MATA KULIAH FILSAFAT ILMU - PowerPoint PPT Presentation

Loading...

PPT – MATA KULIAH FILSAFAT ILMU PowerPoint presentation | free to download - id: 3b5574-NDdjY



Loading


The Adobe Flash plugin is needed to view this content

Get the plugin now

View by Category
About This Presentation
Title:

MATA KULIAH FILSAFAT ILMU

Description:

mata kuliah filsafat ilmu – PowerPoint PPT presentation

Number of Views:15413
Avg rating:3.0/5.0
Slides: 215
Provided by: httpteran
Learn more at: http://httpterang.files.wordpress.com
Category:

less

Write a Comment
User Comments (0)
Transcript and Presenter's Notes

Title: MATA KULIAH FILSAFAT ILMU


1
MATA KULIAH FILSAFAT ILMU
2
MENGAPA HARUS BELAJAR FILSAFAT?
  • Untuk mengetahui sejak kapan munculnya ilmu
    pengetahuan
  • Agar mampu berpikir sistematis, kritis untuk
    memperoleh kebenaran.

3
PENGERTIAN FILSAFAT
  • Dari sisi kebahasaan
  • Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu
    philosophia. Philocinta Sophia
    kebijaksanaan/kebenaran. Jadi philosophia adalah
    orang yang mencintai kebenaran, sehingga berupaya
    memperoleh dan memilikinya.

4
lanjutan
  • Kata philosophia ditransformasikan ke berbagai
    bahasa. Dalam bahsa arab disebut falsafah. Dalam
    bahsa Indonesia disebut falsafat/filsafat. Dalam
    bahsa Belanda dan Jerman disebut Philosophie.

5
lanjutan
  • Dari sisi filsafat sebagai ilmu
  • Plato, fisuf besar Yunani mengatakan, filsafat
    adalah ilmu pengetahuan yang berusaha mencapai
    kebenaran yang asli, karena kebenaran mutlak di
    tangan Tuhan. Atau dengan singkat dikatakan
    pengetahuan tentang segala yang ada.

6
lanjutan
  • Aristoteles, murid Plato mengatakan, filsafat
    adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran
    yang terkandung di dalamnya ilmu matafisika,
    logika, retorika, politik, sosial budaya dan
    estetika.

7
  • Alfarabi, Filsuf besar muslim dengan gelar
    Aristoteles ke 2, mengatakan Filsafat adalah
    pengetahuann tentang yang ada menurut hakikatnya
    yang sebenarnya.

8
lanjutan
  • Immanuel Kant, Filsuf barat dengan gelar raksasa
    pemikir Eropa, mengatakan filsafat adalah ilmu
    pokok dan pangkal segala pengetahuan yang
    mencakup di dalamnya empat persoalan

9
lanjutan
  • 1. apa dapat kita ketahui, dijawab oleh
    metafisika
  • 2. apa yang boleh kita kerjakan, dijawab oleh
    etika
  • 3. apa yang dinamakan manusia, dijawab oleh
    antropologi.
  • 4. sampai dimana harapan kita, dijawab oleh
    agama.

10
lanjutan
  • Hasbullah Bakry, filsafat adalah ilmu yang
    menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam
    mengenai Ketuhanan, alam semesta, dan manusia
    sehingga dapat melahirkan pengetahuan tentang
    bagaimana hakikatnya sejauh yang dicapai manusia.

11
lanjutan
  • 3. Filsafat dari sisi benda
  • Titus dkk, mengajukan dua pengertian filsafat.
  • - filsafat adalah sekumpulan problem- problem
    yang langsung dan mendapat perhatian dari manusia
    yang dicarikan jawabannya oleh ahli filsafat.

12
lanjutan
  • Filsafat adalah sekumpulan sikap dan
    kepercayaan terhapadap kehidupan dan alam yang
    biasanya diterima secara tidak kritis.

13
lanjutan
  • 4. Filsafat sebagai suatu aktifitas
  • Filsafat adalah sebagai suatu proses berpikir
    untuk memperoleh jawaban-jawaban dari berbagai
    problem.
  • Titus dkk, memberikan 3 pengertian filsafat sbg
    aktifitas
  • - Filsafat adlah suatu proses kritik atau
    pemikiran terhadap kepercayaan diri dari sikap
    yang sangat kita junjung tinggi.

14
lanjutan
  • Filsafat adalah sebagai analisi logis dari bahasa
    serta penjelasan tentang arti kata dan konsep.
  • Filsafat adalah suatu usaha untuk memperoleh
    gambaran keseluruhan

15
BERDASARKAN KONSEP DAN TEORI TERSEBUT PROSES
BERFILSAFAT TERSEBUT MELALUI EMPAT TAHAP
  • LOGIS, yaitu berpikir dengan menggunakan logika
    (undang-undang berpikir) yaitu melalui tiga
    tahap pemahaman, keputusan dan argumentasi
  • contoh
  • Alam berubah-ubah (premis minor)
  • Setiap berubah-ubah baru (premis mayor)
  • Alam baru (simpulan)

16
lanjutan
  • 2. SISTEMATIS, yaitu berpikir melalui alur yang
    sistemik sehingga ditemukan adanya koheren
    (saling runtut), diantara satu pertanyaan dengan
    pertanyaan lainnya.
  • 3. RADIKAL, berpikir sampai kepada akar masalah.
  • 4. UNIVERSAL, berpikir secara umum bukan khusus.
    Disini perbedaannya ilmu berpikir secara khusus,
    filsafat berpikir secara umum.

17
SEJARAH TIMBULNYA FILSAFAT
  • KAPAN MUNCULNYA FILSAFAT?
  • Filsafat muncul sejak manusia ada dan sejak
    adanya pembicaraan manusia. Maka sejarah lahirnya
    filsafat dimana-mana Yunani, India, Persia.
    Karena filsafat memiliki kualifikasi tertentu,
    maka lahirnya filsafat diidentikan dengan Yunani.
    Hal ini sesuai dengan karakter orang yunani
    ialah Rasional

18
APA YANG MENYEBABKAN LAHIRNYA FILSAFAT?
  • PERTENTANGAN ANTARA MITOS DAN LOGOS
  • Dikalangan masyarakat Yunani dikenal adanya
    mitos, sebagai suatu keyakinan lama yang
    berkembang dengan pesat misalnya mite kosmologi
    yang melukiskan kejadian alam. Lama-lama mitos
    hilang dikalahkan oleh logos, maka logos penyebab
    pertama lahirnya filsafat.

19
lanjutan
  • 2. RASA INGIN TAHU
  • Karena mite hanya bersifat dongeng belaka,
    maka orang mulai berpikir rasional, untuk mencari
    jawaban-jawaban yang logis. Keingintahuan
    terhadap alam semesta, keingintahuan terhadap
    penciptanya dsb.

20
lanjutan
  • 3. RASA KAGUM
  • Menurut Plato, filsafat lahir adanya kekaguman
    manusia tentang dunia dan lingkungannya. Para
    filsuf atas kekagumannya mencoba merumuskan asal
    mula alam semesta.
  • Thales bapak filsafat Yunani, mengatakan alam
    semesta berasal dari air.

21
lanjutan
  • Anaximandros, alam berasal dari apairon (api)
  • Democrios, alam berasal dari atom
  • Empedokles, alam berasal dari empat unsur air,
    api, angin, tanah.
  • 4. PERKEMBANGAN KESUSASTRAAN
  • Faktor lain yang menyebakan lahirnya filsafat
    adalah kesusastraan.

22
KARAKTERISTIK FILSAFAT
  • SKEPTISIS
  • Skeptisis adalah keraguan terhadap suatu
    kebenaran sebelum mendapat argumen yang kuat
    terhadap kebenaran tersebut. Dikelompokan
  • -bersifat Gradasi , dari ragu ke yakin
  • -bersifat degradasi, dari yakin ke ragu
  • -bertahan sophisme, terus menurus ragu.

23
Lanjutan
  • Sifat gradasi diungkapkan oleh RENE DECARTES
    Filsuf Prancis cagito ergo sum
  • (saya berpikir maka saya ada)
  • 2.KOMUNALISME
  • Hasil pemikiran filsafat dimiliki masyarakat
    umum tidak memandang ras, kelas, ekonomi, dan
    keyakinan. Misalnya hasil pemikiran Yunani
    bermanfaat untuk orang Eropa, Asia Afrika dsb.

24
lanjutan
  • 3. DISENTERESTEDNESS
  • YANG BERASAL DARI KATA INTEREST, yaitu suatu
    kegiatan filsafat yang tidak dimotivasi untuk
    suatu kepentingan tertentu.
  • 4. UNIVERSALISME
  • Filsafat bersifat umum, berati filsafat adalah
    hak seluruh umat manusia secara umum atau
    sifatnya internasional. Semua umat manusia berhak
    mengadakan kajian filsafat.

25
APA GUNANYA FILSAFAT BAGI MANUSIA?
  • Filsafat mampu memberikan pemahaman yang
    menyeluruh (general) terhadap suatu wujud
    (ontologi) sekaligus memberikan konsep kebenaran
  • ( justifikasi) terhadap wujud tersebut. Dengan
    kebenaran manusia akan bertindak bijaksana
    (wesdom)

26
lanjutan
  • Filsafat dapat memberikan kepuasan bagi
    filsuf/seseorang karena kemampuannya dalam
    menggambarkan problem kehidupan yang sedang dan
    akan dihadapi sesuai dengan leluasan
    pemahamannya.
  • Plato mengatakan, berpikir dan memikirkan itu
    suatu kenikmatan yang luar biasa dan kebahagian
    yang paling berharga.

27
lanjutan
  • Filsafat dapat dijadikan sebagai bahan pijakan
    untuk merubah dunia.
  • Karl Marx mengatakan, filsafat tidak hanya
    hanya menjelaskan pada dunia(interferd the world)
    melainkan juga merubahnya.

28
PROBLEMATIKA FILSAFAT
  • Secara Umum terbagi menjadi tiga
  • ONTOLOGI, yaitu mengkaji hakikat segala
    sesuatu, terbagi 2
  • 1. Kualitas
  • - Monisme, asal lam terdiri dari satu unsur
    (monosatu). Thales dari air, Anaximandros dari
    apairon, Anaximenes dari udara, Democritos dari
    tanah.

29
lanjutan
  • Dualisme, yang mengatakan alam semesta terdiri
    dari dua unsur yaitu materi dan roh. Tokohnya
    Anaxagoras dan Aristolteles.
  • Pluralisme, alam semesta terdiri dari empat
    unsur air, angin, api, tanah. Tokohnya
    Empedokles, Leukippos.

30
lanjutan
  • 2. Kualitas
  • Pandangan ini membicarakan bagaimana alam
    berproses, dalam kaitannya muncul 4 teori
  • -Mekanisme, yang mengatakan bahwa segala sesuatu
    berproses secara mekanik.
  • -Teleologi, mengatakan bahwa segala sesuatu yang
    terjadi di alam raya berproses menuju suatu
    tujuan, yaitu Tuhan.

31
  • -Determinisme, kejadian di alam iniberproses
    melalui suatu ketentuan yang telah ditetapkan
    sebelumnya, baik oleh hukum alam maupun oleh
    Tuhan
  • -Indeterminisme, segala kejadian di alam ini
    berlangsung secara bebas, tanpa kendali tertentu
    dari Tuhan atau kekuatannya.

32
PROBLEM FILSAFAT
  • 2. EPISTEMOLOGI, membicarakan 2 hal
  • a. Hakikat pengetahuan, muncul 2
    pandangan
  • - realisme, yaitu pengetahuan manusia riil
    adanya dalam kehidupan.
  • - idealisme, yaitu hakikat ilmu pengetahuan
    tidak terdapat dalam dunia riil, melainkan konsep
    ideal atau dunia ide-ide.

33
lanjutan
  • b. Sumber Pengetahuan, muncul 3 pandangan
  • rasionalisme, mengatakan bahwa sumber pengetahuan
    muncul dari rasio (akal) manusia.
  • Empirisme, sumber pengetahuan adalah indera
    manusia.
  • Kritisme, pengetahuan manusia bersumber dari luar
    diri manusia, yaitu Tuhan.

34
PROBLEM FILSAFAT
  • 3. AXIOLOGI, TERBAGI MENJADI 6 PANDANGAN
  • naturalisme, yang menyatakan ukuran baik buruk
    ialah sesuai tidaknya perbuatan tersebut sesuai
    dengan fitrah (natura) manusia.
  • Hedonisme, yang menyatakan bahwa ukuran baik
    buruk ialah sejauh mana suatu perbuatan
    mendatangkan kenikmatan (hedone) bagi manusia.

35
lanjutan
  • Vitalisme, ukuran baik buruk ditentukan oleh
    sejauh mana suatu perbuatan tersebut dapat
    mendorong manusia untuk hidup lebih maju.
  • Ultitarianisme, Ukuran baik buruk ditentukan oleh
    ada tidaknya suatu perbuatan mendatangkan
    manfaat bagi manusia.

36
lanjutan
  • e. Idealisme, ukuran baik buruk ditentukan oleh
    sesuai tidaknya sesuatu perbuatan dengan konsep
    ideal (rancang bangun) pikiran manusia.
  • f. Teologis, baik buruknya suatu perbuatan
    ditentukan oleh sesuai tidaknya suatu perbuatan
    dengan ketentuan agama (teosTuhan, agama)

37
lanjutan
  • Berdasarkan uraian problematika di atas
    kebenaran itu bersifat relatif tergantung pada
    latar belakang pendidikan, sosial, budaya, agama
    dan sebagainya.

38
BAGAIMANA HUBUNGAN ILMU, FILSAFAT, DAN AGAMA
  • Ilmu adalah sistem dari berbagai pengetahuan yang
    masing-masing mengenai suatu pengalaman tertentu
    yang disusun melalui sistem tertentu, sehingga
    menjadi suatu kesatuan.
  • Menuurut Harsojo, ilmu terdiri dari tiga
    kesimpulan, yaitu

39
lanjutan
  • Merupakan akumulasi pengetahuan yang
    disistematikan
  • Suatu pendekatan/metode pendekatan terhadap
    seluruh dunia empiris, yaitu dunia yang terikat
    oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang pada
    prinsipnya dapat diamati oleh panca indra
    manusia, dan

40
lanjutan
  • Suatu cara yang mengijinkan kepada ahli-ahli
    lainnya untuk menyatakan suatu proporsi.

41
lanjutan
  • Filsafat menurut Plato dan Al Faraby filsafat
    adalah pengetahuan tentang segala yang ada.
  • AGAMA
  • Terdapat perbedaan pengertian agama dikalangan
    tokoh agama. Hal ini disebabkan oleh perbedaan
    bidik terhadap agama.

42
lanjutan
  • Agama diartikan secara praktis, adalah suatu
    keyakinan akan adanya aturan/jalan hidup (way of
    life) yang bersumber dari suatu kekuatan yang
    absolut (Tuhan).
  • Agama memiliki empat perangkat sbb
  • Adanya pengatur (Tuhan) sebagai kebenaran yang
    pertama dan terakhir.

43
lanjutan
  • 2. adanya aturan (code hukum) yang harus dipahami
    yang termaktub dalam kitab suci dan kebenarannya
    bersifat ansolut.
  • 3. Adanya seorang nabi sebagai pembawa aturan
    hukum.
  • 4. Adanya komunitas (manusia) sebagai pelaksana
    aturan yang bersumber dari Tuhan.

44
HUBUNGAN ILMU, FILSAFAT DAN AGAMA
  • ILMU, mencari kebenaran dengan cara
    penyelidikan (riset) sesuai dengan eksistensinya
    yang berhubungan dengan alam empiris.Dalam
    penyelidikan ilmu selalu mencari hukum sebab
    akibat. Sebagai hukum sebab akibat maka
    kebenaranya pasti ada.

45
lanjutan
  • ILSAFAT, karena selalu berhadapan denga alam
    empiris, (metafisika, ghaib) maka ia komit
    dengan organon (alatnya) yaitu logika. Cara
    kerjanya selalu diawali dengan pertanyaan apa.
    Berpikir logis, sistematis, radikal, dan
    universal.

46
lanjutan
  • AGAMA, menemukan konsep kebenaran bersumber pada
    wahyu, kebenarannya bersifat mutlak, absolut
    sebagiai kebenaran tertinggi.

47
  • Ilmu kebenarannya bersifat empiris, filsafat
    kebenarannya bersifat spekulatif (berdasrkan
    nalar dan logika), keduanya bersifat nisbi. Agama
    kebenarannya bersifat absolut mutlak, dalam
    penentuannya semua perlu perumusan

48
lanjutan
  • Hubungan ilmu filsafat dan agama, Albert Einstein
    menagatakan dengan singkat
  • science with out is blind, religion with out
    science is blame Ilmu tanpa agama buta, agama
    tanpa ilmu lumpuh.

49
BAGAIMANAKAH KATEGORI MANUSIA ITU?
  • MANUSIA ADA YANG TIDAK TAHU DALAM KETIDAKAHUANNYA
  • MANUSIA TIDAK TAHU DALAM KETAHUANNYA
  • MANUSIA TAHU AKAN KETIDAKTAHUANNYA
  • MANUSIA TAHU AKAN KETAHUANNYA
  • Kategori manakah yang paling baik?

50
Manusia adalah akhluk ciptaan Tuhan yang
tercanggih. Memiliki banyak kelebihan dibanding
dengan makhluk lain terutama akalnya.
  • Memiliki rasa ingin tahu, maka diaktuakisasikan
    dalam bentuk bertanya.
  • Melalui rasio maka manusia memberikan jawaban
    terhadap aneka pertanyaan
  • Manusia bertanya, manusia pula menjawab
  • Manusialah yang benar-benar bereksistensi karena
    memiliki kesadaran dan otonomi dirinya.

51
Lanjutan
  • DENGAN KATA LAIN
  • Malalui akalnya manusia mampu menyamai makhluk
    lain.
  • Burung terbang tinggi, manusia tefrbang dengan
    pesawat ciptaannya.
  • Angsa bisa berenang ke ujung pulau, manusia
    berenang dengan kapal Feri ciptaannya.
  • Ikan mampu menembus dasar lautan, manusia
    menembus lautan dengan kapal selam ciptaannya.

52
APAKAH SETIAP MANUSIA MAMPU BERFILSAFAT? Tidak
juga. Rule of the game ( ada aturan mainnya)
  • Berpikir logis, sistematis, radikal, dan
    universal.
  • Dengan mengindahkan ke empat aturan main
    tersebut, maka Anda bisa menjadi seorang filsuf

53
LAHIRNYA ILMU PENGETAHUAN SEJAK KAPAN LAHIRNYA
ILMU PENGETAHUAN?
  • Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang
    tercanggih.
  • Dengan akalnya manusia mampu. berpikir, dengan
    pikirannya memperoleh pengetahuan, dengan
    pengetahuannya manusia memiliki ilmu, dengan
    ilmunya manusia mampu berpikir rasional, logis
    dan sistematis.

54
JADI PENGETAHUAN LAHIR SEJAK MANUSIA ITU ADA
SEJAK MANUSIA BERPIKIRSEJAK MANUSIA
BERINTERAKSI DENGAN ALAM
55
BAGAIMANA HUBUNGAN (ILMU PENGETAHUAN DENGAN
FILSAFAT?
  • Pengetahuan bagian dari kajian filsafat ilmu,
    pengetahuan lahir sejak adanya peradaban manusia
    dan berkembang pesat sesuai dengan budayanya.
  • Pengetahuan lahir dari aktivitas
  • Aktivitas memerlukan metode
  • Pengetahuan melahirkan ilmu-ilmu.
  • Ilmu dan pengetahuan tidak bisa dipisahkan.

56
lanjutan
  • Aktivitas memerlukan metode
  • Pengetahuan melahirkan ilmu-ilmu.
  • Ilmu dan pengetahuan tidak bisa dipisahkan.

57
SIKLUS ILMU
58
PENGERTIAN ILMU SEBAGAI PENGETAHUAN
  • Dari segi maknanya pengertian ilmu
    sekurang-kurangnya merujuk tiga hal
  • Pengetahuan
  • Aktivitas
  • metode

59
Pengertian Umum
  • Ilmu adalah sesuatu kumpulan yang sistematis dari
    pengetahuan.
  • Ilmu berarti semua pengetahuan yang dihimpun
    dengan perantara metode ilmiah (John G. Kemeny).

60
lanjutan
  • Menurut Norman Campbell
  • Ilmu adalah suatu kumpulan pengetahuan yang
    berguna dan praktis dan suatu metode untuk
    memperoleh pengetahuan
  • Ilmu tidak bersangkutan dengan kehidupan praktis
    dan tidak dapat mempengaruhinya kecuali dalam
    cara yang paling tak langsung, baik kebaikan atau
    keburukan.

61
SIMPULAN
  • Ilmu adalah rangkaian aktivitas manusia yang
    rasional dan kognitif dengan berbagai metode
    berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga
    menghasilkan kumpulan pengetahuan yang sistematis
    mengenai gejala-gejala kealaman, kemasyarakatan
    atau keorangan untuk tujuan mencapai kebenaran,
    memperoleh pemahaman, memberikan penjelasan,
    ataupun melakukan penerapan.

62
LANJUTANILMU SEBAGAI RANGKAIAN AKTIVITAS
MANUSIA
  • Rasional proses pemikiran yang berpegang pada
    kaidah-kaidah logika
  • Kognitif proses mengetahui dan memperoleh
    pengetahuan

63
lanjutan
  • Teologis
  • mencapai kebenaran memperoleh pemahaman
  • Memberi penjelasan
  • Meakukan penerapan dengan peramalan atau
    pengendalian

64
ILMU SEBAGAI METODE ILMIAH
  • ANALISIS (analysis)
  • PEMERIAN (description)
  • PENGUKURAN (measurement)
  • PERBANDINGAN (comparison)
  • SURVAI (survey)

65
Pengelompokan Pengetahuan
  • Menurut Bertrand Russell, pengetahuan dibedakan
    menjadi 2
  • 1. Pengetahuan mengenai fakta-fakta
    (knowledge of facts)
  • 2. Pengetahuan mengenai hubungan umum antara
    fakta (knowledge of general connection
    berween facts)

66
Ledger Wood membagi pengetahuan menjadi
  • 1.Non inferential Apprehension pengetahuan
    nonpenyimpulan yang merupakan pengenalan terhadap
    benda, orang, atau sifat tertentu.

67
  • Bentuknya
  • Perception pengenalan objek diluar diri
    seseorang
  • Introspection pengenalan terhadap dirinya
    sendiri dengan segenap kemampuan, pikiran
    kehendak, dan perasaan

68
Lanjutan
  • 2. Inferential Knowledge, meliputi
  • Knowledge of other selves pengetahuan mengenai
    diri orang lain.
  • Historical knowledge pengetahuan menyangkut masa
    lampau.
  • Scientific knowledge pengetahuan ilmiah.

69
George Klubertanz
  • Pengetahuan langsung berdasarkan pengenalannya
    terhadap objek-objek pengalaman.
  • Pengetahuan kemanusian (humanistic knowledge)
    yang diperoleh karena mempelajari
  • Pengetahuan Ilmiah (scientific knowledge)
    berdasarkan azas-azas yang cocok dan dapat
    membuktikan kesimpulannya kebenaran.

70
lanjutan
  • Pengetahuan Ilmiah (scientific knowledge)
    berdasarkan azas-azas yang cocok dan dapat
    membuktikan kesimpulannya kebenaran.

71
HAKIKAT PENGETAHUAN
  • Darimanakah hakikat pengetahuan itu?
  • Realisme pengetahuan manusia riil adanya dari
    kehidupan.
  • Idealisme pengetahuan tidak terdapat dalam dunia
    riil melainkan hanya dalam dunia konsep ideal
    atau dunia ide-ide.

72
Dari manakah sumber pengetahuan manusia?
  • Rasionalisme sumber pengetahuan berasal dari
    rasio (akal) manusia.
  • Empirisme sumber pengetahuan adalah indra
    manusia (empiri)
  • Kritisisme/transidentalisme pengetahuan manusia
    bersumber dari luar diri manusia, yaitu Tuhan.

73
PENGETAHUAN SEBAGAI DASAR TEORITIS YANG
MELAHIRKAN PENGETAHUAN ILMIAH
  • CAKUPAN PENGETAHUAN ILMIAH
  • 1. Jenis sasaran
  • 2. Bentuk-bentuk pernyataan
  • 3. Ragam-ragam proposisi
  • 4. Ciri-ciri pokok
  • 5. Pembagian sistematis

74
Lanjutan
  • Jenis sasaran Pengetahuan Ilmiah
  • Objek material fenomena di dunia ini yang
    ditelaah oleh ilmu
  • Objek formal pusat perhatian penelaahan ilmuwan
    terhadap fenomena itu.

75
lanjutan
  • OBJEK MATERIAL PENGETAHUAN ILMIAH
  • DIKELOMPOKAN MENJADI 6
  • IDE ABSTRAK
  • BENDA FISIK
  • JASAD HIDUP
  • GEJALA ROHANI
  • PERISTIWA SOSIAL
  • PROSES TANDA

76
  • OBJEK MATERIAL
  • KONSEP GUNUNG MERAPI, BURUNG, INGATAN DST
  • DITELAAH BERDASARKAN OBJEK FORMAL

77
TELAAH OBJEK FORMAL
  • MANUSIA
  • BIOLOGI
  • PSIKOLOGI
  • FILSAFAT KODRATI
  • OBJEK TELAAH FORMAL

78
SEPERTI APA BENTUK PENGETAHUAN ILMIAH ITU?
  • ANATOMI
  • GEOGRAFI
  • UKURAN
  • AZAS-AZAS
  • PETUNJUK
  • PROSEDUR
  • DESKRIPTIF
  • PRESKRIPSI

79
LANJUTAN
  • 3. EKSPOSISI POLA
  • SOSIOLOGI
  • POLA-POLA BUDAYA
  • ANTROPOLOGI
  • PERKEMBANGAN BUDAYA

80
LANJUTAN
  • 4. REKONTRUKSI HISTORIS
  • HISTORIOGRAFI
  • PURBAKALA
  • PALEONTOLOGI

81
PROPOSISI ILMU PENGETAHUAN
  • 1. AZAS ILMIAH
  • MENGANDUNG KEBENARAN UMUM
  • BERDASARKAN FAKTA YANG TELAH DIAMATI
  • ILMU SOSIAL

82
LANJUTAN
  • 2. KAIDAH ILMIAH
  • Mengungkapkan keajegan atau hubungan tertib yang
    dapat diperiksa kebenarannya diantara fenomena
    secara umum berlaku pula untuk berbagai fenomena
    yang sejenis.
  • Boyle, Newton, Pascal

83
LANJUTAN
  • 3. TEORI ILMIAH
  • Kemampuan proposisi yang saling berkaitan secara
    logis untuk memberi penjelasan mengenai
    sejumlah fenomena.
  • Teori Darwin
  • Kau lahir dariku
  • bodoh

84
lanjutan
  • Teori sekumpulam proposisi yang mencakup
    konsep-konsep tertentu yang saling berhubungan

85
APA MANFAAT DAN PERANAN TEORI?
  • Mensistematiskan dan menyususn data maupun
    pemikiran tentang data sehingga tercapai
    pertalian yang logis diantara aneka data yang
    semula kacau balau. Jadi teori berfungsi sebagai
    kerangka, pedoman, bagan sistematisasi atau
    sistem acuan.

86
lanjutan
  • Memberikan skema atau rencana sementara mengenai
    medan yang semula belum dipetakan sehingga
    terdapat suatu orientasi
  • Menunjukkan atau menyarankan arah-arah untuk
    penyelidikan lebih lanjut.

87
PEMBAGIAN ILMU PENGETAHUAN
  • Ilmu Pengetahuan dibedakan atas
  • Ilmu Pengetahuan Sosial (social science)
    membahas hubungan manusia sebagai makhluk sosial.
  • a. Psikologi ilmu pengetahuan yang
    mempelajari proses mental dan tingkah laku.
  • b. Pendidikan suatu perlakuan atau nproses
    latihan yang terarah dan sistematis meneju ke
    suatu tujuan.

88
Lanjutan
  • c. Antropologi suatu ilmu pengetahuan yang
    pempelajari asal-usul dan perkembangan jasmani,
    sosial, kebudayaan serta tingkah laku manusia.
  • d. Etnologi studi antropologi dari aspek sistem
    sosio ekonomi dan pewarisan kebudayaan terutama
    keaslian, perkembangan dan perubuhan dalam
    masyarakat primitif.

89
Lanjutan
  • e. Sejarah suatu pencataan peristiwa peristiwa
    yang telah terjadi pada suatu bangsa, negara atau
    individu.
  • f. Ekonomi ilmu penghetahuan yang berhubungan
    dengan produksi, tukar menukar barang produksi,
    pengelolaan dalam lingkup rumah tangga,
    perusahaan atau negara.

90
Lanjutan
  • g. Sosiologi suatu studi tingkah laku sosial,
    terutama asal-usul organisasi, institusi dan
    perkembangan masyarakat manusia.
  • 2. Ilmu Pengetahuan Alam yang membahas alam
    semesta dengan segala isinya, ilmu ini terbagi
    atas
  • a. Fisika (physics) suatu kajian tentang benda
    mati dari aspek wujud dengan perubahan yang
    bersifat sementara.

91
lanjutan
  • b. Kimia (chemistry) mempelajari benda hidup dan
    tidak hidup dari aspek susunan materi dan
    perubahan-perubahan yang bersifat tetap
  • Kimia secara garis besar dibagi menjadi
  • Kimia anorganik
  • Kimia organik
  • c. Biologi (biological science) ilmu pengetahuan
    yang mempelajari makhluk hidup dan
    gejala-gejalanya.

92
lanjutan
  • Cabang-cabang biologi
  • Botani mempelajari seluk beluk tumbuhan
  • Zoologi mempelajari hewan
  • Anatomi mempelajari strukur dalam makhluk hidup
  • Fisiologi studi tentang fungsi tubuh

93
  • 5. Sitologi studi tentang sel secara mendalam
  • 6. Sitologi studi tentang jaringan tubuh atau
    organ makhluk hidup
  • 7. Palaentologistudi tentang makhluk masa lampau
    yang kebanyakan hanya berupa fosil

94
lanjutan
  • 3. Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (earth
    science and space)
  • Geologi studi tentang struktur bumi
  • Petrologi membahas batu-batuan
  • Vulkanologi, membahas gempa bumi
  • Mineralogi, membahas bahan mineral/bahan galian
  • Kristalografi, membahas bentuk-bentuk kristal
    dari mineral.

95
lanjutan
  • b. Astronomi suatu ilmu pengetahuan yang
    membahas benda-benda ruang angkasa dan alam
    semesta.
  • b. Geografi ilmu pengetahuan tentang muka bumi
    dan produk ekonomi sehubungan dengan makhluk
    hidup terutama manusia.

96
ILMU PENGETAHUAN BERDASARKAN KURUN WAKTUNYA
  • ILMU PENGETAHUAN KONVENSIONAL
  • ILMU PENGETAHUAN MODERN

97
Lanjutan
  • Ilmu penetahuan konvensional mengedepankan mitos,
    daripada logos.
  • Ilmu pengetahuan modern mengutamakan rasio, akal
    sehingga segala sesuatu harus bersifat rasional.
    Mengedepankan logos daripada mitos.

98
PERKEMBANGAN PENGETAHUAN MODERN
  • Konsep atau teori Pengetahuan modern berkembang
    berabad-abad, sejak manusia mempelajari alam
    semesta. Thales sebagai Bapak ilmu pengetahuan,
    Aristoteles, Scorattes sampai ke generasi Newton.
  • Berdasarkan pemikiran manusia pengetahuan terus
    berkembang hingga melahirkan teori-teori dan
    wujud untuk kepentingan umat manusia.

99
lanjutan
  • Berdasarkan pemikiran manusia pengetahuan terus
    berkembang hingga melahirkan teori-teori dan
    wujud untuk kepentingan umat manusia.

100
lanjutan
  • Aristoteles berpendapat, berdasarkan pengamatan
    bebnda-benda hidup itu mungkin dapat timbul dari
    benda tak hidup. Contoh cacing berasal dari
    lumpur, ulat berasal dari daging yang membusuk
    dan lain lain.

101
ILMU PENGETAHUAN ABAD KE-13
  • TOKOH NIKOLAS KOPERNIKUS
  • Berkebangsaan Polandia yang mencetuskan
    revolusi dunia ilmu.
  • Teorinya menyatakan bahwa matahari merupakan
    pusat tata surya yang diedari oleh bumi serta
    planet lainnya.

102
ILMU PENGETAHUAN ABAD KE-16
  • TOKOH SIR ISAAC NEWTON
  • Berkebangsaan Inggris yang mencetuskan hukum
    gravitasi bumi,pencipta teleskop cermin.
  • Teorinya sangat mempengaruhi alam pikiran
    abad-18

103
lanjutan
  • Perkembangan ilmu pengetahuan abad 18, 19
    melahirkan ilmu ilmu yang sangat bermanfaat bagi
    kehidupan umat manusia.
  • Thomas Alpha Edison, dengan lampu listriknya
  • Albert Enstain dengan teori atomnya

104
PUNCAK PENGETAHUAN DI ABAD 20
  • Para ilmuwan memanfatkan materi dan energi.
    Materi merupakan benda sedangkan energi yang
    memiliki kekuatan.
  • Materi merupakan benda-benda hasil olahan

105
lanjutan
  • Dalam kehidupan modrn penggunaan energi semakin
    meluas.
  • Energi berwujud dalam berbagai bentuk cahaya,
    kimia, panas, gerak, nuklir dan sebagainya.

106
TERIMA KASIHSELAMAT BELAJAR
107
REFERENSI
  • Nasution, HB. 2001. Filsafat Umum. Jakarta Gaya
    Media Pratama
  • Haryono Imam. 1994. Filsafat Ilmu Pengetahuan.
    Jakarta Gramedia
  • The Lian Gie. 1991. Pengantar Filsafat Ilmu.
    Yogyakarta Liberty

108
(No Transcript)
109
Bab 3
  • Filsafat dan Ilmu dalam Sejarah

110
Orientasi Sejarah
  • Hubungan Sejarah
  • Filsafat dan ilmu di dalam filsafat ilmu
    berhubungan dengan sejarah barat
  • Berpusat di Eropa, terutama Eropa Barat
  • Pembabakan Sejarah
  • Sejarah dibagi ke dalam sejumlah babak, dari
    zaman dahulu sampai sekarang
  • Pembabakan sejarah mengikuti pembabakan yang
    lazim di sejarah Eropa
  • Filsafat dan Ilmu
  • Di dalam sejarah ini, filsafat dan ilmu tidak
    diuraikan secara terpisah

111
Pembabakan Zaman
  • Zaman Kuno
  • sebelum abad ke-5 sM
  • Zaman Yunani Kuno
  • abad ke-5 sM sampai abad ke-1 sM
  • Zaman Romawi
  • abad ke-1 sM sampai abad ke-5
  • Zaman Gelap (Dark Ages)
  • abad ke-5 sampai abad ke-10
  • Zaman Pertengahan (Medieval)
  • abad ke-10 sampai abad ke-15
  • Zaman Kebangkitan (Rennaissance)
  • abad ke-15 sampai abad ke-18
  • Zaman Modern
  • abad ke-18 sampai sekarang

112
Zaman KunoSebelum Abad ke-5 sM
  • Keteraturan Alam (Louis de Broglie)
  • Gembala Chaldea di Mesopotamia memperhatikan
    gejala di langit terutama di malam hari
  • Gerak benda langit teratur sehingga mereka yakin
    akan keteraturan alam
  • Muncul pengetahuan astronomi termasuk kalender
    bulan dan muncul ilmu
  • Mereka juga mengenal musim, sehingga satu tahun
    terdiri atas 12 bulan (tidak tepat)
  • Keteraturan Alam (Dennis Gabor)
  • Manusia percaya bahwa ada keteraturan pada dasar
    gelaja alam
  • Keteraturan ini layak dinyatakan melalui logika
  • Kepercayaan ini melahirkan ilmu

113
  • THE HISTORY OF SCIENCE
  • On the simplest level, science is knowledge
    of the world of nature. There are many
    regularities in nature that mankind has had to
    recognize for survival since the emergence of
    Homo Sapiens as a species. The Sun and the Moon
    periodically repeat their movements. Some
    motions, like the daily motions of the Sun, are
    simple to observe others, like the annual
    motion of the Sun, are far more difficult. Both
    motions correlate with important terrestial
    events. Day and night provide the basic rhythm of
    human existence the seasons determine the
    migration of animals upon which human depended
    for millennia for survival. With the invention of
    agriculture, the seasons became even more
    crucial, for failure to recognize the proper time
    for planting could lead to starvation. Science
    defined simply as knowledge of natural processes
    is universal among mankind, and it has existed
    since the dawn of human existence.
  • The mere recognition of regularities does
    not exhaust the full meaning, however. In the
    first place, regularities may be simply
    constructs of the human mind. Humans leap to
    conclusions the mind cannot tolerate chaos, so
    it constructs regularities even when none
    objectively exists. Thus, for example, one of the

114
  • astronomical laws of the Middle Ages was that
    the appearance of comets presaged a great
    upheaval, as the Norman Conquest of Britain
    followed the comet of 1066. True regularities
    must be established by detached examinations of
    data. Science, therefore, must employ a certain
    degree of skepticism to prevent premature
    generalization.
  • Regularities, even when expressed
    mathematically as laws of nature, are not fully
    satisfactory to everyone. Some insist that
    genuine understanding demand explanations of the
    causes of the laws, but it is in the realm of
    causation that there is the greatest
    disagreement. Modern quantum mechanics, for
    example, has given up the quest for causation and
    today rests only on mathematical expression .
    Modern biology, on the other hand, thrives on
    causal chains that permit the understanding of
    physiological and evolutionary processes in terms
    of the physical activities of entities such as
    molecules, cells, and organism. But even if
    causation and explanation are admitted as
    necessary, there is little argument on the kinds
    of causes that are permissible, or possible in
    science. If the history of science is to make any
    sense whatsoever it is necessary to deal with the
    past on its own terms, and the fact in that for
    most of the history of science natural
    philosophers appealed to causes that

115
  • would be summarily rejected by modern scientists.
    Spiritual and divine forces were accepted as both
    real and necessary until the end of 18th century
    and, in areas such as biology, deep into the 19th
    century as well.
  • Certain conventions governed the appeal to
    God or the gods or the spirits, it was held,
    could not be completely arbitrary in their
    actions otherwise the proper response would be
    propitiation, not rational investigation. But
    since the deity or deities were themselves
    rational, or bound by rational principles, it was
    possible for humans to uncover the rational order
    of the world. Faith in the world could actually
    stimulate original scientific work. Keplers
    laws, Newtons absolute space, and Einsteins
    rejection of the probabilistic nature of quantum
    mechanics were all based on theological, not
    scientific, assumptions. For sensitive
    interpreters of phenomena, the ultimate
    intelligibility of nature has seemed to demand
    some rational guiding spirit. A notable
    expression on this idea is Einsteins statement
    that the wonder is not that mankind comprehends
    the world, but that the world is comprehensible.
  • Science, then is to be considered in this
    article as knowledge of natural regularities that
    is subjected to some degree of skeptical vigour
    and explained by rati-

116
  • onal causes. One final caution is necessary.
    Nature is known only through the senses, of which
    sight, touch, and hearing are the dominant ones,
    and the human notion of reality is skewed toward
    objects of these senses. The invention of such
    instruments as the telescope, the microscope, and
    the Geiger counter has brought an ever-increasing
    range of phenomena with the scope of the senses.
    Thus, scientific knowledge of the world is only
    partial, and progress of science follows the
    ability of humans to make phenomena perceivable.

117
Zaman KunoSebelum Abad ke-5 sM
  • Keteraturan Alam (di Mesir Kuno)
  • Sungai Nil banjir setiap tahun secara teratur
    menghapus batas tanah sehingga lahir ilmu ukur
    untuk menemukan kembali batas itu
  • Ilmu ukur digunakan juga untuk membuat piramida
  • Secara teratur, gerak naik bintang sothis
    (sirius) sinkron dengan siklus banjir sungai Nil,
    dan berlangsung setahun sekali
  • Muncul pengetahuan astronomi dan kalender
    matahari di samping kalender bulan
  • Keteraturan Alam (di Yunani Kuno)
  • Pengetahuan dari Mesopotamia dan Mesir Kuno masuk
    ke Yunani Kuno

118
Zaman KunoSebelum Abad ke-5 sM
  • Keteraturan Alam (di Romawi Kuno)
  • Sebelum Romawi menjadi negara adikuasa (abad
    ke-1 sM), mereka juga menerima kalender dari
    Yunani Kuno
  • Romawi menyusun kalender matahari yang
    berubah-ubah yang kemudian distandardisasi oleh
    Julius Ceaser
  • Kalender inilah yang kemudian menjadi kalender
    internasional yang kita pergunakan sekarang
    (disempurnakan oleh Paus Gregorius)
  • Keteraturan Alam (Kalender)
  • Salah satu pengetahuan astronomi (mungkin tertua)
    yang dilahirkan oleh keteraturan alam adalah
    kalender
  • Di samping astronomi, muncul pula pengetahuan
    lain yang dikenal sebagai astrologi

119
  • LUNAR CALENDAR
  • Any dating system based on a year consisting of
    synodic monthsi.e. complete cycles of phases of
    the Moon. In every solar year (or year of the
    seasons), there are about 12.37 synodic months.
    Therefore, if a lunar-year calendar is to be kept
    in step with the seasonal year, a periodic
    intercalation (addition) of days is necessary.
  • The Sumerians were probably the first to develop
    a calendar based entirely on the recurrence of
    lunar phases. Each Sumero-Babylonian month began
    on the first day of visibility of the new Moon.
    Although an intercalary month was used
    periodically, intercalations were haphazard,
    inserted when the royal astrologers realized that
    the calendar had fallen severely out of step with
    the seasons. Starting about 380 BC, however,
    fixed rules regarding intercalations were
    established, providing for the distribution of
    seven intercalary months at designated intervals
    over 19-year periods. Greek astronomers also
    devised rules for intercalations to coordinate
    the lunar and solar years. It is likely that the
    Roman republican calendar was based on the lunar
    calendar of the Greeks.

120
  • Lunar calendars remain in use among certain
    religious groups today. The Jewish calendar,
    which supposedly dates from 3,760 and three
    months before the Christian Era (BCE) is one
    example. The Jewish religious year begins in
    autumn and consists of 12 months alternating
    between 30 and 29 days. It allows for a periodic
    leap year and an intercalary month. Another lunar
    calendar, the Muslim, dates from the HegiraJuly
    15, AD 622, the day on which sthe prophet
    Muhammad began his migration from Mecca to
    Medina. It makes no effort to keep calendric and
    seasonal years together.
  • SOLAR CALENDAR
  • Any dating system based on the seasonal year of
    approximately 365¼ days, the time it takes the
    earth to revolve once around the Sun. The
    Egyptians appear to have been the first to
    develop a solar calendar, using as a fixed point
    the annual sunrise reappearance of the Dog
    StarSirius, or Sothis--in the eastern sky, which
    coincided with the annual flooding of the Nile.
    They constructed a calendar of 365 days,
    consisting of 12

121
  • months of 30 days each, with a 5 days added at
    the years end. The Egyptians failure to account
    for the extra fraction of a day, however, caused
    their calendar to drift gradually into error.
  • Ptolemy III Euergetes of Egypt, in the Decree of
    Canopus (237 BC), introduced an extra day every
    four years to the basic 365-day calendar (this
    practice also having been introduced in the
    Seleucid calendar adopted in 312 BC). In the
    Roman Republic, Julius Ceaser in 45 BC replaced
    the confused Roman Republican calendar. Which
    probably was based on the lunar calendar of the
    Greeks, with the Julian calendar. The Julian
    calendar assigned 30 or 31 days to 11 months but
    fewer to February it allowed for a leap year
    every four years. The Julian calendar, however,
    made the solar year slightly too long by adding a
    full quarter of day annuallythe solar year
    actually runs 365.2422 days. By mid-16th century
    the extra time had resulted in an accumulated
    error of about 10 days. To correct this error,
    Pope Gregory XIII instituted the Gregorian
    calendar in 1582, dropping October 5-14 that year
    and omitting leap years when they fell on
    centurial years not divisible by 400e.g., 1700,
    1800, 1900.

122
  • Penanggalan Romawi mula-mula hanya 10 bulan, dari
    Martius sampai December. Oleh kaisar Romawi ke-2,
    ditambah 2 bulan pada musim dingin sehingga
    menjadi
  • Martius
  • Aprilis
  • Maius
  • Junius
  • Quintilis (Julius)
  • Sextilis (Augustus)
  • September
  • October
  • November
  • December
  • Januarius
  • Februarius
  • Karena ada upacara pada bulan Januarius, maka
    kemudian awal tahun digeser ke Januarius

123
  • Pada tahun ke-45 sebelum Masehi, penanggalan
    Romawai cukup kacau. Julius Ceaser minta
    Sosigenes membenahi kalender.
  • Dasar pembenahan adalah 365 ¼ hari setahun
    sehingga setahun 365 hari dan interkalasi 4 tahun
    sekali dengan 366 hari. Dimulai tahun 44 sebelum
    Masehi sehingga tahun 45 sM menjadi 400 hari
    lebih.
  • Senat menghormati Julius Ceaser dan mengganti
    Quintilis menjadi Julius. Pada tahun 4 sM, Senat
    menghormati Augustus Ceaser dan mengganti
    Sextilis menjadi Augustus. Bulan Julius dan
    Augustus dibuat sama 31 hari.
  • Ternyata setahun mengandung 365 ¼ hari kurang
    sedikit sehingga kelebihan. Pada abad ke-16
    kelebihan sampai 10 hari. Agar cocok pada tahun
    1527, 10 hari itu dihilangkan pada bulan Oktober
    (tanggal 5 lompat ke 15) dan selanjutnya setiap
    400 tahun dikurangi 3 hari pada tahun ratusan.

124
  • Penanggalan
  • Masehi 1 1 2000
  • Hijrah 24 Ramadhan 1420
  • Jawa 24 Pasa 1932
  • Yahudi 5761
  • Koptik 1717
  • Ethiopia 1993
  • Persia 1379
  • Hindu 5101
  • Konghucu 25 11 2550
  • Jepang 1 1 2660
  • Romawi 2753
  • Thailand 1 1 - 2543

125
  • TANGGAL JULIAN DI DALAM KOMPUTER
  • Oleh Dali S. Naga
  • Abstract. Database management systems uses
    Julian date in calculating calendar days. To
    understand Julian date, we have to trace it into
    the history of our calendar. Our calendar is
    based on the movement of the moon and the sun.
    Intercalations and cycles are needed to come back
    to the previous positions of the moon and the
    sun. One of the intercalation and system of
    cycle is Julian date. Julian date begins from 1
    January 4713, B.C.
  • Di dalam komputer, seperti pada program
    manajemen basis data, tanggal yang digunakan
    adalah tanggal Julian. Apa sebenarnya tanggal
    Julian itu? Untuk itu, kita perlu menelaah
    sejarah kalender yang sekarang kita gunakan.
    Namun, sebelumnya, kita perlu membedakan dua hal
    yakni kalender dan era. Tanggal kita 2 April,
    hari Rabu, jam 12.00 adalah kalender, tetapi
    tahun kita 2003 adalah era. Gabungan mereka,
    kalender dan era Masehi menghasilkan tanggal 2
    April 2003.
  • Era Masehi
  • Era yang digunakan pada penanggalan kita adalah
    era Masehi, di samping era lain seperti era
    Hijrah, era Saka, dan era Konghucu. Era Masehi
    dihitung sejak kelahiran Yesus. Sekalipun
    demikian, pada waktu kelahiran Yesus, belum ada
    era Masehi. Era Masehi baru kemudian disusun dan
    diusulkan oleh seorang rahib bernama Denys le
    Petit pada tahun 532 Masehi. Pada waktu itu,
    Denys mencoba menghitung mundur untuk menemukan
    tanggal lahir Yesus. Menurut hasil hitung Denys,
    Yesus lahir pada tanggal 25 Desember, 532 tahun
    lalu. Dengan demikian, Denys menetapkan bahwa
    era Masehi dimulai pada hari Sabtu, tanggal 1
    Januari 532 tahun sebelumnya.
  • Walaupun Denys le Petit telah menciptakan era
    Masehi pada tahun 532, namun era Masehi baru
    dipakai di Barat setelah tiga atau empat abad
    kemudian. Dengan demikian, era Masehi baru ada di
    dalam pemakaian pada abad ke-9 atau ke-10.
    Sebelum abad ke-9 atau ke-10, belum ada
    penggunaan era Masehi. Selanjutnya, era Masehi
    tidak mengenal tahun 0. Di dalam perhitungan
    mundur, hanya ada tahun 1 Masehi dan tahun 1
    sebelum Masehi.
  • Kalender
  • Kini kita beralih ke kalender. Di dalam
    kalender, kita mengenal hari. Kapan suatu hari
    dimulai? Ternyata banyak caranya. Ada orang yang
    menghitungnya sejak subuh ke subuh, ada orang
    yang menghitungnya sejak senja ke senja, ada
    orang yang menghitungnya sejak tengah hari ke
    tengah hari. Orang Romawi kuno menghitungnya dari
    tengah malam ke tengah malam. Tradisi Romawi
    inilah yang kita gunakan sekarang pada kalender
    kita yakni hari kita dimulai sejak tengah malam
    ke tengah malam berikutnya.
  • Sehari dibagi menjadi 24 jam berasal dari zaman
    kuno yakni dari zaman Babylonia. Mereka
    menggunakan bilangan Sumeria yakni bilangan yang
    berbasis 60. Dari basis 60 inilah ditemukan
    bilangan 12 yang masing-masing digunakan untuk
    siang dan untuk malam sehingga sehari menjadi 2 x
    12 jam 24 jam. Hal ini pun diterima di
    mana-mana. Hari kita pada saat ini juga terdiri
    atas 2 x 12 jam 24 jam. Satu jam sebanyak 60
    menit dan satu menit sebanyak 60 detik juga
    berasal dari bilangan berbasis enam puluh
    (sexagesimal) yang digunakan oleh orang Sumeria.
  • Siklus Minggu kita yang 7 hari panjangnya
    berasal dari Babylonia dan Yahudi. Di Afrika
    Barat, siklus itu adalah 4 hari di Asia Tengah
    dan juga di Jawa dikenal siklus 5 hari Mesir
    kuno mengenal siklus 10 hari dan Romawi kuno
    mengenal siklus 8 hari. Diduga bahwa siklus 7
    hari berasal dari penanggalan bulan yakni waktu
    selama seperempat bulan. Pengguaan siklus 7 hari
    di dalam kalender kita didasarkan atas dekrit
    Kaisar Constantine I dan dimulai pada tahun 321
    dengan hari Minggu sebagai hari pertama. Di dalam
    dekrit Kaisar Constantine I itu, hari Minggu
    dinyatakan sebagai hari libur. Dan libur Minggu
    itu masih terus kita gunakan sampai sekarang.
  • Bulan merupakan satu bagian dari kalender.
    Perhitungan bulan dilakukan melalui fasa bulan.
    Perhitungan bulan menimbulkan masalah karena satu
    bulan terdiri atas 29 hari lebih sekian jam, pada
    hal jumlah hari di dalam bulan adalah bulat.
    Demikian pula dengan tahun. Satu tahun matahari
    terdiri atas 365 hari lebih sekian jam, pada hal
    jumlah hari di dalam setahun adalah bulat.
    Akibatnya, pada ulang bulan, kedudukan bulan
    tidak tepat sama seperti kedudukannya pada bulan
    lalu. Pada ulang tahun, kedudukan matahari tidak
    tepat sama seperti kedudukannya pada tahun lalu.
  • Untuk menyelesaikan masalah sekian jam yang lebih
    pada setiap bulan dan pada setiap tahun, maka
    pada bulan dan tahun tertentu diberikan tambahan
    hari. Hal ini dikenal sebagai interkalasi.
    Interkalasi merupakan hal yang cukup rumit di
    dalam kalender. Tidak mudah untuk menemukan
    interikalasi yang menyebabkan kedudukan bulan
    atau matahari tepat kembali sama seperti pada
    waktu sebelumnya.
  • Kalender Romawi
  • Kita tinggalkan dulu interkalasi ini dan
    menengok ke sejarah kalender kita. Kalender kita
    berasal dari kalender Romawi kuno. Konon
    kabarnya, kalender Romawi kuno ditetapkan oleh
    raja pertamanya pada abad ke-7 atau ke-8 sebelum
    Masehi. Pada ketentuan raja Romulus ini, awal
    tahun dimulai pada bulan Martius dan diakhiri
    pada bulan December (desi 10). Panjang tahun
    adalah 10 bulan. Setiap bulan terdiri atas 30
    atau 31 hari sehingga di dalam setahun terdapat
    304 hari. Setelah itu terdapat celah musim dingin
    yang tidak ada kalendernya.
  • Raja kedua Numa Pompilius membagi celah musim
    dingin itu menjadi dua bulan yakni bulan
    Januarius dan Februarius. Dua bulan tambahan
    sebanyak 50 hari ini diletakkan di akhir tahun
    sehingga di dalam setahun terdapat 354 hari.
    Kemudian pada bulan Januarius ditambahkan satu
    hari lagi sehingga di dalam setahun terdapat 355
    hari.
  • Raja kelima Tarquinius Priscus (616 579 sM)
    adalah orang Etruscan. Kalender diubah menjadi
    kalender republik. Pada kalender republik ini,
    Februarius 28 hari Martius, Maius, Julius (waktu
    itu masih bernama Quintilis), dan October,
    masing-masing 31 hari serta Januarius, Aprilis,
    Junius, Augustus (waktu itu masih bernama
    Sextilis), dan December, masing-masing 29 hari.
    Di dalam setahun terdapat 355 hari. Raja ini juga
    memindahkan awal tahun ke bulan Januarius namun
    pada tahun 510 sM, melalui pengusiran orang
    Estrucan, awal tahun dikembalikan ke bulan Maret.
  • Pada setiap akhir tahun, orang Romawi melakukan
    pembayaran upah. Sering upah berkenaan dengan
    pekerjaan di dalam musim yang dipengaruhi oleh
    kedudukan matahari. Namun dengan 355 hari
    setahun, kedudukan matahari bergeser dari akhir
    tahun ke akhir tahun. Karena itu orang Romawi
    menambahkan 22 dan 23 hari selang-seling pada
    setiap dua tahun, dan tambahan diselipkan di
    antara tanggal 23 dan 24 Februarius. Dengan
    demikian, setiap empat tahun terdapat 1465 hari
    atau rerata di dalam setahun terdapat 366,25
    hari.
  • Julius Ceaser memanggil Sosigenes untuk membenahi
    kalender. Sosigenes menggunakan tahun dengan
    365,25 hari. Pada tahun 46 sM, Sosigenes
    menambah 67 hari ke dalam kalender sehingga pada
    tahun itu terdapat 445 hari. Mulai tahun 45 sM,
    Romawi menggunakan kalender baru yakni tahun
    dimulai pada tanggal 1 Januarius. Bulan
    Januarius, Martius, Maius, Quintilis (Juli),
    September, November terdiri atas 31 hari. Bulan
    Aprilis, Junius, Sextilis (Agustus), October, dan
    December terdiri atas 30 hari. Bulan Februarius
    terdiri atas 29 hari. Di dalam setahun terdapat
    365 hari. Dan setiap empat tahun, di antara
    tanggal 23 dan 24 Februari ditambah satu hari.

126
(No Transcript)
127
(No Transcript)
128
  • Tanggal Julian (tahun 1583 oleh Joseph Justus
    Scaliger)
  • Menggabungkan tiga siklus interkalasi
  • 19 x 15 x 28 7980 tahun
  • Titik temu terakhir pada tahun 4713 sM
  • Patokan tanggaln Julian 1 Januari 4713 sM sebagai
    tanggal 1 (dimulai tengah hari)
  • 2 Oktober 2004 2 454 178

129
Zaman KunoSebelum Abad ke-5 sM
  • Keteraturan Alam (Ramuan Bahan)
  • Keteraturan alam lainnya terdapat pada ramuan
    bahan (material, logam, obat)
  • Mereka menjadi ilmu bahan dan farmasi
  • Di samping ilmu bahan dan farmasi, terdapat pula
    ramuan bercampur kepercayaan dan mistik yang
    dikenal sebagai alkemi
  • Keteraturan Alam (Pengobatan)
  • Keteraturan alam juga terdapat pada pengobatan
    orang sakit
  • Mereka menjadi tabib dan dukun
  • Di samping itu, terdapat pula kepercayaan dan
    mistik yang dikenal sebagai tenung

130
Zaman KunoSebelum Abad ke-5 sM
  • Keteraturan Alam (Pertukangan)
  • Keteraturan alam lainnya adalah pembuatan alat
  • Mereka dikenal sebagai pertukangan
  • Salah satu kegiatan arkeologi adalah mencari
    karya pertukangan pada zaman purbakala
  • Tenung
  • Merupakan kekuatan gaib yang dapat menyembuhkan
    atau menyakitkan orang
  • Sekalipun tidak ada dasar ilmiahnya, sampai
    sekarang pun, kalangan tertentu masih percaya
    akan kekuatan tenung (guna-guna)

131
Zaman KunoSebelum Abad ke-5 sM
  • Astrologi
  • Di samping astronomi, muncul juga pengetahuan
    lain yang dikenal sebagai astrologi
  • Menurut astrologi, dunia bintang-bintang adalah
    makrokosmos dan dunia manusia adalah mikrokosmos
  • Mikrokosmos adalah refleksi dari makrokosmos
    sehingga nasib manusia dapat diramal dari gejala
    bintang-bintang di langit
  • Jam dan tanggal lahir menjadi patokan untuk
    ramalan nasib manusia
  • Peranan Astrologi
  • Peranan astrologi melampau batas zaman kuno
  • Sampai sekarang pun masih muncul ramalan
    astrologi di dalam majalah

132
  • ASTROLOGY
  • Astrology is the type of divination that
    consists in interpreting the influence of planets
    and the stars on earthly affairs in order ot
    predict the destinies of individuals, groups, or
    nations. At times regarded as science, astrology
    has exerted an extensive or a peripheral
    influence in many civilizations, both ancient and
    modern. Astrology has also been defined as a
    pseudoscience and considered to diametrically
    opposed to the theories and findings of modern
    science.
  • Astrology originated in Mesopotamia, perhaps in
    the 3rd millenium BC, but attained its full
    development in the Western world much later,
    within the orbit of Greek civilization of the
    Hellenistic period. It spread to India in its
    older Mesopotamian form. Islamic culture absorbed
    it as part of the Greek heritage and in the
    Middle Ages, when Western Europe was strongly
    affected by Islamic science, European astrology
    also felt the influence of the Orient.
  • The Egyptian also contributed though less

133
  • directly, to the rise of astrology. They
    constructed a calendar, containing 12 months of
    30 days each with five days added at the end of
    the year, that was subsequently taken over by the
    Greeks as a standard of reference for
    astronomical observations. In order that the
    starry sky might serve them as a clock, the
    Egyptians selected a successian of 36 bright
    stars whose risings were separated from each
    other by intervals of 10 days. Each of these
    stars, called decans by Latin writers, was
    conceived of as a spirit with power over the
    period of time for which it served they later
    centered the zodiac as subdivisions of its 12
    signs.
  • In pre-Imperial China, the belief in an
    intelligible cosmic order, comprehended aspects
    of which would permit influences on correlated
    incomprehended aspects, found expression in
    correlation charts that juxtaposed natural
    phenomena with the activities and the fate of
    man. The transition from the belief to a truly
    astrological belief in the direct influence of
    the stars on human affairs was slow, and numerous
    systems of observation and strains of lore
    developed. When Western astronomy and astrology
    became known in China through Arabic influence in

134
  • Mongol times, their data were also integrated
    into the Chinese astrological corpus. In the
    later centuries of Imperial China it was
    universal practice to have a horoscope case for
    each newborn child and at all decisive junctures
    in life.
  • Once established in the classical world, the
    astrological conception of causation invaded the
    sciences particularly medicine and allied
    disciplines. The Stoics, espousing the doctrine
    of a universal sympathy linking microcosm of
    man with the macrocosm of nature, found in
    astrology a virtual map of such a universe.
  • Greek astrology was slow to be absorbed by the
    Romans, who had their own native methods of
    divination, but by the times of Augustus, the art
    had resumed its original role as a royal
    prerogative. Attempts to stress its influence on
    the populace met repeatedly with failure.
  • Throughout pagan antiquity the words astronomy
    and astrology had been synonymous in the first
    Christian centuries the modern distinction
    between astronomy, the science of stars, began to
    appear. As against the omnipotence of the stars,
    Christianity

135
  • taught the omnipotence of their Creator. To the
    determinism of astrology Christianity opposed the
    freedom of the will. But within these limits the
    astrological worldview was accepted. To reject it
    would have been to reject the whole heritage of
    classical culture, which had assumed an
    astrological complexion. Even at the centre of
    Christian history, Persian magi were reported to
    have followed a celestial omen to the scene of
    the Nativity.
  • Although various Christian councils condemned
    astrology the belief in the worldview it implies
    was not seriously shaken. In the late European
    Middle Ages, a number of universities, among them
    Paris, Padua, Bologna, and Florence, had chairs
    of astrology. The revival of ancient studies by
    the humanists only encouraged this interest,
    which persisted into the Renaissance and even
    into the Reformation.
  • It was Copernican revolution of the 16th century
    that dealt with the geocentric worldview of
    astrology its shattering blow. As a popular
    pastime or superstition, however, astrology
    continued into modern times to engage the
    attention of millions of people.

136
Zaman KunoSebelum Abad ke-5 sM
  • Alkemi
  • Di samping ramuan bahan secara alamiah, muncul
    kepercayaan dan mistik berkenaan dengan ramuan
    bahan itu
  • Ramuan dengan kepercayaan seperti ini dikenal
    sebagai alkemi
  • Alkemi bertujuan untuk membuat emas dari bahan
    murah serta membuat obat panjang umur yang
    membuat orang tidak mati
  • Ada alkemi yang hanya rajin menulis melalui sandi
    rahasia serta ada alkemi yang rajin meramu bahan
  • Peranan Alkemi
  • Peranan alkemi melampaui batas zaman kuno
  • Mereka baru hilang pada zaman modern (abad ke-18
    dan ke-19)

137
Zaman KunoSebelum Abad ke-5 sM
  • Asas Determinisme Universal
  • Ada keteraturan alam yang ditemukan oleh manusia
  • Ada kepastian tentang keteraturan alam itu
  • Mereka menjadi suatu asas yakni asas determinisme
    universal
  • Asas ini dikenal sejak Zaman Kuno dan terus
    berlangsung sampai sekarrang
  • Asas determinisme universal menjadi dasar untuk
    menemukan dan mengembangkan ilmu
  • Asas Indeterminisme
  • Dikenal sebagai uncertainty principle, ditemukan
    oleh Heisenberg pada tahun 1928
  • Bertentangan dengan asas determinisme universal,
    tetapi hanya berlaku di fisika partikel subatomik
    dan dalam ukuran yang sangat kecil

138
Zaman Yunani Kuno5 sM sampai 1 sM
  • Kebudayaan Yunani
  • Zaman ini merupakan zaman emas Yunani Kuno
  • Budaya berkembang ke arah kecendekiaan
  • Sekalipun Yunani Kuno mengenal dewa dan dewi,
    pemikiran mereka tidak melibatkan dewa dewi itu
  • Di zaman itu lahir filsafat dan demokrasi dan
    sangat berpengaruh terhadap kebudayaan barat
    sampai sekarang
  • Babakan
  • Zaman pra-Sokrates
  • Zaman Sokrates
  • Zaman pasca-Sokrates

139
Zaman Yunani Kuno5 sM sampai 1 sM
  • Zaman Pra-Sokrates
  • Ada tiga pemikiran besar pada zaman itu yang
    dibicarakan di sini
  • Unsur dasar pembentuk alam dan bentuk alam
  • Alam tunggal dan alam jamak
  • Realitas bilangan
  • Zaman Sokrates (Sokrates, Plato, Aristoteles)
  • Dialog
  • Metafisika dan epistemologi
  • Logika
  • Etika dan estetika
  • Zaman Pasca-Sokrates
  • Stoik, Epikurus, Cynics, dan Skeptik

140
  • Greece
  • Greece, officially called Hellenic Republic
    (Greek ???????? ??µ???at?a Eliniki Dhimokratia),
    is a country in the southeast of Europe on the
    southern tip of the Balkan peninsula.
  • The historical name of Greece in Greek is ?????
    Ellas. This name is also written Hellas in
    English, following the ancient Greek
    pronunciation. More commonly, it is called ????da
    Elladha in modern Greek. The
About PowerShow.com