Nalar Arab, Bayani, Irfani dan Burhani (Pengantar Pemikiran al-Jabiri) - PowerPoint PPT Presentation

Loading...

PPT – Nalar Arab, Bayani, Irfani dan Burhani (Pengantar Pemikiran al-Jabiri) PowerPoint presentation | free to view - id: 463a45-YzVjM



Loading


The Adobe Flash plugin is needed to view this content

Get the plugin now

View by Category
About This Presentation
Title:

Nalar Arab, Bayani, Irfani dan Burhani (Pengantar Pemikiran al-Jabiri)

Description:

Nalar Arab, Bayani, Irfani dan Burhani (Pengantar Pemikiran al-Jabiri) Oleh zainul adzvar Formasi Islamic studies selama ini Filsafat ilmu Barat (Rasionalisme ... – PowerPoint PPT presentation

Number of Views:830
Avg rating:3.0/5.0
Slides: 35
Provided by: Zaen
Category:

less

Write a Comment
User Comments (0)
Transcript and Presenter's Notes

Title: Nalar Arab, Bayani, Irfani dan Burhani (Pengantar Pemikiran al-Jabiri)


1
Nalar Arab, Bayani, Irfani dan Burhani(Pengantar
Pemikiran al-Jabiri)
  • Oleh zainul adzvar

2
Formasi Islamic studies selama ini
  • Filsafat ilmu Barat (Rasionalisme, empirisme,
    pragmatisme) tidak cocok dengan Islamic studies
  • Sebab Barat berwilayah Natural sciences (bukan
    humanities, social sciences), padahal Islamic
    Studies berwilayah classical humanities
  • Karenanya perlu mengembalikan model berfilsafat
    yang sesuai, yaitu Nalar Arab!

3
Kenyataan dan Anomali
  • Model Islamic Studies (dan dianggap kebenaran)
    adalah Bayani
  • Kelahiran tekstual Bayani lebih didominasi secara
    politis ? sehingga pemikiran islam kaku
  • Teks, pemikiran salaf ? Ushul Fiqh lebih
    diunggulkan dari pada akal, alam dan intuisi,
    sehingga epistemologi keagamaan tidak peduli
    dengan kontekstual-bahtsiyah
  • Bayani membuahkan ilmu Tauqifi sehingga wilayah
    kerja akal perlu dibatasi, Irfani statusnya
    dipertanyakan dan dianggap terlalu Liberal (tidak
    sesuai dengan teks ?)

4
Celakanya, Irfani jatuh kepada bentuk
institusional (sufi order?), oleh karena itu
harus passing over! Misalnya?
  • Wahdatul Wujud unity in multiplicity, unity in
    difference.
  • Menyatunya unsur manusia dengan Tuhan berarti
    menyatunya basic human need
  • Ittihad bila washithah (tanpa perantara), bila
    hijaab (mencairnya batas-batas formal agama,
    etnis, dll)

5
Apa itu Nalar Arab ?
  • Fokusnya bukan Pemikiran, tetapi perangkat yang
    memproduksi pemikiran.
  • Kondisinya tergambar dalam berbagai bahasa.
  • Ada perbedaan, antara Fikiran sebagai
    perangkat, dan pemikiran sebagai produk pemikiran
    ? ini masalah metodologis

6
Berpikir melalui suatu kebudayaan tertentu
artinya berpikir melalui sistem referensial yang
membentuk kordinat-kordinat dasarnya (faktor
penentu) dan pembentuk kebudayaan ini (Misal,
warisan intelektual, sosial, cara pandang masa
depan, pandangan terhadap alam, dunia dan manusia)
  • Nalar Arab Pemikiran sebagai Perangkat untuk
    menelorkan produk-produk teoritis yang dibentuk
    oleh suatu kebudayaan yang memiliki kekhasan
    kebudayaan yang memuat sejarah peradaban arab

7
Nalar Arab tidak sama dengan Produk Pemikiran
Arab (Pandangan, teori, Mazhab, ideologi)
  • Berpikir tentang akal memiliki tingkat
    rasionalitas lebih tinggi daripada Berpikir
    dengan akal

8
Peradaban Yunani, Eropa Modern,
Arab.Perbedaannya?
  • Unsur permanen Yunani-Eropa
  • 1) Hubungan akal dan alam adalah sebagai hubungan
    langsung ? cara pandang terhadap wujud.
  • 2) Akal mampu menjelaskan rahasia-rahasia alam ?
    cara pandang terhadap Pengetahuan.
  • Disini tuhan hilang! Terkait dengan sistem alam
    ? jatuh pada akal universal

9
Ciri Nalar Arab adanya relasi langsung yang
berpusat pada Tuhan, Alam, Manusia.Di Arab akal
diharapkan merenungkan alam agar sampai pada Allah
  • Di Yunani Eropa Allah digunakan sebagai
    sarana untuk memahami alam, atau menjamin
    pemahamannya terhadap Alam

10
Yunani Eropa akhlaq dibangun berdasarkan
Pengetahuan.Arab Pengetahuan dibangun
berdasarkan Akhlaq.
  • Yang membentuk dunia Arab adalah Arab Badui!
    Pada tingkat kata, ungkapan, konsepsi dan
    imajinasi bahkan pada tingkat Nalar, nilai dan
    emosi.
  • Dunia yang miskin, dangkal, kering dan inderawi a
    historis yang mencerminkan Pra-Sejarah Arab
    era Jahili

11
Epistemologi Bayani
  • (Tekstual oriented)
  • Oleh zainul adzvar

12
Origin ( Sumber) Bayani
  • Nash / Teks / Wahyu ? (otoritas Teks).
  • Al-Khabar, al-Ijma ? (otoritas Salaf).
  • Al-Ilm al-Tauqify

13
Metode (Proses and Procedure) Bayani
  • Ijtihadiyah.
  • Istinbatiyah.
  • Istintajiyah
  • Istidlaliyyah.
  • Qiyas (Qiyas al-Ghoib ala al-Syahid)

14
Approach (Epistemology) Bayani Lughowiyah
(Bahasa) ? Dalalah Lughowiyyah
  • Tolok ukur validitas keilmuan Bayani Keserupaan
    / kedekatan antara teks atau Nash dengan Realitas

15
Theoretical Framework (kerangka teori) Bayani
  • Al-Ashl al-Far
  • Istinbatiyyah (polapikir deduktif yang berpangkal
    pada teks)
  • Qiyas al-illah (Fiqih)
  • Qiyas al-Dalalah (Kalam) ? al-Lafadh al-mana.
  • Am, khas, Musytarak, Hakikat, Majaz, Muhkam,
    Mufassar, Zahir, Khofi, Musykil, Mujmal,
    Mutasyabih.

16
Fungsi dan Peran Akal Bayani
  • Akal sebagai pengekang / pengatur hawa nafsu
  • Justifikatif
  • Repetitif.
  • Taqlidy.
  • Pengukuh kebenaran (otoritas teks)

17
Types of Argument Bayani
  • Dialektik (jadaliyyah) al-Uqul al-Mutanaffisah
  • Defensif
  • Apologetik
  • Polemik.
  • Dogmatik
  • Pengaruh pola Logika Stoia (bukan Aristoteles)

18
Prinsip-prinsip dasar Bayani
  • Infishol (Discontinue) atomistik
  • Tajwiz (keserba bolehan) tidak ada hukum
    kausalitas
  • Muqarabah (kedekatan, keserupaan)
  • Analogi Deduktif Qiyash

19
Kelompok Pendukung Bayani Kalam (Teologi),
Fiqih (Jurisprudensi), Nahwu (Grammar), Balaghah.
  • Hubungan Subyek dan Obyek
  • Subjective (theistic subjectivism)

20
Epistemologi Nalar Irfani
  • (orientasi pada Imajinasi kreatif -ala Ibn
    Arabi-)

21
Origin (Sumber) Irfani
  • Experince
  • Al-Ruyah al-Mubasyirah
  • Direct Experience ilm al-Hudhuri
  • Preverbal Prelogical Knowledge

22
Metode (Proses dan Prosedur) Irfani
  • Al-Dzauqiyah (al-Tajribah al-Bathiniyyah)
  • Al-Riyadhah
  • Al-Mujahadah
  • Al-Kasyfiyyah
  • Al-Isyraqiyyah
  • Al-Laduniyyah
  • penghayatan bathin ? Tasawuf

23
Approach (Epistemologi) Irfani Psiko-Gnosis
intuitif Dzauq (Qalb) La aqlaniyyah
  • Theoretical Framework (kerangka teori) Irfani
    antara
  • Dzahir dan Bathin,
  • Tanzil dan Takwil,
  • Nibuwah dan Walayah

24
Fungsi dan Peran akal dalam Irfani
Partisipatif.Al-Hads wa al-wijdanBila
washithah bila hijaab
  • Types of Argument Irfani
  • atifiyyah wijdaniyyah
  • Spirituality (esoteric)

25
Prinsip-prinsip dasar Irfani
  • Al-Marifah
  • Al-Ittihad / al-Fana (al-Insan yadzubu fi allah)
    ? al-Insan (partikular) yadzubu fi al-Nas
    (universal)
  • Hulul (Allahu nafsuhu yaghzu al-Nafs al-Insaniyah
    fa yahulla fiha wa yatahawalu al-Insanu hinaidzin
    ila kainin jadidin)

26
Tolok ukur validitas keilmuan Irfani Universal
ReciprocityEmpati, Simpati, Understanding others
  • Kelompok ilmuwan Pendukung irfani
  • Al-Mutashawifah,
  • Ashhab al-Irfan / Marifah (esoterik),
  • Hermes

27
Hubungan Subyek dan Obyek dalam Irfani
  • Intersubjective
  • Wihdatul al-Wujud (Unity in Difference Unity in
    Multiplicity)
  • Ittihad al-Arif wa al-Maruf (Lintas Ruang
    dan Waktu) ittihada al-aql , al-aqil wa
    al-maqul

28
Epistemologi Nalar Burhani
  • (Rational oriented)

29
Origin (sumber) Burhani Realitas / al-Waqi
(alam, sosial, Humanitas).Al-Ilm al-Hushuli
  • Approach (Epistemologi) Burhani Filosofis -
    Scientific

30
Metode (Proses dan Prosedur) Burhani
  • Abstraksi (al-Maujudah al-Barilah min al-Madah)
  • Bahtsiyyah
  • Tahliliyah
  • Tarkibiyyah
  • Naqdiyyah (al-Muhkamah al-Aqliyah)

31
Theoretical Framework (kerangka teori) Burhani
  • Premis premis Logika (al-Manthiq)
  • Silogisme
  • A B
  • B C
  • -------
  • A C
  • Tahlilu al-anasir al-asasiyyah li tuida binaahu
    bi syaklin yubarrizu ma huwa jauhariyyun fihi.

32
Fungsi dan Peran akal Burhani Heuristik
Analitik Kritis,al-Muanah wa al-Mukabadah wa
ijalah al-Nadzar,Idraku al-Sabab wa al-Musabbab
  • Types of Argument Burhani
  • Demonstratif (Eksploratif Verifikatif
    Explanatif).
  • Pengaruh pola Logika Aristoteles dan Logika
    keilmuan pada umumnya

33
Tolok Ukur Validitas keilmuan Burhani
  • Korespondensi ? (Hubungan antar akal dan alam)
  • Koherensi ? ( Konsistensi Logik)
  • Pragmatik ? (Fallibility of Knowledge)

34
Prinsip-prinsip Dasar Burhani 1. Idrak al-asbab
(Nidzam al-Sababiyyah al-Tsabit) Prinsip
Kauslitas.2. al-Hatmiyyah (Kepastian,
Certainty)3. al-Mutabaqah baina al-aql wa nizam
al-tabiah
  • Kelompok Ilmuwan Pendukung Burhani
  • Falasifah (fakkar)
  • Ilmuwan (Alam, Sosial, Humanitas)
About PowerShow.com