Dengan
    demikian terdapat korelasi antara variabel X
    dengan varibel Y, yang berarti te masuk IAIN
    memiliki validitas ramalan yang baik.

158
VALIDITAS BANDINGAN
  • Disebut pula dengan istilah validitas sama saat,
    validitas ada sekarang atau validitas pengalaman
  • Dlm uji validitas bandingan/pengalaman, data
    hasil tes yang diperoleh sekarang kita bandingkan
    dengan data yang mencerminkan pengalaman yang
    diperoleh pada masa lalu
  • Jika hasil tes yang ada sekarang mempunyai
    hubungan searah dengan hasil tes berdasar
    pengalaman yang lalu, maka tes tersebut dapat
    dikatakan telah memiliki validitas
    bandingan/pengalaman dan sebaliknya.

159
ANALISIS VALIDITAS BUTIR SOAL
  • Validitas (Ketepatan)
  • Terkait dengan sejauhmana sebuah butir soal
    secara tepat mengukur apa yg hendak diukur
  • Cara Analisis Validitas butir soal
  • Analisis Teoretis
  • Dilakukan sebelum soal digunakan/diujicobakan
  • Caranya dg membuat kisi-kisi soal dan diskusi dg
    para ahli atau teman sejawat

160
  • Analisis Empirik
  • Dilakukan setelah soal digunakan/diujicobakan
  • Caranya dg mengorelasikan skor tiap butir yg
    dicapai oleh seluruh testee dengan skor total
    seluruh butir soal. Teknik korelasinya dg
    menggunakan r product moment ATAU Korelasi Point
    Bisserial
  • Kriteria Dikatakan valid jika hasilnya di atas
    0,30

161
ANALISIS RELIABILITAS SOAL
PERTEMUAN XIX
  • Reliabiltas (Keajegan/ketetapan)
  • Terkait dengan tingkat ketepercayaan yakni
    sejauhmana butir-butir soal dpt mengukur sesuatu
    secara konsisten dari waktu ke waktu.
  • Cara Analisisnya Analisis Empirik
  • Dilakukan setelah soal digunakan/diujicobakan
  • Caranya dengan berbagai Formula
  • Formula Alpha dari Crobach
  • Formula Belah Dua dari Spearman-Browng

162
ANALISIS RELIABILITAS SOAL
  • Proses analisisnya dg bantuan komputer program
  • Buka Program SPSS
  • Input data
  • Pilih
  • Tunggu hasil
  • Kriteria
  • Dikatakan reliabel jika hasil hitungannya
  • 0,70

163
ANALISIS TINGKAT KESUKARAN SOAL
PERTEMUAN XX
  • Tingkat kesulitan (Item Difficulty)
  • merupakan suatu pernyataan tentang seberapa
    sulit atau seberapa mudah sebuah butir soal bagi
    peserta tes.
  • Tingkat kesukaran ini umumnya dinyatakan dalam
    bentuk indek yg kmd disebut dengan Indeks Tingkat
    Kesukaran (ITK) 0,00 1,00
  • ITK dapat diperoleh dengan menghitung jumlah
    peserta tes yang menjawab betul pada soal ttt
    dibagi jumlah seluruh peserta.

164
  • KRITERIA
  • 0,00 - 0,30 Sukar
  • 0,31 - 0,70 Sedang
  • 0,71 - 1,00 Mudah

165
  • Rumus
  • B
  • ITK ----------
  • N
  • ITK Indeks Tingkat Kesukaran Soal
  • B Jml peserta yg menjawab benar butir soal
  • N Jml seluruh peserta yg ikut tes
  • CTH
  • Jumlah peserta tes ada 90 orang dan yang
    mengerjakan dengan betul butir soal nomor 1 ada
    60 orang. ITK ?
  • 60
  • ITK ------- 0,67
  • 90

166
ANALISIS DAYA BEDA SOAL
  • Daya Beda Soal (item discrimination)
  • Suatu pernyataan tentang seberapa besar daya
    sebuah butir soal dapat membedakan kemampuan
    antara peserta kelompok tinggi dan kelompok
    rendah.
  • Indeks Daya Beda (IDB) Soal berkisar
    -1,00 s.d. 1,00. Semakin tinggi IDB semakin
    tinggi daya beda soal dan semakin baik soal
    tersebut.

167
  • KRITERIA
  • lt0,20 Poor (Jelek)
  • 0,20 - 0,40 Satisfactory (Sedang)
  • 0,41 - 0,70 Good (Baik)
  • 0,71 - 1,00 Excellent (Baik sekali)
  • Tanda negatif Jelek sekali

168
  • Rumus
  • BA - BB
  • IDB -------------------
  • ½ N
  • IDB Indeks Daya Beda
  • BA Jml jawaban benar pada kelompok atas
  • BB Jml jawaban benar pada kelompok bawah
  • N Jumlah seluruh peserta tes
  • CTH
  • Jumlah peserta tes kelompok atas yg b
About PowerShow.com